Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.880 views

Beratnya Tantangan dan Peran Ibu di Masa Depan

Sahabat VOA-Islam...

Maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak, LGBT, kekerasan, pembunuhan, kriminalitas yang dilakukan anak, dsb. menjadi tantangan yang berat bagi ibu. Maka, hal itu menuntut ibu untuk berperan lebih ekstra dalam menjaga anaknya dari kerusakan-kerusakan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan aksi geng motor yang merampok toko pakaian. Mereka berkelompok melakukan kriminalitas yang kebanyakan dari mereka adalah anak di bawah umur.

Ada juga kasus pembunuhan yang terjadi di Serang, Banten. Pembunuhan tersebut disertai pemerkosaan yang pelakunya masih berstatus pelajar. ER (17) membunuh dan memperkosa S (18) gara-gara cintanya ditolak. Tersangka yang masih di bawah umur ini akan diproses hukum sesuai undang-undang dengan perlakuan khusus. Sungguh miris sekali! Bagaimana bisa mereka melakukan itu semua. Kemana orang tua, khususnya ibunya?

Jika kita perhatikan secara mendalam, peran ibu dalam mengasuh dan mendidik anakanya semakin berkurang bahkan hilang. Hal itu disebabkan karena beberapa faktor: pertama, ibu yang dituntut untuk bekerja membantu ayah dalam memenuhi kebutuhan. Dengan kesibukan bekerja, fitrah ibu sebagai pendidik pertama dan utama diabaikan. Akhirnya, fungsi ibu tidak terlaksana dengan baik sehingga pedidikan dan pengasuhan anak pun terlalaikan. Hal ini mengakibatkan anak menjadi salah didik dan salah asuh. Maka, anak akan sangat mudah melakukan hal-hal yang menyimpang.

Kedua, ibu tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam mengasuh dan mendidik anaknya sehingga ibu akhirnya abai dalam pengurusan anak-anaknya. Hal ini berkontribusi dalam rusaknya perilaku anak. Ketidaktahuan ibu dalam mendidik dan mengasuh anak menyebabkan anak bebas berperilaku apapun. Ia tidak mengenal batas-batas mana yang dibolehkan dan dilarang oleh agamanya.

Ketiga, lingkungan sekitar anak hidup dipengaruhi pemahaman yang sekuler dan liberal. Hal ini tampak pada kasus kriminalitas yang dilakukan anak semakin meningkat. Sekulerisme atau paham memisahkan agama dari kehidupan telah membuat para keluarga jauh dari agamanya. Anak menjadi beringas karena ia tidak dekat dengan agamanya.

Orang tuanya pun jauh dari pemahaman agama sehingga mereka tak mendidik anak-anak mereka dengan agama. Selain itu, paham kebebasan (liberalisme) yang dianut bangsa ini turut berperan serta dalam meningkatkan kerusakan moral para anak remaja. Mereka terbiasa hidup permisif atau serba boleh. Akhirnya, segala tindakan yang menyimpang dari agama mudah saja dilakukan tanpa ada rasa takut berdosa.

Ibu seharusnya memahami bahwa ia sebagai tokoh utama dalam melahirkan generasi penerus yang gemilang. Ibu juga pemeran penting bagi tumbuh kembang anak dan sebagai penentu arah perkembangan dan kemajuan anak-anaknya kelak. Oleh sebab itu, peran ibu bukan sekedar ibu biologis bagi anak, tetapi wajib menjadi ibu ideologis yang paham Islam secara kaffah, baik aqidah maupun syariah.

Dengan demikian, kelak ibu mampu mendidik anak-anaknya dengan benar. Ibu seperti ini mampu memahami bahwa tantangan yang akan dihadapi anak-anaknya jauh lebih besar dari yang mereka hadapi saat ini. Maka, ia senantiasa berupaya keras menyiapkan bekal berupa ilmu pengetahuan dan kekuatan mental agar terlahir generasi penerus yang cerdas dengan pemahaman agama yang mendalam dan berkualitas.

