Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.339 views

Konflik Afganistan dan Potensi Alam yang Diperebutkan

 

Oleh: Wenny Suhartati, S.Si.

Afganistan masih terus bergejolak. Konflik politik dan keamanan yang terus berkepanjangan menempatkan negara ini dalam deretan negara yang bermasalah. Bahkan, Afganistan saat ini termasuk salah satu negara termiskin di dunia.

Posisi Strategis Secara Geografis

Secara historis, sejak dulu Afganistan memang telah menjadi magnet perebutan pengaruh dari negara-negara besar. Meskipun secara geografis wilayahnya tidak memiliki akses ke laut (lockland) dan  banyak terdiri dari pegunungan yang gersang, namun posisinya menempatkannya sebagai tempat pijakan lalu lintas dan pintu gerbang bagi setiap peperangan dan penaklukan di benua Asia.

Afganistan yang mempunyai posisi di tengah benua Asia dan berbatasan langsung dengan Cina di timur laut membuat kawasan ini sejak dulu masuk dalam jalur sutra yang menghubungkan Cina dengan kawasan lain di Timur Tengah dan Asia lainnya. Selain itu, posisinya yang strategis juga sebagai penyekat kekuatan besar di Asia Tengah. Ketika masa penjajahan Inggris di India, Afganistan menjadi penyekat antara Kekaisaran Rusia dan Imperium Inggris.

Tetapi setelah perang dunia II, Amerika Serikat baru menyadari posisi penting dari Afganistan, yaitu sebagai pintu pembatas bagi Rusia dan Cina dari arah Asia Tengah serta posisi strategisnya untuk menjadi jalur lintas pipa minyak bumi dan gas dari Asia Tengah.

Kekayaan Tambang Mineral Afganistan

Dan kini ditambah lagi dengan fakta, ternyata Afganistan menyimpan sumber kekayaan mineral cukup besar yang belum tersentuh karena rentetan konflik yang mencabik-cabik negeri ini. Dengan jatuhnya Afganistan ke tangan kelompok Taliban, secara otomatis akan mengalihkan penguasaan atas kekayaan tambang mineral di negara itu.

Pada tahun 2010, ilmuwan dan pakar keamanan yang mendirikan kelompok Ecological Futures, Rod Schoonover, mengatakan bahwa Afganistan sebenarnya adalah salah satu wilayah yang paling kaya akan logam mulia tradisional dengan nilai cadangan mineral mencapai satu triliun dollar AS (Kompas.com, 20/08/2021).

Kekayaan tambang tersebut antara lain bijih besi, tembaga, lithium, kobalt dan logam langka dengan kandungan yang cukup banyak di Afganistan. Sedangkan harga dari banyak komoditas mineral tersebut semakin meroket dengan pertumbuhan tahunan sebesar 20 persen dibandingkan dengan beberapa tahun lalu yang hanya berkisar 5-6 persen, seiring dipicu oleh adanya tansisi global dari energi fosil ke energi hijau.

Incaran Negara Kapitalis

Potensi kekayaan alam yang demikian besar ini tentunya tidak akan dibiarkan begitu saja oleh negara kapitalis. Afganistan menjadi incaran negara-negara besar seperti Amerika, Rusia dan Cina. Terlebih kondisi Afganistan saat ini yang belum kondusif akibat gejolak perpolitikan pasca jatuhnya Afganistan ke Taliban. Pengaruh hubungan diplomatik dengan Afganistan pastinya menjadi ajang rebutan negara-negara yang eksploitatis ini.

Hal ini jelas terlihat dari bagaimana upaya Amerika Serikat untuk tetap mempertahankan eksistensinya di Afganistan. Upaya politik AS dilakukan melalui perjanjian Doha, Qatar dengan pihak Taliban pada akhir Februari 2020. Sebelumnya, sejak invasi AS ke Afganistan tahun 2001 tidak pernah terjadi negosiasi antar kedua belah phak.

