Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.063 views

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

 
Oleh: Lisia Faris, S.E.
 
Baru-baru ini Indonesia dinobatkan sebagai "Best Public Debt Office/Sovereign Debt Management Office in East Asia Pacific” yang berarti Indonesia merupakan negara pengelola utang terbaik se-Asia Pasifik Timur tahun 2020. Penghargaan tersebut diberikan oleh Global Markets, surat kabar Internasional milik International Monetary Fund (IMF). 
 
Kementerian Keuangan RI merespon sangat gembira dan mengatakan bahwa ini merupakan penghargaan luar biasa. Tahun 2020 adalah tahun yang tidak terduga dan tanpa kepastian (unprecedented). Para kreditor sangat rigid dalam memberikan suntikan utang, namun Indonesia tetap berhasil mendapatkannya. Hal ini diklaim sebagai bukti bahwa Indonesia merupakan negara berdaulat paling cerdas di Asia Pasifik.
 
Kalimat mentereng “Best Public Debt Office/Sovereign Debt Management Office in East Asia Pacific”; terjemahan bebasnya berarti Indonesia dinobatkan sebagai juara tukang ngutang se-Asia Pasifik Timur. Dalam referensi lain bisa diinterpretasikan Indonesia masuk dalam daftar 10 besar negara berpendapatan rendah-menengah (low-middle income) dengan utang luar negeri terbesar. Bukankah ini penghargaan negara tekor paling bergengsi? 
 
Reward atau penghargaan merupakan insentif menyenangkan yang bisa menjadi motivasi tetap dilakukannya sebuah tindakan. Inilah insight chapter keempat buku karangan James Clear, the Atomic Habits: make it satisfying. Pemberian penghargaan atas suatu pencapaian menghasilkan sensasi kebahagiaan dan kepuasan. Dari sini otak menghasilkan hormon endorphins, yang menuntut craving baru yaitu hasrat untuk mendapatkan kenikmatan lagi. Maka tindakan berulang yang sama akan terus dilakukan untuk mempertahankan status quo tersebut.
 
Secara alamiah, otak manusia cenderung untuk berpikir gaining pleasure and avoiding pain; mengejar kenikmatan dan menghindari penderitaan. Maka, jika ingin membentuk habits baru atau mempertahankan habits yang sudah ada, ciptakan kepuasan sebanyak mungkin saat melakukannya. Pemberian reward adalah salah satu strateginya. 
 
Sepertinya pola perilaku ini yang terjadi pada Indonesia, ngutang dilakukan bukan lagi karena kebutuhan, tapi sudah level hobi, habits, bahkan adiksi (kecanduan). Mengutip laporan Bank Dunia  (World Bank) bertajuk International Debt Statistics 2021, utang luar negeri Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun yakni sebesar US$179,4 miliar pada 2009. Kemudian sebesar US$307,74 miliar pada 2015, US$318,94 miliar pada 2016, US$353,56 miliar pada 2016, sebesar US$379,58 miliar pada 2018 dan sebesar US$402,08 miliar pada 2019. Pencapaian tren naik yang sama sekali tidak layak dibanggakan, terlebih dirayakan. 
 
Dalam sistem kapitalisme, ngutang memang didesain sebagai exit strategy defisit keuangan, bahkan menjadi komponen inherent dalam penyusunan APBN. Tradisi kebiasaan ngutang ini selalu dilakukan turun temurun, tidak peduli siapapun rezim yang berkuasa. Tapi dari semua habit ngutang tersebut, ada kesamaan pola yang terbentuk: mayoritas utang itu bersifat jangka panjang. Misalnya, komposisi utang luar negeri jangka panjang Indonesia pada 2019 sebesar US$354,54 miliar atau 88,8% dari total ULN, sedangkan jangka pendek sebesar US$44,79 miliar.  (cnnindonesia.com)
 
Pada April 2020 lalu, pemerintah Indonesia juga merilis global bond (obligasi dengan denominasi mata uang asing) sebesar US$ 4,3 miliar (bisnis.tempo.com). Global bond yang diklaim sebagai yang terbesar dalam sejarah ini dinilai aman karena berjangka panjang, tenor 10, 30 dan 50 tahun. Hal ini berarti pemerintah Indonesia telah ngutang kepada kreditor asing dengan menjual obligasi senilai sekitar 68 triliun rupiah.  
 
