Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.175 views

Tak Hanya Sudutkan Islam, Film Kau Adalah Aku yang Lain Dinilai Juga Sudutkan Rumah Sakit

JAKARTA (voa-islam.com)--Video berjudul Kau Adalah Aku yang Lain yang diunggah akun Divisi Humas Polri terus menuai kritik. Kali ini seorang netizen bernama Rahadi Widodo, seorang dokter ahli saraf di RSUD Dr HM Rabain Muara Enim, Sumatera Selatan mengkritik video tersebut dari sisi lain.

Dalam akun Facebook miliknya, Rahadi mengungkapkan bahwa video tersebut tak hanya mendeskriditkan umat Islam saja, tetapi menyudutkan rumah sakit dan petugas kesehatan. Kritikan Rahadi ini menjadi viral yang telah dibagikan lebih dari 5000 kali serta dikomentari ratusan komentar.

Berikut isi kritikan lengkap dokter Rahadi Widodo yang diambil Voa Islam dari akun Facebooknya.

MENYIMAK CARA PANDANG POLISI TERHADAP RUMAH SAKIT DAN PETUGAS KESEHATAN MELALUI VIDEO ANTO GALON

Video yang dibuat oleh seseorang bernama Anto Galon dan menjadi terkenal karena diunggah oleh akun Divisi Humas POLRI di facebook dan sekarang ramai dikritik karena tendensinya yang menyudutkan umat Islam itu sebenarnya punya sisi lain, yang tidak kalah kontroversialnya.

Dalam pandangan saya, video ini tidak hanya menyudutkan umat Islam, tapi sekaligus juga menyudutkan RUMAH SAKIT dan PETUGAS KESEHATAN. Justru, adegan yang menyudutkan Rumah Sakit itu tampil lebih dulu daripada penyudutan umat Islam.

Video ini dibuka dengan adegan ketika satu pasangan suami-istri diantar seorang anggota POLRI membawa anak balitanya ke RS. Mereka menuju ke Poli Rawat Jalan RS (bukan UGD) sehingga harus mengambil nomor antrian. Nomor yang didapat adalah nomor 27, padahal saat itu pasien yang mendapat giliran pelayanan baru sampai nomor 11.

Mungkin Sang Bapak merasa anaknya sudah dalam kondisi parah, sehingga ia menemui petugas RS untuk meminta agar anaknya didahulukan. Petugas menolak dan mengatakan, "Maaf, Pak. Ini sudah peraturan."

Adegan ini tergambar begitu miris, tragis, dan ironis, ketika seorang pasien anak-anak yang sakit parah harus pasrah menunggu antrian. Pembuat video kemudian menampilkan "pahlawan" yaitu seorang pasien dengan nomor urut 12 yang bersedia menukarkan antriannya dengan anak tsb.

Teman-teman, ada yang melihat keanehan dalam adegan ini? Iya, bagi orang yang sehari-harinya tidak berkecimpung di lingkungan RS mungkin tidak segera melihat keanehan ini. (1) Pasien sakit berat/gawat seharusnya mendaftar ke Unit Gawat Darurat (UGD) atau Emergency Unit yang ada di tiap RS.

Di UGD TIDAK ADA NOMOR ANTRIAN.

Pasien akan segera dilayani sesuai tingkat kegawatannya masing-masing, bukan soal siapa yang duluan datang. Bagaimana mungkin seorang POLISI tidak bisa membedakan antara Poli Rawat Jalan dan UGD? Bagaimana bisa dia salah mengantar pasien tsb ke Poli dan bukannya UGD?

Secara tidak langsung, pembuat video ini menggambarkan betapa bodohnya petugas kepolisian di Indonesia. Menurut saya sih jelas bukan polisi kita yang bodoh, melainkan pembuat video ini yang 'kurang piknik'.

Dia bikin video tapi tidak melakukan riset dulu bagaimana sebenarnya seluk-beluk pelayanan di RS. Tapi yang lebih mengherankan, bagaimana bisa sebuah video yang menggambarkan polisi Indonesia jadi tampak bodoh begini memenangkan penghargaan di Police Movie Festival dan mendapat kehormatan diunggah di akun fb Divisi Humas POLRI? (2) Dan HERO-nya adalah pemilik no.12!

Sedangkan petugas RS tergambar bagai iblis yang tidak punya perikemanusiaan! Bagaimana seorang PETUGAS KESEHATAN tidak peduli dengan parah-tidaknya kondisi pasien, dan bisanya cuma bilang, "Maaf Pak, ini sudah peraturan."?

