Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
11.269 views

Bagaimana Cara Media Kristen dan Sekuler Menghancurkan Islam?

Jakarta (voa-islam.com) Begitu luar biasa gencarnya media kristen dan sekuler membuat opini yang sangat destruktif terhadap Islam dan umat Islam. Tujuannya hanya bagaimana membuat phobia dikalangan bangsa Indonesia yang 240 juta penduduknya, dan 85 persen beragama Islam.

Pertama, media kristen dan sekuler, secara konsisten dan terus-menerus mengangkat tentang toleransi dan pluralisme.

Media kristen dan sekuler secara konsisten dan terus menerus memberikan "covered" terhadap kelompok-kelompok yang diberi lebel sebagai moderat. Kelompok moderat itu, mendapatkan pencitraan sebagai kelompok yang sangat toleran dan berpaham inklusif.

Di sisi lain,  media kristen dan sekuler itu, secara konsisten dan terus-menerus menciptakan opini, kelompok-kelompok yang ingin mengupayakan tegaknya nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, kemudian diberi lebel sebagai militan, fundamentalis, ekstrim, dan tidak toleran.

Kemudian, kelompok yang ingin  menegakkan nilai-nilai Islam itu, diberi sebagai kelompok yang anti toleransi dan eksklusif, dan umat didorong menjadikan kelompok yang ingin menegakkan nilai-nilai Islam itu, bukan hanya eksklusif, tetapi membahayakan keutuhan  NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), serta bhineka tunggal ika.

Langkah berikutnya, melakukan adu-domba antara kelompok moderat dengan kelompok fundementalis yang dianggap ekstrim, secara terbuka.

Adu domba itu, tujuannya hanya satu menghancurkan dan melemahkan pengaruh kelompok-kelompok yang dituduh fundamentalis.

Sehingga, terbentuk opini yang bersifat menyeluruh bahwa Islam fundamentalis dan kelompok militan itu, sangat tidak toleran, dan membahayakan persatuan bangsa, serta keutuhan negara.

Media kristen dan sekuler menghancurkan kalangan Islam dan kelompok yang dituduh fudamentalis itu, menggunakan cara yang sangat sistmatis dan terencana secara rapi. Penghancuran itu dilakukan secara gradual (bertahap), tetapi mempunyai dampak jangka panjang yang sangat serius, terutama terkait dengan kepercayaan umat dan bangsa terhadap nilai-nilai Islam sebagai sistem nilai.

Media kristen dan sekuler itu, menghancurkan Islam dan umat Islam dengan menggunakan : "pikiran", "mulut", dan "tangan", orang Islam sendiri. Tentu, yang paling terkenal, dan paling hafal mereka itu, menggunakan teori atau tehnik, "war by proxy", perang dengan menggunakan tangan orang Islam sendiri, guna menghancurkan umat Islam.

Seperti dalam menggalang opini yang bertujuan menghancurkan kalangan fundamentalis itu, media kristen dan sekuler itu, menggunakan tokoh-tokoh Islam, tokoh-tokoh ormas Islam, tokoh lembaga pendidikan Islam, yang dipandang memeliki legitimasi yang kuat di mata masyarakat. Sehingga masyarakat percaya dan seakan meyakinkan, bahwa tokoh yang menghantam mereka yang dituduh fundamentalis itu, mereka tokoh yang benar dan jujur.

Media kristen dan sekuler itu, mereka menggunakan tokoh yang berasal dari kampus semacam UIN, yang dahuulunya dikenal dengan IAIN, yang berpikiran sekuler.

Tetapi, karena dikalangan awam, banyak tidak tahu, bahwa Universitas semacam UIN itu, sejatinya menjadi gudangnya pemikir-pemikir sekuler, produk pendidikan Barat,  tetapi dikalangan umat masih dipandang memiliki kapasitas, dan legitimasi guna berbicara atas nama Islam, atau menganggap pemikir Islam. Padahal, tidak ada sedikitpun yang mereka sampaikan itu, dapat dikatakan mewakili kepentingan Islam dan umat Islam.

Media kristen dan sekuler dengan sangat pandainya memainkan kartu "cendekiawan muslim", yang diberi covered begitu hebat, seperti Nurcholis Madjid, Muslim Abdurrahman, Abdurrahman Wahid, Syafi'i Maarif, Said Agil Siraj, Bachatiar Effendi, Azzumardy Azzra, Johan Effendi, Utomo Dananjaya, Ahmad Wahib, Abdul Mukti, dan sejumlah tokoh lainnya, yang terang-terangan sudah menelanjangi prinsip Islam sebagai "cendekiawan muslim".