Utang ini akan jatuh tempo dan harus dilunasi oleh pemerintah masa depan yang kebetulan beruntung menjabat pada 10, 30, dan 50 tahun ke depan. Inilah yang disebut utang warisan (debt legacy). Jangan lupa, utang itu denominasinya Dolar AS. Inflasi sebagai kutukan abadi pada mata uang kertas, bisa dipastikan akan terus menggerus nilai Rupiah dan menjadikan beban hutang luar negeri Indonesia di masa datang semakin membesar dengan sendirinya. 
 
Dari pola utang jangka panjang ini jelas terbaca bagaimana karakter asli para penguasa yang terpilih di sistem demokrasi: serakah dan oportunis. Sewaktu masih menjabat berlomba-lomba ngutang untuk gaining pleasure, berupa kenikmatan mendapatkan guyuran dana segar sekaligus menambal defisit keuangan. Juga avoiding pain, berupa terhindar dari kewajiban membayar utang pada masanya berkuasa. Penguasa mana di sistem demokrasi yang akan terus menjabat sampai tenor obligasi jatuh tempo dalam 10, 30, dan 50 tahun?
 
Rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per Agustus 2020 tercatat di level 34,53%. Bagaimana APBN bisa dioptimalkan untuk pembiayaan berbagai fasilitas dan layanan publik, jika sebagiannya telah tersedot untuk membayar utang dan bunganya yang semakin tahun semakin naik? Inilah utopi sejahtera dalam kapitalisme. 
 
Padahal, ada sistem ekonomi yang terbukti tahan krisis, yang proporsi pendapatan dan pembiayaannya bisa dipastikan tanpa pajak dan hutang. Sistem ekonomi ini bukan berasal dari hasil pemikiran akal manusia yang terbatas, tapi berasal dari sang Pencipta semesta, yaitu sistem ekonomi Islam.
 
Tidakkah kita ingin segera keluar dari lingkaran setan debt trap yang menyengsarakan dan beralih pada sistem yang menyejahterakan dan menjadi rahmat untuk seluruh alam? Tidakkah kita ingin mendapatkan award bergengsi yang sesungguhnya, yaitu gelar taat pada aturan Rabb-nya? Bukan sekadar award negara tekor yang tragis dan konyol seperti saat ini. (rf/voa-islam.com)
 
Ilustrasi: pikiranrakyat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
75 Tahun Merdeka, Indonesia Belum Punya UU Khusus Minol

75 Tahun Merdeka, Indonesia Belum Punya UU Khusus Minol

Kamis, 26 Nov 2020 05:29

Singapura Deportasi 15 Warga Bangladesh Karena Postingan Anti-Prancis

Singapura Deportasi 15 Warga Bangladesh Karena Postingan Anti-Prancis

Rabu, 25 Nov 2020 22:05

Anis Matta: Sudah Saatnya Indonesia Jadi Negara Kuat, Modern dan Tangguh

Anis Matta: Sudah Saatnya Indonesia Jadi Negara Kuat, Modern dan Tangguh

Rabu, 25 Nov 2020 21:59

Tiga Kandidat Ketua MUI 2020-2025

Tiga Kandidat Ketua MUI 2020-2025

Rabu, 25 Nov 2020 20:56

UEA Ancam Beri Sanksi Untuk Aljazair Atas Kerjasama Negara Itu Dengan Turki

UEA Ancam Beri Sanksi Untuk Aljazair Atas Kerjasama Negara Itu Dengan Turki

Rabu, 25 Nov 2020 20:46

Kunjungi Masjid Aghdam, Presiden Alyev Kecam Negara Barat yang Menutup Mata Dengan Kekerasan Armenia