Semua RS punya Unit Gawat Darurat, dan gunanya memang untuk mengatasi hal-hal semacam ini. Petugas Kesehatan yang menemui kasus pasien gawat di Poli tinggal bilang saja, "Pak silakan pasiennya dibawa ke UGD, di sana tidak perlu nomor antrian."

Gampang, kan?! Pasien no.12 pun tidak perlu repot-repot berkorban untuk jadi pahlawan. Kejadian sehari-hari yang umum terjadi adalah pasien semacam ini akan diantar petugas kesehatan ke UGD. Mas Anto Galon yang bikin video ini pasti tidak tahu karena tidak pernah nongkrong di RS.

Dia membuat video hanya berdasarkan khayalan dan prasangkanya sendiri. Dan herannya, video tanpa riset yang hanya berdasar khayalan dan prasangka ini bisa menang menjadi JUARA di Police Movie Festival!

#indonesiahebat

Menjawab wawancara sebuah media, Anto Galon menjawab bahwa ia mendapat ide membuat video tsb ketika menemui kejadian sebuah jalan ditutup karena ada acara pengajian. Lalu terpikir olehnya bagaimana seandainya ada ambulan yang mau lewat.

Nah. Anda bisa memahami bagaimana cara berpikirnya? Apa isi benaknya? Ya, isi benak yang dipenuhi prasangka negatif, kemudian diolah dengan khayalan tingkat tinggi, dipadu dengan kemalasan untuk melakukan riset terhadap fakta yang terjadi sehari-hari di sekitarnya.

Jalan ditutup karena ada kegiatan masyarakat, bukankah itu kejadian lumrah dan sering?! Biasanya juga harus mengurus surat izin dari instansi kepolisian setempat untuk bisa menutup jalan selama waktu tertentu.

Dan perhatikan, kegiatan apakah yang paling sering menutup jalan? PENGAJIAN-kah? Silakan lakukan riset, cari tahu kegiatan apa yang paling sering menutup jalan. Kalau dari pengamatan saya sehari-hari, yang paling sering menutup jalan itu adalah kegiatan sosial seperti kawinan, khitanan, agustusan, dll.

Hampir tiap bulan ada, bahkan kadang bisa lebih dari sekali. PENGAJIAN mah jaraaang. Setahun ada sekali pengajian akbar di satu kampung itu sudah hebaaat. Walaupun sering, kegiatan sosial yang menutup jalan itu tidak membuat mas Anto Galon 'ngeh'.

Tapi begitu ada satu kali PENGAJIAN menutup jalan, langsung KRIIIIING! Alarm dalam otaknya berdering keras. Sontak terpikir, "Bagaimana kalau ada ambulan mau lewat?" Cling! Dan jadilah video itu. Thing! Dan jadi juara.

Aduh, saya sih takutnya di masyarakat nanti muncul sangkaan, jangan-jangan memang ada seseorang atau sekelompok orang dalam tubuh kepolisian kita yang cara berpikirnya sejalan dengan orang-orang seperti Anto Galon ini....Kalau tidak, mustahil videonya jadi juara.

Baiklah. Mari kita bantu dengan doa. Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala melimpahi kita semua dengan ampunan, rahmat, dan hidayah, sehingga bangsa kita senantiasa dijauhkan dari segala bencana, fitnah, dan prasangka buruk antarsesama, seterusnya hingga akhir zaman. Aamiin ya Robbal 'Alamiin. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Wallahu a'lam bishshowwab. * [Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
(Video) Sekjen FUI: Dalam Islam Tidak Ada Namanya Pertarungan Kelas Seperti Komunisme !

(Video) Sekjen FUI: Dalam Islam Tidak Ada Namanya Pertarungan Kelas Seperti Komunisme !

