Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.158 views

Beratnya Tantangan dan Peran Ibu di Masa Depan

Sahabat VOA-Islam...

Maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak, LGBT, kekerasan, pembunuhan, kriminalitas yang dilakukan anak, dsb. menjadi tantangan yang berat bagi ibu. Maka, hal itu menuntut ibu untuk berperan lebih ekstra dalam menjaga anaknya dari kerusakan-kerusakan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan aksi geng motor yang merampok toko pakaian. Mereka berkelompok melakukan kriminalitas yang kebanyakan dari mereka adalah anak di bawah umur.

Ada juga kasus pembunuhan yang terjadi di Serang, Banten. Pembunuhan tersebut disertai pemerkosaan yang pelakunya masih berstatus pelajar. ER (17) membunuh dan memperkosa S (18) gara-gara cintanya ditolak. Tersangka yang masih di bawah umur ini akan diproses hukum sesuai undang-undang dengan perlakuan khusus. Sungguh miris sekali! Bagaimana bisa mereka melakukan itu semua. Kemana orang tua, khususnya ibunya?

Jika kita perhatikan secara mendalam, peran ibu dalam mengasuh dan mendidik anakanya semakin berkurang bahkan hilang. Hal itu disebabkan karena beberapa faktor: pertama, ibu yang dituntut untuk bekerja membantu ayah dalam memenuhi kebutuhan. Dengan kesibukan bekerja, fitrah ibu sebagai pendidik pertama dan utama diabaikan. Akhirnya, fungsi ibu tidak terlaksana dengan baik sehingga pedidikan dan pengasuhan anak pun terlalaikan. Hal ini mengakibatkan anak menjadi salah didik dan salah asuh. Maka, anak akan sangat mudah melakukan hal-hal yang menyimpang.

Kedua, ibu tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam mengasuh dan mendidik anaknya sehingga ibu akhirnya abai dalam pengurusan anak-anaknya. Hal ini berkontribusi dalam rusaknya perilaku anak. Ketidaktahuan ibu dalam mendidik dan mengasuh anak menyebabkan anak bebas berperilaku apapun. Ia tidak mengenal batas-batas mana yang dibolehkan dan dilarang oleh agamanya.

Ketiga, lingkungan sekitar anak hidup dipengaruhi pemahaman yang sekuler dan liberal. Hal ini tampak pada kasus kriminalitas yang dilakukan anak semakin meningkat. Sekulerisme atau paham memisahkan agama dari kehidupan telah membuat para keluarga jauh dari agamanya. Anak menjadi beringas karena ia tidak dekat dengan agamanya.

Orang tuanya pun jauh dari pemahaman agama sehingga mereka tak mendidik anak-anak mereka dengan agama. Selain itu, paham kebebasan (liberalisme) yang dianut bangsa ini turut berperan serta dalam meningkatkan kerusakan moral para anak remaja. Mereka terbiasa hidup permisif atau serba boleh. Akhirnya, segala tindakan yang menyimpang dari agama mudah saja dilakukan tanpa ada rasa takut berdosa.

Ibu seharusnya memahami bahwa ia sebagai tokoh utama dalam melahirkan generasi penerus yang gemilang. Ibu juga pemeran penting bagi tumbuh kembang anak dan sebagai penentu arah perkembangan dan kemajuan anak-anaknya kelak. Oleh sebab itu, peran ibu bukan sekedar ibu biologis bagi anak, tetapi wajib menjadi ibu ideologis yang paham Islam secara kaffah, baik aqidah maupun syariah.

Dengan demikian, kelak ibu mampu mendidik anak-anaknya dengan benar. Ibu seperti ini mampu memahami bahwa tantangan yang akan dihadapi anak-anaknya jauh lebih besar dari yang mereka hadapi saat ini. Maka, ia senantiasa berupaya keras menyiapkan bekal berupa ilmu pengetahuan dan kekuatan mental agar terlahir generasi penerus yang cerdas dengan pemahaman agama yang mendalam dan berkualitas.