Kunjungi Masjid Aghdam, Presiden Alyev Kecam Negara Barat yang Menutup Mata Dengan Kekerasan Armenia

Rabu, 25 Nov 2020 20:30

Presiden Terpilih AS Joe Biden Tunjuk Wanita Palestina-Amerika Sebagai Staf Senior Gedung Putih

Presiden Terpilih AS Joe Biden Tunjuk Wanita Palestina-Amerika Sebagai Staf Senior Gedung Putih

Rabu, 25 Nov 2020 19:55

HRW Sebut 2 Pria Uighur Yang Ditangkap dan Disiksa Otoritas Saudi Terancam Dideportasi

HRW Sebut 2 Pria Uighur Yang Ditangkap dan Disiksa Otoritas Saudi Terancam Dideportasi

Rabu, 25 Nov 2020 19:35

Dahsyatnya Qalbu, 90% Sakit dan Sehatmu berawal disini

Dahsyatnya Qalbu, 90% Sakit dan Sehatmu berawal disini

Rabu, 25 Nov 2020 17:34

Mengungkap Realita Kepedihan Bangsa Palestina

Mengungkap Realita Kepedihan Bangsa Palestina

Rabu, 25 Nov 2020 11:32

Pizza Diva Halal Hadir 4 Rasa baru, Raih Rp. 20 Jutaan/bulan

Pizza Diva Halal Hadir 4 Rasa baru, Raih Rp. 20 Jutaan/bulan

Rabu, 25 Nov 2020 09:00

Terpilih Secara Aklamasi, KH Mawardi Pimpin MUI Kepulauan Seribu

Terpilih Secara Aklamasi, KH Mawardi Pimpin MUI Kepulauan Seribu

Rabu, 25 Nov 2020 08:40

Viral Jenazah Diangkut Sepeda Motor, Kadinkes Kabupaten Bogor Tegur RS Swasta

Viral Jenazah Diangkut Sepeda Motor, Kadinkes Kabupaten Bogor Tegur RS Swasta

Rabu, 25 Nov 2020 07:13

Sekolah Boleh Buka Januari 2021, Kepala Daerah Diminta Cermat

Sekolah Boleh Buka Januari 2021, Kepala Daerah Diminta Cermat

Rabu, 25 Nov 2020 06:10

Ikuti Langkah Saudi, Dewan Fatwa UEA Juga Cap Ikhwanul Muslimin Sebagai Organisasi Teroris

Ikuti Langkah Saudi, Dewan Fatwa UEA Juga Cap Ikhwanul Muslimin Sebagai Organisasi Teroris

Selasa, 24 Nov 2020 22:35

Menhan Benny Gantz: Israel Siap Untuk Lakukan Pembicaraan Dengan Hamas

Menhan Benny Gantz: Israel Siap Untuk Lakukan Pembicaraan Dengan Hamas

Selasa, 24 Nov 2020 22:08

Umat Islam di Perancis Makin Ditekan!

Umat Islam di Perancis Makin Ditekan!

Selasa, 24 Nov 2020 21:41

Izinkan Sekolah Tatap Muka, Netty: Pemerintah Pusat Jangan Lepas Tangan

Izinkan Sekolah Tatap Muka, Netty: Pemerintah Pusat Jangan Lepas Tangan

Selasa, 24 Nov 2020 21:20

Organisasi Islam Malaysia Kecam Keputusan Dewan Ulama Senior Saudi Yang Menyebut IM Kelompok Teroris

Organisasi Islam Malaysia Kecam Keputusan Dewan Ulama Senior Saudi Yang Menyebut IM Kelompok Teroris

Selasa, 24 Nov 2020 20:45

Irak Tangkap Kepala Administrasi Islamic State di Bandara Baghdad

Irak Tangkap Kepala Administrasi Islamic State di Bandara Baghdad

Selasa, 24 Nov 2020 20:25


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X