Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.145 views

Nestapa Generasi Muda Tanpa Pendidikan Agama

 

Oleh:

Puput Hariyani, S.Si*

 

PRO dan kontra usulan penghapusan mata pelajaran agama masih ramai diperbincangkan publik. Usulan itu disampaikan oleh Setyono Djuandi Darmono atau orang mengenal dengan sebutan S.D. Darmono yang menyebut, pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orang tua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah (Fajar.Co.Id). Menurutnya, pendidikan agama dianggap menyebabkan perpecahan diantara siswa serta maraknya politik identitas, radikalisme, intoleransi tidak masuk akal dan cenderung berhalusinasi. Bahkan ia menyebut hal ini justru berbahaya bagi keutuhan bangsa (TimesIndonesia).

Sontak saja usulan ini mendapatkan kecaman dari salah satu praktisi pendidikan di Banyuwangi, Fajar Isnaini yang merupakan dosen STES Ihya’ulumuddin, Banyuwangi. Beliau mengungkapkan, “Usulan untuk menghapus pendidikan agama tidak memahami semangat nasionalisme Indonesia yang juga mempunyai nilai religious. Sesuai dengan yang ada dalam Pancasila dan UUD 1945, Sila Pertama Ketuhanan yang Maha Esa, Pasal 29 UUD 1945 tentang Hak Beragama, Pasal 31 UUD 1945 tentang Pendidikan Nasional” (TimesIndonesia).

            Turut merespon beragam pemberitaan, masyarakatpun dibuat semakin bertanya-tanya. Bagaimana mungkin negeri yang penduduknya mayoritas muslim, negeri yang diperjuangkan oleh para pahlawan dengan teriakan takbir yang menggelora, negeri yang mengalirkan darah syuhada ketika merebutnya dari penjajahan akan menghapus pelajaran agama? Jelas saja Fajar mengatakan bahwa justru ini sama halnya dengan tidak menghargai Founding Father yang telah berjuang untuk memerdekakan bangsa ini.

Muncul pula pertanyaan, yang hendak dihapus itu mata pelajaran pendidikan agama apa? Mata pelajaran pendidikan agama Islam atau mata pelajaran pendidikan agama lain? Atau semua mata pelajaran pendidikan agama? Lantas benarkah ada jaminan jika pendidikan agama dihapus akan membawa kebaikan untuk generasi negeri ini atau justru malapetaka?

 

Urgensi Pendidikan Agama

Berkaca dari negeri-negeri sekuler (negeri yang memisahkan agama dengan urusan kehidupan) sekalipun seperti Inggris misalnya, bahkan disana sama sekali tidak meniadakan pelajaran pendidikan agama. Apalagi negara kita berasaskan Ketuhanan yang Maha Esa. Justru aneh jika usulan mata pelajaran pendidikan agama akan dihapus. Pendidikan agama tentu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan generasi yang bertakwa. Generasi yang takut kepada Allah. Bermoral dan berbudi pekerti yang baik.

Hari ini betapa kita menyaksikan dekadensi moral generasi sangat memprihatinkan. Berbagai tindak kriminal senantiasa menghiasi berbagai portal berita baik cetak maupun online. Mulai dari narkoba, miras, seks bebas, aborsi, HIV/AIDS, LGBT, tawuran, berani kepada guru, pembunuhan, pembegalan, dan seambreg masalah lainnya. Tentu dibutuhkan peran agama untuk mengerem tindakan amoral tersebut.

Generasi muda hari ini adalah pemimpin dimasa yang akan datang. Jika hari ini mereka sudah rusak, tak ayal ketika kelak mereka diberi amanah memimpin negeri akan banyak terjadi kerusakan. Semisal korupsi yang merajalela, memutuskan hukum tidak sesuai dengan tuntunan agama, berani merampok sumber daya alam yang ada, semua itu berani dilakukan karena sudah tidak tertanam lagi jiwa takwa. Jiwa takut akan hisab Allah sudah tercerabut.

