Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.911 views

Penembakan di KM 50 Jangan Seperti Kasus Novel Baswedan

 

Semoga saja tidak membutuhkan waktu tiga tahun juga untuk mengumumkan nama-nama pelaku pembunuh enam anggota laskar FPI di kilometer 50 tol Japek. Sebagaimana yang terjadi pada kasus Novel Baswedan.

Oleh:

Rizal Fadillah || Pemerhati Politik dan Kebijakan

 

SEJAK hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) dilaporkan kepada Presiden dua minggu yang lalu hingga kini terlihat adama-yem saja. Tidak ada kebijakan atau perintah apapun yang diberikan Presiden untuk menuntaskan kasus pembunuhan enam anggota laskar FPI tersebut.

Jika ada itikad baik dan serius, maka semestinya sudah ada langkah tindak lanjut dari pelaporan kepada Presiden. Kini bola berada di tangan Presiden. Mau diapakan hasil penyelidikan Komnas HAM yang telah menghebokan jagad politik dan hukum Indonesia itu, terserah pada Presiden. Mau didiamkan saja hasil penyelidikan Komnas HAM tersebut? Ataukah akan ditindaklanjuti dengan penyidikan yang menetapkan para pelaku penembakan sebagai tersangka?

Peristiwa yang dikenal dengan “kasus kilometer 50 tol Jakarta-Cikampek (Japek)” ini, memang sejak awal penanganan oleh Komnas HAM sudah dinilai “bermasalah”. Karena banyak kejanggalan yang dilakukan Komnas HAM dalam menyimpulkan hasil penyelidikan dan narasi rekomendasi. Fakta yang disampaikan pun terpotong-potong dan kurang lengkap.

Komnas HAM membuat kesimpulan dengan loncat sana-loncat sini. Tidak runtun mengikuti temuan yang didapat di lapangan. Saking kecewanya, publik menginginkan adanya evaluasi dan pendalaman ulang kerja Komnas HAM yang tersksan sebagai hasil negoisiasi dan barter terhadap kematian orang. Kekecewaan itu sampai pada usul agar Komnas HAM dibubarkan saja.

Hingga kini tidak diumumkan siapa-siapa saja pelaku penembakan yang telah melakukan pelanggaran HAM tersebut? Komnas HAM hanya mengumumkan bahwa pelakukan penembakan adalah anggota Kepolisian. Padahal untuk menemukan pelakukan penembakan adalah pekerjaan paling mudah dan gampang. Namun oleh Komnas HAM dibuat menjadi berbelit-belit.

Jadi teringat pada kasus penyidik sinior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dulu. Untuk menemukan siapa pelaku penyiram air keras ke mata Novel Baswedan, rupanya tidak gampang. Butuh waktu sampai tiga tahun lebih untuk menemukan pelakunya. Ternyata pelakunya adalah anggota Polisi sendiri. Sungguh sangat ironi.

Untuk menemukan pelaku kejahatan pidana yang dilakukan anggota polisi, seperti yang terjadi pada Novel Baswedan, rupanya tidak mudah. Sangat sulit, sebab butuh waktu seribu hari lebih atau bertahun-tahun. Namun andaikan pelanggaran hukum itu yang dilakukan oleh masyarakat sipil, polisi terlihat bekerja sangat hebat, cepat dan canggih untuk menemukan pelakunya.

Untuk kasus pidana teroris misalnya, polisi tampil sangat menghebokan. Namun berbeda antara langit dan bumi dengan kasus Novel Baswedan. Ujung dari cerita model Novel Baswedan ini adalah vonis hakim untuk pidana penjara selama 1,5 dan 2 tahun. Sementara aktor intelektual “bablas angine”. Semoga kasus Novel Baswedan ini tidak terulah pada penembakan enam anggota Laskar FPI.

Semoga saja tidak membutuhkan waktu tiga tahun juga untuk mengumumkan nama-nama pelaku pembunuh enam anggota laskar FPI di kilometer 50 tol Japek. Sebagaimana yang terjadi pada kasus Novel Baswedan. Haruskah dibawa berputar-putar dahulu hingga masa pemerintahan Jokowi usai? Atau sedang disusun skenario ceritra novel yang menarik dan terlihat logis untuk menyelamatkan wajah Kepolisian, instansi lain, dan presiden sendiri?

Kejujuran itu lebih baik. Yang salah nyatakan salah, kalau ditutupi juga toh sejarah akan menjadi hakim kelak. Lebih baik buka saat ini, lalu selesailah masalah satu persatu. Jangan ditumpuk hingga berkarat. Sebab peristiwanya akan dicatat dengan tinta hitam nantinya sebagai rezim yang paling buruk dalam sejarah hukum Republik Indonesia. Tertunda, tetapi menyakitkan diri dan untuk anak cucu.

Pembunuhan terhadap enam anggota laskar FPI disebut Komnas HAM sebagai pelanggaran HAM. Itu  artinya bukan pembunuhan biasa. Harus cepat ditindaklanjuti dengan proses hukum. Jika mengambang tentu akan dikategorikan bahwa negara itu “unwilling” dan “unable”. Artinya berlaku kepedulian universal yang menyebabkan lembaga peradilan internasional wajar dan harus ikut turun tangan.

