Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.667 views

Ibu, Kembalilah pada Fitrahmu

 

Oleh: Keni Rahayu, S.Pd

"Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa", begitulah lirik sebuah lagu. Betapa besar kasih sayang ibu yang rela melakukan apa saja demi anaknya.

Namun, lirik lagu ini tak sejalan dengan apa yang dialami seorang balita di Kebon Jeruk, Jakarta. Seorang ibu menggelonggongi anaknya (ZNL, 2,5) dengan air galon agar si anak cepat gemuk. Cara itu dilakukannya agar sang suami tidak sampai menceraikan dia karena anaknya tersebut terlihat kurus. Nahas, balita tersebut akhirnya tewas. Kisah serupa banyak sekali terjadi bila saja kita mau menuliskan satu demi satu akan 'kekejaman' seorang ibu. Fitrah keibuan yang lembut seolah telah hilang dalam dirinya. 

Perempuan sejatinya adalah tombak kebangkitan bangsa. Dari rahim seorang perempuan, akan lahir tunas-tunas bangsa yang berakhlak agung calon pejuang kebangkitan. Namun realitanya, perempuan hari ini telah dilucuti naluri keperempuanannya. Pada masa sekolah, siswa perempuan tidak pernah diajari tentang pelajaran yang menumbuhkan naluri keperempuanan. Siswa fokus diajari materi kognitif dengan target sebatas bisa menjawab soal-soal ujian.

Setelah lulus, perempuan diarahkan mengisi posisi-posisi strategis di kantor. Dengan isu kesetaraan gender, perempuan didorong untuk aktif berkarir di luar rumah.

Setelah menikah, yakni menjadi istri dan seorang ibu, naluri perempuan hanya dirasakan ketika ia hamil dan melahirkan. Urusan mengurus anak bebas, bisa dititipkan pada nenek, baby sitter, atau bahkan tempat penitipan anak.

Setelah cuti melahirkan selesai, ia kembali berkarir di luar rumah sebagaimana sebelum ia mempunyai anak. Bisa dibayangkan ya, anak seperti apa yang tercetak tanpa pendampingan langsung dari sang ibu?

Selain demi eksistensi, tuntutan ekonomi sering menjadi alasan perempuan merajut karir di luar rumah. Suami di-PHK. Mau tidak mau perempuan harus bekerja demi menyeimbangkan ekonomi keluarga.

Di sisi lain, sifat konsumerisme seakan dipupuk dan dijaga. Bukannya masak, selama ada uang, katering pun tak jadi masalah. Bukannya mencuci baju, selama ada uang, laundry bisa diandalkan. Bukannya merawat anak sendiri, selama ada uang, nany bisa jadi solusi.

Yang demikian sudah menjadi lingkaran sistem dalam kehidupan hari ini. Ada pergeseran nilai budaya yang dianut oleh masyarakat. Inilah nilai-nilai kapitalisme dan liberalisme. Segala sesuatu ditakar berdasarkan nilai materiil. Tidak ada yang tidak bersifat komersil.

Bukankah Allah telah memuliakan perempuan dengan tugasnya yang agung sebagai al-umm wa rabbatul bayt. Dialah yang memiliki tanggung jawab mulia dalam urusan kerumahtanggaan. Dia akan tetap mulia di dalam rumah sesuai fitrah.

Aktivitas perempuan keluar rumah tetap dalam koridor syara' atas ridho suami. Berkerja tak masalah, asalkan tugas utamanya di rumah telah tertunaikan. Dan pastinya perempuan bukan tumpuan satu-satunya untuk mencari nafkah.

Allah juga mengatur, mencari nafkah adalah kewajiban suami. Sayangnya, hari ini lowongan pekerjaan lebih mendukung perempuan dibandingkan suami. Hingga akhirnya suami dan istri bertukar peran. Lahirlah istilah bapak rumah tangga. Istri bekerja, suami menjaga rumah.

Dari sini, perlu peran negara dalam banyak aspek.

Pertama, kurikulum pendidikan yang harus mempersiapkan laki dan perempuan menemui fitrahnya di masa mendatang. Perempuan mengurus kerumahtanggaan, laki-laki mencari nafkah.

Kedua, menyediakan lapangan pekerjaan, dalam hal ini lebih banyak memberdayakan laki-laki ketimbang perempuan.

Ketiga, menjaga akidah umat. Dengan terjaganya akidah, insyaAllah kejadian ibu bunuh anak bisa dicegah, dibarengi dengan menghilangnya faktor-faktor lain yang menjadi pemicunya. Wallahu a'lam bishowab. (rf/voa-islam.com)

ILustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News

MUI

Must Read!
X