Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.527 views

Pendidikan Tanpa Agama Bagaikan Kendaraan Tanpa Tujuan

 

Oleh: Novriyani, M.Pd.

(Praktisi Pendidikan)

 

"Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya,” (TQS Al-Alaq: 3-5).

Pendidikan dan agama sejatinya suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pendidikan dalam setiap jenjang apapun berkaitan dengan agama. Agama sebagai perantara yang selalu dilibatkan dalam setiap nilai-nilai pendidikan. Dalam pendidikan mengajarkan aspek-aspek adab dan akhlak. Aspek tersebut berkaitan dalam nilai-nilai agama. Maka, keduanya sangat dibutuhkan dalam mencetak generasi yang unggul dan berkepribadian mulia.

Namun, apa jadinya jika agama dihilangkan dalam pendidikan? Siapa yang akan menjadi rujukan dalam mencapai visi pendidikan? Bukankah poin dalam pancasila maupun konstitusi mengacu pada nilai-nilai agama juga? Akan menjadi masalah apabila agama dihilangkan dalam pendidikan. Hal ini yang terjadi dalam draf peta jalan pendidikan Indonesia 2035.

Visi pendidikan 2035 yang dimuat dalam draf peta jalan pendidikan berbunyi membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila. Dalam visi tersebut tidak disebutkan secara tersirat frasa agama. Hanya disebutkan nilai-nilai budaya dan Pancasila.

Pernyataan tersebut menuai kontroversi dan sorotan dari ormas Islam, akademisi, hingga politikus. Bagaimana tidak, agama merupakan sesuatu yang sangat fundamental. Sudah jamak bahwa setiap aspek pendidikan maupun aspek lainnya harus dikaitkan dengan agama. Agama selalu diikutsertakan dalam memetakan pendidikan bagi generasi masa depan. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nasir yang menyoroti bunyi kalimat visi pendidikan pada draf peta jalan pendidikan Indonesia. Beliau menilai hal ini bertentangan dengan konstitusi karena tidak memuat nilai agama. (detiknews, 9/3/2021)

Menyikapi hal tersebut, kita dapat merujuk pada ayat 5 pasal 31 UUD 1945 yang selalu menjunjung nilai-nilai agama. Bukankah kemerdekaan diraih karena faktor agama? Bukankah bunyi Pancasila diambil pada nilai-nilai agama juga? Namun, mengapa frasa agama hilang dalam peta jalan pendidikan? Hal ini karena kealpaan atau kesengajaan?

Meskipun peta jalan pendidikan ini masih dalam rencana, namun hal ini terkesan bahwa pemerintah terlalu alergi dengan frasa agama. Pemerintah ingin menjauhkan agama dari aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Negeri ini mayoritas muslim, namun ajaran agamanya tidak tampak ke permukaan. Bahkan merasa alergi menggunakan kata agama dalam kehidupan. Jamak begitu meningkatnya kasus pelecehan dalam instansi pendidikan. Karena jauhnya nilai-nilai agama yang seharusnya dijadikan standar dalam aspek kehidupan.

Tidak berhenti sampai di sana, pemerintah saat ini tengah menyuarakan gagasan moderasi beragama. Sepintas gagasan ini terdengar bagus karena tertera point agama yang bersanding dalam kata moderasi tersebut. Namun, seyogyanya makna dari moderasi beragama merupakan gagasan yang menempatkan semua agama sama dan setimbang.

Arah moderasi beragama ini mengikuti arah Barat, yaitu mengikuti segala kebijakan dan pesanan yang dibuat oleh Barat. Meskipun konteksnya beragama, namun agama yang dimaksud bukanlah Islam. Dalam hal ini, Barat ingin menyebarluaskan dimensi-dimensi kunci peradaban demokrasi. Termasuk di dalamnya gagasan tentang HAM, kesetaraan gender, pluralisme, menerima sumber-sumber hukum non-sektarian, bentuk-bentuk legitimasi terhadap kekerasan, hingga merekrut para intelektual dan generasi saat ini untuk menerima gagasan tersebut.

Moderasi beragama dibuat untuk menggoyangkan dan melemahkan Islam. Seperti komentar Snouck Hurgronje,

" Jika tidak bisa membuat umat Islam meninggalkan Islam, buat mereka tidak melaksanakan Syariatnya".

Jamak jika Barat terus menyuarakan gagasan ini. Sekalipun mereka tidak dapat membuat masyarakat meninggalkan Islam, mereka akan membuat kebijakan dan aturan yang membuat masyarakat jauh dari syariat (aturan Islam). Mulai dengan cara mengubah kurikulum, pembaruan buku-buku ajar dengan menghilangkan nilai-nilai agama, penyusunan buku moderasi agama, hingga tayangan yang jauh dari agama.

Akan seperti apa generasi saat ini jika agama ditiadakan dalam peta jalan pendidikan. Generasi akan semakin sekuler dan liberal. Bahkan generasi seperti ini tidak dapat diharapkan untuk menjadi pembela Islam dan pembangunan peradaban mulia.

Menyikapi hal ini, sudah saatnya generasi ini dipahamkan bahwa moderasi beragama adalah paham rusak yang berasal dari Barat dan harus ditolak. Generasi saat ini harus berupaya untuk belajar memahami nilai-nilai Islam. Mereka harus terus menggaungkan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat dan mengerahkan segala potensinya untuk melawan moderasi dengan menyuarakan Islam kafah.

