Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.607 views

Sistem Neolib Gagal Jamin Kedaulatan Pangan

 

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S

Harga kedelai melambung tinggi di awal tahun 2021. Para produsen tahu dan tempe pun mogok produksi selama tiga hari berturut-turut. Akhirnya rakyat harus rela untuk tidak mengonsumsi tempe-tahu di waktu tersebut. Meski setelahnya, produksi tempe-tahu kembali berjalan, namun tetap menyisakan perih bagi rakyat, sebab harganya naik dari biasanya.

Ternyata mogoknya produksi tempe dan tahu beberapa waktu lalu adalah bentuk protes pengusaha tempe-tahu disebabkan oleh naiknya komoditas kedelai di pasar global. Akhirnya harga jual kedelai di Indonesia pun ikut naik, yakni mencapai Rp9500-10.000/kg padahal biasanya hanya kisaran Rp.6.500-7.000/kg.

Tak hanya itu, Satgas Pangan Polri menemukan temuan mengejutkan yakni adanya penimbunan di gudang importir. Itulah yang menyebabkan harga kedelai melonjak tinggi. Karena memang di Indonesia, impor kedelai dikuasai oleh sekitar 2-3 perusahaan importir saja. Merekalah yang menguasai kuota kedelai impor hingga 66,5%. Keberadaan para importir tersebut mampu memainkan harga kedelai di dalam negeri dan pembatasan pasokan.

Sungguh ironis! Indonesia yang memiliki kekayaan alam melimpah, faktanya tidak mampu berdaulat dalam hal pangan. Kebutuhan kedelai di dalam negeri tidak mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Sebaliknya Indonesia justru bergantung pada impor dari luar negeri.

Ketergantungan Indonesia terhadap impor ini tidak bisa dilepaskan dari adanya liberalisasi perdagangan yang diterapkan saat ini. Hal tersebut sebagai konsekuensi atas ketergabungan Indonesia dengan organisasi perdagangan internasional, yakni WTO. Dengan itu, Indonesia harus tunduk pada berbagai aturan yang ditetapkan oleh WTO. Diantaranya mengurangi subsidi ekspor, mengurangi subsidi di dalam negeri. membuka akses pasar untuk pelaku perdagangan insternasional.

Begitulah hakikatnya liberalisasi perdagangan dalam sistem neolib.  Membuka ruang yang seluas-luasnya bagi cengkraman asing terhadap negeri ini. Sehingga Indonesia tidak memiliki kedaulatan sama sekali. Hal itu jelas merugikan rakyat, sebaliknya menguntungkan para penguasa dan asing.

Salah satu implikasi dari adanya liberalisasi perdagangan adalah penghapusan bea impor sehingga menyebabkan indonesia diserbu  oleh para negara importir. Dan akhirnya produsen di dalam negeri gigit jari.

Pemerintah dalam sistem neoliberal terbukti telah gagal dalam mewujudkan kedaulatan pangan.  Tidak ada jaminan bagi produsen kedelai lokal oleh negara. Sebaliknya lahan-lahan kedelai menyusut, tidak ada perlindungan harga di tingkat petani yang menyebabkan petani senantiasa merugi, akhirnya memilih berhenti menanam kedelai. Selain itu, varietas unggul kedelai di dalam negeri yang kian merosot. Akibatnya, kedelai impor banyak menjadi pilihan karena kualitasnya lebih bagus.

Jelaslah bahwa Indonesia tidak memiliki visi politik pangan yang jelas sehingga tidak mampu berdaulat. Hal tersebut juga menunjukkan telah hilangnya fungsi negara yang benar, yakni sebagai pemelihara atas rakyatnya.

Dalam sistem neolib hari ini, pemerintah mandul dari fungsinya sebagai pelayan rakyat. Sebaliknya pemerintah hari ini hanya berfungsi sebagai regulator, yakni perantara saja, bukan penanggungjawab utama terpenuhinya kebutuhan rakyat.

Sementara itu, sistem Islam memiliki mekanisme yang jelas dan khas dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Negara tidak boleh bergantung pada impor, sebaliknya negara harus mengoptimalkan produksi di delam negeri. Setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan negara dalam rangka mewujudkan swasembada pangan, yakni:

Pertama, intensifikasi pertanian, yakni menyediakan bibit unggul bagi petani, menjamin ketersediaan alat-alat pertanian, menjamin ketersediaan pupuk, dll.

Kedua, ekstensifikasi pertanian, yakni negara wajib menjamin ketersediaan lahan pertanian, membangun infrastruktur yang dapat menopang kelancaran distribusi hasil pertanian, membangun saluran irigasi, dan sebagainya.