Berbeda jika ketakwaan itu terwujud dalam jiwa seseorang. Maka dia hanya akan takut kepada Allah. Pertimbangannya adalah halal dan haram. Oleh karenanya penghapusan pendidikan agama justru akan membahayakan negara karena fungsi pembentukan SDM (Sumber Daya Manusia) yang bertakwa mustahil terwujud.

Wacana penghapusan pendidikan agama dengan tuduhan akan memicu radikalisme juga bertentangan dengan Undang-Undang Pasal 12 ayat (1) huruf a. UU Sisdiknas secara tegas menyebutkan bahwa anak didik berhak mendapatkan pelajaran pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.

Selain bertentangan dengan UU Sisdiknas, wacana penghapusan pelajaran pendidikan agama sesungguhnya adalah efek dari Islamfobia dan tentu upaya untuk menjauhkan Indonesia dari Islam. Yakni merajalelanya virus sekulerisme dan liberalisme. Dua virus ini sejatinya akan meniadakan eksistensi agama dalam kehidupan. Agama hanya akan dipakai dalam ranah privat sementara dalam ranah public peran agama dibungkam. Bukankah kita bisa mengambil pelajaran dari rusaknya bangsa-bangsa ketika meniadakan peran agama dalam ranah kehidupan umum?

Karenanya, wacana atau usulan penghapusan ini harus dipertimbangkan baik-baik. Meskipun hanya sekedar wacana jangan sampai dianggap remeh karena hal itu menunjukkan kualitas pemikiran yang ada. Jangan gegabah mengambil keputusan, harus dipikir secara matang dan memikirkan masa depan generasi muda, masyarakat dan masa depan bangsa ini.

Sehingga harus diakui bahwa peran agama sangat urgen untuk mencetak SDM (Sumber Daya Manusia) bertakwa. Jangan sampai mata pelajaran agama dihapuskan bahkan seharusnya ditambah intensitasnya. Jikalau pelajaran agama hendak dihapuskan bisa jadi sah-sah saja tetapi dengan catatan khusus, apabila pelajaran agama mewarnai seluruh mata pelajaran yang ada.

Pertanyaannya adalah mampukah negara kita mengkonsep sistem pendidikan yang mengintegralkan pelajaran agama dalam seluruh mata pelajaran? Ruh agama ada dalam setiap mata pelajaran, sains misalnya dikaitkan dengan agama, sejarah dikaitkan dengan agama, dll. Sekalipun dalam kurikulum K13 konon katanya ada KI dan K2. Namun benarkah hal tersebut benar-benar terealisasi. Apakah tindakan amoral generasi menurun? Pada faktanya kerusakan justru semakin meluas.

Oleh karena itu, menjadi tanggungjawab kita bersama untuk berupaya mewujudkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang bertakwa. Generasi Rabbani sekelas para generasi muslim di masa kejayaannya. Tak hanya menguasai ilmu agama tapi menjadi pelopor peradaban dunia, peletak dasar ilmu pengetahuan. Sebut saja diantaranya Ibnu Bathutah, Ibnu Sina, Al Kawarizmi, Ibnu Firnas, dll.

Mereka akan dilahirkan tentu dengan sistem pendidikan yang berasaskan akidah Islam. Ketika asupan agama menjadi pondasi dan landasan. Sistem pendidikan ini adalah turunan dari sistem kehidupan yang menerapkan Islam secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Dengannya kerahmatan bagi seluruh alam akan segera terwujud. Wallahu’alam bi ash-showab.* Penulis guru MTs di Jember, Jawa Timur.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Saudi Akan Tawarkan Kewarganegaraan Kepada Para Ahli, Kreatif, dan Ulama, Anda Berminat?

Saudi Akan Tawarkan Kewarganegaraan Kepada Para Ahli, Kreatif, dan Ulama, Anda Berminat?

