Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.129 views

Marak Perceraian Diadakan Sertifikasi Perkawinan, Solutifkah?

 

Oleh:

Mia Annisa

Narasumber Kajian Muslimah MQ Lovers Bekasi

 

DALAM pernikahan, perceraian adalah momok yang menakutkan. Perceraian bisa menghantui siapa saja tak peduli apakah yang telah puluhan tahun membina rumah tangga atau pernikahan yang masih seumur jagung. Kondisi kehidupan yang serba tidak pasti menyebabkan tak banyak pasangan yang lulus melewati ujian pernikahan. Pernikahan yang diharapkan sekali seumur hidup akhirnya kandas di tengah jalan.

Miris memang. Pernikahan tak sesakral dulu, wanita bisa kapan saja bebas melakukan gugat cerai kepada suaminya begitu pun sebaliknya. Tingginya perceraian menjadi kekhawatiran tersendiri mengingat angka perceraian di Indonesia tertinggi se-Asia Pasifik.

Merespon hal itu Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menerbitkan wacana Sertifikasi Pernikahan. Menurutnya, program sertifikasi pernikahan akan diperuntukkan bagi pasangan yang hendak menikah. Calon pengantin nantinya diwajibkan mengikuti kelas atau bimbingan pra-nikah supaya mendapatkan sertifikat yang selanjutnya dijadikan syarat perkawinan.

"Jadi sebetulnya setiap siapa pun yang memasuki perkawinan mestinya mendapatkan semacam upgrading tentang bagaimana menjadi pasangan berkeluarga," kata Menko PMK Muhadjir saat ditemui di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019) lalu. (https://m.tribunnews.com/amp/nasional/2019/11/16/).

Sekalipun wacana ini dalam tahap persiapan calon pasangan nikah dibuat was-was sebab mereka yang tidak mengikuti program pembekalan pra-nikah ini tidak boleh menikah. Rencana sertifikasi pernikahan berupa mempersiapkan website yang dapat diakses masyarakat dengan mengikuti kelas bimbingan diupayakan bisa direalisasikan mulai tahun depan.

Sertifikasi perkawinan ini dicanangkan turut bekerja sama dengan Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

 

Sertifikasi Pernikahan, Solutifkah?

Wacana Sertifikasi Pernikahan tak melenggang begitu saja. Kemunculannya menuai pro kontra di masyarakat. Pasalnya kebijakan ini dinilai justru memberatkan bagi calon pasangan nikah dari segi prosedur. Dari upgrading pra-nikah sebagian KUA beberapa wilayah telah melakukan kelas ini.Tapi yang jadi persoalannya kendala dana. Bukan tidak mungkin jika di kemudian hari   pasangan nikah akan dipungut biaya untuk mengikuti kelas tersebut tentunya ini akan semakin memberatkan. (https://www.vice.com/).

Sistem ini juga dianggap berbelit-belit dari segi administrasi walaupun bertujuan untuk membangun ketahanan keluarga secara ekonomi, sistem reproduksi dan agama. Dikhawatirkan malah membuka ruang perzinahan baru. Bagaimana tidak,  pasangan nikah bukan diberikan kemudahan tetapi disodori oleh segenap peraturan-peraturan yang rumit dan merepotkan.

Sekilas rencana pemerintah nampak solutif dalam menyelesaikan masalah perceraian agar pasangan siap menjalani biduk rumah tangga ke depannya. Namun jika diperhatikan lebih detail strategi ini seperti tambal sulam, ingin memberikan solusi tetapi mendatangkan masalah baru.

Upgrading pernikahan sebenarnya hanyalah solusi parsial, menyelesaikan konflik di permukaan tapi melupakan persoalan akar. Jika pemerintah menuding alasan ekonomi dan agama sebagai biang keladi perceraian di Indonesia harusnya pemerintah sadar diri. Negaralah yang mestinya bertanggung jawab atas itu semua.

Negara berkewajiban menjamin kesejahteraan setiap rakyatnya. Harta milik umat (sumber daya alam dan fasilitas-fasilitas umum) benar-benar dikelola oleh negara dengan begitu akan menyerap tenaga kerja kemudian hasilnya akan dikembalikan lagi kepada rakyat. Tidak boleh harta tersebut apabila diserahkan pengelolaannya kepada swasta atau asing sehingga akan memandulkan kemapanan ekonomi keluarga.

Pemerintah berupaya keras menjadikan agama sebagai satu-satunya pedoman tidak hanya dalam rangka membangun ketahanan keluarga tetapi negara juga mengambilnya sebagai aturan baku. Selama negara menempatkan agama terpisah dalam kehidupan tentu prinsip sekulerisme ini tetap akan menjadi ekses runtuhnya bangunan pernikahan.

Sekulerisme telah banyak menempatkan pernikahan dalam prahara. Aktivitas campur baur laki-laki dan perempuan harusnya terpisah dalam segala kondisi secara umum nyatanya dilanggar. Padahal Islam jelas menetapkan di dalam sejumlah nash syariah. Ketentuan ini berlaku dalam kehidupan khusus seperti di rumah-rumah atau yang sejenisnya. Atau dalam kehidupan umum seperti di pasar-pasar, di jalan-jalan umum dan sejenisnya. (Nizham Ijtima`, hal 51).

