Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.723 views

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

 

Oleh:

Asyari Usman*

 

DI TENGAH hiruk-pikuk debat capres, ada satu peristiwa yang memilukukan, yang membangkitkan murka sabilillah, dan yang harus menjadi pelajaran pahit dan komprehensif bagi kaum muslimin. Peristiwa itu ialah penginjak-injakan sajadah oleh para pejoget kurang aj*r, para pejoget bi*dab. Salah seorang pejoget bi*dab itu adalah Doddy Akhmadsyah Matondang (DKM). Dia adalah caleg PDIP untuk DPRD DKI dari dapil 9.

Peristiwa joget yang menyakitkan hati itu terjadi pada Ahad pagi, 17 Februari 2019, di depan sebuah musholla. Mereka sebut itu senam pagi.

Saya melakukan konfirmasi ke pengurus musholla, Pak Banras Affandi. Dia mengatakan bahwa dia tidak tahu kegiatan itu. Dia sedang tidak ada di rumahnya. Dikatakannya, para pelaksana acara joget dan para pejoget mengambil sendiri sajadah bekas itu tanpa izin pengurus musholla.

Luar biasa kelakuan mereka. Para pejoget ini, termasuk beberapa wanita yang berpakaian ketat dan bersepatu trainer, beralasan bahwa sajadah yang mereka injak-injak sambil berjoget itu adalah sajadah bekas. Sudah tidak dipakai lagi. Pak Barnas membenarkan sajadah itu bekas.

Tetapi, jangan lupa bahwa sajadah bekas itu kemungkinan sudah disujudi puluhan ribu kali. Karena sudah dipakai belasan tahun. Tidak berlebihan untuk dikatakan bahwa sudah ribuan orang yang berdiri, ruku’ dan sujud di atas sajadah-sajadah yang dinjak-joget oleh para pejoget bi*dab itu.

Doddy Akhmadsyah Matondang sudah menyampaikan perminataan maaf lewat rekaman video. Boleh saja. Mungkin pantas juga diterima. Tetapi, kelakuan dia yang sangat menyakitkan itu harus tetap diproses berdasarkan hukum pidana penghinaan agama. Penghinaan fasilitas ibadah. Meskipun sajadah itu tidak dipakai lagi.

Sajadah itu memang tidak sesuci al-Quran. Tetapi, perbuatan joget di bawah suasana gembira-ria dengan menginjak-injak sajadah, meskipun bekas, sangat mencederai perasaan umat.

Bagi orang yang ‘tidak tersambung’ dengan sajadah, boleh jadi sulit memahami ‘kesakralan’ sajadah. Termasuk sajadah bekas. Di dalam rumah ibadah, sajadah memang setiap hari ‘dipijak’ oleh para jemaah masjid atau musholla. Tetapi, ‘dipijak’ sangat berbeda dengan ‘diinjak-injak’. Apalagi ‘diinjak-injak’ dalam suasana joget. Untuk ini, tidak ada tafsiran lain kecuali penghinaan.

Sajadah bekas itu memang mengalami degradasi. Tetapi, bukan degradasi kesakralannya. Hanya degradasi fisik. Misalnya, rusak atau koyak pertanda sudah lama dipakai. Dalam arti, sajadah yang diletakkan di luar Musholla Nurul Iman di Jalan Nurul Amal itu, dirasakan kurang nyaman bagi para jemaah. Sehingga perlu diganti dengan yang baru. Bekalangan ini, banyak masjid dan musholla yang mengganti sajadah dengan ukuran sujud yang lebih panjang.

Bagi kaum muslimin, sajadah bekas tidak sama dengan pakaian bekas. Tidak serupa dengan mobil bekas. Sekalipun mobil merk mewah.

Sajadah bekas tidak masalah kalau “disepelekan”. Tapi, bukan disepelekan sampai dijadikan alas untuk berjoget ria. Bukan disepelekan untuk fungsi-fungsi yang sifatnya ‘najas’. Yakni, dalam kaitan dengan kekotoran. Atau disepelekan di dalam suasana ‘immoral’, suasana maksiat. Tidak bisa diterima kalau sajadah bekas disepelekan dalam konteks seperti ini.

Boleh-boleh saja sajadah diletakkan di luar masjid atau musholla. Atau bahkan diletakkan ditumpukan sampah yang tidak bernajis. Misalnya, sampah bangunan.

Sebagai seorang caleg yang memiliki wawasan yang luas, apalagi seorang muslim, Doddy Akhmadsyah seharusnya menengerti kesakralan sajadah. Termasuk sajadah bekas. Dia tidak punya alasan untuk mengatakan ‘tak sengaja’ melakukan joget injak-injak sajadah.