Kasus yang terjadi di kilometer 50 tol Japek jangan seperti Novel Baswedan. Apakah Novel Baswedan atau ceritra Novel yang memang bertele-tele? Masyarakat dunia sudah membaca duduk perkaranya. Semua terhalang hanya oleh kemauan politik yang terkesan sedang ditutup-tutupi. Pembunuhan oleh aparat ini terlalu sarat dengan bahasa politik.

Political language is designed to make lies sound thruthful and murder respectable. Bahasa politik dirancang untuk membuat kebohongan itu terdengar jujur dan pembunuhan menjadi dihargai (George Orwell). Untuk itu, kasus kilometer 50 tol Japek ini harus segera tuntas, jangan menjadi narasi konspirasi politik yang dibuat bertele-tele. Penjahat kemanusiaan harus segera dihukum berat!*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Senin, 17 Jan 2022 07:01

Legislator Minta Prioritaskan Vaksin Covid-19 Halal

Legislator Minta Prioritaskan Vaksin Covid-19 Halal

Ahad, 16 Jan 2022 20:51

Pejabat: Iran Dan Saudi Siap Untuk Lanjutkan Hubungan Diplomatik, Buka Kembali Kedutaan

Pejabat: Iran Dan Saudi Siap Untuk Lanjutkan Hubungan Diplomatik, Buka Kembali Kedutaan

Ahad, 16 Jan 2022 16:05

Menteri Keuangan Israel Avigdor Lieberman Positif Terinfeksi COVID-19

Menteri Keuangan Israel Avigdor Lieberman Positif Terinfeksi COVID-19

Ahad, 16 Jan 2022 15:16

DNA Reprogramming Sembuhkan Jantung dan 350 Penyakit Lain Tanpa Obat & Operasi

DNA Reprogramming Sembuhkan Jantung dan 350 Penyakit Lain Tanpa Obat & Operasi

Ahad, 16 Jan 2022 13:36

Mulai Ngelindur Ingin Sampai 2027

Mulai Ngelindur Ingin Sampai 2027

Ahad, 16 Jan 2022 05:35

PBB Suarakan Kekhawatiran Atas Ujaran Kebencian Dan Hasutan Kekerasan di Bosnia Dan Serbia

PBB Suarakan Kekhawatiran Atas Ujaran Kebencian Dan Hasutan Kekerasan di Bosnia Dan Serbia

Sabtu, 15 Jan 2022 22:45

Ibarat Sepakbola, Ubedilah Badrun Menghadapi Tim Hantam Kromo

Ibarat Sepakbola, Ubedilah Badrun Menghadapi Tim Hantam Kromo

Sabtu, 15 Jan 2022 21:46

Koalisi Arab Tewaskan 300 Lebih Pemberontak Syi'ah Houtsi Dalam 24 Jam Operasi Militer Di Yaman

Koalisi Arab Tewaskan 300 Lebih Pemberontak Syi'ah Houtsi Dalam 24 Jam Operasi Militer Di Yaman

Sabtu, 15 Jan 2022 21:45

DK PBB Desak Pemberontak Syi'ah Houtsi Segera Bebaskan Kapal Kargo UEA Yang Mereka Bajak

DK PBB Desak Pemberontak Syi'ah Houtsi Segera Bebaskan Kapal Kargo UEA Yang Mereka Bajak

Sabtu, 15 Jan 2022 21:00

Dua Siswa SMP Muhammadiyah PK Juara Murottal Irama Nahawand

Dua Siswa SMP Muhammadiyah PK Juara Murottal Irama Nahawand

Sabtu, 15 Jan 2022 20:13

Ibu Kota Negara Pindah 2024, Politisi PKS: Terburu-buru dan Gegabah

Ibu Kota Negara Pindah 2024, Politisi PKS: Terburu-buru dan Gegabah

Jum'at, 14 Jan 2022 22:47

Si Kribo Ngaco

Si Kribo Ngaco

Jum'at, 14 Jan 2022 21:47

Kazakhstan Cabut Keadaan Darurat Di Empat Lagi Wilayah

Kazakhstan Cabut Keadaan Darurat Di Empat Lagi Wilayah

Jum'at, 14 Jan 2022 21:45

Taliban Desak AS Patuhi Seruan PBB Untuk Merilis Dana Afghanistan Yang Dibekukan

Taliban Desak AS Patuhi Seruan PBB Untuk Merilis Dana Afghanistan Yang Dibekukan

Jum'at, 14 Jan 2022 21:35

Israel Perpanjang Penahanan Remaja Palestina Yang Menderita Sakit Kronis

Israel Perpanjang Penahanan Remaja Palestina Yang Menderita Sakit Kronis

Jum'at, 14 Jan 2022 21:04

Politis Nasdem: Pelaku Kekerasan Seksual Mesti Dihukum Maksimal

Politis Nasdem: Pelaku Kekerasan Seksual Mesti Dihukum Maksimal

Jum'at, 14 Jan 2022 11:18

Vaksin Booster, Efektifkah?

Vaksin Booster, Efektifkah?

Jum'at, 14 Jan 2022 10:58

Kejutan Awal Tahun: Hutahaean dan Gibran-Kaesang

Kejutan Awal Tahun: Hutahaean dan Gibran-Kaesang

Jum'at, 14 Jan 2022 10:24

Partai Gelora Usul Fraksi di DPR Dihapus, Ini Alasannya

Partai Gelora Usul Fraksi di DPR Dihapus, Ini Alasannya

Jum'at, 14 Jan 2022 10:20


MUI

Must Read!
X