Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
21.494 views

Ngawur! Label Halal dikatakan Mengekor Tradisi Yahudi

Jangan Batasi Badan Halal?

Oleh Lidus Yardi

Guru Pondok Pesantren KHA Dahlan Teluk Kuantan dan Sekretaris PD. Muhammadiyah Kuantan Singingi, Riau

VOA-ISLAM.COM - Langkah organisasi Islam Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) yang meluncurkan badan sertifikasi halal sendiri -yaitu Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU)- telah memunculkan pro-kontra di tengah umat Islam. Padahal selama 24 tahun Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan LPPOM-nya berkerja untuk kepentingan sertifikasi halal telah dianggap berhasil dan efektif dalam memberi rasa aman terhadap produk yang akan dikonsumsi umat Islam Indonesia.

Di antara pendapat yang mendukung kebijakan Pengurus Besar NU tersebut disampaikan oleh Zaim Saidi, Direktur Wakala Induk Nusantara, sebagaimana dikutip koran Republika terbitan Rabu (20/2/2013) halaman 12 dengan judul berita Badan Halal tak Perlu Dibatasi. Tulisan ini dibuat untuk mengkritisi opini Zaim Saidi tersebut, yang penulis anggap cukup mewakili wacana badan sertifikasi halal tak perlu dibatasi.

Zaim berpendapat: Pertama, setiap orang atau lembaga berhak mengeluarkan label halal. Bahkan bukan sebatas Ormas Islam, penghulu kampung pun boleh mengeluarkan label halal. Kedua, pembatasan lembaga sertifikasi halal hanya akan menjadikan fatwa halal sebagai ladang bisnis. Ketiga, label halal kata Zaim, tidak dikenal dalam tradisi Islam tetapi mengekor tradisi Yahudi. Keempat, yang perlu dibentuk justru label haram karena lebih spesifik.

Menurut penulis, komentar Zaim ini berbahaya, curiga kepada ulama, dan menggunakan logika berfikir yang salah kaprah. Mengapa? Pertama, jika setiap orang atau lembaga bisa mengeluarkan sertifikasi halal justru sesungguhnya rentan membingungkan umat dan menimbulkan kekacauan. Karena tidak ada patokan label halal siapa yang harus dipegang. Padahal, setiap orang dan lembaga pasti memiliki motivasi dan kepentingan tertentu dalam pemberian sertifikasi.

Komentar Zaim menunjukkan sikap diri yang curiga dan tak menghargai ulama. Ini terlihat dari opininya, bahwa pembatasan pemberian sertifikasi halal menjadikan fatwa halal sebagai ladang bisnis. Bukankah selama ini fatwa halal terbatas kepada MUI? Kalau begitu, apakah MUI selama ini telah membisniskan fatwa? Zaim nampaknya pura-pura tidak memahami, bahwa tidak sembarangan orang atau lembaga bisa mengeluarkan fatwa.

Kedua, justru dengan tidak dibatasinya fatwa halal akan membuka lebar jurang bisnis. Maka tidak heran, seperti yang ditulis Republika, pelaku usaha merespon positif munculnya beragam lembaga sertifikasi halal. Logikanya sederhana, karena pengusaha dan pemilik suatu produk punya kepentingan dan pilihan untuk mendapatkan sertifikasi halal. Tidak dapat dari satu lembaga bisa lobi lembaga atau orang lain.

Ketiga, menganggap label halal tidak dikenal dalam tradisi Islam. Dalam benak Zaim nampaknya label halal itu sebatas kertas atau merk MUI yang ada tulisan “halal” berbahasa Arab yang selama ini kita lihat di kulit suatu produk. Padahal label halal bisa dimaknai suatu hukum Islam. Ia oleh MUI selama ini dikeluarkan dan diberikan kepada suatu produk karena memang dinilai halal oleh MUI melalui proses ijtihad yang berdasarkan pengamatan dan penelitian para pakar yang bekerja sama dengan MUI.

Maka pemberian label halal kepada suatu produk yang akan dikonsumsi umat Islam sangat Islami karena berdasarkan istinbat dalil-dalil yang relevan. Jadi, sertifikasi halal bukan mengekor tradisi Yahudi. Berlimpah ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam mengingatkan betapa pentingnya persoalan halal, haram, atau subhat mengenai makanan yang akan dikonsumsi umat Islam. Apakah ini (label) tradisi Yahudi?

Kalau kembali kepada nash agama dan mau berpikir jernih, maka Yahudi sesungguhnya yang tidak peduli dan tidak memiliki konsep halal dalam hidup mereka, sebagaimana digambarkan dalam Alquran. Allah ta’ala telah memberikan nikmat yang banyak kepada kaum Yahudi seperti makanan manis sebagai madu (manna) dan burung sebangsa puyuh, salwa (lihat QS Albaqarah: 57). Lalu apa balasan kaum Yahudi terhadap nikmat Allah ta’ala tersebut? Allah ta’ala berfirman: Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) haram (QS Al Maidah: 42).

Dalam ayat yang lain Allah ta’ala menggambarkan bagaimana watak kaum Yahudi dengan firman-Nya: Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sungguh sangat buruk apa yang mereka perbuat (QS Al Maidah: 62). Perhatikan, Allah ta’ala mencela Yahudi dalam persoalan makanan sedangkan Zaim mengapresiasi dengan mengatakan label halal tradisi Yahudi.

