Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.645 views

Ibu, Kembalilah pada Fitrahmu

 

Oleh: Keni Rahayu, S.Pd

"Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa", begitulah lirik sebuah lagu. Betapa besar kasih sayang ibu yang rela melakukan apa saja demi anaknya.

Namun, lirik lagu ini tak sejalan dengan apa yang dialami seorang balita di Kebon Jeruk, Jakarta. Seorang ibu menggelonggongi anaknya (ZNL, 2,5) dengan air galon agar si anak cepat gemuk. Cara itu dilakukannya agar sang suami tidak sampai menceraikan dia karena anaknya tersebut terlihat kurus. Nahas, balita tersebut akhirnya tewas. Kisah serupa banyak sekali terjadi bila saja kita mau menuliskan satu demi satu akan 'kekejaman' seorang ibu. Fitrah keibuan yang lembut seolah telah hilang dalam dirinya. 

Perempuan sejatinya adalah tombak kebangkitan bangsa. Dari rahim seorang perempuan, akan lahir tunas-tunas bangsa yang berakhlak agung calon pejuang kebangkitan. Namun realitanya, perempuan hari ini telah dilucuti naluri keperempuanannya. Pada masa sekolah, siswa perempuan tidak pernah diajari tentang pelajaran yang menumbuhkan naluri keperempuanan. Siswa fokus diajari materi kognitif dengan target sebatas bisa menjawab soal-soal ujian.

Setelah lulus, perempuan diarahkan mengisi posisi-posisi strategis di kantor. Dengan isu kesetaraan gender, perempuan didorong untuk aktif berkarir di luar rumah.

Setelah menikah, yakni menjadi istri dan seorang ibu, naluri perempuan hanya dirasakan ketika ia hamil dan melahirkan. Urusan mengurus anak bebas, bisa dititipkan pada nenek, baby sitter, atau bahkan tempat penitipan anak.

Setelah cuti melahirkan selesai, ia kembali berkarir di luar rumah sebagaimana sebelum ia mempunyai anak. Bisa dibayangkan ya, anak seperti apa yang tercetak tanpa pendampingan langsung dari sang ibu?

Selain demi eksistensi, tuntutan ekonomi sering menjadi alasan perempuan merajut karir di luar rumah. Suami di-PHK. Mau tidak mau perempuan harus bekerja demi menyeimbangkan ekonomi keluarga.

Di sisi lain, sifat konsumerisme seakan dipupuk dan dijaga. Bukannya masak, selama ada uang, katering pun tak jadi masalah. Bukannya mencuci baju, selama ada uang, laundry bisa diandalkan. Bukannya merawat anak sendiri, selama ada uang, nany bisa jadi solusi.

Yang demikian sudah menjadi lingkaran sistem dalam kehidupan hari ini. Ada pergeseran nilai budaya yang dianut oleh masyarakat. Inilah nilai-nilai kapitalisme dan liberalisme. Segala sesuatu ditakar berdasarkan nilai materiil. Tidak ada yang tidak bersifat komersil.

Bukankah Allah telah memuliakan perempuan dengan tugasnya yang agung sebagai al-umm wa rabbatul bayt. Dialah yang memiliki tanggung jawab mulia dalam urusan kerumahtanggaan. Dia akan tetap mulia di dalam rumah sesuai fitrah.

Aktivitas perempuan keluar rumah tetap dalam koridor syara' atas ridho suami. Berkerja tak masalah, asalkan tugas utamanya di rumah telah tertunaikan. Dan pastinya perempuan bukan tumpuan satu-satunya untuk mencari nafkah.

Allah juga mengatur, mencari nafkah adalah kewajiban suami. Sayangnya, hari ini lowongan pekerjaan lebih mendukung perempuan dibandingkan suami. Hingga akhirnya suami dan istri bertukar peran. Lahirlah istilah bapak rumah tangga. Istri bekerja, suami menjaga rumah.

Dari sini, perlu peran negara dalam banyak aspek.

Pertama, kurikulum pendidikan yang harus mempersiapkan laki dan perempuan menemui fitrahnya di masa mendatang. Perempuan mengurus kerumahtanggaan, laki-laki mencari nafkah.

Kedua, menyediakan lapangan pekerjaan, dalam hal ini lebih banyak memberdayakan laki-laki ketimbang perempuan.

Ketiga, menjaga akidah umat. Dengan terjaganya akidah, insyaAllah kejadian ibu bunuh anak bisa dicegah, dibarengi dengan menghilangnya faktor-faktor lain yang menjadi pemicunya. Wallahu a'lam bishowab. (rf/voa-islam.com)

ILustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Kerusuhan Pecah di Penjara Ghouiran Suriah Yang Menampung Tahanan Islamic State

Kerusuhan Pecah di Penjara Ghouiran Suriah Yang Menampung Tahanan Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 14:45

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Senin, 21 Sep 2020 12:50

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Senin, 21 Sep 2020 11:59

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Ahad, 20 Sep 2020 22:22

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Ahad, 20 Sep 2020 21:53

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Ahad, 20 Sep 2020 21:25

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Ahad, 20 Sep 2020 21:20

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Ahad, 20 Sep 2020 21:05

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Ahad, 20 Sep 2020 18:30

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Ahad, 20 Sep 2020 17:45

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Ahad, 20 Sep 2020 06:52

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Ahad, 20 Sep 2020 06:22

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 23:59

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Sabtu, 19 Sep 2020 22:20

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Sabtu, 19 Sep 2020 22:10

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Sabtu, 19 Sep 2020 22:05

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Sabtu, 19 Sep 2020 22:00

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 21:50

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Sabtu, 19 Sep 2020 21:35

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Sabtu, 19 Sep 2020 21:04


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X