Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.520 views

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

 

Oleh:

Ulfiatul Khomariah

Founder Ideo Media, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

 

PENDIDIKAN agama merupakan kebutuhan pokok yang harus diberikan kepada rakyat dari semua kalangan  (siswa, mahasiswa dan masyarakat lainnya). Menghapuskan ajaran agama dari kehidupan sekolah sama halnya melemparkan generasi ke lubang biawak. Dan apabila wacana penghapusan pelajaran agama benar-benar terealisasi, maka ini menjadi bukti berhasilnya sistem sekuler-kapitalisme dalam mencabik-cabik rezim di Indonesia.

Bagaimana tidak? Rakyat Indonesia kembali disakiti oleh wacana penghapusan pelajaran agama dari sekolah. Sebagaimana pernyataan Mr. Setyono Djuandi Darmono yang dikutip dari fajar.co.id dengan judul, “Sarankan Jokowi Hapus Pendidikan Agama, Darmono: Identitas Agama Picu Radikalisme” pada hari Kamis, 04 Juli 2019 di Jakarta menuai polemik ditengah masyarakat. Darmono menyebut, pendidikan Agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru Agama di luar sekolah.

Tak hanya itu, Darmono juga menyatakan bahwa pelajaran agama bisa menjadikan siswa memiliki sikap intoleran terhadap yang lainnya. “Mengapa agama sering menjadi alat politik? Karena agama dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Di sekolah, siswa dibedakan ketika menerima mata pelajaran (mapel) agama. Akhirnya mereka merasa kalau mereka itu berbeda,” kata Darmono seusai acara bedah bukunya yang ke-6 berjudul Bringing Civiliaztions Together di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Sebenarnya jika kita telusuri, ide penghapusan pelajaran agama di sekolah bukanlah sebuah ide baru. Hal ini sudah lama digaungkan oleh Prof. Musdah Mulia, seorang politikus PDIP sekaligus Eksekutif Megawati Institute. Ia mengambil contoh Singapura yang sudah 22 tahun mengambil kebijakan menghapus pelajaran agama, namun justru signifikan membentuk penduduk yang tertib, disiplin dan toleran. Berbeda dengan Indonesia, katanya lebih lanjut, pemerintah mewajibkan pelajaran agama di sekolah, namun justru yang terjadi malah Indonesia dikenal dengan negara terkorup, bahkan tak luput juga di kementrian agama.

Maka perlu dicermati, ada hal yang bisa digarisbawahi dari pernyataan Darmono dan Musdah yang senada ini, yaitu relevansi tidak ada pelajaran agama dengan toleransi dan sikap yang baik pada siswa. Justru ketika diajarkan tentang agama, maka akan muncul sikap saling membenarkan agamanya yang akan berujung pada konflik dan sikap intoleransi pada diri siswa. Terdapat aroma yang sangat menyengat bahwa dunia pendidikan juga akan disekulerisasi. Padahal potret buram pendidikan sekuler semakin banyak terungkap. Mulai dari aspek guru, kurikulum, terlebih kepada output siswanya.

 

Sekulerisasi Biang Masalah

Jika kita melihat output siswa saat ini memang sungguh sangat menyayat hati. Tujuan pendidikan nasional dalam mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri nyatanya minim realisasinya. Yang terjadi justru siswa banyak yang terlibat dalam kasus kriminal, pergaulan bebas, narkoba, terjerat pornografi maupun pornoaksi dan banyak sekali kasus yang menimpa generasi saat ini. Meski memang tidak bisa dipungkiri, nyatanya masih ada segelintir siswa yang mampu menunjukkan prestasinya.

Maka perlu disadari bersama, bahwa sesungguhnya pendidikan saat ini sudah tidak mampu mencetak generasi yang berkualitas. Apa yang menjadi penyebabnya? Tentu saja penyebabnya bukan hanya lingkup sekolah saja, karena yang membentuk karakter anak adalah lingkungan tempat dia tinggal. Mulai dari rumah, sekolah, dan negara. Ketiga elemen ini sangat berperan penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas sehingga menjadi tonggak peradaban yang gemilang.

Namun sayangnya, ketiga elemen ini sudah terjangkiti virus sekulerisasi akut di segala bidang kehidupan. Mulai dari keluarga yang sudah tidak lagi mementingkan akidah atau nilai-nilai agama, hingga orangtua pun menjejali anak dengan kebebasan, konsumtivisme hingga generasi tumbuh menjadi anak yang manja bahkan hilang kemandirian. Begitu pula dengan sekolah, yang sudah memisahkan antara sekolah umum dengan agama, atau adanya sekolah di bawah Dinas Pendidikan dengan Sekolah di bawah Departemen Agama, ini sudah ada upaya sekulerisasi. Sehingga jam pelajaran agama di sekolah umum hanya seperti sebuah formalitas belaka. Siswa hanya cukup dikenalkan agama sebagai pengetahuan belaka tanpa ada nilai yang diserap dalam kehidupannya.

