Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.658 views

Koran Kompas Menghina Reuni 212

SEBAGAI media rujukan nasional, yang “dipercaya” oleh masyarakat, harian Kompas melakukan kesalahan besar terkait kebijakan mereka dalam memberitakan peristiwa besar nasional, Reuni 212, pada 2 Desember 2018. Lihat halaman depan Kompas edisi hari ini, 3 Desember 2018.

Mereka mengangkat berita tentang sampah. Bagi saya, penempatan “sampah” sebagai berita utama Kompasmenyelipkan pesan yang sangat menghina Reuni 212. Mereka meletakkan berita reuni itu di halaman dalam. 

Saya berpendapat, segenap pimpinan redaksi Kompasmenganggap Reuni 212 sebagai “peristiwa sampah”. Itulah pesan Kompas dengan menampilkan liputan mengenai sampah di halaman satunya.

Mereka melihat liputan tentang sampah jauh lebih penting dari Reuni 212. Padahal, reuni ini dihadiri jutaan orang dan mendapat liputan dari media internasional.

Jika ditarik lebih jauh lagi, menurut hemat saya, Kompas tidak saja melecehkan Reuni 212. Melainkan surat kabar ini menghina umat Islam secara keseluruhan.

Memang betul bahwa kebijakan redaksi dalam penyajian berita sepenuhnya menjadi hak prerogatif mereka. Tetapi, mengingat Kompas adalah koran yang telah berpengalaman dan dianggap “wise” dalam menjabarkan hak dan tanggung jawabnya sebagai komponen pers nasional yang sekaligus berfungsi sebagai pilar demokrasi, maka penempatan berita Reuni 212 di halaman dalam dengan porsi yang “sangat tak wajar”, sungguh sangat aneh.

Tidak berlebihan untuk disebut tendensius. Pantas juga dikatakan sebagai “deliberate partial act”. Tindakan berpihak yang disengaja. Apa dasar untuk mengatakan begitu?

Ini penjelasannya. Untuk menurunkan liputan utama tentang sampah lengkap dengan data dan grafik, pastilah tim redaksi melakukan upaya yang lama dan melibatkan banyak orang. Artinya, tak terelakkan kesan bahwa Kompas memang sengaja menyiapkan laporan mengenai sampah itu untuk disajikan tepat bersamaan dengan penyajian berita Reuni 212.

Mereka sudah tahu sejak lama bahwa tanggal 3 Desember 2018 adalah hari edisi cetak untuk Reuni 212 itu. Dan redaksi bisa melihat sendiri sebesar apa Reuni 212 itu. Jadi, tak terjelaskan dengan akal sehat jurnalistik mengapa berita besar tentang umat Islam ini disembunyikan di halaman dalam.

Langkah redaksi Kompas seratus persen bertentangan dengan kaidah penyajian berita. Bertolak belakang dengan pertimbangan akal sehat. Apalagi, Kompas menempatkan berita tentang sampah di halaman depan. Ini, bagi saya, menyiratkan “coded message” bahwa liputan tentang sampah, bagi Kompas, lebih bernilai dibandingkan Reuni 212.

Kalau benar dugaan saya bahwa Kompas sengaja “menyampahkan” Reuni 212, alangkah berbahayanya garis kebijakan redaksional yang mereka ambil. Dari sudut pandang mana pun juga, Reuni 212 sangat layak menjadi berita besar. Peristiwa ini memenuhi semua kriteria jurnalistik untuk ditempatkan sebagai berita utama.

Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan pertanyaan kepada pimpinan redaksi Kompas: apakah memang seperti itu yang Anda lakukan? 

Memang sejak lama ada semacam “barrier” (rintangan) antara Kompas dan Islam dan umat Islam. Ini tak perlu saya elaborasi. Sebab, mereka sendirilah yang justru setiap hari mengelaborasikan itu. Merekalah yang sejak lama telah meratifikasikan keberadaan “barrier” itu. 

Saya tak heran kalau ada orang yang menilai Kompas menempatkan dirinya di balik “barrier” itu “by default” atau “by design”. Karena, koran ini tampak kesulitan untuk berlaku ramah kepada Islam dan umat Islam. Saya berpendapat, Kompas merasa Islam dan umat Islam adalah “national security threath” (ancaman keamanan nasional) bagi mereka kalau kita pinjam terminologi sekuriti Amerika Serikat.

Kita tidak perlu berbedat tentang ini. Cukup dengan mencermati sejarah hubungan antara Kompas dan umat Islam. Hubungan yang tak bisa dipungkiri bagaikan berlangsung di atas tumpukan api dalam sekam. Juga bisa terdeteksi dari “management behaviour” koran ini. 

Kita akui bahwa Kompas tidak sendirian dalam melecehkan Reuni 212. Semua koran lain, kecuali Republika dan Rakyat Merdeka, sengaja tidak memberikan porsi kepada peristiwa besar ini.

Akan tetapi, kita tidak dapat menerima perilaku Kompas itu mengingat posisinya sebagi “leading newspaper” (surat kabar terdepan). Koran yang diasumsikan memiliki “highly qualified editorial team”. Yaitu, tim redaksi yang berkualifikasi tinggi. 

Saya mengimbau kepada pimpinan Kompas agar tidak lagi menunjukkan “unpleasant attitude” (sikap tak menyenangkan) ketika menangani berita-berita tentang Islam dan umat Islam. Sebab, diskursus yang telah mendarah daging itu bisa berubah menjadi energi destruktif yang merugikan Kompas sendiri.*

Asyari Usman

Wartawan Senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Jum'at, 22 Feb 2019 21:47

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Jum'at, 22 Feb 2019 21:35

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Jum'at, 22 Feb 2019 21:00

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:55

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Jum'at, 22 Feb 2019 20:23

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:04

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jum'at, 22 Feb 2019 19:55

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Jum'at, 22 Feb 2019 17:47

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Jum'at, 22 Feb 2019 17:45

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Jum'at, 22 Feb 2019 17:00

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Jum'at, 22 Feb 2019 16:45

Misteri 'Earpice'

Misteri 'Earpice'

Jum'at, 22 Feb 2019 16:42

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Jum'at, 22 Feb 2019 16:21

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Jum'at, 22 Feb 2019 16:15

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Jum'at, 22 Feb 2019 14:50

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Jum'at, 22 Feb 2019 14:21

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Jum'at, 22 Feb 2019 12:21

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Jum'at, 22 Feb 2019 11:38

[VIDEO] Caleg PDIP Joget di Atas Sajadah, FUI: Jangan Pilih Mereka

[VIDEO] Caleg PDIP Joget di Atas Sajadah, FUI: Jangan Pilih Mereka

Jum'at, 22 Feb 2019 10:50

Prabowo-Sandi dan Mimpi Taklukan Piala Dunia

Prabowo-Sandi dan Mimpi Taklukan Piala Dunia

Jum'at, 22 Feb 2019 10:21


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 22/02/2019 16:21

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa