Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.708 views

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

 

Oleh:

Ulfiatul Khomariah

Founder Ideo Media, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

 

PENDIDIKAN agama merupakan kebutuhan pokok yang harus diberikan kepada rakyat dari semua kalangan  (siswa, mahasiswa dan masyarakat lainnya). Menghapuskan ajaran agama dari kehidupan sekolah sama halnya melemparkan generasi ke lubang biawak. Dan apabila wacana penghapusan pelajaran agama benar-benar terealisasi, maka ini menjadi bukti berhasilnya sistem sekuler-kapitalisme dalam mencabik-cabik rezim di Indonesia.

Bagaimana tidak? Rakyat Indonesia kembali disakiti oleh wacana penghapusan pelajaran agama dari sekolah. Sebagaimana pernyataan Mr. Setyono Djuandi Darmono yang dikutip dari fajar.co.id dengan judul, “Sarankan Jokowi Hapus Pendidikan Agama, Darmono: Identitas Agama Picu Radikalisme” pada hari Kamis, 04 Juli 2019 di Jakarta menuai polemik ditengah masyarakat. Darmono menyebut, pendidikan Agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru Agama di luar sekolah.

Tak hanya itu, Darmono juga menyatakan bahwa pelajaran agama bisa menjadikan siswa memiliki sikap intoleran terhadap yang lainnya. “Mengapa agama sering menjadi alat politik? Karena agama dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Di sekolah, siswa dibedakan ketika menerima mata pelajaran (mapel) agama. Akhirnya mereka merasa kalau mereka itu berbeda,” kata Darmono seusai acara bedah bukunya yang ke-6 berjudul Bringing Civiliaztions Together di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Sebenarnya jika kita telusuri, ide penghapusan pelajaran agama di sekolah bukanlah sebuah ide baru. Hal ini sudah lama digaungkan oleh Prof. Musdah Mulia, seorang politikus PDIP sekaligus Eksekutif Megawati Institute. Ia mengambil contoh Singapura yang sudah 22 tahun mengambil kebijakan menghapus pelajaran agama, namun justru signifikan membentuk penduduk yang tertib, disiplin dan toleran. Berbeda dengan Indonesia, katanya lebih lanjut, pemerintah mewajibkan pelajaran agama di sekolah, namun justru yang terjadi malah Indonesia dikenal dengan negara terkorup, bahkan tak luput juga di kementrian agama.

Maka perlu dicermati, ada hal yang bisa digarisbawahi dari pernyataan Darmono dan Musdah yang senada ini, yaitu relevansi tidak ada pelajaran agama dengan toleransi dan sikap yang baik pada siswa. Justru ketika diajarkan tentang agama, maka akan muncul sikap saling membenarkan agamanya yang akan berujung pada konflik dan sikap intoleransi pada diri siswa. Terdapat aroma yang sangat menyengat bahwa dunia pendidikan juga akan disekulerisasi. Padahal potret buram pendidikan sekuler semakin banyak terungkap. Mulai dari aspek guru, kurikulum, terlebih kepada output siswanya.

 

Sekulerisasi Biang Masalah

Jika kita melihat output siswa saat ini memang sungguh sangat menyayat hati. Tujuan pendidikan nasional dalam mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri nyatanya minim realisasinya. Yang terjadi justru siswa banyak yang terlibat dalam kasus kriminal, pergaulan bebas, narkoba, terjerat pornografi maupun pornoaksi dan banyak sekali kasus yang menimpa generasi saat ini. Meski memang tidak bisa dipungkiri, nyatanya masih ada segelintir siswa yang mampu menunjukkan prestasinya.

Maka perlu disadari bersama, bahwa sesungguhnya pendidikan saat ini sudah tidak mampu mencetak generasi yang berkualitas. Apa yang menjadi penyebabnya? Tentu saja penyebabnya bukan hanya lingkup sekolah saja, karena yang membentuk karakter anak adalah lingkungan tempat dia tinggal. Mulai dari rumah, sekolah, dan negara. Ketiga elemen ini sangat berperan penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas sehingga menjadi tonggak peradaban yang gemilang.

