Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.388 views

Rui-Katsu/Mencari Airmata, Terapi Jiwa yang Semakin Langka

 

Oleh: Vivin Indriani  

Tayangan BBC Indonesia siang ini mengangkat topik soal Guru Menangis dari Jepang. Dalam kelas yang diselenggarakannya, dia mengajak orang-orang untuk belajar menerima emosi dan berdamai dengannya. Metode Rui-Katsu yang artinya mencari air mata adalah satu aktivitas yang jarang dilakukan masyarakat Jepang modern karena kurikulum pendidikan di Jepang banyak memberikan larangan untuk menangis.

Tujuan dari seminar ini adalah membuat orang terutama Japanese People lebih bisa mengungkapkan perasaannya secara lega lewat tangisan. Ada sekitar 50.000 orang yang telah berhasil 'menangis' dari keseluruhan siswa di kelas tersebut. Diantara mereka ada yang menyatakan bisa menemukan diri mereka sendiri dan menjadi lebih lega setelah menangis. Mereka juga lebih bersemangat setelah menangis dan merasa lebih mudah menemukan mood baru.

Dalam hati, saya gak habis pikir. Kenapa ada bangsa yang memiliki sebuah kondisi susah untuk menangis? Sementara kemajuan pengetahuan dan teknologi berada dalam genggaman. Apakah ini imbas dari jauhnya mereka dengan Tuhan? Yang saya tahu Jepang memang salah satu negara yang menjadikan agama sebatas formalitas belaka. Sehingga emosi yang dihadirkan oleh adanya Naluri Berketuhanan(Gharizah Tadayyun) melemah dengan sendirinya dan membuat ketergantungan kepada Zat yang maha kuat, lebih kuat dan lebih besar untuk kita bergantung, menjadi lemah dan menipis. Inikah juga yang menjadi salah satu sebab angka bunuh diri di sana sangat tinggi?

Lalu saya teringat satu bab di dalam kitab tentang nutrisi untuk jiwa dan sikap karangan seorang Mujtahid dan ulama besar Syeikh Taqiyyuddin An Nabhani, Min Muqowwimat Nafsiyah Islamiyyah. Pada bab VI dengan judul Menangis Karena Takut dan Ingat Pada Allah, ada beberapa dalil yang menggambarkan kehidupan Rasulullah dan para Sahabat. Dikisahkan di sana bahwa dari sekian lautan hikmah tentang keutamaan dan kegemilangan perjalanan hidup dan perjuangan mereka, kita dapati bahwa mereka adalah orang-orang yang mudah menangis.

Menangis di sini bukan menunjukkan kelemahan, bukan pula gambaran pribadi yang cengeng dan mudah menyerah pada kehidupan. Justru tangisan Rasulullah dan para Sahabat adalah tangisan kekuatan ruhiyah. Gambaran kesadaran dalam akal mereka, bahwa hidup ini sesuatu yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab. Dari tangisan mereka kita belajar, seberapa takutnya para sahabat ini akan pengadilan di akherat. Mereka tumbuh menjadi sosok yang kuat dalam menegakkan agama Allah. Pribadi yang tak gentar pada musuh Allah, seolah ketakutan mereka pada musuh dan kematian, amat kecil nilainya dibanding rasa takut pada kehidupan yang jauh dari keridhaan Allah SWT.

Kita dapati satu kisah yang diceritakan oleh Ibrahim, putra dari Abdurrahman bin Auf. Beliau adalah seorang sahabat yang Allah berikan padanya kunci-kunci perbendaharaan harta di dunia. Dalam kisahnya, sang Ayah yakni Abdurrahman bin Auf pernah menangis tersedu-sedu saat akan menikmati hidangan makanan di atas meja untuk berbuka puasa. Sang Ayah mengenang perjuangan Mush'ab yang terbunuh di jalan dakwah dan hanya membawa kain kafan yang tak cukup menutupi seluruh badannya di akhir usianya.