Tidak sedikit tokoh-tokoh yang sukses karena peran ibu di belakangnya. Salah satu contoh adalah ibunda Imam Syafi'i, seorang ulama besar yang karyanya diajarkan hingga saat ini. Suaminya meninggal sebelum Imam Syafi'i lahir, ia membesarkannya sendirian, memotivasinya untuk belajar. Usia 7 tahun Syafi'i sudah hafal  Alquran, guru-guru ia datangkan untuk mengajari Syafi'i,  meskipun untuk itu ia harus bekerja keras demi biaya belajar anaknya. Hasilnya, Imam Syafi'i menjadi mujtahid yang hasil ijtihadnya dijadikan referensi hingga kini.

Apakah teladan seperti itu bisa dilakukan perempuan masa kini? Tentu saja bisa, seperti fenomena anak ajaib di Iran, Doktor Sayid Muhammad Husein Thabathaba'i yang memperoleh gelar doktor pada usia 7 tahun dari universitas di Inggris. Pada usia 5 tahun, ia sudah hapal dan paham Alquran. Dan itu tak lepas dari peran ayah dan ibunya yang telah mendidiknya.

Islam sebagai agama sekaligus ideologi sebenarnya telah memberi petunjuk yang sempurna dalam mendidik dan mengasuh anak. Islam sebagai ideologi mampu memberi jaminan optimalisasi fungsi Ibu dengan penerapan Islam secara Kaffah dalam sistem kenegaraan. Negara menjamin pemenuhan Kebutuan dan naluri dalam sistem ekonomi syariah yang diterapkan sehingga ibu tidak perlu keluar rumah untuk bekerja dan bisa berperan penuh dalam mendidik dan mengasuh anak di rumah.

Islam menjadikan lelaki sebagai kepala keluarga, di pundaknya lah tanggung jawab utama lahir batin keluarga. Islam juga sangat proporsional dalam membagi tugas rumah tangga, kepala keluarga diberikan tugas utama untuk menyelesaikan segala urusan di luar rumah, sedang sang ibu memiliki tugas utama yang mulia, yakni mengurusi segala urusan dalam rumah. Norma-norma ini terkandung dalam firman-Nya:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Para lelaki (suami) itu pemimpin bagi para wanita (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (yang lelaki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (yang lelaki) telah memberikan nafkah dari harta mereka” (QS. An-Nisa: 34).

Begitu pula firman-Nya:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

Hendaklah kalian (para istri) tetap di rumah kalian” (QS. Al-Ahzab:33).

Ahli Tafsir ternama Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan perkataannya: “Maksudnya, hendaklah kalian (para istri) menetapi rumah kalian, dan janganlah keluar kecuali ada kebutuhan. Termasuk diantara kebutuhan yang syar’i adalah keluar rumah untuk shalat di masjid dengan memenuhi syarat-syaratnya” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/409).

Inilah keluarga yang ideal dalam Islam, kepala keluarga sebagai penanggung jawab utama urusan luar rumah, dan ibu sebagai penanggung jawab utama urusan dalam rumah.

Sungguh, jika aturan ini benar-benar kita terapkan, dan kita saling memahami tugas masing-masing, niscaya terbangun tatanan masyarakat yang maju dan berimbang dalam bidang moral dan materialnya, tercapai ketentraman lahir batinnya, dan juga teraih kebahagiaan dunia akhiratnya. Wallahu’alam bishawab. [syahid/voa-islam.com]

Kiriman Elli, Ibu Rumah Tangga, Tinggal di Bandung

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Latest News
Senat Prancis Setujui Larangan Muslimah Berjilbab Temani Anak-anak Mereka ke Sekolah

Senat Prancis Setujui Larangan Muslimah Berjilbab Temani Anak-anak Mereka ke Sekolah

