Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.639 views

Flu Babi Babak Baru Mengancam Dunia, Islam Punya Solusinya

 

Oleh: Shita Ummu Bisyarah

Tanggal 29 Juni 2020 dunia dikejutkan dengan terbitnya jurnal ilmiah yang terbit di jurnal PNAS ( Proceedings of the National Academy of Science ) dengan judul "Prevalent Eurasian Avian-Like H1N1 Swine Influenza Virus with 2009 Pandemic Viral Genes Vacilitating Human Infection". Jurnal ini diterbitkan oleh sekelompok ilmuwan China. Para ilmuwan ini memperingatkan dunia bahwa ada ancaman new pandemic flu babi yang disebabkan oleh virus H1N1 jenis baru yakni virus G4 EA H1N1.

Dalam jurnal ini juga disebutkan 7 alasan kuat mengapa virus ini bisa menjadi pandemic baru. Pertama virus ini sudah beredar pada populasi babi di China dan semakin jamak. Ke-2 virus G4 EA H1N1 dapat terikat dengan reseptor SAα2,6Gal yang mirip manusia. Ke-3 virus G4 dapat melekat di trakea manusia. Ke-4 dapat menginfeksi sel epitel saluran napas manusia. Ke-5 ferret yang terinfeksi G4 dapat menularkannya melalui tetesan air liur dan kontak langsung. Ke-6 Virus G4 cukup berbeda dari strain virus yang ada dalam vaksin flu. Terakhir Virus G4 sudah menginfeksi manusia, dan tampak lebih menular dari pendahulunya .

Dikutip dari cnnindonesia.com berdasarkan penelitian 10,4 persen orang yang bekerja di peternakan babi sudah terinfeksi flu tersebut. Hal ini yang menjadi garis merah para ilmuwan yang menyerukan kepada dunia untuk segera mengambil langkah. Salah satunya adalah Prof Kin-Chow Chang yang menyampaikan responnya kepada BBC.

Bila kita menelisik track record virus H1N1 ini, memang menyimpan sejarah pandemi kelam umat manusia. Tahun 2009 lalu H1N1 juga menyebabkan sebuah pandemi yang menewaskan 575.400 orang di seluruh dunia. Bahkan lebih parah lagi Flu Spanyol yang terjadi tahun 1918 juga disebabkan karena virus  H1N1 ini. Sejarah mencatat flu spanyol telah menginfeksi 500 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan kurang lebih 50 juta korban. Dalam riset jurnalis BBC World Service Fernando Duarte menuliskan bahwa flu spanyol menelan korban lebih banyak orang daripada Perang Dunia I. Kini virus ini kembali mengancam dunia dengan virus sejenis yang semakin ganas. Akankan pandemi terparah sepanjang sejarah akan terulang?

Rusaknya Tatanan Dunia Diatur Kapitalisme

Melihat fakta hari ini, dunia masih dalam ancaman pandemi Covid-19 yang belum usai. Sudah 10.4 juta orang terinfeksi dan diprediksi akan terus bertambah lagi. New Normal Live kini menjadi pilihan beberapa negeri walau grafik pandemi masih menjulang tinggi, termasuh di negeri ini. Tenaga medis mulai berguguran sedangkan rakyat diluar sibuk menikmati kebebasan, sungguh ironi. Disisi lain ancaman pandemi baru di depan mata ditengah pandemi yang masih mengganas.

Apa yang salah dengan tatanan dunia hari ini? Sungguh bila kita merenung lalu menganalisis, kita akan menemukan sesuatu yang salah dengan tatanan dunia hari ini. Coba kita runut darj awal. Pertama mengenai pandemi yang kini belum usai, yakni covid-19. Pandemi ini sebenarnya bukan pandemi yang mengejutkan karena 13 tahun yang lalu yakni tahun 2007, para ilmuan telah memperingatkan dunia akan ada pandemi akibat virus SARS-CoV.