Tokoh-tokoh seperti itu yang banyak pernyataannya dikutip melalui laporan khusus, wawancara, dan berbagai pendapat, yang digunakan sebagai "war by proxy", menggebuki mereka yang dianggap fundamentalis. Tentu, yang paling terkenal sepanjag sejarah Republik ini, pernyataan Nurcholis Madjid, yaitu "Islam Yes, Partai Islam No". Pemikiran Nurcholis Madjid inilah yang sampai sekarang terus bergema.

Pernyataan Nurcholis itu, tak lain, hanyalah menguatkan posisi rezim Orde Baru, yang dipimpin Soeharto di awal pemerintahannya, yang baru tahap konsolidasi. Pernyataan Nurcholis Madjid, yang sangat sekuler itu, sesungguhnya menjadi bagi media kristen dan sekuler, terutama bagi menggebuk para kelompok Islam politik.

Media Kristen dan sekuler itu, menghadapi kalangan fundamentalis, yang sudah masuk dalam "red notice", kelompok-kelompok yang sudah dianggap bagian dari gerakan radikal, yang menggunakan senjata, alias "teroris", maka kelompok media kristen dan sekuler, mereka menggunakan "tokoh-tokoh" yang alumni dari pesantren yang dicap sebagai gudangnya teroris.

Tetapi, tokoh-tokoh yang menjadi alumni pesantren gudangnya toreris itu, sesungguhnya tokoh sudah kehilangan integritas, sudah murtad, dan karena sejatinya mereka itu, orang upahah aparat keamanan, yang digunakan membentuk opini negatif terhadap kelompok-kelompok yang dituduh teroris.

Tentu, sangat memprihatinkan sekali, umat Islam di mana saja, seperti di Solo, Ambon, Poso, yang sudah menjadi korban tindakan semena-mena aparat, tidak ada satupun kalangan tokoh Islam, yang berani mengangkat dan berbicara tentang masalah penzaliman itu. Seakan kalau sudah diberikan lebel teroris itu, sudah sifatnya "given" kalau dibunuh  atau ditembak oleh aparat keamanan.

Maka, sekarang ini yang ada hanyalah tokoh-tokoh Islam yang sudah "koplo" alias "dayus", karena otak mereka sudah dicuci habis oleh media kristen dan sekuler, sampai tak berani lagi mengatakan, "Isyhadu bi anna muslimun".

Mereka tidak berani menyatakan jati dirinya, tidak berani lagi menyatakan dirinya sebagai pejuang penegak Islam. Mereka telah dihinggapi penyakit wahn, di mana mereka telah mengalami "collective fears" (ketakutan massal). Mereka seperti melihat hantu disiang bolong. Sembari mulutnya komat-kamit membuat mantera bagi legitimasi rezim yang zalim itu.

Umumnya, tokoh-tokoh Islam itu perutnya sudah kenyang, tak berani lagi melawan kemungkaran, dan terlalu banyak menikmati yang haram dan subhat, dan bergelimang dengan kehidupan duniawi. Maka Allah Azza Wa Jalla mencabut dari dada mereka sifat sajaah, dan yang ada hanya sikap yang menjad pembebek.Wallahu'alam.

 

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair adalah seorang mujahid yang sedang menjalani vonis 9 tahun penjara di LP Medan, Sumatera Utara. Keenam anaknya berstatus yatim, menjadi tanggung jawab kaum Muslimin....

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Kondisi Ummi Syaja'ah membaik pasca operasi. Untuk mengobati Serosis Hepatis (pengerasan hati) yang dideritanya, ditempuh terapi thibbun nabawi di rumah sehat Naturaid Jombang....

