Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.794 views

Revisi UU Minerba Saat Wabah: Memihak Rakyat atau Korporasi?

  

 Oleh: Mimin Nur IndahSari

            Komisi VII DPR RI mulanya bakal menggelar rapat kerja dengan lima kementerian untuk memutuskan Revisi UU Nomor 4 Tahun 2009 alias Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba) pada 8 April 2020. Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta kepada Komisi VII DPR RI untuk menunda rapat kerja tersebut dan rapat akan kembali dijadwalkan di atas tanggal 21 April 2020 yang dilansir dari CNBCIndonesia.com (07/04/2020).

Pengesahan revisi UU Minerba di tengah pandemi seperti sekarang memberikan gambaran bahwa Komisi VII DPR RI terkesan tergesa-gesa  padahal kondisi rakyat justru jauh lebih penting menjadi perhatian DPR, karena mereka adalah Perwakilan Rakyat. Seharusnya merekalah pihak yang menampung aspirasi rakyat kecil dan memperjuangkan nasib rakyat saat pandemi ini.

            Tidakkah para anggota DPR itu berempati dengan curhatan kondisi rakyat yang ramai berseliweran di media social? Salah satunya curhatan seorang abang ojek yang berusaha menjual TV 14 inch miliknya agar dapur rumahnya dapat ngebul untuk memberi makan anaknya yang sejak semalam merengek kelaparan. Ini hanya satu contoh, sedangkan di luar sana masih banyak rakyat kecil yang saat ini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan perut mereka akibat merebaknya wabah covid-19. Bahkan Jumlah karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan sejauh ini mencapai lebih dari 1,2 juta orang akibat pandemi virus corona. Angka itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Juni dan program Kartu Prakerja pemerintah dianggap pengamat tak tepat sasaran yang dilansir oleh BBC.com (09/04/2020). Itu artinya akan ada banyak dapur yang terancam tidak ngebul.

            Akan tetapi sepertinya mereka menutup mata tentang kondisi itu. Justru yang menjadi perhatian DPR adalah adanya pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B), generasi pertama dengan kapasitas produksi terbesar yakni ada tujuh maskapai pertambangan batu bara besar yang akan segera terminasi (berakhir masa kontrak). Mereka adalah PT Arutmin Indonesia yang habis 1 November 2020, PT Kendilo Coal Indonesia yang habis 13 September 2021, PT Kaltim Prima Coal yang habis 31 Desember 2021, PT Multi Harapan Utama yang habis 1 April 2022, PT Adaro Indonesia yang habis 1 Oktober 2022, PT Kideco Jaya Agung yang habis 13 Maret 2023, dan PT Berau Coal yang habis 26 April 2025 yang dilansir dari CNBCIndonesia.com(20/05/2019). Jika tak diperpanjang maka pertambangan batu bara tersebut akan kembali diambil alih negara. Namun sepertinya negara tak berniat untuk mengambil alih tambang tersebut. Buktinya mereka terburu-buru mengesahkan Revisi UU Minerba guna para maskapai tambang itu dapat memperpanjang kontrak mereka.

            Padahal sejatinya tambang adalah kepemilikan umum yang mana seluruh rakyat memiliki hak untuk memanfaatkan dan memperoleh bagian dari hasil pengolahannya. Hal ini didasarkan pada hadist Rasulullah SAW “Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api” (HR Abu Dawud, Ahmad, Al Baihaqi Ibn Abi Syaibah). Api yang dimaksud dalam hadist ini adalah energi termasuk di dalamnya batu bara. Oleh karena itu haram hukumnya dalam islam tambang batu bara diserahkan atau dikelola oleh swasta dan asing. Tambang yang merupakan kepemilikan umum harusnya diambil alih negara dan dikelola oleh negara untuk dapat di berikan hasilnya untuk kemaslahatan rakyat.

Namun penguasa saat ini tak akan melakukan hal tersebut. Karena negeri ini menganut sistem kapitalis demokrasi yang aturannya tak berpihak pada rakyat tapi justru berpihak kepada korporasi (kapitalis atau pemilik modal). Sistem kapitalis menggeser peran negara sebagai pengelola kekayaan alam milik rakyat menjadi sekedar regulator (pengawas) pengelolaan kekayaan alam yang dikelola oleh swasta dan asing. Akibat penerapan sistem kapitalis juga menjadikan negara tak memiliki independensi (berdaulat) dalam menyusun aturan yang berkaitan dengan hal ini.

