Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.808 views

Matinya Fitrah Ibu dalam Cengkeraman Sekulerisme

 

Oleh: Fatimah Azzahra, S.Pd

“I though about week later they might be dead. I didn’t feel like I should return home to save them”.

(japantimes.co.jp, 1/8/2010)

Sanae Shimomura, 23 tahun, tega mengunci kedua anaknya, Sakurako Hagi 3 tahun dan Kaede Hagi 1 tahun, di dalam apartemen. Ia meninggalkan anaknya selama berminggu-minggu. Hingga akhirnya kedua anak tersebut ditemukan sudah membusuk di dalam apartemen. Namun, sang ibu tidak menyesal atas kematian kedua anaknya.

--------------------------------------------------------------------------

“Paman melakukan hal mengerikan padaku. Dia menaruh lipstik ibuku di bibirku. Dan mendorongku keras-keras. Lalu, ibu pulang. Ibu memukuliku, sambil berkata, aku kotor. Lalu, dia memasukkanku ke dalam keresek sampah. Dan membuang sampah kepadaku. Kemudian, ia menaruhku di luar rumah. Paman bilang, aku akan mati kalau tetap di dalam keresek sampah. Tapi, ibu malah bilang,’Aku tidak peduli! Malah bagus kalau begitu’”. (Mother, episode 14)

Real Story

Kematian  mengenaskan yang dialami oleh Sakurako dan Kaede bukan cerita belaka. Ia nyata. Kantor berita di negeri matahari terbit itu menggambarkan adik kakak Hagi ini ditemukan kurus kering. Dalam keadaan telanjang, terlentang diantara tumpukan sampah. Hasil autopsi mengatakan tak ditemukan sisa makanan dalam saluran cerna keduanya. Diduga, kedua anak Sanae ini meninggal karena kelaparan.

Kasus kekerasan terhadap anak oleh ibunya. Kasus pengabaian anak oleh ibunya. Dan kasus senada, kini kian sering terjadi. Bak musim jamur kala penghujan. Hingga saking banyaknya, diangkatlah ia menjadi film. Sebagaimana kasus pengabaian anak di atas diangkat menjadi sebuah film yang berjudul “Sunk into the Womb” pada tahun 2016.

Tak hanya di Jepang, Korea pun merilis film bergenre sama. Tentang penganiayaan anak oleh ibunya. Walau bukan kisah nyata. Drama “Mother” ini mewakili kisah kekerasan anak oleh ibu dan pasangannya yang juga menjamur di Korea sana. Tak cukup Jepang dan Korea, kasus yang sama pun terjadi di negeri kita tercinta. Indonesia. Hingga lahir salah satu filmnya tahun 2016, “Untuk Angelina”. Bukan hanya Jepang, Korea, Indonesia, tapi sebagian besar negara di dunia ini bisa jadi memiliki kasus yang serupa. Walau tak semuanya diadopsi ke layar kaca.

Sedih. Iba. Marah. Benci. Semua bercampur rasa di dada. Heran seheran-herannya. Mengapa bisa ibu yang mengandung, melahirkan darah dagingnya sendiri begitu tega mengabaikan, menganiaya anaknya?

Sekulerisme Biang Keladi

Berderet kasus pilu terjadi menimpa anak-anak tak berdosa. Alasannya pun terasa remeh. Ingin punya waktu luang. Merasa beban dalam mengurus anak. Apalagi suami tak membersamai. Hilang dengan wanita lain. Tak mau bertanggungjawab atas ibu dan buah hatinya.

Perempuan memiliki fitrah mencintai anak-anak. Mengasihi dan menyayangi anak-anak. Karena itu, pengasuhan diberikan kepada ibu. Bonding antara anak dan ibu pun terjadi lebih intens. Mulai dari proses kehamilan. Janin yang berada dalam tubuh ibu bisa merasakan apa yang ibu rasakan. Maka, sering kita dengar  kalau ibu hamil harus mengatur emosinya. Tidak boleh stress karena akan mempengaruhi kondisi janin. Hal ini berlanjut setelah melahirkan. Ibu harus menyusui sang bayi  dalam hitungan jam. Ini adalah fase lanjutan bonding antara anak dan ibu. Demikian seterusnya.