Karena itu, kita meminta agar pimpinan PDIP mengambil tindakan tegas dengan mendiskualifikasikan Doddy Akhmadsyah dari pencalegan. PDIP harus melakukan ini mengingat Partai Banteng sering dijuluki sebagai partai penista agama. Selain itu, pimpinan PDIP tampaknya perlu meningkatkan pemahaman tentang Islam di kalangan mereka. Perlu juga mempertajam sensitivitas.

Kita yakin, pimpinan dan para politisi PDIP pastilah tidak ingin partai ini disebut sebagai ‘sarang penista agama’. Juga pastilah mereka tak berkenan mendengar yel-yel yang berbunyi ‘Tenggelamkan PDIP”.

Kita juga meminta agar Bawaslu di semua level melakukan pengusutan terhadap acara joget ini. Kuat dugaan, Doddy Akhmadsyah melakukan pelanggaran pidana pemilu.

*Penulis adalah wartawan senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
PKS Sarankan Presiden dan Menteri Gunakan Mobil 'Sejuta Umat'

PKS Sarankan Presiden dan Menteri Gunakan Mobil 'Sejuta Umat'

Sabtu, 24 Aug 2019 16:20

Penata Kata Masyarakat Dunia

Penata Kata Masyarakat Dunia

Sabtu, 24 Aug 2019 15:40

Majelis Tarjih Muhammadiyah Rumuskan Risalah Akhlak

Majelis Tarjih Muhammadiyah Rumuskan Risalah Akhlak

Sabtu, 24 Aug 2019 14:33

Mardani: Hentikan Kriminalisasi Ustaz Abdul Somad

Mardani: Hentikan Kriminalisasi Ustaz Abdul Somad

Sabtu, 24 Aug 2019 13:48

Menerima Perlakuan Hukum yang Berbeda

Menerima Perlakuan Hukum yang Berbeda

Sabtu, 24 Aug 2019 12:51

Anies Baswedan Bawa Jakarta Raih Penghargaan Internasional Pertama yang Diraih Kota Asia Tenggara

Anies Baswedan Bawa Jakarta Raih Penghargaan Internasional Pertama yang Diraih Kota Asia Tenggara

Sabtu, 24 Aug 2019 11:31

Yunahar Ilyas Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2019

Yunahar Ilyas Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2019

Sabtu, 24 Aug 2019 10:59

Ampun! Ngutang Lagi, ke Cina Lagi?

Ampun! Ngutang Lagi, ke Cina Lagi?

Sabtu, 24 Aug 2019 10:51

Ustaz Yusuf Mansur Doakan Ustaz Abdul Somad dan HRS

Ustaz Yusuf Mansur Doakan Ustaz Abdul Somad dan HRS

Sabtu, 24 Aug 2019 10:51

Oknum Polisi Diduga Beri Miras ke Mahasiswa Papua, Fahira Idris: Saya Nggak Habis Pikir

Oknum Polisi Diduga Beri Miras ke Mahasiswa Papua, Fahira Idris: Saya Nggak Habis Pikir

Sabtu, 24 Aug 2019 09:52

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Sabtu, 24 Aug 2019 09:20

Narasi Radikalisme yang Absurd dan Tendensius

Narasi Radikalisme yang Absurd dan Tendensius

Sabtu, 24 Aug 2019 08:44

Iman

Iman

Sabtu, 24 Aug 2019 07:32

Jokowi Akan Dikenang Bukan Karena Memindahkan Ibu Kota

Jokowi Akan Dikenang Bukan Karena Memindahkan Ibu Kota

Sabtu, 24 Aug 2019 06:28

Mesir Tangkap Putra Ppejabat Palestina Terkait Aktivitas Anti Israel

Mesir Tangkap Putra Ppejabat Palestina Terkait Aktivitas Anti Israel

Jum'at, 23 Aug 2019 22:52

Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan, Kenapa Gak Ke Beijing?

Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan, Kenapa Gak Ke Beijing?

Jum'at, 23 Aug 2019 22:00

Para pejabat AS Mengkonfirmasi Serangan Udara Israel di Irak

Para pejabat AS Mengkonfirmasi Serangan Udara Israel di Irak

Jum'at, 23 Aug 2019 21:51

Lebih dari 150 Orang Dirawat karena Gas Air Mata dan Luka Tembak di Kashmir

Lebih dari 150 Orang Dirawat karena Gas Air Mata dan Luka Tembak di Kashmir

Jum'at, 23 Aug 2019 21:48

Demonstran di Hong Kong Siap Duduki Bandara Lagi

Demonstran di Hong Kong Siap Duduki Bandara Lagi

Jum'at, 23 Aug 2019 21:44

Referendum Pindah Ibu Kota

Referendum Pindah Ibu Kota

Jum'at, 23 Aug 2019 20:42


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X