Sebuah paper ilmiah yang memproyeksikan adanya pandemi akibat SARS-CoV berjudul “Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus as an Agent of Emerging and Reemerging Infection”.Paper ilmiah tersebut terbit di jurnal “Clinical Microbiology Reviews”, jurnal bereputasi dan terkemuka (Q1) dalam dunia medis, memiliki 434 referensi dengan H-Indeks sebesar 245.

Namun apa yang terjadi dengan dunia? Dunia dengan sistem kapitalisnya seolah bungkam dan membiarkan pandemi ini terjadi tanpa ada langkah pencegahan. Parahnya setelah diumumkan virus ini menjadi pandemi, dunia tidak kompak mengambil keputusan. Tiap negara yang tersekat dengan sekat nasionalisme sibuk dengan urusan negaranya masing – masing. Berbagai negara menarik warga negaranya untuk pulang sehingga membuat virus ini semakin luas menyebar.

Setelah pandemi menyebar beberapa negara malah memilih New Normal Live hingga ditemukan vaksin, seolah tak ada jalan lain untuk menyelamatkan jutaan nyawa yang terinfeksi dengan dalih menyelamatkan ekonomi. Seolah nyawa manusia tak berarti. Peran negara seolah tak ada karena negara hanya hadir sebagai regulator, bukan pengurus urusan umat. Ditambah masyarakat yang ignorant, cenderung tidak taat aturan karena tidak ada yang menanggung kebutuhan pokok mereka. Lagi - lagi adanya negara hanya untuk memperkaya segelintir orang berkepentingan, sedangkan kemaslahatan rakyat di nomor duakan.

Lihatlah betapa tatanan dunia sangat amburadul. Tak hanya masalah penanganan pandemi, namun masalah lain juga menghiasi wajah dunia ini. Sebut saja LGBT, rasialisme, egoisme, diskriminasi, genosida, penjajahan, neoliberalisme, narkoba, kekerasan dll menjadi masalah yang tak bisa diselesaikan oleh sistem kapitalisme hari ini. Bahkan masalah ini semakin hari semakin menjamur dan tumbuh subur.

Islam Datang sebagai Solusi

Dalam kondisi kelam dunia, Islam datang menjadi cahaya. Menyibak suram gelapnya relung jagad raya, membawa solusi yang kan menjadi rahmat semesta. Sejarah mencatat dengan tinta emasnya bagaimana Islam sukses menangani sebuah pandemi. Sebut saja pandemi pertama peradaban Islam yakni wabah Tha'un dimasa Rasulullah, Umar bin Khatab, dan khalifah penerusnya. Wabah dengan cepat dan tepat bisa teratasi. Bagaimana Islam mengatasi wabah?

Penanganan sebuah pandemi bukanlah persoalan teknis medis semata, tetapi perkara ini berkaitan erat dengan cara pandang terhadap manusia, kesehatan, dan keselamatan jiwanya. Disinilah bedanya Islam dengan kapitalisme. Dilansir dari kompasiana.com, kapitalisme merupakan ideologi dimana pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Dari prinsip ini dapat kita lihat bahwa kebijakan apapun akan tergantung pada segelintir orang si pemilik modal. Negara tidak bisa melakukan intervensi karena sifatnya hanya regulator saja. Maka dalam menangani pandemi fokus utamanya adalah si pemilik modal ini tak boleh merugi, maka jelas nyawa manusia tak ada harganya dibanding kerugian ekonomi.

Berbeda dengan Islam. Islam memberikan penghargaan tertinggi pada nyawa manusia, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibanding terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR Nasa’i); Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (TQS Al Maidah [5]:3).

Maka kebijakan yang diambil oleh Islam dalam menangani pandemi  harus secepat mungkin dan sebisa mungkin tidka ada korban jiwa. Ada tiga prinsip Islam dalam penanggulangan wabah sehingga segera berakhir tanpa korban lebih banyak lagi.