Negara juga harus menindak tegas para pelaku penimbunan. Karena dalam Islam, penimbunan adalah sesuatu yang diharamkan, apalagi jika sampai menimbulkan kelangkaan barang sehingga memicu lonjakan harga.

Dari Ma’mar bin Abdullah; Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan penimbunan melainkan dia adalah pendosa.” (HR. Muslim, no. 1605)

Negara juga akan menerapkan sistem politik tanah, yakni akan mengambil alih lahan yang oleh pemiliknya tidak dimanfaatkan selama tiga tahun berturut-turut. Status tanah tersebut menjadi tanah mati. Negara berhak mengelola tanah tersebut atau memberikan tanah tersebut kepada seseorang untuk dikelola/dihidupkan kembali. Sehingga dalam naungan sistem Islam ketersediaan lahan tentu tak perlu dikhawatirkan.

Rasulullah Saw bersabda:

"Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Dalam pandangan Islam, negara harus berupaya memenuhi kebutuhan rakyatnya secara optimal, bukan menyerahkan kepada koorporasi. Oleh karena itu, untuk menghentikan ketergantungan impor kita tidak bisa tetap berharap dalam sistem hari ini, karena sistem saat ini meniscayakan Indonesia tunduk pada perjanjian-perjanjian dagang internasional. Mustahil bisa mandiri dalam menentukan kebijakan.

Selama negeri ini menerapkan sistem demokrasi liberal, maka selama itu pula lah negeri ini akan tersandera, sehingga kedaulatan pangan yang diharapkan tak akan pernah dapat terwujud. Oleh karena itu, hanya dengan tegaknya Khilafah saja lah negeri ini dapat terlepas dari ketergantungan impor. Dengan begitu pula negeri ini berdaulat dan rakyatnya akan sejahtera lagi mulia. Wallahu'alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00

Anies Tak Mempan Diserang Isu Intoleran, Radikal, dan Terorisme

Anies Tak Mempan Diserang Isu Intoleran, Radikal, dan Terorisme

Senin, 15 Aug 2022 21:04

Israel Klaim Blokir 'Terowongan Serang' Dari Gaza

Israel Klaim Blokir 'Terowongan Serang' Dari Gaza

Senin, 15 Aug 2022 20:51

Masyarakat Kesulitan Dapat  Pertalite, Legislator Minta Penjelasan Pertamina

Masyarakat Kesulitan Dapat Pertalite, Legislator Minta Penjelasan Pertamina

Senin, 15 Aug 2022 10:43

Karhutla Terjadi Lagi, Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api

Karhutla Terjadi Lagi, Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api

Ahad, 14 Aug 2022 22:12

Akademi Dakwah Indonesia Gelar Mukernas ke-III di Bandung

Akademi Dakwah Indonesia Gelar Mukernas ke-III di Bandung

Ahad, 14 Aug 2022 22:07

Kampanye Anti-Israel Global BDS Kecam Standar Ganda Barat Tentang Perang Ukraina Dan Gaza

Kampanye Anti-Israel Global BDS Kecam Standar Ganda Barat Tentang Perang Ukraina Dan Gaza

Ahad, 14 Aug 2022 20:20

Mendudukkan Posisi Islam dan Budaya dalam Menyatukan Keberagaman

Mendudukkan Posisi Islam dan Budaya dalam Menyatukan Keberagaman

Ahad, 14 Aug 2022 16:50

Wahdah Islamiyah Silaturahmi dengan Kementerian Pertahanan

Wahdah Islamiyah Silaturahmi dengan Kementerian Pertahanan

Ahad, 14 Aug 2022 16:44

Waspada, Inflasi Tinggi Berpotensi Turunkan Level Ekonomi 67% Rakyat

Waspada, Inflasi Tinggi Berpotensi Turunkan Level Ekonomi 67% Rakyat

Ahad, 14 Aug 2022 14:36

7 Orang Terluka Dalam Serangan Penembakan Di Sebuah Bus Di Kota Yerusalem

7 Orang Terluka Dalam Serangan Penembakan Di Sebuah Bus Di Kota Yerusalem

Ahad, 14 Aug 2022 14:15

Anies Berpeluang Diusung Capres 2024 Oleh Partai-partai Ini

Anies Berpeluang Diusung Capres 2024 Oleh Partai-partai Ini

Sabtu, 13 Aug 2022 21:01

Qatar Setuju Biayai Renovasi Rumah-rumah Di Gaza Yang Hancur Selama Konflik Israel-Jihad Islam

Qatar Setuju Biayai Renovasi Rumah-rumah Di Gaza Yang Hancur Selama Konflik Israel-Jihad Islam

Sabtu, 13 Aug 2022 20:05


MUI

Must Read!
X