Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.475 views

BPfA +25 Solusi Nestapa Perempuan?

 

Oleh:

Ummu Hanan

Aktifis Muslimah tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur

 

PEREMPUAN adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah masyarakat. Keberadaan perempuan menjadi salah satu instrumen berjalannya sebuah peradaban. karena peran vitalnya sebagai pelahir generasi. Sebuah peradaban tentu tidak akan dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, seberapa pun tingginya peradaban itu, jika tidak ditunjang oleh generasi yang cakap secara fisik maupun pemikiran.

Melahirkan generasi yang unggul hanya mungkin dilakukan oleh para perempuan karena adanya fungsi reproduksi yang mereka miliki. Namun bagi sebagian kalangan fungsi reproduksi ini dianggap sebagai salah satu hak menonjol yang harus diperjuangkan oleh setiap perempuan. Dengan adanya kesadaran atas kesehatan reproduksi akan menjadikan perempuan lebih setara dan lebih baik dari sisi kualitas kehidupannya.

Selain kesadaran atas kesehatan reproduksi, terbatasnya akses layanan kesehatan bagi juga menjadi masalah penting bagi perempuan saat ini. Dikatakan bahwa perempuan Indonesia masih belum benar-benar “merdeka” atas kesehatan reproduksi dan “berdaya” dalam perannya mengambil keputusan di berbagai bidang, karena adanya tekanan sosial dan belum meratanya akses kesehatan bagi perempuan (inews.id,09/03/20). Kondisi ini telah berkontribusi dalam menjadikan posisi perempuan terpuruk.

Masih dari sumber yang sama disebutkan angka kematian ibu dikarenakan kehamilan maupun melahirkan mencapai angka 300 kasus per pekannya. Walhasil, pemberdayaan perempuan sangat dibutuhkan dalam kesadaran akan kesehatan reproduksi, terkait tiga masa: kehamilan, kelahiran dan pemasangan alat kontrasepsi. Pandangan Komnas perempuan ini sejalan dengan apa yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia, yakni konvensi CEDAW atau Convention on Elimination of All Forms Discriminations Againsts Women.

CEDAW memiliki sebuah tujuan besar untuk menghapuskan segala bentuk diskriminasi atas perempuan. Pada tahun 1995 telah diadakan sebuah konferensi tentang perempuan di Beijing untuk membulatkan tekad negara global memberantas diskriminasi atas perempuan. Bentuk kesepakatan pertemuan Beijing dikenal dengan nama Beijing Platform for Action (BPfA) yang menghasilkan 12 bidang kritis untuk dikawal pelaksanaannya setiap 5 tahun sekali. Negara yang telah meratifikasi, termasuk Indonesia, akan memberikan laporan berupa dokumen keluaran yang akan mendorong komitmen global dalam hal pemberdayaan perempuan dan anak perempuan (komnasperempuan.go.id,22/11/19).

Berselang 25 tahun sejak BPFA bergulir akan dilakukan penilaian sejauh mana keberhasilan negara-negara anggotanya dalam merealisasikan 12 bidang kritis. Duabelas nilai kritis yang disorot adalah: perempuan dan kemiskinan, perempuan dalam pendidikan dan pelatihan, perempuan dan kesehatan, kekerasan terhadap perempuan, perempuan dalam situasi konflik bersenjata, perempuan dalam ekonomi, perempuan dalam kekuasaan dan pengambilan keputusan, perempuan dalam mekanisme institusional untuk pemajuan perempuan, HAM dan perempuan, perempuan dan media, perempuan dan lingkungan hidup, dan anak perempuan.  

Menurut laporan Komnas Perempuan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian lebih adalah seputar instrument HAM dalam menjalankan CEDAW, perlindungan kelompok minoritas, penghapusan kebijakan yang diskriminatif, penghapusan praktik yang membahayakan perempuan seperti sunat perempuan dan perkawinan anak, pelaksanaan protocol femisida dan implelentasi bisnis dan HAM bagi korporasi.

Ide yang dibawa oleh BPfA+25 dipandang sebagai  bentuk perwakilan suara perempuan yang tertindas di seluruh kawasan. Para pengusungnya, para kaum feminis, sangat kritis teradap hak perempuan dan polemik yang melingkupinya. Mereka meyakini bahwa selama nilai-nilai kesetaraan gender tidak dikedepankan maka selamanya perempuan akan termarginalkan. Nilai kehidupan masyarakat dan dogma agama yang dinilai sarat dengan nilai patriarki menjadi pengganjal  teraihnya kesetaraan gender tadi. Namun benarkah tertindasnya perempuan disebabkan karena tidak optimalnya pelaksanaan BPfA dengan 12 nilai kritisnya. Atau sebaliknya, justru penanaman ide yang dibawa dalam agenda BPfA-lah dengan akar ideologi kapitalis-sekulernya yang telah menciptakan ketertindasan atas perempuan.