Namun sayangnya, ketiga elemen ini sudah terjangkiti virus sekulerisasi akut di segala bidang kehidupan. Mulai dari keluarga yang sudah tidak lagi mementingkan akidah atau nilai-nilai agama, hingga orangtua pun menjejali anak dengan kebebasan, konsumtivisme hingga generasi tumbuh menjadi anak yang manja bahkan hilang kemandirian. Begitu pula dengan sekolah, yang sudah memisahkan antara sekolah umum dengan agama, atau adanya sekolah di bawah Dinas Pendidikan dengan Sekolah di bawah Departemen Agama, ini sudah ada upaya sekulerisasi. Sehingga jam pelajaran agama di sekolah umum hanya seperti sebuah formalitas belaka. Siswa hanya cukup dikenalkan agama sebagai pengetahuan belaka tanpa ada nilai yang diserap dalam kehidupannya.

Outputnya adalah siswa yang tidak takut akan akhirat, tidak takut mati bahkan tidak takut kepada Allah SWT. Begitu pula dengan sekolah di bawah naungan Depag, materi keislaman memang banyak, namun mereka tidak mampu mempraktekkan nilai-nilai islam itu karena lingkungan sekitarnya sudah sekuler bahkan cenderung terbawa arus yang dianggap modernisasi padahal justru menyesatkan. Maka wajar justru yang sering terdengar bukan prestasi, tapi 'bencana' loss generation.

Apalagi jika kita berbicara tentang negara, sudah jelas Indonesia bukan negara yang berideologi agama, maka wajar kemudian banyak kebijakan yang tidak didasarkan kepada agama. Wajar pula banyak kebijakan yang justru membuat rakyat terkesan dibiarkan dalam kemaksiatannya. Misalnya pornografi yang semakin merajalela, tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang kurang tegas terhadap pelaku pornografi atau media media yang berbau porno tetap beredar. Akibatnya banyak generasi muda yang terjun bebas dalam pornoaksi. Begitupun dengan korupsi, tidak adanya kebijakan yang tegas dari pemerintah menjadikan para koruptor semakin beraksi. Naudzubillah.

Racun sekulerisasi, yang memisahkan agama dari kehidupan ini, justru yang menjadi biang kerok runtuhnya nilai ahlak pada generasi. Maka ketika ada wacana penghapusan pelajaran agama, bukankah ini upaya semakin mensekulerkan anak bangsa? Tanpa bekal iman, bagaimana anak didik bisa punya standar benar dan salah? Padahal Indonesia mempunyai tujuan pendidikan yang mulia, salah satunya yakni ingin mencetak generasi yang beriman dan bertakwa. Maka memisahkan sistem pendidikan dengan agama, bahkan penghapusan mapel agama, justru akan membahayakan negara karena fungsi pembentukan SDM yang bertakwa mustahil akan terwujud. Wallahu a’lam bish shawwwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Jum'at, 17 Jan 2020 21:22

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Jum'at, 17 Jan 2020 18:15

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

Jum'at, 17 Jan 2020 17:45

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Jum'at, 17 Jan 2020 17:19

Ketika KPK Sudah Jinak

Ketika KPK Sudah Jinak

Jum'at, 17 Jan 2020 15:25

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

Jum'at, 17 Jan 2020 08:55

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Jum'at, 17 Jan 2020 08:36

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Jum'at, 17 Jan 2020 08:24

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

Jum'at, 17 Jan 2020 07:18

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Kamis, 16 Jan 2020 23:27

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Kamis, 16 Jan 2020 22:42

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Kamis, 16 Jan 2020 22:00

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Kamis, 16 Jan 2020 21:35

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

Kamis, 16 Jan 2020 21:15

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Kamis, 16 Jan 2020 21:06

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Kamis, 16 Jan 2020 20:39

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Kamis, 16 Jan 2020 20:34

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Kamis, 16 Jan 2020 20:00

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

Kamis, 16 Jan 2020 19:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X