Tidak sedikit tokoh-tokoh yang sukses karena peran ibu di belakangnya. Salah satu contoh adalah ibunda Imam Syafi'i, seorang ulama besar yang karyanya diajarkan hingga saat ini. Suaminya meninggal sebelum Imam Syafi'i lahir, ia membesarkannya sendirian, memotivasinya untuk belajar. Usia 7 tahun Syafi'i sudah hafal  Alquran, guru-guru ia datangkan untuk mengajari Syafi'i,  meskipun untuk itu ia harus bekerja keras demi biaya belajar anaknya. Hasilnya, Imam Syafi'i menjadi mujtahid yang hasil ijtihadnya dijadikan referensi hingga kini.

Apakah teladan seperti itu bisa dilakukan perempuan masa kini? Tentu saja bisa, seperti fenomena anak ajaib di Iran, Doktor Sayid Muhammad Husein Thabathaba'i yang memperoleh gelar doktor pada usia 7 tahun dari universitas di Inggris. Pada usia 5 tahun, ia sudah hapal dan paham Alquran. Dan itu tak lepas dari peran ayah dan ibunya yang telah mendidiknya.

Islam sebagai agama sekaligus ideologi sebenarnya telah memberi petunjuk yang sempurna dalam mendidik dan mengasuh anak. Islam sebagai ideologi mampu memberi jaminan optimalisasi fungsi Ibu dengan penerapan Islam secara Kaffah dalam sistem kenegaraan. Negara menjamin pemenuhan Kebutuan dan naluri dalam sistem ekonomi syariah yang diterapkan sehingga ibu tidak perlu keluar rumah untuk bekerja dan bisa berperan penuh dalam mendidik dan mengasuh anak di rumah.

Islam menjadikan lelaki sebagai kepala keluarga, di pundaknya lah tanggung jawab utama lahir batin keluarga. Islam juga sangat proporsional dalam membagi tugas rumah tangga, kepala keluarga diberikan tugas utama untuk menyelesaikan segala urusan di luar rumah, sedang sang ibu memiliki tugas utama yang mulia, yakni mengurusi segala urusan dalam rumah. Norma-norma ini terkandung dalam firman-Nya:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Para lelaki (suami) itu pemimpin bagi para wanita (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (yang lelaki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (yang lelaki) telah memberikan nafkah dari harta mereka” (QS. An-Nisa: 34).

Begitu pula firman-Nya:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

Hendaklah kalian (para istri) tetap di rumah kalian” (QS. Al-Ahzab:33).

Ahli Tafsir ternama Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan perkataannya: “Maksudnya, hendaklah kalian (para istri) menetapi rumah kalian, dan janganlah keluar kecuali ada kebutuhan. Termasuk diantara kebutuhan yang syar’i adalah keluar rumah untuk shalat di masjid dengan memenuhi syarat-syaratnya” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/409).

Inilah keluarga yang ideal dalam Islam, kepala keluarga sebagai penanggung jawab utama urusan luar rumah, dan ibu sebagai penanggung jawab utama urusan dalam rumah.

Sungguh, jika aturan ini benar-benar kita terapkan, dan kita saling memahami tugas masing-masing, niscaya terbangun tatanan masyarakat yang maju dan berimbang dalam bidang moral dan materialnya, tercapai ketentraman lahir batinnya, dan juga teraih kebahagiaan dunia akhiratnya. Wallahu’alam bishawab. [syahid/voa-islam.com]

Kiriman Elli, Ibu Rumah Tangga, Tinggal di Bandung

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Kamis, 19 Sep 2019 23:53

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

Kamis, 19 Sep 2019 23:30

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Kamis, 19 Sep 2019 22:03

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 21:56

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Kamis, 19 Sep 2019 21:05

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kamis, 19 Sep 2019 21:00

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Kamis, 19 Sep 2019 20:47

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Kamis, 19 Sep 2019 20:35

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

Kamis, 19 Sep 2019 20:00

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kamis, 19 Sep 2019 19:42

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Kamis, 19 Sep 2019 19:15

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 18:30

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Kamis, 19 Sep 2019 18:24

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

Kamis, 19 Sep 2019 17:44

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Kamis, 19 Sep 2019 10:57

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Kamis, 19 Sep 2019 10:23

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Kamis, 19 Sep 2019 09:23

Menyoal Film The Santri

Menyoal Film The Santri

Kamis, 19 Sep 2019 08:40

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Kamis, 19 Sep 2019 07:34

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X