Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
17.575 views

Masyarakat Negara Sekuler Turki Menolak Perselingkuhan

Istambul (voa-islam.com) Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Koc dan Sabanci University menunjukkan bahwa orang-orang Turki menentang pasangan yang hidup bersama tanpa menikah alias perselingkuhan.

  
Dunia Bulletin / News Desk
Partai politik Turki dan sumber-sumber media telah membahas pernyataan terbaru Turki Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan pada kohabitasi siswa laki-laki dan perempuan. Sementara itu, sebuah studi baru yang dilakukan oleh universitas-universitas Turki menunjukkan bahwa kebanyakan orang Turki menentang perselingkuhan .
Media Turki melaporkan pada hari Senin bahwa Erdogan mengeluh tentang kurangnya asrama bagi mahasiswa , yang katanya menyebabkan banyak masalah .
" Asrama tidak cukup membawa banyak masalah . Perempuan dan laki-laki mahasiswa tinggal di kediaman yang sama . Ini sejauh ini belum diperiksa . Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai konservatif dan demokrasi kita . Kami memberi perintah kepada gubernur tentang masalah ini . Ini akan di beberapa cara diperiksa , " kata Erdogan .
Setelah laporan itu , partai oposisi utama Turki dan beberapa kelompok politik mulai perdebatan baru , mengatakan intervensi terhadap rumah siswa akan menjadi pelanggaran privasi .
Pemimpin oposisi utama Partai Rakyat Republik ( CHP ) , Kemal Kilicdaroglu , telah memimpin perdebatan hak-hak individu .
Baru-baru ini , wakil perdana menteri Bulent Arinc Turki menguraikan rencana pemerintah untuk memeriksa rumah siswa.
" Tidak ada keberatan hukum atau penghalang untuk mereka yang berusia lebih dari 18 tahun dan yang ingin hidup bersama di rumah-rumah kontrakan . Namun, kita harus tahu ini dengan baik , kita semua adalah ibu dan ayah . Kita hidup dalam masyarakat dengan nilai-nilai dan identitas partai kami adalah demokrasi konservatif. Kami mendapatkan penilaian karena identitas ini , " katanya , saat berbicara dalam Komisi Anggaran Parlemen .
Memperhatikan bahwa ada lebih dari 3 juta mahasiswa di Turki , Arinc mengatakan banyak siswa memilih untuk tinggal di rumah pribadi karena kurangnya ruang yang cukup di asrama .
Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Koc dan Sabanci University menunjukkan bahwa orang-orang Turki menentang pasangan yang hidup bersama dalam hubungan di luar nikah .
Sekitar 72 persen dari orang-orang Turki yang disurvei dalam penelitian ini bertentangan dengan perselingkuhan dan 87 persen dari orang-orang Turki percaya bahwa pasangan harus menikah jika mereka ingin memiliki anak .
Prof Dr Ersin Kalaycioglu dari Sabanci University dan Prof Dr Ali Carkoglu dari Koc University melakukan penelitian dengan 1.555 orang di 59 provinsi . Penelitian dilakukan dalam lingkup lapangan sosial internasional .

Coba bandingkan dengan Indonesia. Sangat jauh. Tempat pelacuran bebas, banci bebas, dan  pacaran lebih bebas lagi. Lihat di Monas, dan tempat-tempat rekreasi, termasuk Ancol, disiang hari, banyak laki-perempuan berpacaran, tanpa sedikitpun ada rasamalu. Selingkuh sudah bukan menjadi hal  baru di Indonesia.

Di perumahan, kantor, dan tempat-tempat apa saja, banyak terjadi di perselingkuhan. Bahkan, di daerah Lamongan, ada kampung selingkuh. laki-laki selingkuh dengan perempuan yang ditinggal suami pergi kerja ke luar negeri, dan perempuan berselingkuh dengan laki-laki yang istrinya pergi kerja di luar negeri, atau dikota lainnya.

Padahal, para pemimpin Indonesia mengagungkan ideologi, yang dianggap luhur, yaitu Pancasila. Tetapi, kehidupan rakyatnya bertambah bobrok, karena tidak ada tauladan dari para pemimpinya.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Koc Tepdan Sabanci University menunjukkan bahwa orang-orang Turki menentang pasangan yang hidup bersama tanpa menikah. Sekalipun, Turki ini, rakyatnya lebih dekat dengan negara Uni Eropa, tetapi mereka masih dapat menjaga identitas mereka.