Kaidah ini diambil demi mencegah khalwat, ikhtilat, munculnya konten-konten pornografi dan pornoaksi. Negaralah satu-satunya asas penyelenggara demi menjaga keutuhan rumah tangga. Wallahu`alam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
PKS Protes Keras Pengibaran Bendera LGBT di Kedubes Inggris di Jakarta

PKS Protes Keras Pengibaran Bendera LGBT di Kedubes Inggris di Jakarta

Senin, 23 May 2022 05:08

Di Silaturahim MUI, Kiai Zulfa Ingatkan Bahaya Youtuber yang Berfatwa Secara Asal

Di Silaturahim MUI, Kiai Zulfa Ingatkan Bahaya Youtuber yang Berfatwa Secara Asal

Ahad, 22 May 2022 23:37

Di Markas Besar PBB, Utusan Pemuda Persis Ghazi Bahas Peran Fikih Islam untuk Pelestarian Lingkunga

Di Markas Besar PBB, Utusan Pemuda Persis Ghazi Bahas Peran Fikih Islam untuk Pelestarian Lingkunga

Ahad, 22 May 2022 23:15

Militer Yordania: Empat Orang Tewas Dalam Upaya Penyeludupan Narkoba Dari Suriah

Militer Yordania: Empat Orang Tewas Dalam Upaya Penyeludupan Narkoba Dari Suriah

Ahad, 22 May 2022 21:10

Seorang Pria Ditangkap Di Maroko Karena Mengaku Sebagai 'Imam Mahdi'

Seorang Pria Ditangkap Di Maroko Karena Mengaku Sebagai 'Imam Mahdi'

Ahad, 22 May 2022 20:46

Israel Bocorkan Jutaan Data Biometrik Ke 'Badan Misterius'

Israel Bocorkan Jutaan Data Biometrik Ke 'Badan Misterius'

Ahad, 22 May 2022 20:17

Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait LGBT

Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait LGBT

Ahad, 22 May 2022 15:05

6 Hari Shaum Syawwal dan Taqwa kita

6 Hari Shaum Syawwal dan Taqwa kita

Ahad, 22 May 2022 15:00

Ketua MUI: Sholat Jamaah Buka Masker Asalkan Kondisi Sehat

Ketua MUI: Sholat Jamaah Buka Masker Asalkan Kondisi Sehat

Ahad, 22 May 2022 14:43

Perdana di Jawa Barat, PW PERSIS Jabar Gelar Olimpiade Sains dan Baca Kitab

Perdana di Jawa Barat, PW PERSIS Jabar Gelar Olimpiade Sains dan Baca Kitab

Ahad, 22 May 2022 13:35

Selenggarakan Musker I, PERSISTRI Jabar Fokus Konsolidasi Interna

Selenggarakan Musker I, PERSISTRI Jabar Fokus Konsolidasi Interna

Ahad, 22 May 2022 13:20

Singapura Dipersoalkan pada Penolakan terhadap UAS

Singapura Dipersoalkan pada Penolakan terhadap UAS

Ahad, 22 May 2022 13:00

Esok Menggema Teriakan: Ganyang Singapura

Esok Menggema Teriakan: Ganyang Singapura

Ahad, 22 May 2022 12:45

Selamatkan Generasi dari Virus Kaum Pelangi

Selamatkan Generasi dari Virus Kaum Pelangi

Ahad, 22 May 2022 10:32

Europol: SoundCloud Hapus Ribuan Nasyid, Khotbah Dan Propaganda Jihadis

Europol: SoundCloud Hapus Ribuan Nasyid, Khotbah Dan Propaganda Jihadis

Sabtu, 21 May 2022 20:29

Bentengi Diri dari Fenomena Jatah Mantan

Bentengi Diri dari Fenomena Jatah Mantan

Sabtu, 21 May 2022 17:14

Masa Depan Indonesia dalam Cengkeraman Kapitalisme (AS)

Masa Depan Indonesia dalam Cengkeraman Kapitalisme (AS)

Jum'at, 20 May 2022 17:09

Israel Tidak Akan Selidiki Kematian Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh

Israel Tidak Akan Selidiki Kematian Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh

Jum'at, 20 May 2022 16:30

Taliban Perintahkan Presenter TV Wanita Di Afghanistan Untuk Menutupi Wajah Saat Mengudara

Taliban Perintahkan Presenter TV Wanita Di Afghanistan Untuk Menutupi Wajah Saat Mengudara

Jum'at, 20 May 2022 15:35

Jajak Pendapat: Ketidakpercayaan Dan Permusuhan Antara Orang Yahudi Dan Arab Di Israel Meningkat

Jajak Pendapat: Ketidakpercayaan Dan Permusuhan Antara Orang Yahudi Dan Arab Di Israel Meningkat

Jum'at, 20 May 2022 14:30


MUI

Must Read!
X