Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.567 views

Kekerasan Seksual pada Perempuan, Adakah Solusinya?

 

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) sejak awal diwacanakan ke publik, nyatanya menuai banyak pro dan kontra. Betapa tidak, beberapa pasal yang terdapat dalam RUU tersebut disinyalir bersifat ambigu dan dikhawatirkan justru menjadi payung hukum bagi legalnya kemaksiatan di negeri ini.

Sebagaimana kita tahu bahwa hal yang disoroti dalam RUU P-KS adalah soal “kekerasan” seksual. Maka siapa pun yang dinilai melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan akan dapat terkena delik pidana. Nantinya bukan tidak mungkin, para suami yang “memaksa” istrinya berhubungan intim juga akan terkena delik pidana ini. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dilontarkan oleh Komnas Perempuan beberapa waktu lalu, bahwa suami yang memaksa istrinya berhubungan badan, maka hal tersebut termasuk pemerkosaan dalam rumah tangga. Istri dapat melaporkan suaminya. Dan suami akan dapat dikenai sanksi pidana.

Tak hanya itu, RUU P-KS ini tidak menyentuh sama sekali persoalan zina yang notabenenya dilakukan atas dasar suka sama suka. Selama tidak ada unsur kekerasan di dalamnya, maka hal tersebut seolah sah di mata hukum. Ini juga jelas sangat berbahaya. Mengingat populasi kasus seks bebas di kalangan remaja selalu meningkat setiap tahunnya. Jelas ini bukanlah fakta yang boleh kita anggap remeh, karena rusaknya generasi akan berpengaruh pada warna peradaban di masa depan.

Alih-alih dipromosikan untuk menyelamatkan perempuan dari ancaman, sebaliknya RUU ini justru mendaat menolakan dari kaum perempuan sendiri. Sebagaimana dilansir oleh Medcom.id (14-07-2019) bahwaSejumlah perempuan yang tergabung dalam Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menggelar aksi menolak RUU P-KS, karena tidak memiliki tolak ukur yang jelas dan bisa multitafsir.

Tak hanya itu, Majelis Nasional Forum Alumni HMI-wati (Forhati) juga menolak RUU P-KS ini karena dinilai melanggar norma agama serta sarat dengan muatan feminisme dan liberalisme. Sehingga memunculkan celah legislasi tindakan LGBT dan pergaulan bebas. (Antaranews.com/15-07-2019)

Sangat nyata bahwa produk hukum yang dikeluarkan dalam kerangka sistem sekular-liberal hari ini tidak mampu menyelamatkan perempuan dalam kehinaan, sebaliknya justru menambah masalah baru. Semakin menjerumuskan perempuan ke dalam kubangan nista penuh dosa. Dan yang paling asasi dari munculnya RUU tersebut adalah kesalahan berpikir penyebab terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan.

Dalam pandangan sistem hari ini, kekerasan terhadap perempuan disebabkan oleh adanya ketimpangan gender. Laki-laki menjadi makhluk superior, sehingga kaum perempuan termarginalkan. Posisinya tidak menguntungkan. Makanya perempuan butuh payung hukum yang dapat menindak tegas segala bentuk kekerasan yang terjadi pada dirinya. Namun faktanya, pandangan ini cacat pikir.

Sesungguhnya segala bentuk kekerasan yang menimpa kaum perempuan, termasuk di dalamnya kekerasan seksual, adalah buah dari tidak diterapkannya syariat Islam dalam kehidupan. Tidak mungkin ada lelaki yang melecehkan perempuan, jika iman dan pemahaman agamanya kokoh mengakar dalam dirinya. Tidak mungkin pula ada perempuan yang dilecehkan jika ia menjalankan perintah Allah untuk menutup rapat seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Tidak mungkin pula ada kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, jika suami dan istri paham hak dan kewajibannya sesuai yang digariskan syariat. Inilah lingkup ketakwaan individu yang akan menjadi pilar pertama dalam penerapan syariat Islam dalam kehidupan.

Disamping itu, tak mungkin ada kekerasan terhadap perempuan, serta munculnya aneka kemaksiatan di tengah-tengah masyarakat, seperti LGBT, seks bebas, kekerasan terhadap perempuan, jika ada kontrol di tengah-tengah masyarakat. Artinya, setiap orang saling peduli. Budaya amar ma’ruf nahyi mungkar dihidupkan. Inilah pilar ke-2 dalam penerapan syariat Islam. Berbeda dengan sistem liberal hari ini yang menjunjung tinggi individualisme. Sehingga satu sama lain merasa tak perlu ikut campur.

Selanjutnya, tak akan mungkin ada kezaliman yang menimpa perempuan jika syariat Islam diterapkan secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Sebagaimana yang digariskan Islam, bahwa negara berkuasa penuh atas penerapan syariat kepada warga masyarakatnya. Karena sejatinya negara adalah wakil umat dalam menerapkan syariat Islam secara kaffah.

Negara berkewajiban melindungi kehormatan dan kemuliaan perempuan, negara akan melarang segala bentuk aktivitas yang mengekspolitasi kecantikan perempuan. Negara juga akan menutup semua celah pornografi dan pornoaksi. Hal ini dalam rangka mencegah lahirnya budak-budak syahwat. Inilah pilar ke-3 dalam penerapan syariat Islam.