Namun, rasa frustasi AS yang gagal menguasai Afganistan selama 20 tahun membuat AS melakukan negosiasi dengan Taliban di perjanjian Doha, Qatar. Perjanjian ini merupakan bentuk negosiasi jaminan antara kedua belah pihak. Bagi Amerika, meski tentaranya hengkang dari Afganistan namun kepentingannya di Afganistan tetap tidak akan terusik oleh Taliban. Begitu pula Taliban yang ingin menguasai Kabul, tentara AS tidak boleh mengganggu kepentingan mereka.

Sedangkan Cina mengkuatirkan keamanan proyek infrastruktur utamanya di bawah BRI (Belt and Road Initiative). Tanpa kesepahaman dengan Taliban, proyek-proyek BRI di kawasan, terutama CPEC (China-Pakistan Economic Corridor), akan rentan terhadap serangan teroris.

Dan sebagai produsen dari hampir setengah industri barang yang beredar di seluruh dunia, Cina sangat haus akan bahan baku mineral. Salah satu pertambangan raksasa Asia, Metallurgical Corporation of China (MCC) telah memiliki konsesi 30 tahun untuk menambang tembaga di provinsi Logar yang tandus di Afganistan. Saat ini Cina sudah dalam posisi berada di Afganistan untuk menambang mineral ini.

Independen dengan Islam

Semua negara adidaya berusaha untuk mengamankan kepentingannya masing-masing di Afganistan. Walhasil, Afganistan tidak pernah kosong dari persaingan kekuatan internasional untuk menguasainya. Tentu saja apa yang terjadi di negeri muslim Afganistan ini merupakan kejadian yang begitu memilukan. Kaum muslim yang seharusnya kuat, umat yang terbaik, namun kenyataannya justru berada dalam kendali asing yang berebut pengaruh kepentingan di daerah tersebut.

Inilah gambaran nyata ketika kaum muslim tidak bersatu dan masih terpecah belah, serta tidak disatukan dalam satu institusi politik Islam yang shohih. Seandainya kaum muslim menerapkan sistem pemerintahan Islam yang kaffah maka kekuatan asing yang berebut di salah satu wilayah Islam akan mampu dihalau.

Dalam sistem Islam tidak diperbolehkan adanya intervensi dari pihak asing, sebab selama asing masih bercokol di wilayah Islam maka kondisi politik dan keamanan masih akan terus disetir oleh mereka. Sebab di dalam pemerintahan Islam, seorang pemimpin akan melindungi wilayahnya dan menutup celah penguasaan asing atas wilayah, kekayaan, jiwa dan kehormatan kaum muslimin.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Al Imam (Khalifah) itu adalah perisai dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh dengan kekuasaannya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan telah terbukti selama 13 abad lebih lamanya ketika Afganistan berada di bawah naungan sistem Islam, tidak terjadi permasalahan baik politik, keamanan maupun kelaparan. Pengelolaan sumber daya alam pun dilakukan oleh negara tanpa ada intervensi pihak asing manapun.

Pada akhirnya dapat kita pahami bahwa Afganistan tidak akan pernah mandiri dan berdaulat secara penuh jika masih ada intervensi dari pihak asing. Kedaulatan hakiki hanya akan didapatkan jika Afganistan berada di bawah naungan sistem Islam yang kaffah. Tentu saja lengkap dengan syariat Islam yang dapat diterapkan secara sempurna untuk melindungi dan memberikan kesejahteraan kepada rakyat secara penuh. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Jum'at, 24 Sep 2021 13:12

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Jum'at, 24 Sep 2021 10:29

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Jum'at, 24 Sep 2021 10:28

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Jum'at, 24 Sep 2021 08:18

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Kamis, 23 Sep 2021 23:53

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Kamis, 23 Sep 2021 22:35

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

Kamis, 23 Sep 2021 22:25

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

Kamis, 23 Sep 2021 21:50

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 20:16

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di  Laut China Selatan

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di Laut China Selatan

Kamis, 23 Sep 2021 20:11

Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Kamis, 23 Sep 2021 19:37

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

Kamis, 23 Sep 2021 19:30

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Kamis, 23 Sep 2021 18:30

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59


MUI

Must Read!
X