Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.990 views

Kekerasan Seksual pada Perempuan, Adakah Solusinya?

 

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) sejak awal diwacanakan ke publik, nyatanya menuai banyak pro dan kontra. Betapa tidak, beberapa pasal yang terdapat dalam RUU tersebut disinyalir bersifat ambigu dan dikhawatirkan justru menjadi payung hukum bagi legalnya kemaksiatan di negeri ini.

Sebagaimana kita tahu bahwa hal yang disoroti dalam RUU P-KS adalah soal “kekerasan” seksual. Maka siapa pun yang dinilai melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan akan dapat terkena delik pidana. Nantinya bukan tidak mungkin, para suami yang “memaksa” istrinya berhubungan intim juga akan terkena delik pidana ini. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dilontarkan oleh Komnas Perempuan beberapa waktu lalu, bahwa suami yang memaksa istrinya berhubungan badan, maka hal tersebut termasuk pemerkosaan dalam rumah tangga. Istri dapat melaporkan suaminya. Dan suami akan dapat dikenai sanksi pidana.

Tak hanya itu, RUU P-KS ini tidak menyentuh sama sekali persoalan zina yang notabenenya dilakukan atas dasar suka sama suka. Selama tidak ada unsur kekerasan di dalamnya, maka hal tersebut seolah sah di mata hukum. Ini juga jelas sangat berbahaya. Mengingat populasi kasus seks bebas di kalangan remaja selalu meningkat setiap tahunnya. Jelas ini bukanlah fakta yang boleh kita anggap remeh, karena rusaknya generasi akan berpengaruh pada warna peradaban di masa depan.

Alih-alih dipromosikan untuk menyelamatkan perempuan dari ancaman, sebaliknya RUU ini justru mendaat menolakan dari kaum perempuan sendiri. Sebagaimana dilansir oleh Medcom.id (14-07-2019) bahwaSejumlah perempuan yang tergabung dalam Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menggelar aksi menolak RUU P-KS, karena tidak memiliki tolak ukur yang jelas dan bisa multitafsir.

Tak hanya itu, Majelis Nasional Forum Alumni HMI-wati (Forhati) juga menolak RUU P-KS ini karena dinilai melanggar norma agama serta sarat dengan muatan feminisme dan liberalisme. Sehingga memunculkan celah legislasi tindakan LGBT dan pergaulan bebas. (Antaranews.com/15-07-2019)

Sangat nyata bahwa produk hukum yang dikeluarkan dalam kerangka sistem sekular-liberal hari ini tidak mampu menyelamatkan perempuan dalam kehinaan, sebaliknya justru menambah masalah baru. Semakin menjerumuskan perempuan ke dalam kubangan nista penuh dosa. Dan yang paling asasi dari munculnya RUU tersebut adalah kesalahan berpikir penyebab terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan.

Dalam pandangan sistem hari ini, kekerasan terhadap perempuan disebabkan oleh adanya ketimpangan gender. Laki-laki menjadi makhluk superior, sehingga kaum perempuan termarginalkan. Posisinya tidak menguntungkan. Makanya perempuan butuh payung hukum yang dapat menindak tegas segala bentuk kekerasan yang terjadi pada dirinya. Namun faktanya, pandangan ini cacat pikir.

Sesungguhnya segala bentuk kekerasan yang menimpa kaum perempuan, termasuk di dalamnya kekerasan seksual, adalah buah dari tidak diterapkannya syariat Islam dalam kehidupan. Tidak mungkin ada lelaki yang melecehkan perempuan, jika iman dan pemahaman agamanya kokoh mengakar dalam dirinya. Tidak mungkin pula ada perempuan yang dilecehkan jika ia menjalankan perintah Allah untuk menutup rapat seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Tidak mungkin pula ada kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, jika suami dan istri paham hak dan kewajibannya sesuai yang digariskan syariat. Inilah lingkup ketakwaan individu yang akan menjadi pilar pertama dalam penerapan syariat Islam dalam kehidupan.

Disamping itu, tak mungkin ada kekerasan terhadap perempuan, serta munculnya aneka kemaksiatan di tengah-tengah masyarakat, seperti LGBT, seks bebas, kekerasan terhadap perempuan, jika ada kontrol di tengah-tengah masyarakat. Artinya, setiap orang saling peduli. Budaya amar ma’ruf nahyi mungkar dihidupkan. Inilah pilar ke-2 dalam penerapan syariat Islam. Berbeda dengan sistem liberal hari ini yang menjunjung tinggi individualisme. Sehingga satu sama lain merasa tak perlu ikut campur.

Selanjutnya, tak akan mungkin ada kezaliman yang menimpa perempuan jika syariat Islam diterapkan secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Sebagaimana yang digariskan Islam, bahwa negara berkuasa penuh atas penerapan syariat kepada warga masyarakatnya. Karena sejatinya negara adalah wakil umat dalam menerapkan syariat Islam secara kaffah.

Negara berkewajiban melindungi kehormatan dan kemuliaan perempuan, negara akan melarang segala bentuk aktivitas yang mengekspolitasi kecantikan perempuan. Negara juga akan menutup semua celah pornografi dan pornoaksi. Hal ini dalam rangka mencegah lahirnya budak-budak syahwat. Inilah pilar ke-3 dalam penerapan syariat Islam.

Sungguh, semua pilar tersebut akan mungkin diterapkan dalam naungan sistem Islam semata,bukan sistem sekular-liberal hari ini. Maka sudah saatnya kaum muslimin bahu membahu dalam mewujudkan kembali sistem Islam dalam kehidupan, karena hanya dengan syariat perempuan selamat. Wallahu’alam bi shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Senin, 17 Feb 2020 21:01

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Senin, 17 Feb 2020 20:15

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Senin, 17 Feb 2020 20:06

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

Senin, 17 Feb 2020 20:00

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Senin, 17 Feb 2020 15:38

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Senin, 17 Feb 2020 14:05

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Senin, 17 Feb 2020 13:53

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Senin, 17 Feb 2020 08:54

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Senin, 17 Feb 2020 08:05

Terowongan Silaturahmi, Bukti Presiden Busung Lapar Sejarah?

Terowongan Silaturahmi, Bukti Presiden Busung Lapar Sejarah?

Senin, 17 Feb 2020 00:00

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Ahad, 16 Feb 2020 20:35

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Ahad, 16 Feb 2020 20:11

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Ahad, 16 Feb 2020 17:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X