Sungguh, semua pilar tersebut akan mungkin diterapkan dalam naungan sistem Islam semata,bukan sistem sekular-liberal hari ini. Maka sudah saatnya kaum muslimin bahu membahu dalam mewujudkan kembali sistem Islam dalam kehidupan, karena hanya dengan syariat perempuan selamat. Wallahu’alam bi shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Ibu, Engkaulah Guru Pertama Anakmu

Ibu, Engkaulah Guru Pertama Anakmu

Kamis, 03 Dec 2020 21:26

Anis Byarwati Minta  BI Tingkatkan Kualitas SDM Pelaku UMKM

Anis Byarwati Minta BI Tingkatkan Kualitas SDM Pelaku UMKM

Kamis, 03 Dec 2020 19:52

Pejabat AS: Israel Berada di Balik Pembunuhan Ilmuan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Pejabat AS: Israel Berada di Balik Pembunuhan Ilmuan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Kamis, 03 Dec 2020 18:46

Prancis Akan Geledah 76 Masjid di Seluruh Negeri Dalam Beberapa Hari Mendatang

Prancis Akan Geledah 76 Masjid di Seluruh Negeri Dalam Beberapa Hari Mendatang

Kamis, 03 Dec 2020 18:20

Anis Matta: Sudah Waktunya Aksi Kerumunan Umat Islam Diubah Jadi Kekuatan Politik Riil

Anis Matta: Sudah Waktunya Aksi Kerumunan Umat Islam Diubah Jadi Kekuatan Politik Riil

Kamis, 03 Dec 2020 17:17

Soal Calling Visa Israel, Legislator: Pemerintah Harus Segera Cabut!

Soal Calling Visa Israel, Legislator: Pemerintah Harus Segera Cabut!

Kamis, 03 Dec 2020 16:15

Wartawan Mujahid Itu Mendahului Kita

Wartawan Mujahid Itu Mendahului Kita

Kamis, 03 Dec 2020 12:41

Perjalanan Menghantar Sang Mujahid Dakwah

Perjalanan Menghantar Sang Mujahid Dakwah

Kamis, 03 Dec 2020 11:38

Tingkatkan Solidaritas Anak Muda untuk Palestina, Adara Dukung Millennial Peacemaker Festival

Tingkatkan Solidaritas Anak Muda untuk Palestina, Adara Dukung Millennial Peacemaker Festival

Kamis, 03 Dec 2020 11:17

SOHR Klaim 900 Pejuang Suriah Kembali Ke Rumah Setelah Pertempuran Usai di Nagorno-Karabakh

SOHR Klaim 900 Pejuang Suriah Kembali Ke Rumah Setelah Pertempuran Usai di Nagorno-Karabakh

Kamis, 03 Dec 2020 11:16

Taliban dan Pemerintah Afghanistan Capai Kesepakatan Awal Pembicaraan Damai

Taliban dan Pemerintah Afghanistan Capai Kesepakatan Awal Pembicaraan Damai

Kamis, 03 Dec 2020 10:45

NMI Sukses Gelar Milad Keempat dan Munas di Sukabumi

NMI Sukses Gelar Milad Keempat dan Munas di Sukabumi

Kamis, 03 Dec 2020 05:56

Pemerintah Iran Tolak Keputusan Parlemen untuk Meningkatkan Pengayaan Uranium

Pemerintah Iran Tolak Keputusan Parlemen untuk Meningkatkan Pengayaan Uranium

Rabu, 02 Dec 2020 21:35

Amnesty Sebut 57 Orang Dieksekusi di Iran Dengan 'Eksekusi Yang Mengerikan' Dalam 2 Bulan Terakhir

Amnesty Sebut 57 Orang Dieksekusi di Iran Dengan 'Eksekusi Yang Mengerikan' Dalam 2 Bulan Terakhir

Rabu, 02 Dec 2020 20:45

7 Anak Tewas Akibat Bombardir Pemberontak Syi'ah Houtsi di Kota Taiz Yaman

7 Anak Tewas Akibat Bombardir Pemberontak Syi'ah Houtsi di Kota Taiz Yaman

Rabu, 02 Dec 2020 20:05

Menteri Saudi Adel Al-Jubeir Bantah Negaranya Terlibat Pembunuhan Ilmuan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Menteri Saudi Adel Al-Jubeir Bantah Negaranya Terlibat Pembunuhan Ilmuan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Rabu, 02 Dec 2020 19:46

Stop Diskriminasi dan Kriminalisasi

Stop Diskriminasi dan Kriminalisasi

Rabu, 02 Dec 2020 14:55

Ugur Sahin dan Ozlem Tureci, Pasagan Ilmuwan Muslim Penemu Vaksin Covid19

Ugur Sahin dan Ozlem Tureci, Pasagan Ilmuwan Muslim Penemu Vaksin Covid19

Rabu, 02 Dec 2020 11:59

Innalillahi, Aktivis Dewan Da'wah dan Wartawan Senior Nurbowo Wafat

Innalillahi, Aktivis Dewan Da'wah dan Wartawan Senior Nurbowo Wafat

Rabu, 02 Dec 2020 10:15

Terpilih Secara Aklamasi, Hilal Hizbuloh Alfath Sebagai Ketua Hima Persis Banten 2020-2022

Terpilih Secara Aklamasi, Hilal Hizbuloh Alfath Sebagai Ketua Hima Persis Banten 2020-2022

Selasa, 01 Dec 2020 22:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X