Bahkan pelukan dari orangtua, khususnya ibu bisa membawa keajaiban bagi sang buah hati. Kala demam melanda, pelukan skin to skin bisa membuat demam reda. Saat sakit menghampiri, pelukan bisa menstimulus keluarnya hormon endorphin. Hormon ini adalah natural pain killer. Hingga tak heran kala anak sakit, ia ingin selalu digendong, dipeluk, tak mau lepas dari ibu.

Sayangnya, fitrah ibu nan mulia ini telah rusak bahkan mati pada sebagian ibu. Bukan cinta yang hadir kala bersama anak, namun benci dan amarah. Karena menganggap anak sebagai beban, bukan anugerah. Ini hadir karena racun sekulerime mencengkram dalam benak manusia masa kini.

Sekulerisme. Paham memisahkan agama dari kehidupan. Membuat hidup kering kerontang. Kering dari keimanan. Lemah tak berdaya karena tiada Rabb sebagai tempat bersandar. Tiada Rabb untuk tempat mengadu. Semua terasa berat karena dipikul sendiri. Tak punya tempat bernaung. Tak ada yang diandalkan.

Sayangnya, paham ini laku keras saat ini. Agama jadi hal yang kuno untuk dibicarakan. Keberadaan Tuhan mulai dipertanyakan. Kewajiban pun terasa menjadi beban. Hingga terombang-ambinglah dalam kehidupan.

Kembali dalam Pelukan Agama, Islam

Coba kalau para ibu memiliki keimanan sekokoh karang. Badai sekencang apapun,sebuas apapun, para ibu akan bertahan. Karena dengan iman, ibu percaya, ada Allah bersama mereka. Allah, Rabb Pencipta Alam semesta dan seluruh isinya jauh lebih hebat daripada masalah kita. Dengan mendekat pada Allah, para ibu punya sandaran yang tak terkalahkan.

Fitrah ibu pun akan tetap terjaga. Masalah finansial, akan yakin dengan konsep rezeki. Haqqul yakin bahwa rezeki itu dari Allah, bukan dari suami, dari atasan. Tentu diiringi dengan ikhtiar yang sesuai syaria’t Islam. Masalah rumah tangga, selama berpegang pada agama, insyaallah dinaungi oleh Allah swt. Bukan berarti rumah tangga tanpa masalah, tapi masalah akan terlihat kecil jika kita sudah yakin ada Allah yang Maha Besar. Allah akan tunjukkan solusi dari setiap permasalahan kita.

Sehebat apapun negara di mata dunia, tapi kalau sekulerime sudah bercokol disana. Lihat dan tunggulah kehancurannya. Mulai dari institusi negaranya, sampai ke institusi keluarga. Karena tak mau diatur oleh agama. Menganggap agama sebagai candu. Padahal aturan yang mereka buat penuh cela. Menimbulkan permasalahan di atas permasalahan lainnya.

Sudah saatnya kita kembali dalam pelukan agama. Singkirkan racun pemisahan agama dari kehidupan dunia. Justru dunia kita butuh agama. Butuh aturan dari Rabb Pencipta Alam Semesta. Yang tak pernah salah memberikan aturan-Nya dalam mengatur dunia dan seisinya. Pun kita, harusnya percaya, bahwa aturan Allah itu yang terbaik bagi kita.

Wallahua’lam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
HTS Tolak Serahkan Senjata dan Mundur dari Zona Demiliterisasi di Idlib Suriah

HTS Tolak Serahkan Senjata dan Mundur dari Zona Demiliterisasi di Idlib Suriah

Senin, 15 Oct 2018 20:15

Qatar Desak Saudi Ungkap Nasih 4 Warga Mereka yang 'Dihilangkan Paksa' oleh Riyadh

Qatar Desak Saudi Ungkap Nasih 4 Warga Mereka yang 'Dihilangkan Paksa' oleh Riyadh