Pertama pengambilan kebijakan lockdown sesegera mungkin. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah saw, “Apabila kalian mendengarkan wabah di suatu tempat maka janganlah memasuki tempat itu, dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu sedang berada di tempat itu maka janganlah keluar darinya.” (HR Imam Muslim).

Ke-dua mengisolasi orang yang sakit. Sabda Rasulullah saw, “Sekali-kali janganlah orang yang berpenyakit menular mendekati yang sehat.”(HR Imam Bukhari).

Ke-tiga Pengobatan segera hingga sembuh. Bersabada Rasulullah saw, “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, dan diadakan-Nya bagi tiap-tiap penyakit obatnya maka berobatlah kamu, tetapi janganlah berobat dengan yang haram.”

Islam memandang kesehatan sebagai kebutuhan pokok rakyat, sehingga negara wajib memberikannya secara cuma - cuma alias gratis.  Hal ini tentu didukung sepenuhnya oleh sistem kesehatan Islam yang merupakan resultante (hasil) dari sistem kehidupan Islam yakni sistem ekonomi dan politik Islam berikut sekumpulan konsep sahihnya. Sistem pendidikan sebagai pilar utama membentuk masyarakat yang hidup sehat, politik riset dan industri dilandaskan pada paradigma shahih Islam, sementara pembiayaan berbasis baitul mal dengan anggaran bersifat mutlak.

Dengan paradigma dan prinsip seperti itu mudah saja bagi negara dalam menyelesaikan wabah. Seperti melakukan screening epidemiology, berupa pemeriksaan yang cepat dan akurat terhadap semua orang dengan gejala klinis atau contac tracing. Dalam waktu kurang dari 12 jam bahkan akan bisa dipilah mana orang yang terinfeksi dan mana yang sehat, sehingga bisa dilaksanakan 3 prinsip yang sudah dijelaskan di atas.

Begitulah Islam sebagai sistem kehidupan yang sohih dengan seperangkat aturan yang kompleks dan paradigma yang mulia sehingga bisa menjadi solusi setiap problematika dunia. Karena Islam hadir tak hanya menjadi rahmat bagi kaum muslim tapi rahmat bagi seluruh alam. Wallahualambissawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Selasa, 20 Oct 2020 09:33

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Selasa, 20 Oct 2020 07:02

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Senin, 19 Oct 2020 20:05

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Senin, 19 Oct 2020 16:45

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Senin, 19 Oct 2020 15:35

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

Senin, 19 Oct 2020 14:20

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Senin, 19 Oct 2020 14:15

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Senin, 19 Oct 2020 12:10

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Senin, 19 Oct 2020 10:36

PKM Unpam Berikan Pelatihan Skil kepada Guru TPQ

PKM Unpam Berikan Pelatihan Skil kepada Guru TPQ

Senin, 19 Oct 2020 09:35

Bagaimana Meminta Maaf kepada Orang Telah Wafat

Bagaimana Meminta Maaf kepada Orang Telah Wafat

Senin, 19 Oct 2020 09:23

PA 212 Gelar Musyawarah Provinsi Jawa Tengah

PA 212 Gelar Musyawarah Provinsi Jawa Tengah

Senin, 19 Oct 2020 09:17

Empati Berlebihan Syafiq Hasyim kepada Umat Kristen

Empati Berlebihan Syafiq Hasyim kepada Umat Kristen

Senin, 19 Oct 2020 08:44

Komisi VI DPR Aceh Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh

Komisi VI DPR Aceh Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh

Ahad, 18 Oct 2020 23:55

Analisis: Demokrat dan PKS Tuai Citra Positif

Analisis: Demokrat dan PKS Tuai Citra Positif

Ahad, 18 Oct 2020 22:49

Legislator PKS Sebut UU Cipta Kerja Rusak Esensi Sertifikasi Halal

Legislator PKS Sebut UU Cipta Kerja Rusak Esensi Sertifikasi Halal

Ahad, 18 Oct 2020 22:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X