Lalu ada Hamzah yang telah syahid di jalan dakwah dengan luka dan tusukan yang cukup mengerikan dalam peperangan melawan kafir Qurays. Dalam perenungannya, Abdurrahman bin Auf menangisi kondisinya yang bergelimang harta dan merasa tak cukup amal-amalnya dibanding sahabat-sahabat Nabi yang telah mendahuluinya. Ibrahim menceritakan, Sang Ayah terus menangis sampai-sampai tak menghiraukan lagi hidangan berbuka yang ada di hadapannya.

Gambaran kegemilangan dan karya besar para Sahabat tentu saja tak bisa kita ragukan lagi kecemerlangannya. Namun di balik semuanya, mereka juga pribadi yang sangat lembut hati dan jiwanya. Menangisnya mereka karena takut pada Allah dan harapan kehidupan yang selamat di akherat kelak, tak lantas melemahkan perjuangan mereka. Justru sebaliknya. Islam bisa tegak menjadi institusi dan peradaban besar yang berjaya justru dari tangan-tangan dan buah karya mereka. Inilah gambaran menyatunya konsep hidup yang tidak memisahkan antara dunia dengan akherat.  Dunia adalah ladang bagi akherat. Bekal di akherat, diambil dari perjuangan di dunia. Berhasil dan jaya di akherat kelak adalah cita-cita dan harapan yang mereka persiapkan di dunia ini dengan sungguh-sungguh.

Lalu bagaimana dengan kita?

Adakah kita hari ini telah sedemikian rupa mempersiapkannya? Atau kita sibuk seperti gambaran masyarakat Jepang yang lebih fokus mempersiapkan kesuksesan materi duniawi, sementara aspek penentu kesuksesan ukhrawi kita siapkan seadanya atau bahkan tak ada persiapan sama sekali. Jika demikian, kita perlu belajar dari Jepang dan masyarakatnya hari ini. Bahwa mengejar dunia itu sangat melelahkan. Sukses dunia tak menjamin kebahagiaan dan ketentraman hakiki. Bahkan kadang ada rasa kosong ketika semua pencapaian telah ada dalam genggaman. Bukankah dunia seperti air laut, yang makin diminum akan membuat kita makin haus?

Atau kita memilih seperti Rasulullah dan para Sahabat? Yang mengabdikan seluruh potensi yang dimiliki, untuk bekal kehidupan di akherat kelak. Sehingga dari sikap inilah, Allah anugerahkan untuk kita kesuksesan dunia, yang profitnya bisa tetap kita rasakan di akherat kelak. Sesuatu hal yang sangat mudah dituliskan dan diucapkan, namun pasti berat untuk dilaksanakan. Apalagi dalam kondisi lingkungan yang menuntut kita menghamba sepenuhnya pada tuntutan realitas duniawi.

Semoga kita bisa meniru para Sahabat, dan berhasil sepenuhnya dalam dua periode  kehidupan yang digariskan Allah untuk kita, sukses dunia, sukses akherat. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Akbar Pemulung Cinta Al Qur’an

Akbar Pemulung Cinta Al Qur’an

Selasa, 01 Dec 2020 09:50

dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

Senin, 30 Nov 2020 23:50

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Senin, 30 Nov 2020 21:51

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Senin, 30 Nov 2020 21:44

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Senin, 30 Nov 2020 21:00

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Senin, 30 Nov 2020 20:00

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Senin, 30 Nov 2020 19:30

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Senin, 30 Nov 2020 17:45

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Senin, 30 Nov 2020 15:55

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Senin, 30 Nov 2020 15:51

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Senin, 30 Nov 2020 15:50

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Senin, 30 Nov 2020 15:45

Seragam Khutbah Racun Agama

Seragam Khutbah Racun Agama

Senin, 30 Nov 2020 15:42

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Senin, 30 Nov 2020 15:31

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Senin, 30 Nov 2020 15:02

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Senin, 30 Nov 2020 14:56

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Senin, 30 Nov 2020 12:41

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Senin, 30 Nov 2020 11:32

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Senin, 30 Nov 2020 10:11

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

Senin, 30 Nov 2020 09:14


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X