Masyarakat harus dipahamkan dampak dengan adanya moderasi beragama tersebut. Saat Barat terus menggaungkan moderasi beragama, maka masyarakat juga terus menyuarakan Islam. Memberikan pemahaman Islam untuk seluruh masyarakat supaya moderasi tidak dapat merusak agama dan mengubah aturannya. 

Tetaplah berupaya untuk tidak menghilangkan frasa agama dalam pendidikan. Bagaimana pun juga frasa agama merupakan bagian terpenting dalam pendidikan, yaitu guna mencetak generasi yang berakhlak mulia dan pembangun peradaban mulia. Wallahu'alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Jum'at, 21 Jan 2022 14:11

Pantau Minyak Goreng Satu Harga, Pemerintah Buka Hotline Pengaduan

Pantau Minyak Goreng Satu Harga, Pemerintah Buka Hotline Pengaduan

Jum'at, 21 Jan 2022 13:34

Kiprah Sandiaga Bisa Menjadi Penyemangat Para Pengusaha dari Persis

Kiprah Sandiaga Bisa Menjadi Penyemangat Para Pengusaha dari Persis

Jum'at, 21 Jan 2022 13:10

Kerap Digunakan Tempat Maksiat, Tiga Hotel di Tasikmalaya Disegel Satpol PP

Kerap Digunakan Tempat Maksiat, Tiga Hotel di Tasikmalaya Disegel Satpol PP

Kamis, 20 Jan 2022 22:14

Negara Eropa Desak Israel Hentikan Pembangunan Unit Rumah Baru Di Yerusalem Timur

Negara Eropa Desak Israel Hentikan Pembangunan Unit Rumah Baru Di Yerusalem Timur

Kamis, 20 Jan 2022 21:35

Seorang Muslimah Di Pakistan Divonis Mati Karena Kirim Pesan Penistaan Dan Karikatur Nabi Lewat WA

Seorang Muslimah Di Pakistan Divonis Mati Karena Kirim Pesan Penistaan Dan Karikatur Nabi Lewat WA

Kamis, 20 Jan 2022 21:10

Senat Prancis Larang Pemakaian Jilbab Di Acara Olahraga

Senat Prancis Larang Pemakaian Jilbab Di Acara Olahraga

Kamis, 20 Jan 2022 20:43

Tendang Sesajen, Niat Baik Belum Tentu Diterima dengan Baik

Tendang Sesajen, Niat Baik Belum Tentu Diterima dengan Baik

Kamis, 20 Jan 2022 18:25

Peluang Usaha Varasi Mobil Bagi hasil 20% di Lumajang, Terbatas!

Peluang Usaha Varasi Mobil Bagi hasil 20% di Lumajang, Terbatas!

Kamis, 20 Jan 2022 18:06

Pemerintah Tetapkan Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga

Pemerintah Tetapkan Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga

Kamis, 20 Jan 2022 16:58

Anis Ingatkan Pemerintah Tidak Bisa Gunakan Dana PEN untuk Pembiayaan IKN

Anis Ingatkan Pemerintah Tidak Bisa Gunakan Dana PEN untuk Pembiayaan IKN

Kamis, 20 Jan 2022 15:52

UU IKN Disahkan: Mungkin Sudah Terlambat Selamatkan Indonesia

UU IKN Disahkan: Mungkin Sudah Terlambat Selamatkan Indonesia

Kamis, 20 Jan 2022 15:11

Mengukuhkan Makna Tawakal bagi Para Pejuang Agama Allah

Mengukuhkan Makna Tawakal bagi Para Pejuang Agama Allah

Kamis, 20 Jan 2022 11:59

The Real Booster

The Real Booster

Kamis, 20 Jan 2022 11:11

Partai Gelora: Eksistensi dan Fungsi MPR Saat Ini Tidak Berjalan dengan Baik

Partai Gelora: Eksistensi dan Fungsi MPR Saat Ini Tidak Berjalan dengan Baik

Kamis, 20 Jan 2022 10:51

Polisi Israel Tangkap 18 Orang Selama Penghancuran Rumah Warga Palestina Di Sheikh Jarrah

Polisi Israel Tangkap 18 Orang Selama Penghancuran Rumah Warga Palestina Di Sheikh Jarrah

Rabu, 19 Jan 2022 21:15

4 Tentara Prancis Terluka Dalam Ledakan Bom Rakitan Di Burkina Faso Utara

4 Tentara Prancis Terluka Dalam Ledakan Bom Rakitan Di Burkina Faso Utara

Rabu, 19 Jan 2022 18:30

Turki Akan Kirim 3.250 Personel Keamanan Ke Qatar Untuk Amankan Piala Dunia 2022

Turki Akan Kirim 3.250 Personel Keamanan Ke Qatar Untuk Amankan Piala Dunia 2022

Rabu, 19 Jan 2022 17:27

Hancur-hancuran Pindah Ibu Kota Negara

Hancur-hancuran Pindah Ibu Kota Negara

Rabu, 19 Jan 2022 07:17

DPR Sahkan RUU IKN dan RUU TPKS, PP KAMMI: Jangan Arogan

DPR Sahkan RUU IKN dan RUU TPKS, PP KAMMI: Jangan Arogan

Rabu, 19 Jan 2022 06:57


MUI

Must Read!
X