Partai politik Turki dan sumber-sumber media telah membahas pernyataan terbaru Turki Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, tentang hubungan siswa laki-laki dan perempuan. Sementara itu, sebuah studi baru yang dilakukan oleh universitas-universitas Turki menunjukkan bahwa kebanyakan orang Turki menentang perselingkuhan .

Media Turki melaporkan bahwa Erdogan mengeluh tentang kurangnya asrama bagi mahasiswa yang menyebabkan banyak masalah, Senin, 4/11/2013.

"Meskipun, kehidupan asrama tidak membawa banyak masalah. Mahasiswa perempuan dan laki-laki tinggal di asrama yang sama. Tetapi, sejauh ini belum diperiksa, ujar Erdogan. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai konservatif (Islam), dan demokrasi kita. Kami memberi perintah kepada gubernur tentang masalah ini. Ini akan di diperiksa", kata Erdogan. Sangat dikawatirkan dengan adanya asrama di satu tempat, memungkinkan timbulnya masalah bagi mahasiswa atau pun mahasiswi.

Setelah laporan itu , partai oposisi utama Turki dan beberapa kelompok politik mulai melakukan perdebatan baru , mengatakan intervensi terhadap asrama mahasiswa akan menjadi pelanggaran privasi .

Pemimpin oposisi utama Partai Rakyat Republik ( CHP ), Kemal Kilicdaroglu telah memimpin perdebatan hak-hak individu.

Baru-baru ini , wakil perdana menteri Bulent Arinc Turki menguraikan rencana pemerintah untuk memeriksa asrama mahasiswa.

"Tidak ada keberatan hukum atau penghalang untuk mereka yang berusia lebih dari 18 tahun dan yang ingin hidup bersama di rumah-rumah kontrakan . Namun, kita harus tahu ini dengan baik, kita semua adalah ibu dan ayah . Kita hidup dalam masyarakat dengan nilai-nilai dan identitas partai kami (Islam) adalah dan demokrasi. Kami mendapatkan penilaian, karena identitas ini ", katanya , saat berbicara dalam Komisi Anggaran Parlemen .

Memperhatikan bahwa ada lebih dari 3 juta mahasiswa di Turki , Arinc mengatakan banyak mahasiswa memilih untuk tinggal di rumah pribadi, karena kurangnya ruang yang cukup di asrama .

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Koc dan Sabanci University menunjukkan bahwa orang-orang Turki menentang pasangan yang hidup bersama dalam hubungan di luar nikah .

Sekitar 72 persen dari orang-orang Turki yang disurvei dalam penelitian ini menentang perselingkuhan, dan lebih 87 persen dari orang-orang Turki percaya bahwa pasangan harus menikah, dan mereka memiliki anak dengan penuh tanggungjawab.

Prof Dr Ersin Kalaycioglu dari Sabanci University dan Prof Dr Ali Carkoglu dari Koc University melakukan penelitian dengan 1.555 orang di 59 provinsi . Penelitian dilakukan dalam lingkup lapangan masyarakat Turki. Erdogan menginginkan dibangun lebih banyak asrama mahasiswa, dan dipisahkan antara asrama mahasiswa dengan mahasiswi. af/hh

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Sabtu, 11 Jul 2020 09:20

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 07:04

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

Sabtu, 11 Jul 2020 06:37

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

Sabtu, 11 Jul 2020 05:37

Presiden Gadungan

Presiden Gadungan

Sabtu, 11 Jul 2020 05:00

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Jum'at, 10 Jul 2020 22:41

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

Jum'at, 10 Jul 2020 22:00

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Jum'at, 10 Jul 2020 21:46

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

Jum'at, 10 Jul 2020 21:33

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Jum'at, 10 Jul 2020 21:30

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Jum'at, 10 Jul 2020 21:15

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Jum'at, 10 Jul 2020 21:00

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Jum'at, 10 Jul 2020 19:15

 Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Jum'at, 10 Jul 2020 18:59

Jokowi Merasa Ngeri

Jokowi Merasa Ngeri

Jum'at, 10 Jul 2020 18:40

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Jum'at, 10 Jul 2020 10:45

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X