Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.558 views

COVER STORY Juli: Inilah Beda Pelaku Islamofobia Era Kolonial dengan Pasca Kemerdekaan

JAKARTA (voa-islam.com)--Film "Kau Adalah Aku yang Lain" yang baru-baru ini dirilis Polri memicu kritik keras dari banyak pihak, karena dinilai memuat sikap islamofobia.

Persoalan Islamofobia memang bukan barang baru di Indonesia, setidaknya begitulah penjelasan pemerhati sejarah, Beggy Rizkyansyah saat di wawancarai Voa Islam.

Islamofobia sudah berjalan sejak masa kolonialisme Belanda di Nusantara.

"Sebetulnya politik kolonial itu sendiri politik islamophobia. Ketakutan terhadap berbau Islam terutama politik Islam," kata Beggy

Misalnya, lanjut Beggy, kaum kolonial khawatir terhadap gerakan pan-islamisme dan ajaran jihad fi sabilillah yang jelas-jelas anti kolonialislme. Nativisasi juga bisa menggambarkan kekhawatiran kolonialisme terhadap Islam dalam bidang budaya.

"Kalau pemerintah mengajarkan Islam yang aspek ibadah semata dan memisahkan dari politik, itu bagian dari politik kolonial yang islamophobia," jelas Beggy.

Selain pemerintah kolonial, tidak sedikit aktor non-state terlibat dalam aktivitas islamofobia. Sebut saja orientalis tersohor Snouck Hurgronje. Snouck memiliki ketakutan terhadap politik Islam, akan tetapi, mendukung penuh pemerintah kolonial memberi kebebasan soal ibadah ritual.

Ada juga, penasehat kolonial seperti Karel Holle dalam melakukan nativisasi budaya (mengembalikan supremasi budaya lokal,red) di Priangan, Pasundan.

"Mereka memberi nasihat untuk membatasi ruang gerak Islam bahkan dalam soal budaya seperti yang dilakukan Holle," ujar Beggy.

Para orientalis itu membuat karya-karya tulis. Bahkan, Holle tidak hanya membuat karya tulis seperti yang dilakukan oleh Snouck. Akan tetapi, Holle mengupayakan bentuk konkret seperti mencetak kader sastrawan yang terlepas dari pengaruh Arab, menulis buku transliterasi bahasa Sunda dan lainnya.

Menurut Beggy, kerja-kerja budaya yang dilakukan Holle terbilang halus. Ia menerbitkan 'kamus' transliterasi bahasa Sunda ke aksara Latin, dengan begitu Holle telah menjembatani peralihan bahasa Sunda yang sebelumnya beraksara Arab ke aksara Latin. 

"Karena dia berusaha menghapus pengaruh Islam dengan aksara Arab-nya," ungkap pengelola situs jejakislam.net itu.

Di era kolonial, Beggy berpendapat, bentuk islamofobia bukan ketakutan terhadap Islam secara gamblang. Tapi, penghinaan terhadap Rasulullah SAW dan sebagainya. Kemudian, ujung-ujungnya menggambarkan sikap phobia terhadap Islam. Hal itu nampak dalam produk tulisan seperti kitab Darmogandul.

Beggy melihat ada perbedaan islamopobhia di era kolonial dan pasca-kolonial di Indonesia, terutama dilihat dari sisi siapa yang berkuasa pada saat itu. Pelaku islamophobia dari masa kolonial bukanlah orang Islam.

"Ada banyak prasangka dan ketidaktahuan tentang Islam. Aktornya, pemerintah dan orientalis," ucapnya.

Sementara, di masa pasca kolonial sikap islamophobia dilakukan oleh orang lokal atau pribumi. Motifnya lebih utama untuk menekan politik Islam dan membiarkan soal lain seperti budaya. Adapun pasca kemerdekaan, sikap-sikap islamofobia biasanya ditunjukkan terhadap politik islam, seperti ketakutan terhadap perjuangan Islam lewat parlemen.

Pada sidang konstituante tahun 1957, ada suara-suara ketakutan dan prasangka akan terjadinya pengekangan terhadap kebebasan beragama dan ancaman Kesatuan bila Islam dijadikan sebagai dasar negara.

Pasca kolonial, aktor pelaku Islamophobia juga bisa negara atau non-negara. Terkadang, negara memakai masyarakat sipil sebagai tameng untuk diadu dlm bingkai perasaan islamophobia.

"Pada dasarnya pasca kolonialisme, sikap ketakutan terhadap Islam muncul terutama dalam bentuk ketakutan terhadap politik Islam," tegas Beggy.

Sedangkan di masa rezim Orde Baru, kebijakan islomophobia dilakukan pemerintah dengan mencoba membungkam dan menggembosi politik Islam melalui isu-isu seperti komando jihad, DI/TII dan ekstrim Kanan. 

"Ujung-ujungnya ada fusi partai-partai Islam menjadi satu partai dan pemaksaan azas tunggal," katanya. 



Perlawanan terhadap Islamophobia

Tindakan islamofobia di masa kolonial tidak serta merta dibiarkan begitu saja. Sejumlah tokoh Islam nasional melakukan perlawanan dengan sejumlah kritik.