Senin, 15 Oct 2018 20:05

MUI-Kominfo Ajak Generasi Milenial Bijak Gunakan Gadget

MUI-Kominfo Ajak Generasi Milenial Bijak Gunakan Gadget

Senin, 15 Oct 2018 18:55

Rumah DP Nol Rupiah Terealisasi, Fahira Idris Puji Anies Baswedan

Rumah DP Nol Rupiah Terealisasi, Fahira Idris Puji Anies Baswedan

Senin, 15 Oct 2018 18:48

DPRD Pangandaran Desak Pelaku LGBT Direhabilitasi

DPRD Pangandaran Desak Pelaku LGBT Direhabilitasi

Senin, 15 Oct 2018 18:35

Notaris Muslim Indonesia Terjun ke Wilayah Bencana Palu

Notaris Muslim Indonesia Terjun ke Wilayah Bencana Palu

Senin, 15 Oct 2018 17:50

Pejabat Taliban: AS Setuju Untuk Bahas Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Pejabat Taliban: AS Setuju Untuk Bahas Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Senin, 15 Oct 2018 12:35

Inggris, Prancis dan Jerman Desak Saudi Beri Tanggapan Rinci Atas Hilanngya Jamal Khashoggi

Inggris, Prancis dan Jerman Desak Saudi Beri Tanggapan Rinci Atas Hilanngya Jamal Khashoggi

Senin, 15 Oct 2018 11:18

Jebakan Sekularisme Melalui Media Digital

Jebakan Sekularisme Melalui Media Digital

Senin, 15 Oct 2018 10:59

Kemampuan Jokowi Menghibur: Ekonomi Meroket dan Tawa IMF

Kemampuan Jokowi Menghibur: Ekonomi Meroket dan Tawa IMF

Senin, 15 Oct 2018 10:45

Mukerwil Ke-1 Dewan Dakwah Aceh Siap Hadapi Tantangan Dakwah

Mukerwil Ke-1 Dewan Dakwah Aceh Siap Hadapi Tantangan Dakwah

Senin, 15 Oct 2018 10:07

Bantuan untuk Desa Terisolir di Donggala

Bantuan untuk Desa Terisolir di Donggala

Senin, 15 Oct 2018 09:51

Kepastian Perbaikan BPJS Kesehatan di tangan Prabowo-Sandi

Kepastian Perbaikan BPJS Kesehatan di tangan Prabowo-Sandi

Senin, 15 Oct 2018 09:45

Saudi Ancam Balas Sanksi yang Lebih Keras jika Dihukum atas Kasus Jamal Khasoggi

Saudi Ancam Balas Sanksi yang Lebih Keras jika Dihukum atas Kasus Jamal Khasoggi

Ahad, 14 Oct 2018 21:45

Saham Saudi Terjun Bebas Setelah Trump Ancam Beri Hukuman Berat Terkait Hilangnya Kashoggi

Saham Saudi Terjun Bebas Setelah Trump Ancam Beri Hukuman Berat Terkait Hilangnya Kashoggi

Ahad, 14 Oct 2018 21:25

Netanyahu Ancam Beri 'Pukulan Sangat Kuat' Kepada Hamas Jika Serangan Tidak Berhenti

Netanyahu Ancam Beri 'Pukulan Sangat Kuat' Kepada Hamas Jika Serangan Tidak Berhenti

Ahad, 14 Oct 2018 20:43

Mantan Anggota DPR sebut Pasal Ini Ada Konsep Komunisme

Mantan Anggota DPR sebut Pasal Ini Ada Konsep Komunisme

Ahad, 14 Oct 2018 16:31

Amien Rais Diperiksa terkait Ratna Sarumpaet, Ka'ban: Terlalu Mengada-ngada

Amien Rais Diperiksa terkait Ratna Sarumpaet, Ka'ban: Terlalu Mengada-ngada

Ahad, 14 Oct 2018 15:31

Kritik Tajam Fadli terkait Pidato Jokowi di hadapan IMF

Kritik Tajam Fadli terkait Pidato Jokowi di hadapan IMF

Ahad, 14 Oct 2018 14:31

Pembatalan Seminar di UGM, Dua Aktivis Singgung Orba

Pembatalan Seminar di UGM, Dua Aktivis Singgung Orba

Ahad, 14 Oct 2018 13:31


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X