Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.413 views

Mengapa Para Syuhada Tetap Hidup

“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan ALLAH itu mati; sebenarnya mereka hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki.” (Q.S. Ali Imran 169)

ALLAH Yang Maha Tahu bagaimana para syuhada itu tetap hidup di sisi-Nya. ALLAH Yang Maha Menyaksikan bagaimana para syuhada itu memperoleh kenikmatan hakiki dari-Nya. ALLAH pula Yang Maha Berkehendak bila para syuhada itu diberi kesempatan untuk melihat keadaan orang-orang yang masih menunggu-nunggu, apakah benar mereka istiqamah menunggu syahid ataukah mereka menunggu-nunggu karena mencari-cari alasan untuk mengesampingkan jihad.

Ada hidup yang lebih dari sekedar hidup secara jasad. Ada hidup yang tidak berakhir hanya karena kematian. Dan hanya para syuhada yang mendapatkan keistimewaan ini. Ruh jihad mereka terus hidup hingga ruh terakhir manusia di muka bumi dicabut dari jasad. Ruh jihad mereka terus menyala di sanubari para penunggu syahid untuk menjadi saksi atas janji-Nya. Inilah hidup yang zaman pun mengakui maknanya. Inilah hidup yang tidak dimengerti oleh musuh. Mereka mengira dengan memadamkan nafas seorang pejuang, maka ruh jihadnya akan terhenti.

Sungguh amat bodoh, ruh jihad itu menular lebih cepat dari satu tarikan nafas itu sendiri. Mereka mengira bahwa ikatan persaudaraan kaum muslimin itu dijalin dari tanah satu negeri ke tanah negeri yang lain, hingga mereka berpikir, ikatan persaudaraan itu akan putus bila tanah sebuah negeri telah mereka hancurkan. Sungguh dangkal pemahaman mereka. Ikatan persaudaraan kaum muslimin itu dijalin dengan tali langit, ketika hati hanya bertuju pada-Nya. Bila mereka hendak memutuskan ikatan ini, jalan satu-satunya adalah memutuskan kesatuan langit, dan cobalah mereka lakukan itu bila mampu.

Masih ingatkah kita dengan akhir hidup seorang pemuda tampan, wajahnya mirip Rasulullah SAW. Di Mekkah ia lah sang flamboyan. Bila lewat, mata pun tertuju pada sang penarik perhatian. Tetapi bagaimana keadaan pemuda ini setelah mendeklarasikan ketauhidan ? Tertunduk wajah para Sahabat melihatnya. Amat berbeda antara sebelum dan sesudahnya. Dia lah Duta Islam pertama. Hijrah menjadi begitu berarti karena perannya. Lalu bagaimana akhir hayatnya ? Pemegang Panji Islam di Perang Badar dan Uhud ini menunjukkan bagaimana mukmin yang amanah itu sebenarnya.

Kematian sudah menghampirinya ketika sabetan pedang musuh meminta ia melepaskan panjinya. Sembari tetap memegang panjinya ia ulang-ulang bahwa Muhammad adalah Utusan ALLAH dan telah berlalu sebelumnya utusan-utusan ALLAH. Ketika syahid, tidak ada kain yang memadai untuk menutup jasadnya. Bila kepala yang ditutup kaki terbuka, bila kaki yang ditutup kepala terbuka. Ketika melihat jasad Mush'ab, tidak ada kalimat yang keluar dari Rasulullah SAW selain : “ Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada ALLAH. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah” (Q.S. Al Ahzab 23)

“ Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada ALLAH. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah” (Q.S. Al Ahzab 23)

Siapa yang tidak bergetar membaca kisah gugurnya tiga pemuda panglima Islam sekaligus, Zaid, Ja'far, dan Ibnu Rawahah, hanya untuk menjaga agar panji Islam tidak jatuh, hingga Rasulullah SAW pun terdiam ketika mendapat kabar langit mengenai syahidnya orang-orang terdekat dan tercintanya ini ? Menangkah musuh karena syahidnya mereka ? Amat jauh apa yang dikira dan apa yang nyata. Justru keangkuhan Romawi menjadi padam karena ruh jihad mereka. Perginya mereka justru 'melahirkan' seorang Khalid, sang panglima yang dikaruniakan ALLAH untuk tidak pernah merasakan kekalahan selama perang yang dipimpinnya. Terhentikah hidup mereka ? Ruh jihadnya makin menyala di hati para pejuang penegak kalimat-Nya hingga akhir zaman.