Upaya Komisi VII DPR RI dalam mengesahkan UU minerba di tengah pandemi adalah bukti sekaligus menegaskan watak rezim kapitalis yang hanya berpihak pada kepentingan segelintir elit (kapitalis) saja dan abai terhadap kemaslahatan rakyat. Mereka oportunis di tengah wabah, bahkan hilang empati terhadap derita rakyat.

Ketidakberdayaan Negara adalah hal yang alami dalam sistem kapitalis demokrasi apalagi berkaitan dengan pengaturan sumberdaya alam. Hal ini dikarenakan kapitalis menganut paham kebebasan berkepemilikan, sehingga siapapun bebas memiliki apapun termasuk kekayaan tambang. Para Koporat inilah yang memiliki kekuasaan yang sesungguhnya. Alhasil desakan pada DPR sejatinya bukan saja berasal dari kementrian ESDM tetapi berasal dari para korporat batu bara. Maka wajar DPR lebih mengutamakan pengesahan UU Minerba ini dibanding mencari solusi untuk rakyat kecil yang terdampak pandemi.

Berbeda dengan Islam. Sistem Islam mewajibkan negara untuk mengatur kepemilikan yang ada ditengah masyarakat. Negara juga mengatur apa saja yang dapat menjadi kepemilikan individu, kepemilikan negara dan kepemilikan umum. Kesemuanya jelas diatur berdasarkan syariat islam bukan atas kehendak penguasa apalagi kehendak pengusaha. Sehingga jelas antara yang halal dan haram.

Adapun dalam persoalan pertambangan batu bara tergolong ke dalam jenis kepemilikan umum yang membutuhkan keahlian, teknologi tinggi, serta biaya yang tidak sedikit. Maka wajib dikelola oleh Negara dan hasilnya dimasukkan ke dalam kas Negara sebagai sumber pendapatan utama APBN untuk kepentingan rakyat. Dengan kata lain, batu bara bisa di jual ke luar negeri dan keuntungannya termasuk keuntungan pemasaran dalam negeri dibagi kepada seluruh rakyat dalam bentuk uang, barang atau untuk membangun fasilitas kesehatan seperti ruang ICU yang sangat dibutuhkan dalam kondisi saat ini.

Sedangkan keterlibatan swasta dalam mengelola tambang batu bara hanya lah sebagai pekerja dengan akad ijarah (kontrak). Maka islam melarang ada kontrak karya seperti yang terjadi pada tujuh maskapai pertambangan batu bara yang ada saat ini.

Allah telah memberikan kepada pemerintah kewenangan untuk mengatur kaum muslimin, meraih kemaslahatan dan memenuhi kebutuhan sesuai dengan ijtihadnya dalam meraih kebaikan dan  kemashlahatan. Dengan demikian, pengelolaan pertambangan batu bara akan benar-benar mampu memberikan jaminan tercapainya kesejahteraan rakyat.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

Jum'at, 18 Sep 2020 17:50

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Kamis, 17 Sep 2020 21:30

Pria Minnesota Didakwa Karena Memberikan Dukungan Material Kepada Islamic State

Pria Minnesota Didakwa Karena Memberikan Dukungan Material Kepada Islamic State

Kamis, 17 Sep 2020 21:15

Pejabat Fatah: UEA Telah Memboikot Palestina Sejak 2010

Pejabat Fatah: UEA Telah Memboikot Palestina Sejak 2010

Kamis, 17 Sep 2020 20:36

Meninggal Karena Covid-19, Mati Syahid?

Meninggal Karena Covid-19, Mati Syahid?

Kamis, 17 Sep 2020 17:00

Menteri Pertahanan AS Cegah Trump Bunuh Bashar Al-Assad

Menteri Pertahanan AS Cegah Trump Bunuh Bashar Al-Assad

Kamis, 17 Sep 2020 15:56

Hampir 3.500 Warga Palestina Meninggal Dalam Serangan Israel Era Benyamin Netanyahu

Hampir 3.500 Warga Palestina Meninggal Dalam Serangan Israel Era Benyamin Netanyahu

Kamis, 17 Sep 2020 14:45

Jelang Munas, Hidayatullah Gelar Berbagai Acara: Webinar Milenial dan Pernikahan 20 Pasang

Jelang Munas, Hidayatullah Gelar Berbagai Acara: Webinar Milenial dan Pernikahan 20 Pasang

Kamis, 17 Sep 2020 14:29

Perketat PSBB, Anies Dituduh Mau Jatuhkan Jokowi?

Perketat PSBB, Anies Dituduh Mau Jatuhkan Jokowi?

Kamis, 17 Sep 2020 14:12


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X