Outputnya adalah siswa yang tidak takut akan akhirat, tidak takut mati bahkan tidak takut kepada Allah SWT. Begitu pula dengan sekolah di bawah naungan Depag, materi keislaman memang banyak, namun mereka tidak mampu mempraktekkan nilai-nilai islam itu karena lingkungan sekitarnya sudah sekuler bahkan cenderung terbawa arus yang dianggap modernisasi padahal justru menyesatkan. Maka wajar justru yang sering terdengar bukan prestasi, tapi 'bencana' loss generation.

Apalagi jika kita berbicara tentang negara, sudah jelas Indonesia bukan negara yang berideologi agama, maka wajar kemudian banyak kebijakan yang tidak didasarkan kepada agama. Wajar pula banyak kebijakan yang justru membuat rakyat terkesan dibiarkan dalam kemaksiatannya. Misalnya pornografi yang semakin merajalela, tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang kurang tegas terhadap pelaku pornografi atau media media yang berbau porno tetap beredar. Akibatnya banyak generasi muda yang terjun bebas dalam pornoaksi. Begitupun dengan korupsi, tidak adanya kebijakan yang tegas dari pemerintah menjadikan para koruptor semakin beraksi. Naudzubillah.

Racun sekulerisasi, yang memisahkan agama dari kehidupan ini, justru yang menjadi biang kerok runtuhnya nilai ahlak pada generasi. Maka ketika ada wacana penghapusan pelajaran agama, bukankah ini upaya semakin mensekulerkan anak bangsa? Tanpa bekal iman, bagaimana anak didik bisa punya standar benar dan salah? Padahal Indonesia mempunyai tujuan pendidikan yang mulia, salah satunya yakni ingin mencetak generasi yang beriman dan bertakwa. Maka memisahkan sistem pendidikan dengan agama, bahkan penghapusan mapel agama, justru akan membahayakan negara karena fungsi pembentukan SDM yang bertakwa mustahil akan terwujud. Wallahu a’lam bish shawwwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Berpengalaman 30 Tahun, LPPOM MUI Siap Menjalankan Amanat UU JPH

Berpengalaman 30 Tahun, LPPOM MUI Siap Menjalankan Amanat UU JPH

Rabu, 23 Oct 2019 02:08

Israel Berusaha Hilangkan Kurikulum Palestina di Wilayah Pedudukan Yerusalem

Israel Berusaha Hilangkan Kurikulum Palestina di Wilayah Pedudukan Yerusalem

Selasa, 22 Oct 2019 20:45

Pejabat Hamas: Agen Asing Siksa Para Tahanan Palestina di Penjara Saudi

Pejabat Hamas: Agen Asing Siksa Para Tahanan Palestina di Penjara Saudi

Selasa, 22 Oct 2019 20:30

2 Pasukan Syi'ah Irak Tewas dalam Serangan Pejuang IS di Ladang Minyak Alas Shalahuddin

2 Pasukan Syi'ah Irak Tewas dalam Serangan Pejuang IS di Ladang Minyak Alas Shalahuddin

Selasa, 22 Oct 2019 19:45

Libya Keluarkan Perintah Penangkapan untuk Jenderal Pemberotak Khalifa Haftar

Libya Keluarkan Perintah Penangkapan untuk Jenderal Pemberotak Khalifa Haftar

Selasa, 22 Oct 2019 19:15

YLBHI Soroti Pidato Pelantikan Jokowi

YLBHI Soroti Pidato Pelantikan Jokowi

Selasa, 22 Oct 2019 17:43

Istri Suka Ghibah, Bagaimana Menyikapinya?

Istri Suka Ghibah, Bagaimana Menyikapinya?

Selasa, 22 Oct 2019 14:30

Bidikmisi Vs Bidikmenteri

Bidikmisi Vs Bidikmenteri

Selasa, 22 Oct 2019 14:17

Milisi Komunis Kurdi Minta Bantuan Israel untuk Melawan Serangan Militer Turki di Suriah Utara

Milisi Komunis Kurdi Minta Bantuan Israel untuk Melawan Serangan Militer Turki di Suriah Utara

Selasa, 22 Oct 2019 14:00

Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Selasa, 22 Oct 2019 13:19

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Selasa, 22 Oct 2019 12:30

Bukan Periode Menikmati

Bukan Periode Menikmati

Selasa, 22 Oct 2019 12:13

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Selasa, 22 Oct 2019 11:44

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Selasa, 22 Oct 2019 11:30

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Selasa, 22 Oct 2019 09:38

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Selasa, 22 Oct 2019 08:30

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Selasa, 22 Oct 2019 07:33

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Selasa, 22 Oct 2019 01:27

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

Senin, 21 Oct 2019 22:16

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

Senin, 21 Oct 2019 21:27


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X