Perempuan, sebagaimana halnya laki-laki, adalah bagian manusia yang hidup berinteraksi dalam sebuah hubungan masyarakat. Pada masyarakat, relasi yang terjalin antara indivdu dipengaruhi oleh perasaan, pemikiran dan peraturan yang diterapkan di dalamnya. Dalam masyarakat yang menganut ideologi kapitalis-sekuler, perasaan dan pemikiran bersumber dari asas sekuler yang memisahkan kehidupan manusia dari nilai-nilai ketuhanan, mengedepankan prinsip kebebasan demi meraih sebanyak-banyak nilai kemanfaatan (baca: materi).

Masyarakat dengan cara pandang seperti ini akan mewujudkan interaksi yang sarat dengan ketertindasan dan pelecehan. Melihat salah satu contoh dalam praktik perburuhan, para buruh wanita, mereka dipekerjakan dengan gaji yang lebih rendah daripada buruh laki-laki dengan hitungan waktu dan beban kerja yang sama.  Alasan yang sering dikemukakan adalah demi mengejar efisiensi dan efektifitas produksi perusahaan. Hasilnya, wanita yang sedang mengandung atau mengalami catatan dalam riwayat kesehatan tetap bekerja dengan beban waktu dan tenaga yang sama sebagaimana laki-laki.

Para feminis beranggapan penindasan atas hak perempuan disebabkan adanya stigma bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah. Kelemahan perempuan menjadikannya sering dinilai tidak mampu bekerja sekeras laki-laki. Stigma inilah penyebab utamanya, dan konon kesetaraan gender-lah jawabannya. Stigma seperti ini lahir dari pandangan ideologi kapitalis-sekuler yang menjadikan kemanfaatan sebagai standar amalnya.

Bahwa perempuan yang “baik” adalah perempuan yang mampu menghasilkan pundi-pundi materi, setara atau bahkan lebih tinggi ketimbang laki-laki. Perempuan yang hanya mengabdikan diri sebagai seorang ibu dan pengatur rumah tangga dipandang tidak bernilai dan rendah taraf kehidupannya. Sehingga para perempuan didorong untuk memaksimalkan diri menjadi bagian tulang punggung keluarga, meski sedang hamil, masa nifas dan menyusui atau mengidap suatu penyakit tertentu. Apakah lantas perempuan memang tercipta untuk menjadi kaum yang tertindas?

Islam memandang perempuan atau wanita sebagai makhluk yang mulia sebagaimana laki-laki. Kemuliaan wanita diukur dari sisi ketaatan dirinya kepada Allah SWT. Islam juga memiliki cara pandang yang khas terkait wanita, dengan menggariskan bahwa hukum asal wanita adalah ibu dan pengatur rumah tangga, dan kehormatannya harus dijaga.

Wanita mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki, kecuali Islam mengkhususkannya untuk wanita atau laki-laki,berdasarkan dail-dalil syara’. Wanita memiliki hak untuk berdagang, melakukan aktifitas pertanian, perindustrian dan melalukan transaksi lainnya. Wanita diperbolehkan memiliki setiap jenis pemilikan dan mengembangkan kekayaanya, baik sendiri maupun bekerjasama dengan orang lain, serta berhak menjalankan segala urusan kehidupan (Nabhani, Taqiyudin.2003.Peraturan Hidup dalam Islam).

Islam tidak menuntut wanita melakukan sesuatu kecuali itu selaras dengan fitrahnya. Islam tidak mewajibkan bekerja atas wanita karena kewajiban tersebut berada di pundak laki-laki. Meskipun demikian tidak lantas kedudukan wanita menjadi hina. Justru dengan mengembalikan posisi wanita sebagai ibu dan pengatur rumah tangga akan menjadikan kehidupan manusia menjadi lestari dan masa depan generasi lebih terarah.

Adapun tuntutan akan pemenuhan kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat bukan menjadi sebab wanita harus bekerja. Termasuk dalam hal pemenuhan pelayanan kesehatan, pendidikan,kekerasan terhadap perempuan dan lainnya.  Adalah peran besar penguasa untuk memastikan bahwa setiap kebutuhan pokok dan keberlangsungan hidup rakyat menjadi tanggungjawabnya. Disebutkan dalam salah satu hadits Nabi Saw, “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggungjawab atas pengurusan rakyatnya” (HR Al Bukhari).

Karenanya,nestapa perempuan tidak akan pernah berakhir dengan cara pandang kapitallis yang sekuler. Kemuliaan wanita hanya akan teraih jika mereka kembali kepada fitrahnya, yakni diatur berdasar aturan Islam. Tidak hanya wanita, penerapan syariat Islam yang sempurna akan menghadirkan rahmat bagi seluruh alam. Tentu siapapun  mendambakan kehidupan yang demikian.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Selasa, 26 May 2020 08:57

Aa Gym Terkena Hoaks

Aa Gym Terkena Hoaks

Selasa, 26 May 2020 07:43

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Selasa, 26 May 2020 06:52

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

Selasa, 26 May 2020 05:46

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Senin, 25 May 2020 23:05

Lebaran Seru #diRumahAja

Lebaran Seru #diRumahAja

Senin, 25 May 2020 22:30

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Senin, 25 May 2020 21:35

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Senin, 25 May 2020 21:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X