Siapa yang melumpuhkan supremasi Sovyet yang menakutkan bagi mereka yang takut selain kepada ALLAH ? Afganistan pun bak neraka bagi tentara beruang merah. Afganistan menjadi bukti betapa sudah terlalu banyak bukti golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak. Hanya dua syaratnya. Ketauhidan yang disertai kesabaran dan persaudaraan orang-orang beriman yang layaknya satu tubuh. Bila bagian yang satu disakiti, bagaimana mungkin bagian yang lain tidak merasakan sakit. Syaikh Abdullah Azzam yang bergabung dalam Mujahidin Afganistan seolah mengulangi apa yang pernah terjadi dahulu ketika seorang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pun terjun ke medan jihad menyelamatkan Syam yang diserang pasukan Tartar. Lalu bagaimana kabar Afganistan saat ini ? Apa yang didapat musuh di sana ? Surgakah atau neraka ?

Ketakutan seperti apa yang ada di benak musuh ketika untuk memadamkan nafas seorang Ahmad Yassin pun harus menunggu waktu shalat subuh berjamaah, cara yang hanya menunjukkan siapa yang pengecut dan siapa yang takut. Roket kendali istimewa dari sebuah helikopter tempur istimewa pun harus diterjunkan hanya untuk menghentikan ruh seorang Ahmad Yassin. Baiklah, siapa Ahmad Yassin ? Seorang tua dan bisa dibilang buta yang lidahnya tidak dipakai kecuali untuk berzikir. Ia mendefinisikan siapa ulama itu sebenarnya, ketika tidak ada ketakutan dalam hati kecuali hanya kepada ALLAH.

Medan jihad membebaskan tanah yang dirampas adalah rumah baginya yang harus duduk di kursi roda ketika sisa bagian tubuh yang mampu digerakkan tinggal sedikit bagian kepala yang gerakannya tidak lebih dari sedikit isyarat. Berhasilkah musuh menghentikan ruh jihadnya ? Cukuplah Gaza menjadi jawabannya. Logika apa yang mampu menjelaskan golongan yang sedikit dapat memukul mundur golongan yang banyak. Masihkah kita ingat akan Shalat Jumat pertama di Gaza setelah agresi kaum pengecut. Pesawat tempur musuh bergelayutan di atas para jamaah yang menyelesaikan shalatnya. Udara bergetar menderu-menderu karena dekatnya sang burung besi pemangsa dengan mereka yang hendak dijadikan mangsa. Lalu apa yang terjadi dengan para jamaah shalat ? Sedikit pun mereka tidak beranjak dari tempat shalat mereka.

Hati mereka khusyuk mengingat Sang Penggenggam setiap nyawa. Mereka tidak gembar-gembor menakuti musuh dengan ancaman kosong selain dari lidah yang hanya dipakai untuk berzikir untuk mengukuhkan ketakutan hanya pada-Nya. Berhasilkah musuh menakuti mereka ? Yakinlah, getaran udara yang menderu-deru mengibas rambut para jamaah tidak lah melebihi getaran ketakutan yang merayap ke hati, jantung, dan seluruh tubuh sang awak pesawat tempur itu. Bila demikian, siapakah yang takut dan siapakah yang menakutkan ?

Adakah teringat oleh bangsa ini bagaimana kemerdekaannya diraih dan dipertahankan ketika musuh tidak rela tanah Zamrud Khatulistiwa ini harus lepas dari cengkraman hawa nafsu mereka? Adakah kemenangan dengan manisnya mulut atau ketika mati bukan untuk ditakuti melainkan dicari. Bung Tomo pun menyesali dirinya yang tidak dijemput syahid dalam pertempuran yang disebutnya sebagai sebenar-benar pertempuran yang pernah dijalani oleh bangsa Indonesia.

