Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.398 views

Fitrah Ibu di Masa Pandemi, Haruskah Dihargai Sebatas Materi?

 

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Bagaimana kabar Ibu, di hari ibu tahun ini?  Di tengah Pandemi yang belum nampak akan berakhir, setelah sembilan bulan telah berlalu. Sepanjang waktu itu, ibu banyak menghabiskan waktu di rumah. Bekerja dari rumah, mendampingi anak belajar di rumah, berkebun, memasak, atau menjahit. Semua aktivitas rumahan kembali melekat pada sosok ibu. Dan aktivitas keseharian sebagai ibu yang mendominasi kesehariannya di tengah wabah, disoroti oleh UNwomen sebagai indikasi putar baliknya kesetaraan gender dalam SDG's. (detik.com)

Dalam laporan UN Women bekerjasama dengan Ooredo yang dirilis tanggal 23 oktober 2020 tentang dampak gender dari pandemi untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, mengungkap bagaimana Covid 19 menunjukkan kerentanan terhadap guncangan ekonomi dan memperdalam ketidaksetaraan yang konon sudah ada di Indonesia sejak sebelum pandemi.

Ada tiga hal yang menurut mereka menurunkan kemajuan kesetaraan gender di negeri ini, saat Pandemi.

Pertama, perempuan mengalami penurunan pendapatan yang lebih besar daripada laki-laki.

Kedua, perempuan yang bekerja informal harus mengorbankan waktu bekerjanya lebih lama daripada waktu bekerja laki-laki.

Ketiga, pembatasan sosial membuat pekerjaan rumah tangga tak berbayar lebih banyak dikerjakan oleh perempuan.

Tema hari ibu, Perempuan Berdaya Indonesia Maju, adalah sebagai rekomendasi dari kondisi perempuan di Indonesia yang terbaca akan semakin sulit setara bila terus menikmati peran domestiknya. Bagi UN women dan kementerian Pemberdayaan perempuan, perempuan berdaya bila tetap menghasilkan uang. Peran domestik ibu karena tidak menghasilkan uang dianggap sebagai aktivitas sia-sia, jauh dari wujud berdayanya perempuan.

Bisa ditebak alur lanjutannya akan seperti apa. Krisis ekonomi yang terjadi di tengah wabah menunjukkan kerapuhan ekonomi kapitalis. Seperti biasa pula, kesetaraan gender akan selalu diarahkan agar perempuan ikut menghasilkan uang. Selama ini sudah dilakukan perempuan, tetapi tetap saja mereka jauh dari kesejahteraan. Yang lebih sering ditemui adalah dilema antara berada di rumah atau berdiri sebagai perempuan pencari uang. Meninggalkan perannya sebagai seorang ibu, mengejar kesetaraan dan kebebasan sebagai ruh demokrasi, juga tidak pernah bisa membuahkan kebahagiaan.

Jelas sudah, sistem hidup sekular dengan sistem ekonomi kapitalismenya dan sistem politik demokrasinya gagal melindungi fitrah perempuan sebagai seorang ibu. Di tengah wabah atau di kondisi biasa. Ini sangat kontras dengan sistem kehidupan Islam. Islam mendudukkan peran perempuan yang utama adalah sebagai seorang ibu(Al umm)dan manajer rumah tangga(rabbatul bait). Perempuan bisa menikmati hidup di rumah dengan praktik resep masak, bercocok tanam, mendampingi anak bermain dan belajar didudukkan sebagai aktivitas mulia dan berbuah pahala. Di sinilah letak pemberdayaan perempuan dalam Islam, bukan karena materi tetapi karena peran vitalnya mendidik generasi, calon pemimpin bangsa.

Krisis ekonomi akibat pandemi  juga tidak terjadi dalam sistem Islam. Di samping kekuatan ekonomi dalam sistem Islam, sistem kehidupan Islam tidak akan membiarkan wabah ini berlarut-larut, apalagi berlanjut sampai sembilan bulan dan tidak tahu kapan akan berakhir. Seperti apa yang sudah dilakukan oleh Rasulullah dan para Khalifah sesudah beliau dalam menghadapi wabah dengan mengkarantina wilayah yang tertimpa wabah agar tidak menyebar ke luar wilayah. Niscaya, kita tidak akan mengalami efek domino dari kebijakan yang selalu menimbulkan masalah.

Pertimbangan karantina bukan karena masalah ekonomi, tetapi karena begitulah Allah dan Rasulullah memerintahkannya. Perempuan juga tidak akan pernah dituding untuk ikut bertanggung jawab meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dan negara akibat gagalnya negara menangani wabah.

Sangat Indah bukan? Wabah selesai, perempuan tetap dengan aktivitas fitrahnya. Sayangnya semua itu tak akan dibiarkan saat perempuan masih hidup dalam sistem demokrasi sekular. Apakah kondisi seperti ini layak untuk dipertahankan?

Sungguh, tak ada yang lebih memahami perempuan dan peran fitrahnya kecuali Yang Mahamenciptakan. Oleh karena itu aturan yang berlaku seharusnya yang berasal dari Dia yang menciptakan manusia termasuk perempuan. Dari poin ini saja, sudah terlihat bahwa hanya Islam sebagai sistem yang mengambi aturan dari Dia yang menciptakan yang bisa mewujudkannya. Hanya satu masalahnya, manusia mau tidak diatur oleh sistem yang jelas berasal dari Sang Pencipta ini? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00


MUI

Must Read!
X

Rabu, 17/08/2022 20:39

Mengawal Generasi Muslim