Kamis, 05 Dec 2019 21:35

Pentagon Bantah Mereka Akan Kirim 14.000 Pasukan ke Timur Tengah

Pentagon Bantah Mereka Akan Kirim 14.000 Pasukan ke Timur Tengah

Kamis, 05 Dec 2019 21:20

AS Akan Mulai Kembali Pembicaraan Damai dengan Taliban Setelah Lampu Hijau dari Trump

AS Akan Mulai Kembali Pembicaraan Damai dengan Taliban Setelah Lampu Hijau dari Trump

Kamis, 05 Dec 2019 20:40

Laporan: Wabah Bunuh Diri Menyapu Libanon di Tengah Krisis Ekonomi

Laporan: Wabah Bunuh Diri Menyapu Libanon di Tengah Krisis Ekonomi

Kamis, 05 Dec 2019 20:20

Libya Kumpulkan Bukti Ratusan Tentara Bayaran Rusia Bertempur Mendukung Haftar

Libya Kumpulkan Bukti Ratusan Tentara Bayaran Rusia Bertempur Mendukung Haftar

Kamis, 05 Dec 2019 19:58

Gubernur Indonesia

Gubernur Indonesia

Kamis, 05 Dec 2019 15:00

DSKS: Islam Mengharamkan Nonton Film Porno

DSKS: Islam Mengharamkan Nonton Film Porno

Kamis, 05 Dec 2019 07:09

Sebagai Pejabat Publik, Pernyataan Ganjar Pranowo Soal Film Porno Dinilai Kurang Etis

Sebagai Pejabat Publik, Pernyataan Ganjar Pranowo Soal Film Porno Dinilai Kurang Etis

Kamis, 05 Dec 2019 06:10

Serial Penistaan Agama di Alam Demokrasi

Serial Penistaan Agama di Alam Demokrasi

Kamis, 05 Dec 2019 05:30

UEA Tangkap Seorang Pengusaha Suriah Atas Permintaan dari Rezim Teroris Assad

UEA Tangkap Seorang Pengusaha Suriah Atas Permintaan dari Rezim Teroris Assad

Rabu, 04 Dec 2019 22:47

6 Muslim Malaysia Dipenjara Satu Bulan Karena Tinggalkan Shalat Jum'at Secara Sengaja

6 Muslim Malaysia Dipenjara Satu Bulan Karena Tinggalkan Shalat Jum'at Secara Sengaja

Rabu, 04 Dec 2019 22:24

Inilah 10 Tips Bunda Berbalita Sukses Hadiri Pengajian

Inilah 10 Tips Bunda Berbalita Sukses Hadiri Pengajian

Rabu, 04 Dec 2019 21:50

Atasi Stunting dengan Pelihara Seekor Ayam?

Atasi Stunting dengan Pelihara Seekor Ayam?

Rabu, 04 Dec 2019 21:34

Qadha’ Shalat di Waktu Shalat Lain

Qadha’ Shalat di Waktu Shalat Lain

Rabu, 04 Dec 2019 19:28

IHW: Negara Perlu Siapkan Anggaran Rp 56 Triliun untuk Biaya Subsidi Sertifikasi Halal

IHW: Negara Perlu Siapkan Anggaran Rp 56 Triliun untuk Biaya Subsidi Sertifikasi Halal

Rabu, 04 Dec 2019 19:10

Ngaku Suka Nonton Film Porno, Ganjar Pranowo: Salahnya di Mana?

Ngaku Suka Nonton Film Porno, Ganjar Pranowo: Salahnya di Mana?

Rabu, 04 Dec 2019 18:52

DPR Minta Kembalikan Beasiwa LPDP “Top Up” di Rusia

DPR Minta Kembalikan Beasiwa LPDP “Top Up” di Rusia

Rabu, 04 Dec 2019 18:47

IHW Soroti Ketidaksiapan BPJPH Urus Sertifikasi Halal

IHW Soroti Ketidaksiapan BPJPH Urus Sertifikasi Halal

Rabu, 04 Dec 2019 18:26

IHW Ajak UMKM Urus Sertifikasi Halal

IHW Ajak UMKM Urus Sertifikasi Halal

Rabu, 04 Dec 2019 17:52

Bukan Cinta Kaleng-kaleng

Bukan Cinta Kaleng-kaleng

Rabu, 04 Dec 2019 17:33


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 03/12/2019 15:55

Abu Janda Layak Diadili