"Kalau di masa kolonial, sikap pelecehan terhadap Rasulullah yang didasari prasangka. Misal, pernah di kritik para tokoh Islam lewat media massa," ujarnya.

Islamofobia pada pasca-Kemerdekaan juga mendapat perlawanan dari  para tokoh Islam, melalui kritikan.

"Ada tulisan missionaris yang menghina Nabi Muhammad SAW, M. Natsir salah satu yang mengkritik tulisan tersebut," kata Beggy.

Tidak jauh berbeda dengan era sebelumnya, di masa Orde Baru perlawanan dilakukan tokoh-tokoh Islam juga melalui kritik lewat sejumlah tulisan karena rezimnya otoriter.

"Salah satu media yang kritis dari media dakwahnya pak Natsir," pungkas Beggy* [Bilal/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
IUMS Kecam Pembantaian Warga Sipil Suriah oleh Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur

IUMS Kecam Pembantaian Warga Sipil Suriah oleh Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur

Jum'at, 23 Feb 2018 09:36

Miris, Pemimpin Buta Sejarah Bangsa Sendiri

Miris, Pemimpin Buta Sejarah Bangsa Sendiri

Kamis, 22 Feb 2018 23:03

Politik Ibadah vs Politisasi Ibadah

Politik Ibadah vs Politisasi Ibadah

Kamis, 22 Feb 2018 22:36

Bangladesh Percepat Rencana Relokasi 100.000 Muslim Rohingya ke Pulan Terisolir

Bangladesh Percepat Rencana Relokasi 100.000 Muslim Rohingya ke Pulan Terisolir

Kamis, 22 Feb 2018 22:30

Dalam 3 Hari, Serangan Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur talah Tewaskan 250 Warga Sipil

Dalam 3 Hari, Serangan Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur talah Tewaskan 250 Warga Sipil

Kamis, 22 Feb 2018 22:15

Mesir Vonis Mati 21 Orang Karena Terkait Islamic State

Mesir Vonis Mati 21 Orang Karena Terkait Islamic State

Kamis, 22 Feb 2018 22:00

Israel Beri Lampu Hijau Pembangunan 3000 Unit Rumah bagi Warga Yahudi di Tanah Palestina

Israel Beri Lampu Hijau Pembangunan 3000 Unit Rumah bagi Warga Yahudi di Tanah Palestina

Kamis, 22 Feb 2018 21:37

Tabligh Akbar & Launching Pelatihan 100 Ribu Guru Al-Qur'an

Tabligh Akbar & Launching Pelatihan 100 Ribu Guru Al-Qur'an

Kamis, 22 Feb 2018 19:18

PBB Tidak Diloloskan KPU, Politisi Demokrat: Ini Zaman Edan

PBB Tidak Diloloskan KPU, Politisi Demokrat: Ini Zaman Edan

Kamis, 22 Feb 2018 19:15

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

Kamis, 22 Feb 2018 15:20

Syetan Tersiksa dengan Suara Adzan

Syetan Tersiksa dengan Suara Adzan

Kamis, 22 Feb 2018 12:10

[VIDEO-1] Kisah Dewa, Mualaf Hindu yang Temukan Islam & Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Weda

[VIDEO-1] Kisah Dewa, Mualaf Hindu yang Temukan Islam & Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Weda

Kamis, 22 Feb 2018 11:21

Catat! Besok PBB Siap Melawan KPU

Catat! Besok PBB Siap Melawan KPU

Kamis, 22 Feb 2018 11:05

5 Cara Pengusaha Meningkatkan Produktivitas yang Patut Ditiru

5 Cara Pengusaha Meningkatkan Produktivitas yang Patut Ditiru

Kamis, 22 Feb 2018 11:00

[VIDEO] Gedung Pernikahan Baru di Bekasi, Konsep Garden Party dan Vintage

[VIDEO] Gedung Pernikahan Baru di Bekasi, Konsep Garden Party dan Vintage

Kamis, 22 Feb 2018 10:12

Ulama Diserang, Ini Pesan Gatot ke Polri

Ulama Diserang, Ini Pesan Gatot ke Polri

Kamis, 22 Feb 2018 05:43

Marak Proyek Roboh, Fahira Idris: Berdampak Turunkan Daya Saing Jasa Konstruksi Indonesia di ASEAN

Marak Proyek Roboh, Fahira Idris: Berdampak Turunkan Daya Saing Jasa Konstruksi Indonesia di ASEAN

Kamis, 22 Feb 2018 05:29

Dont Worry be an Entreupreneur

Dont Worry be an Entreupreneur

Rabu, 21 Feb 2018 22:47

Hamas Sebut Israel Siksa Anggota Parlemen Palestina Yang Mereka Tahan

Hamas Sebut Israel Siksa Anggota Parlemen Palestina Yang Mereka Tahan

Rabu, 21 Feb 2018 21:36

Banyak Ambruk, Keamanan Infrastruktur Rezim Jokowi Dipertanyakan

Banyak Ambruk, Keamanan Infrastruktur Rezim Jokowi Dipertanyakan

Rabu, 21 Feb 2018 21:17


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X