Selebaran-selebaran yang diterbangkan berisi ultimatum yang tidak lebih hanya pernyataan untuk takutlah kepada manusia-manusia penjajah karena mereka memiliki armada perang lengkap yang siap dikerahkan, tidak dijawab melainkan dengan ruh jihad yang membara. “ALLAHU AKBAR” adalah apa yang di hati dan mulut mereka. “MERDEKA ATAU MATI” adalah apa yang dicarinya. Siapakah kebanyakan dari mereka ? Tidak lain adalah para pemuda. Para pemuda yang satu persatu roboh hingga bendera merah-putih-biru dirobek hanya untuk menyisakan warna keberanian dan sucinya niat perjuangan. Berhasilkah musuh mendapatkan apa yang diinginkan ? Cukuplah bisa leluasa duduk-duduknya kita menjadi jawabannya. Lalu kemana bentuk syukur dari kalimat “Atas berkat rahmat ALLAH Yang Maha Kuasa” ?

Sungguh aneh mereka yang menyatakan ingin syahid tetapi kesehariannya menunjukkan apa sebenarnya yang dicarinya. Cukuplah sebagai pembeda ketika orang-orang yang lain di mulut lain di hati lebih senang duduk-duduk daripada memenuhi janjinya. Tempat duduk mereka terlalu nyaman dibandingkan perjuangan menegakkan kalimat tauhid yang konsekuensinya adalah harta dan jiwa mereka. Sungguh aneh mereka yang menyatakan ingin syahid tetapi banyaknya tawa mereka hanya menjauhkan dari apa yang dicita. Sungguh aneh mereka yang merindukan syahid tetapi tidak mempersiapkan apapun untuk kedatangan sang tamu.

Bagaimana mungkin sang tamu berkenan datang bila yang dipersiapkan berbeda dari apa yang seharusnya untuk sang tamu. Tamu yang ini datang membawa kabar kematian yang mulia dan membawa kehidupan sebenarnya, sedangkan apa yang dipersiapkan jelas-jelas untuk tamu yang membawa kabar betapa indah dan nikmatnya dunia, hingga sayang bila tidak dicoba. Sungguh aneh mereka yang menunggu jihad hanya bila sudah bertemu musuh di medan laga. Tidak sadarkah mereka bila sekarang adalah masa musuh yang tak terlihat oleh mata lahir telah merusak barisan mereka. Akidah mereka disamarkan. Kitab mereka digantikan dengan kitab-kitab lain yang lebih patut dibaca. Waktu mereka dialihkan dengan yang sia-sia dan yang membuat lupa. Ketakutan mereka pada-Nya diimbangi dengan ketakutan pada manusia.

Mereka yang merasa bisa menegakkan Kalimat ALLAH dengan hanya duduk-duduk saja, silahkan teruskan perjalanan yang dipenuhi canda tawa, kesenangan, tidur yang nyenyak, kesia-siaan yang menjadi biasa, kecemasan atas harta, dan pujian dari pecinta dunia. Mereka yang hanya mengambil pelajaran dari bagaimana Rasulullah dan orang-orang beriman berjuang menegakkan Islam pun tentu meneruskan perjalanan yang dipenuhi tidak jauh berbeda dari apa yang dialami para teladannya. Ketika perjuangan mereka dipenjara dan ditawan oleh orang-orang yang lupa, cukuplah kalimat dari sebenar ulama yang dijemput malaikat maut pun dalam penjara penguasa semata untuk menegakkan jihad utama yang menjadi jawaban mereka.

“Manusia yang dipenjara adalah mereka yang terpenjara dari Rabbnya, dan manusia yang tertawan adalah mereka yang ditawan oleh hawa nafsunya” (Ibnu Taimiyyah)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Jihad Fie Sabilillah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

Senin, 30 Nov 2020 23:50

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Senin, 30 Nov 2020 21:51

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Senin, 30 Nov 2020 21:44

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Senin, 30 Nov 2020 21:00

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Senin, 30 Nov 2020 20:00

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Senin, 30 Nov 2020 19:30

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Senin, 30 Nov 2020 17:45

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Senin, 30 Nov 2020 15:55

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Senin, 30 Nov 2020 15:51

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Senin, 30 Nov 2020 15:50

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Senin, 30 Nov 2020 15:45

Seragam Khutbah Racun Agama

Seragam Khutbah Racun Agama

Senin, 30 Nov 2020 15:42

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Senin, 30 Nov 2020 15:31

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Senin, 30 Nov 2020 15:02

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Senin, 30 Nov 2020 14:56

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Senin, 30 Nov 2020 12:41

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Senin, 30 Nov 2020 11:32

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Senin, 30 Nov 2020 10:11

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

Senin, 30 Nov 2020 09:14

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Senin, 30 Nov 2020 07:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X