Senin, 20 May 2019 22:00

Din Syamsuddin: People Power Tak Langgar Konstitusi

Din Syamsuddin: People Power Tak Langgar Konstitusi

Senin, 20 May 2019 21:55

Rezim Assad Gunakan Gas Beracun untuk Coba Rebut Bukit Kabani dari Oposisi

Rezim Assad Gunakan Gas Beracun untuk Coba Rebut Bukit Kabani dari Oposisi

Senin, 20 May 2019 21:30

Senat Prancis Setujui Larangan Muslimah Berjilbab Temani Anak-anak Mereka ke Sekolah

Senat Prancis Setujui Larangan Muslimah Berjilbab Temani Anak-anak Mereka ke Sekolah

Senin, 20 May 2019 21:00

Saudi Tidak Ingin Perang, Tapi Akan Mempertahankan Diri dengan Segenap Kekuatan

Saudi Tidak Ingin Perang, Tapi Akan Mempertahankan Diri dengan Segenap Kekuatan

Senin, 20 May 2019 20:30

Kelompok Bantuan Internasional Sebut Kondisi di Idlib Suriah Telah Mencapai titik krisis

Kelompok Bantuan Internasional Sebut Kondisi di Idlib Suriah Telah Mencapai titik krisis

Senin, 20 May 2019 20:00

Hamas: Tidak Ada Kompromi dalam Kehidupan Sehari-hari bagi Warga Palestina di Gaza

Hamas: Tidak Ada Kompromi dalam Kehidupan Sehari-hari bagi Warga Palestina di Gaza

Senin, 20 May 2019 19:26

Harga Bawang Putih Naik, Rakyat Menjerit

Harga Bawang Putih Naik, Rakyat Menjerit

Senin, 20 May 2019 14:28

Membedah Persoalan Sebab Kematian Mendadak Petugas Pemilu Dari Perspektif Keilmuan

Membedah Persoalan Sebab Kematian Mendadak Petugas Pemilu Dari Perspektif Keilmuan

Senin, 20 May 2019 13:20

Amien Rais Dipanggil Polisi sebagai Saksi Kasus Makar People Power

Amien Rais Dipanggil Polisi sebagai Saksi Kasus Makar People Power

Senin, 20 May 2019 13:16

Dituduh Makar, Lieus Sungkharisma Diciduk Polda Metro Jaya

Dituduh Makar, Lieus Sungkharisma Diciduk Polda Metro Jaya

Senin, 20 May 2019 12:19

Dana Zakat Seharusnya Dikelola Siapa?

Dana Zakat Seharusnya Dikelola Siapa?

Senin, 20 May 2019 11:40

Solusi Stabilitas Harga Pangan Ada di Tangan Penguasa

Solusi Stabilitas Harga Pangan Ada di Tangan Penguasa

Senin, 20 May 2019 10:47

Proyek OBOR China, Indonesia Terancam Terbakar?

Proyek OBOR China, Indonesia Terancam Terbakar?

Senin, 20 May 2019 09:55

Setop Stigma Negatif pada People Power

Setop Stigma Negatif pada People Power

Senin, 20 May 2019 06:01

Polisi adalah Aparat Negara, Bukan Alat Politik Rezim

Polisi adalah Aparat Negara, Bukan Alat Politik Rezim

Senin, 20 May 2019 04:01

Pasukan India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir

Pasukan India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir

Senin, 20 May 2019 01:39

Hendropriyono Tuding Pendukung Prabowo Mulai Ompong

Hendropriyono Tuding Pendukung Prabowo Mulai Ompong

Ahad, 19 May 2019 23:37

Bus Pariwisata Jadi Sasaran Serangan Bom di Mesir

Bus Pariwisata Jadi Sasaran Serangan Bom di Mesir

Ahad, 19 May 2019 23:14

Titik Balik Otoritarian di Rezim Jokowi

Titik Balik Otoritarian di Rezim Jokowi

Ahad, 19 May 2019 23:01


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X