Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.035 views

Reuni 212, Kerumunan atau Kekuatan?

Tony Rosyid

[Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa]

Jumlah banyak jangan hanya jadi kerumunan, tapi mesti didorong jadi kekuatan. Begitu harapan Din Syamsuddin kepada 212. Exactly! 100 persen benar'.

Massa jutaan di aksi 212 adalah kerumunan. Apakah tidak punya kekuatan? Punya! Pertama, 212 berhasil mendesak aparat untuk secara serius memproses kasus Ahok. Ahok berhasil dibawa ke meja hijau dan divonis dua tahun penjara.

Anda yakin Ahok diproses jika tak ada protes tujuh juta umat dalam Aksi 212? Begitu pertanyaan publik. Faktanya Ahok begitu percaya diri tetap maju sebagai cagub, meski sedang menghadapi kasus hukum. Otoritas kekuasaan juga dianggap kentara berada di belakang dan back up Ahok.

Harus clear. Bahwa massa marah bukan karena Ahok beda agama, beda etnis atau beda warna kulit. Sama sekali tidak. Ini yang membuat sebagian orang salah paham, lalu menuduh aksi 212 itu intoleran. Pemahaman ini secara obyektif harus dievaluasi.

Massa marah karena Ahok menista agama, hukum berbelit, dan otoritas kekuasaan dianggap mati-matian bela Ahok. Seandainya aparat cepat tanggap, dan kekuasaan tidak ikut campur urusan hukum dan politik Ahok, maka persoalan tak serumit dan segaduh seperti sekarang. Belum lagi maraknya isu kriminalisasi ulama pasca aksi 212.

Dugaan adanya campur tangan institusi kekuasaan terhadap Ahok dalam konteks hukum dan politik inilah mengakibatkan bangsa ini terbelah. Muncul dua kubu yaitu pendukung kekuasaan vs aktivis 212. Situasi ini belum berakhir, meski pilpres sudah selesai.

Kedua, 212 berhasil melakukan konsolidasi massa untuk mendukung Prabowo di pilpres 2019. Satu-satunya capres penantang Jokowi. Bukan karena faktor Prabowonya, tapi lebih karena tak ada calon lainnya. Satu-satunya cara untuk melawan Jokowi adalah dengan mendukung Prabowo.

Dukungan ini tak bisa dianggap remeh. Suara Prabowo naik signifikan. Meski akhirnya kalah, lalu Prabowo meninggalkan 212 dan memilih untuk bergabung dengan istana. Itu soal lain.

Ketiga, dari sisi ekonomi, 212 berhasil merintis lahirnya mini market yang dinamai 212 Mart. Kendati masih tertatih-tatih karena suplai barang sangat tergantung kepada unilever, distributor raksasa di Indonesia yang membatasi distribusinya ke mini market umat ini.

Saat ini 212 Mart masih kalah dari mini market- mini market lain dari sisi ketersediaan barang, managemen dan juga modal. Kedepan, 212 perlu melakukan revitalisasi terutama di aspek suplai barang.

Dengan jumlah massa jutaan yang tersebar di seluruh pelosok negeri, massa 212 belum sepenuhnya terkolaborasi secara terstruktur menjadi kekuatan sosial, politik dan ekonomi. Inilah yang diingatkan oleh Din Syamsuddin. Mesti menjadi PR serius bagi elit 212 untuk lebih cerdas dan cermat melakukan strukturisasi kekuatan massa tersebut.

Langkah yang harus dimulai adalah pertama, memperluas struktur organisasi, baik GNPF Ulama maupun PA 212 dengan melibatkan SDM yang merepresentasikan kekuatan berbagai ormas dan  terutama yang berkapasitas untuk mengolah kerumunan massa menjadi kekuatan sosial, politik dan ekonomi.

Orang-orang ini tidak harus terdiri dari tokoh-tokoh panggung, tapi justru orang-orang yang bisa bekerja dengan silent, mengatur strategi di belakang mimbar dan piawai melakukan konsolidasi bawah tanah yang efektif.
 
Kedua, mampu menciptakan, mengolah dan menjadi dirigen terhadap isu-isu nasional dalam narasi yang bisa menggerakkan massa. Dibutuhkan think tank, selain cyber army yang terkordinir dengan rapi sebagaimana saat aksi 212.

Ketiga, mempersiapkan calon pemimpin bangsa untuk periode mendatang. Yang paling dekat adalah 2024. Reuni 212 sudah saatnya bisa diolah menjadi gerakan for pilpres 2024. Identifikasi calon, mulai kerja sistematis, lakukan langkah-langkah strategis dan konsisten.

Jika tiga hal ini dilakukan, massa 212 tidak hanya akan jadi kerumunan dan kenangan, tapi jadi kekuatan yang berpotensi melahirkan transformasi sosial, politik dan ekonomi. Hanya butuh keseriusan, keterlibatan sejumlah SDM dan satu lagi butuh waktu. Karena harus berproses.

Saat ini, ada sejumlah pihak yang berupaya untuk melanggengkan jabatan presiden dengan melakukan amandemen UUD 45. Mereka mulai mewacanakan presiden tiga periode. Bamsoet, ketua MPR, kabarnya adalah satu diantara sejumlah tokoh yang sedang giat-giatnya lobi untuk goalkan rencana presiden tiga periode tersebut.

Isu ini seksi jika jadi tema Reuni 212 besok. Akan mempertegas posisioning 212 terhadap kekuasaan. Sekaligus menjadi peluang bagi 212 untuk eksis kembali di ruang politik nasional pasca bercerai dengan Prabowo yang memilih gabung ke istana. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 1/12/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Jum'at, 23 Jul 2021 22:29

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Jum'at, 23 Jul 2021 22:00

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Jum'at, 23 Jul 2021 21:19

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Jum'at, 23 Jul 2021 21:00

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Jum'at, 23 Jul 2021 20:20

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Jum'at, 23 Jul 2021 20:14

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Jum'at, 23 Jul 2021 19:35

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Jum'at, 23 Jul 2021 15:00

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Jum'at, 23 Jul 2021 11:14

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Jum'at, 23 Jul 2021 10:54

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Jum'at, 23 Jul 2021 09:25

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Jum'at, 23 Jul 2021 08:22

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Jum'at, 23 Jul 2021 08:14

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

Kamis, 22 Jul 2021 22:06

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

Kamis, 22 Jul 2021 21:45

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Kamis, 22 Jul 2021 20:25

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Kamis, 22 Jul 2021 19:01

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Kamis, 22 Jul 2021 18:15

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Kamis, 22 Jul 2021 16:56

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Kamis, 22 Jul 2021 16:27


MUI

Must Read!
X