Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.780 views

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

 

Oleh:

Henyk Nur Widaryanti

 

ANAK adalah permata bagi orang tuanya. Ia bak mutiara yang memberikan kebahagiaan bagi seluruh rumah. Lebih dari itu anak adalah tanggung jawab orang tua. Menyiapkan mereka menjadi generasi yang terbaik dan penerus bangsa adalah tanggung jawab orang tua. Apalagi Emak, yang memiliki tugas ibu dan pengatur rumah tangga. Memiliki  keistimewaan mendidik anak sejak kandungan adalah hadiah sekaligus amanah terbesar dalam hidupnya. 

Emak perlu menyiapkan rencana pendidikan anaknya. Dari pendidikan di rumah, sampai pendidikan di sekolah. Agar ketika besar, si anak dapat membedakan baik dan buruk. Mereka tak mudah terjerumus dengan fatamorgana dunia. Baik di masa remaja maupun dewasa. Sehingga mereka dapat menjadi mutiara umat, keluarga bahkan agama. 

Namun, bagaimana mau dikata berhasil. Emak milenial zaman sekarang sedang dibingungkan dengan penyajian tontonan yang jadi tuntunan anak-anaknya. Di era belajar di rumah, justru setiap prime time anak-anak di suguhi sajian-sajian film yang kurang didikan. Sebut saja film yang menceritakan anak SMP yang hamil di luar nikah, adanya gap antara si kaya dan si miskin, dunia percintaan para remaja yang dihiasi dengan pelukan, pegangan tangan, berkhalwat, bahkan hingga sajian film pelakor atau istri yang dianiaya. 

Semua lengkap dengan bumbu-bumbu dramatis yang siap mengocok perasaan penontonnya. Dalih stasiun tv hanya menyajikan film atau tayangan yang ramai dan diminati masyarakat membuat kita faham akan satu hal. Mereka ada untuk meraup bisnis yang sebesar-besarnya. Bukan untuk mendidik  para generasi negeri ini. Walaupun ada beberapa tayangan yang memang mendidik, tapi mungkin hanya 10% dari seluruh program yang ada. 

Jika makanan hiburan anak-anak hanya sebatas itu saja. Bagaimana mereka bisa membedakan baik dan buruk. Kebanyakan mereka akan cenderung menikmati sajian ini karena pemainnya ganteng/cantik, ceritanya lucu, ceritanya mengharukan dll. Bukan mengambil ibrah bahwa semua itu salah dan tak patut dicontoh. Mereka bisa jadi tahu kalau semua hanya drama, tapi tetap saja hanyut dalam cerita itu. Dan tidak sedikit pula yang membayangkan jika itu terjadi pada dirinya. Bagaimana jika akhirnya dipraktikkan? 

Meskipun dalam setiap tontonan diberi label SU untuk semua umur, 13+ untuk usia 13 tahun ke atas, BO perlu bimbingan orang tua. Label itu hanya semacam pemberitahuan. Tidak akan ada jaminan dapat menyaring siapa yanga menontonnya. Bahkan kadang kala para anak justru diam-diam mencuri waktu untuk menonton tayangan yang tak senonoh.

Jika sajian ini terus dibiarkan, jangan kaget kalau para Emak jadi stress. Anaknya tak lagi jadi penurut, mereka lebih suka nongkrong bareng teman daripada bercengkrama dengan keluarga, tidak adanya komunikasi yang baik antar anggota keluarga, mulai membantah orang tua, hingga diam-diam mencuri waktu pacaran dengan lawan jenisnya. 

Untuk mengantisipasi itu semua para Emak kudu multitalenta. Selain sebagai Emak, seyogyanya bisa menjadi teman curhat si anak. Ada setiap waktu ketika anak membutuhkan. Menemani anak saat mereka memilih tontonan. Hingga harus up date dunia remaja sekarang seperti apa. Yang paling penting sejak dini si anak perlu diberikan bimbingan keimanan. Dan cara membedakan mana yang benar dan salah. 

Hanya saja, tugas Emak di era saat ini tidaklah mudah. Si Emak mendidik A, tapi lingkungan dan tontonannya ngajak ke B atau C. Akhirnya tidak ada sinkronisasi antara si Emak dan lingkungan. Hal ini akan menghambat pendidikan si anak. Bahkan anak akan cenderung bingung. Alhasil mereka akan memilih yang dianggap tidak ribet dan tidak cerewet. 

Maka, untuk membantu proses pendidikan para Emak diperlukan lingkungan yang mendukung. Baik dari keluarga, tayangan di tv, masyarakat, sekolah hingga tatanan kebijakan. Tayangan tv akan mendukung pendidikan yang baik berasaskan keimanan jika kebijakan dari para pembuatnya juga mendukung hal itu. Tapi, jika tak ada kebijakan dari pusat, stasiun tv akan menyajikan tayangan yang menurut mereka menguntungkan. Bukan mendidik atau tidak. 

Keluarga pun demikian, mendidik anak bukan sekadar tugas Emak. Tapi seluruh anggota keluarga perlu urun rembug dan ambil bagian. Ayah bahkan kakek dan nenek yang tinggal serumah dengan mereka harus ikut berperan mendidik anak. Jika ada perbedaan, akibatnya akan fatal. Akan muncul gap antara anggota keluarga, yang membuat anak justru tak nyaman. Dan membuat mereka  akan memilih kutub yang menguntungkan si anak. 

Masyarakat termasuk sekolah juga ikut bersinergi mendidik anak agar terbentuk kepribadian yang baik. Semua itu tak akan bisa terlaksana jika tak ada dukungan pusat si pembuat kebijakan. Jika ada aturan dan kurikulum yang benar, akan dipastikan menghasilkan anak-anak yang tidak hanya kompeten di bidangnya tapi juga beriman. Iman inilah yang akan menjaga perilaku si anak dari keburukan. Wallahua'lam bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Kamis, 14 Jan 2021 21:05

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Kamis, 14 Jan 2021 20:45

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Kamis, 14 Jan 2021 18:54

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Kamis, 14 Jan 2021 16:21

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Kamis, 14 Jan 2021 14:45

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Kamis, 14 Jan 2021 14:36

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Kamis, 14 Jan 2021 14:15

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Kamis, 14 Jan 2021 13:01

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Kamis, 14 Jan 2021 11:55


MUI

Must Read!
X