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Latest News
OSIS Darul Quran Selenggarakan Wonderkind Festival 2015

OSIS Darul Quran Selenggarakan Wonderkind Festival 2015

Sabtu, 29 Aug 2015 23:35

Berikut Ini Struktur dan Nama Pengurus MUI Masa Khidmat 2015-2020

Berikut Ini Struktur dan Nama Pengurus MUI Masa Khidmat 2015-2020

Sabtu, 29 Aug 2015 23:15

Mencari Akar Permasalahan BPJS

Mencari Akar Permasalahan BPJS

Sabtu, 29 Aug 2015 23:05

Munas ke-IX Tetapkan KH. Ma'ruf Amin Sebagai Ketua Umum MUI Periode 2015-2020

Munas ke-IX Tetapkan KH. Ma'ruf Amin Sebagai Ketua Umum MUI Periode 2015-2020

Sabtu, 29 Aug 2015 22:15

Aksi Buruh Mendatang: Hentikan PHK hingga Meminta Menaker Dicopot

Aksi Buruh Mendatang: Hentikan PHK hingga Meminta Menaker Dicopot

Sabtu, 29 Aug 2015 16:45

Mengundang Tanda Tanya, Pesawat Boeing 777 Malaysia Muncul Dalam Video Trailer Islamic State

Mengundang Tanda Tanya, Pesawat Boeing 777 Malaysia Muncul Dalam Video Trailer Islamic State

Sabtu, 29 Aug 2015 16:24

Tanggapi Krisis, Elemen Buruh Akan Lakukan Aksi Besar-besaran di Istana

Tanggapi Krisis, Elemen Buruh Akan Lakukan Aksi Besar-besaran di Istana

Sabtu, 29 Aug 2015 15:45

AS MInta Uzbekistan Bergabung dalam Perang Melawan Daulah Islam (IS)

AS MInta Uzbekistan Bergabung dalam Perang Melawan Daulah Islam (IS)

Sabtu, 29 Aug 2015 15:30

Serangan Roket Targetkan Kediaman Mantan Komandan Jihad Afghanistan Syaikh Sayyaf

Serangan Roket Targetkan Kediaman Mantan Komandan Jihad Afghanistan Syaikh Sayyaf

Sabtu, 29 Aug 2015 15:15

Militer AS Konfirmasi Serangan Udara Mereka Tewaskan Pakar Komputer Daulah Islam (IS) asal Inggris

Militer AS Konfirmasi Serangan Udara Mereka Tewaskan Pakar Komputer Daulah Islam (IS) asal Inggris

Sabtu, 29 Aug 2015 15:00

Presiden AS Barack Obama: Kami Semua Pro-Israel

Presiden AS Barack Obama: Kami Semua Pro-Israel

Sabtu, 29 Aug 2015 14:45

Hindari Kebodohan Merajalela, Aktivis 98 Ajak Rakyat Lengserkan Jokowi-JK

Hindari Kebodohan Merajalela, Aktivis 98 Ajak Rakyat Lengserkan Jokowi-JK

Sabtu, 29 Aug 2015 14:45

Nilai Tukar Dollar Mencapai 14 Ribuan, Pemerintah IS Rilis Film Pembuatan Mata Uang Dinar

Nilai Tukar Dollar Mencapai 14 Ribuan, Pemerintah IS Rilis Film Pembuatan Mata Uang Dinar

Sabtu, 29 Aug 2015 14:10

Pidato Pencitraan dan Kamuflase Pro Rakyat, Jokowi Diminta Turun

Pidato Pencitraan dan Kamuflase Pro Rakyat, Jokowi Diminta Turun

Sabtu, 29 Aug 2015 13:45

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Sabtu, 29 Aug 2015 13:11

Astaghfirullah, Kondom Disediakan Gratis di Papua!

Astaghfirullah, Kondom Disediakan Gratis di Papua!

Sabtu, 29 Aug 2015 12:30

Mundurnya Pejabat DKI, Ahok Sebut Mereka Buat Kacau Anggaran

Mundurnya Pejabat DKI, Ahok Sebut Mereka Buat Kacau Anggaran

Jum'at, 28 Aug 2015 21:45

Militer Filipina Klaim Bunuh 3 Anggota Abu Sayyaf Saat Operasi Penyelamatan Sandera di Jolo

Militer Filipina Klaim Bunuh 3 Anggota Abu Sayyaf Saat Operasi Penyelamatan Sandera di Jolo

Jum'at, 28 Aug 2015 21:00

Atasi Krisis Ekonomi, Pemerintah Dihimbau Tidak Kembali Libatkan IMF

Atasi Krisis Ekonomi, Pemerintah Dihimbau Tidak Kembali Libatkan IMF

Jum'at, 28 Aug 2015 20:45

Jabhah al-Nusrah Mengambil Bandar Udara Terakhir Rezim Assad di Idlib

Jabhah al-Nusrah Mengambil Bandar Udara Terakhir Rezim Assad di Idlib

Jum'at, 28 Aug 2015 19:35



Must Read!
X