Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.077 views

Fitrah Ibu di Masa Pandemi, Haruskah Dihargai Sebatas Materi?

 

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Bagaimana kabar Ibu, di hari ibu tahun ini?  Di tengah Pandemi yang belum nampak akan berakhir, setelah sembilan bulan telah berlalu. Sepanjang waktu itu, ibu banyak menghabiskan waktu di rumah. Bekerja dari rumah, mendampingi anak belajar di rumah, berkebun, memasak, atau menjahit. Semua aktivitas rumahan kembali melekat pada sosok ibu. Dan aktivitas keseharian sebagai ibu yang mendominasi kesehariannya di tengah wabah, disoroti oleh UNwomen sebagai indikasi putar baliknya kesetaraan gender dalam SDG's. (detik.com)

Dalam laporan UN Women bekerjasama dengan Ooredo yang dirilis tanggal 23 oktober 2020 tentang dampak gender dari pandemi untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, mengungkap bagaimana Covid 19 menunjukkan kerentanan terhadap guncangan ekonomi dan memperdalam ketidaksetaraan yang konon sudah ada di Indonesia sejak sebelum pandemi.

Ada tiga hal yang menurut mereka menurunkan kemajuan kesetaraan gender di negeri ini, saat Pandemi.

Pertama, perempuan mengalami penurunan pendapatan yang lebih besar daripada laki-laki.

Kedua, perempuan yang bekerja informal harus mengorbankan waktu bekerjanya lebih lama daripada waktu bekerja laki-laki.

Ketiga, pembatasan sosial membuat pekerjaan rumah tangga tak berbayar lebih banyak dikerjakan oleh perempuan.

Tema hari ibu, Perempuan Berdaya Indonesia Maju, adalah sebagai rekomendasi dari kondisi perempuan di Indonesia yang terbaca akan semakin sulit setara bila terus menikmati peran domestiknya. Bagi UN women dan kementerian Pemberdayaan perempuan, perempuan berdaya bila tetap menghasilkan uang. Peran domestik ibu karena tidak menghasilkan uang dianggap sebagai aktivitas sia-sia, jauh dari wujud berdayanya perempuan.

Bisa ditebak alur lanjutannya akan seperti apa. Krisis ekonomi yang terjadi di tengah wabah menunjukkan kerapuhan ekonomi kapitalis. Seperti biasa pula, kesetaraan gender akan selalu diarahkan agar perempuan ikut menghasilkan uang. Selama ini sudah dilakukan perempuan, tetapi tetap saja mereka jauh dari kesejahteraan. Yang lebih sering ditemui adalah dilema antara berada di rumah atau berdiri sebagai perempuan pencari uang. Meninggalkan perannya sebagai seorang ibu, mengejar kesetaraan dan kebebasan sebagai ruh demokrasi, juga tidak pernah bisa membuahkan kebahagiaan.

Jelas sudah, sistem hidup sekular dengan sistem ekonomi kapitalismenya dan sistem politik demokrasinya gagal melindungi fitrah perempuan sebagai seorang ibu. Di tengah wabah atau di kondisi biasa. Ini sangat kontras dengan sistem kehidupan Islam. Islam mendudukkan peran perempuan yang utama adalah sebagai seorang ibu(Al umm)dan manajer rumah tangga(rabbatul bait). Perempuan bisa menikmati hidup di rumah dengan praktik resep masak, bercocok tanam, mendampingi anak bermain dan belajar didudukkan sebagai aktivitas mulia dan berbuah pahala. Di sinilah letak pemberdayaan perempuan dalam Islam, bukan karena materi tetapi karena peran vitalnya mendidik generasi, calon pemimpin bangsa.

Krisis ekonomi akibat pandemi  juga tidak terjadi dalam sistem Islam. Di samping kekuatan ekonomi dalam sistem Islam, sistem kehidupan Islam tidak akan membiarkan wabah ini berlarut-larut, apalagi berlanjut sampai sembilan bulan dan tidak tahu kapan akan berakhir. Seperti apa yang sudah dilakukan oleh Rasulullah dan para Khalifah sesudah beliau dalam menghadapi wabah dengan mengkarantina wilayah yang tertimpa wabah agar tidak menyebar ke luar wilayah. Niscaya, kita tidak akan mengalami efek domino dari kebijakan yang selalu menimbulkan masalah.

Pertimbangan karantina bukan karena masalah ekonomi, tetapi karena begitulah Allah dan Rasulullah memerintahkannya. Perempuan juga tidak akan pernah dituding untuk ikut bertanggung jawab meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dan negara akibat gagalnya negara menangani wabah.

Sangat Indah bukan? Wabah selesai, perempuan tetap dengan aktivitas fitrahnya. Sayangnya semua itu tak akan dibiarkan saat perempuan masih hidup dalam sistem demokrasi sekular. Apakah kondisi seperti ini layak untuk dipertahankan?

Sungguh, tak ada yang lebih memahami perempuan dan peran fitrahnya kecuali Yang Mahamenciptakan. Oleh karena itu aturan yang berlaku seharusnya yang berasal dari Dia yang menciptakan manusia termasuk perempuan. Dari poin ini saja, sudah terlihat bahwa hanya Islam sebagai sistem yang mengambi aturan dari Dia yang menciptakan yang bisa mewujudkannya. Hanya satu masalahnya, manusia mau tidak diatur oleh sistem yang jelas berasal dari Sang Pencipta ini? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Sabtu, 27 Feb 2021 01:20

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Jum'at, 26 Feb 2021 20:30

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Jum'at, 26 Feb 2021 19:35

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Jum'at, 26 Feb 2021 18:14

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

Jum'at, 26 Feb 2021 15:00

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Jum'at, 26 Feb 2021 11:47

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Jum'at, 26 Feb 2021 10:29

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:54

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

Jum'at, 26 Feb 2021 06:49

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:36

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Jum'at, 26 Feb 2021 06:25

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Kamis, 25 Feb 2021 22:26

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Kamis, 25 Feb 2021 21:43

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Kamis, 25 Feb 2021 21:27

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Kamis, 25 Feb 2021 21:26

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Kamis, 25 Feb 2021 21:10

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Kamis, 25 Feb 2021 20:35

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Kamis, 25 Feb 2021 20:05

Militer Armenia Serukan Pengunduran Diri PM Nikol Pashinyan

Militer Armenia Serukan Pengunduran Diri PM Nikol Pashinyan

Kamis, 25 Feb 2021 19:45

Laporan: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Terbang Ke Turki Dengan Jet Pribadi Sitaan MBS

Laporan: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Terbang Ke Turki Dengan Jet Pribadi Sitaan MBS

Kamis, 25 Feb 2021 19:15


MUI

Must Read!
X