Keempat, memberi label haram lebih baik dari pada label halal karena lebih spesifik. Demikian kata Zaim yang dikutip Republika. Maka, hanya pengusaha yang tak pandai berbisnis saja yang akan membuat suatu produk haram lalu dengan berani minta sertifikasi label haram kepada orang atau suatu lembaga di tengah masyarakat Indonesia—pengonsumsi--yang mayoritas Muslim ini. Tidak salah penulis katakan logika Zaim ini, siapa pun orangnya,  salah kaprah, berbahaya, dan secara tidak langsung mencela ulama dan agama.

Oleh sebab itu, penulis menilai apa yang dilakukan oleh Pengurus Besar NU dengan meluncurkan Badan Halal NU (BH-NU) yang terpisah dengan MUI suatu langkah mundur yang patut dikaji ulang. Bukankah MUI selama ini merupakan representatif berbagai tokoh agama lintas organisasi dan lembaga Islam di Indonesia? Bukankah jargon bersatu dan berjamaah selama ini selalu didengungkan oleh NU, lalu mengapa kali ini NU justru bersikap egois dan memisahkan diri dari MUI? Wallahu a’lam. [Widad]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
YouTube Hapus 7 Saluran Yang Berafiliasi Dengan Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

YouTube Hapus 7 Saluran Yang Berafiliasi Dengan Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Selasa, 26 Jan 2021 14:06

Tipu Daya Perempuan Lebih Dahsyat Dari Pada Tipu Daya Setan, Benarkah?

Tipu Daya Perempuan Lebih Dahsyat Dari Pada Tipu Daya Setan, Benarkah?

Selasa, 26 Jan 2021 12:00

Ustadz Abu Muhammad Jibriel Meninggal Dunia

Ustadz Abu Muhammad Jibriel Meninggal Dunia

Selasa, 26 Jan 2021 05:50

Madam dan Pak Lurah Keluarlah

Madam dan Pak Lurah Keluarlah

Selasa, 26 Jan 2021 05:28

Parkour Bawa Anak Muda Rasakan Secercah Cahaya Ke Dalam Kehidupan Yang Suram Di Gaza

Parkour Bawa Anak Muda Rasakan Secercah Cahaya Ke Dalam Kehidupan Yang Suram Di Gaza

Senin, 25 Jan 2021 21:15

PKS Desak Pemerintah Akurat Buat Perencanaan Listrik 2021-2030

PKS Desak Pemerintah Akurat Buat Perencanaan Listrik 2021-2030

Senin, 25 Jan 2021 19:59

Pasukan India Dan Cina Kembali Terlibat Perkelahian di Perbatasan Himalaya Yang Diperebutkan

Pasukan India Dan Cina Kembali Terlibat Perkelahian di Perbatasan Himalaya Yang Diperebutkan

Senin, 25 Jan 2021 19:20

AS Akan Bantu Saudi Pertahankan Diri Dari Serangan Di Wilayahnya

AS Akan Bantu Saudi Pertahankan Diri Dari Serangan Di Wilayahnya

Senin, 25 Jan 2021 17:15

RESENSI BUKU: Mengupas Pemikiran Politik Buya Hamka

RESENSI BUKU: Mengupas Pemikiran Politik Buya Hamka

Senin, 25 Jan 2021 16:44

Banjir Jakarta, Tiba Saatnya Salahkan Anies

Banjir Jakarta, Tiba Saatnya Salahkan Anies

Senin, 25 Jan 2021 16:23

Efek Buruk dari Dosa yang Menumpuk, Tinggalkan!

Efek Buruk dari Dosa yang Menumpuk, Tinggalkan!

Senin, 25 Jan 2021 14:23

Persiapkan Diri Wujudkan Pernikahan Impian

Persiapkan Diri Wujudkan Pernikahan Impian

Senin, 25 Jan 2021 14:10

Komisi Khusus Majelis Nasional Prancis Setujui RUU Yang Menargetkan Umat Muslim

Komisi Khusus Majelis Nasional Prancis Setujui RUU Yang Menargetkan Umat Muslim

Senin, 25 Jan 2021 14:05

6 Tentara Mali Tewas 18 Terluka Dalam Dua Serangan Dekat Perbatasan Dengan Burkina Faso

6 Tentara Mali Tewas 18 Terluka Dalam Dua Serangan Dekat Perbatasan Dengan Burkina Faso

Senin, 25 Jan 2021 13:15

Mengapa Barang Gunaan Seperti Kulkas, Alat Masak dll Harus Disertifikasi Halal?

Mengapa Barang Gunaan Seperti Kulkas, Alat Masak dll Harus Disertifikasi Halal?

Senin, 25 Jan 2021 09:12

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Lanjutkan Pembicaraan Pertukaran Tahanan

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Lanjutkan Pembicaraan Pertukaran Tahanan

Ahad, 24 Jan 2021 22:05

Pria AS Ditangkap Karena Gunakan Dana Bantuan Virus Corona Untuk Membeli Mobil dan Rumah Mewah

Pria AS Ditangkap Karena Gunakan Dana Bantuan Virus Corona Untuk Membeli Mobil dan Rumah Mewah

Ahad, 24 Jan 2021 20:30

Perpres No. 7/2021 Sangat Berbahaya

Perpres No. 7/2021 Sangat Berbahaya

Ahad, 24 Jan 2021 19:59

Erick Thohir Dipilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini Pesan dan Harapan Anis Byarwati

Erick Thohir Dipilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini Pesan dan Harapan Anis Byarwati

Ahad, 24 Jan 2021 19:46

Sukamta Minta Pemerintah Atasi Ekstremisme Tanpa Timbulkan Perpecahan

Sukamta Minta Pemerintah Atasi Ekstremisme Tanpa Timbulkan Perpecahan

Ahad, 24 Jan 2021 19:22


MUI

Must Read!
X