Ahad, 24 Sep 2017 18:50

Tidak Sesuai Keadaan, Tulisan Spanduk Sekelompok Massa Ini Diprotes Umat Islam

Tidak Sesuai Keadaan, Tulisan Spanduk Sekelompok Massa Ini Diprotes Umat Islam

Ahad, 24 Sep 2017 18:49

Ketua DPA RI pun jadi Korban Keganasan PKI, Ini Dia Penampakannya

Ketua DPA RI pun jadi Korban Keganasan PKI, Ini Dia Penampakannya

Ahad, 24 Sep 2017 16:49

Tommy Soeharto: Film G30S/PKI Layak Ditonton, Itulah Sejarah Sebenarnya

Tommy Soeharto: Film G30S/PKI Layak Ditonton, Itulah Sejarah Sebenarnya

Ahad, 24 Sep 2017 16:49

Hampir Seluruh Penduduk Muslim Rohingya di Rakhine Myanmar Telah Mengungsi ke Banngladesh

Hampir Seluruh Penduduk Muslim Rohingya di Rakhine Myanmar Telah Mengungsi ke Banngladesh

Ahad, 24 Sep 2017 16:38

Anak DN Aidit Nantang Perang Balas Dendam Melawan RI. Yakin Bisa?

Anak DN Aidit Nantang Perang Balas Dendam Melawan RI. Yakin Bisa?

Ahad, 24 Sep 2017 15:11

Mahfud MD: Dulu Galak Sama Soeharto karena KKN, Sekarang Malah Jadi Koruptor

Mahfud MD: Dulu Galak Sama Soeharto karena KKN, Sekarang Malah Jadi Koruptor

Ahad, 24 Sep 2017 15:02

Turki Ancam Serang Kurdistan Jika Ngotot Laksanakan Referendum Kemerdekaan

Turki Ancam Serang Kurdistan Jika Ngotot Laksanakan Referendum Kemerdekaan

Ahad, 24 Sep 2017 13:00

Ustadz Anang 'Dikriminalisasi' Spanduk Ajakan Belanja di Toko Pribumi

Ustadz Anang 'Dikriminalisasi' Spanduk Ajakan Belanja di Toko Pribumi

Ahad, 24 Sep 2017 11:26

Mewujudkan Generasi Emas Melalui Peningkatan Kualitas Perempuan Indonesia

Mewujudkan Generasi Emas Melalui Peningkatan Kualitas Perempuan Indonesia

Ahad, 24 Sep 2017 06:47

Curhat Tentang Wajah Poligami di Polandia

Curhat Tentang Wajah Poligami di Polandia

Ahad, 24 Sep 2017 00:12

Aksi FDPM Cimahi Mengecam Keras Pelaku Pembantaian Muslim Rohingya

Aksi FDPM Cimahi Mengecam Keras Pelaku Pembantaian Muslim Rohingya

Sabtu, 23 Sep 2017 23:04

Rohingya, Walaupun Disebut Masalah Etnis, Tetap Adili Myanmar

Rohingya, Walaupun Disebut Masalah Etnis, Tetap Adili Myanmar

Sabtu, 23 Sep 2017 19:13

Petempur Yazidi Terlibat Bentrok dengan Milisi Syi'ah Irak Dukungan Iran di Sinjar

Petempur Yazidi Terlibat Bentrok dengan Milisi Syi'ah Irak Dukungan Iran di Sinjar

Sabtu, 23 Sep 2017 18:00

Ada yang Catut Nama Jokowi untuk Pesan 5000 Senjata, Politisi: Siapa Ingin Buat Angkatan Kelima?

Ada yang Catut Nama Jokowi untuk Pesan 5000 Senjata, Politisi: Siapa Ingin Buat Angkatan Kelima?

Sabtu, 23 Sep 2017 17:49

MSF: Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh di Ambang 'Bencana Kesehatan'

MSF: Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh di Ambang 'Bencana Kesehatan'

Sabtu, 23 Sep 2017 16:30

Menakar Untung Rugi Divestasi Freeport

Menakar Untung Rugi Divestasi Freeport

Sabtu, 23 Sep 2017 16:26

Fadli: PKI Musuh NKRI, Pengkhianat Bangsa, Musuhi TNI dan Islam

Fadli: PKI Musuh NKRI, Pengkhianat Bangsa, Musuhi TNI dan Islam

Sabtu, 23 Sep 2017 15:49

Yusril: Komunisme Bertentangan dengan Pancasila dan Tidak dapat Dikompromikan dengan Islam

Yusril: Komunisme Bertentangan dengan Pancasila dan Tidak dapat Dikompromikan dengan Islam

Sabtu, 23 Sep 2017 14:49

Forum Jurnalis Muslim Luncurkan Program One Masjid One Journalist

Forum Jurnalis Muslim Luncurkan Program One Masjid One Journalist

Sabtu, 23 Sep 2017 13:22


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 23/09/2017 06:04

Hanya Seorang Ibu, Bukan Malaikat