Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
12.607 views

Bagaimana Cara Media Kristen dan Sekuler Menghancurkan Islam?

Jakarta (voa-islam.com) Begitu luar biasa gencarnya media kristen dan sekuler membuat opini yang sangat destruktif terhadap Islam dan umat Islam. Tujuannya hanya bagaimana membuat phobia dikalangan bangsa Indonesia yang 240 juta penduduknya, dan 85 persen beragama Islam.

Pertama, media kristen dan sekuler, secara konsisten dan terus-menerus mengangkat tentang toleransi dan pluralisme.

Media kristen dan sekuler secara konsisten dan terus menerus memberikan "covered" terhadap kelompok-kelompok yang diberi lebel sebagai moderat. Kelompok moderat itu, mendapatkan pencitraan sebagai kelompok yang sangat toleran dan berpaham inklusif.

Di sisi lain,  media kristen dan sekuler itu, secara konsisten dan terus-menerus menciptakan opini, kelompok-kelompok yang ingin mengupayakan tegaknya nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, kemudian diberi lebel sebagai militan, fundamentalis, ekstrim, dan tidak toleran.

Kemudian, kelompok yang ingin  menegakkan nilai-nilai Islam itu, diberi sebagai kelompok yang anti toleransi dan eksklusif, dan umat didorong menjadikan kelompok yang ingin menegakkan nilai-nilai Islam itu, bukan hanya eksklusif, tetapi membahayakan keutuhan  NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), serta bhineka tunggal ika.

Langkah berikutnya, melakukan adu-domba antara kelompok moderat dengan kelompok fundementalis yang dianggap ekstrim, secara terbuka.

Adu domba itu, tujuannya hanya satu menghancurkan dan melemahkan pengaruh kelompok-kelompok yang dituduh fundamentalis.

Sehingga, terbentuk opini yang bersifat menyeluruh bahwa Islam fundamentalis dan kelompok militan itu, sangat tidak toleran, dan membahayakan persatuan bangsa, serta keutuhan negara.

Media kristen dan sekuler menghancurkan kalangan Islam dan kelompok yang dituduh fudamentalis itu, menggunakan cara yang sangat sistmatis dan terencana secara rapi. Penghancuran itu dilakukan secara gradual (bertahap), tetapi mempunyai dampak jangka panjang yang sangat serius, terutama terkait dengan kepercayaan umat dan bangsa terhadap nilai-nilai Islam sebagai sistem nilai.

Media kristen dan sekuler itu, menghancurkan Islam dan umat Islam dengan menggunakan : "pikiran", "mulut", dan "tangan", orang Islam sendiri. Tentu, yang paling terkenal, dan paling hafal mereka itu, menggunakan teori atau tehnik, "war by proxy", perang dengan menggunakan tangan orang Islam sendiri, guna menghancurkan umat Islam.

Seperti dalam menggalang opini yang bertujuan menghancurkan kalangan fundamentalis itu, media kristen dan sekuler itu, menggunakan tokoh-tokoh Islam, tokoh-tokoh ormas Islam, tokoh lembaga pendidikan Islam, yang dipandang memeliki legitimasi yang kuat di mata masyarakat. Sehingga masyarakat percaya dan seakan meyakinkan, bahwa tokoh yang menghantam mereka yang dituduh fundamentalis itu, mereka tokoh yang benar dan jujur.

Media kristen dan sekuler itu, mereka menggunakan tokoh yang berasal dari kampus semacam UIN, yang dahuulunya dikenal dengan IAIN, yang berpikiran sekuler.

Tetapi, karena dikalangan awam, banyak tidak tahu, bahwa Universitas semacam UIN itu, sejatinya menjadi gudangnya pemikir-pemikir sekuler, produk pendidikan Barat,  tetapi dikalangan umat masih dipandang memiliki kapasitas, dan legitimasi guna berbicara atas nama Islam, atau menganggap pemikir Islam. Padahal, tidak ada sedikitpun yang mereka sampaikan itu, dapat dikatakan mewakili kepentingan Islam dan umat Islam.

Media kristen dan sekuler dengan sangat pandainya memainkan kartu "cendekiawan muslim", yang diberi covered begitu hebat, seperti Nurcholis Madjid, Muslim Abdurrahman, Abdurrahman Wahid, Syafi'i Maarif, Said Agil Siraj, Bachatiar Effendi, Azzumardy Azzra, Johan Effendi, Utomo Dananjaya, Ahmad Wahib, Abdul Mukti, dan sejumlah tokoh lainnya, yang terang-terangan sudah menelanjangi prinsip Islam sebagai "cendekiawan muslim".

Tokoh-tokoh seperti itu yang banyak pernyataannya dikutip melalui laporan khusus, wawancara, dan berbagai pendapat, yang digunakan sebagai "war by proxy", menggebuki mereka yang dianggap fundamentalis. Tentu, yang paling terkenal sepanjag sejarah Republik ini, pernyataan Nurcholis Madjid, yaitu "Islam Yes, Partai Islam No". Pemikiran Nurcholis Madjid inilah yang sampai sekarang terus bergema.

Pernyataan Nurcholis itu, tak lain, hanyalah menguatkan posisi rezim Orde Baru, yang dipimpin Soeharto di awal pemerintahannya, yang baru tahap konsolidasi. Pernyataan Nurcholis Madjid, yang sangat sekuler itu, sesungguhnya menjadi bagi media kristen dan sekuler, terutama bagi menggebuk para kelompok Islam politik.

Media Kristen dan sekuler itu, menghadapi kalangan fundamentalis, yang sudah masuk dalam "red notice", kelompok-kelompok yang sudah dianggap bagian dari gerakan radikal, yang menggunakan senjata, alias "teroris", maka kelompok media kristen dan sekuler, mereka menggunakan "tokoh-tokoh" yang alumni dari pesantren yang dicap sebagai gudangnya teroris.

Tetapi, tokoh-tokoh yang menjadi alumni pesantren gudangnya toreris itu, sesungguhnya tokoh sudah kehilangan integritas, sudah murtad, dan karena sejatinya mereka itu, orang upahah aparat keamanan, yang digunakan membentuk opini negatif terhadap kelompok-kelompok yang dituduh teroris.

Tentu, sangat memprihatinkan sekali, umat Islam di mana saja, seperti di Solo, Ambon, Poso, yang sudah menjadi korban tindakan semena-mena aparat, tidak ada satupun kalangan tokoh Islam, yang berani mengangkat dan berbicara tentang masalah penzaliman itu. Seakan kalau sudah diberikan lebel teroris itu, sudah sifatnya "given" kalau dibunuh  atau ditembak oleh aparat keamanan.

Maka, sekarang ini yang ada hanyalah tokoh-tokoh Islam yang sudah "koplo" alias "dayus", karena otak mereka sudah dicuci habis oleh media kristen dan sekuler, sampai tak berani lagi mengatakan, "Isyhadu bi anna muslimun".

Mereka tidak berani menyatakan jati dirinya, tidak berani lagi menyatakan dirinya sebagai pejuang penegak Islam. Mereka telah dihinggapi penyakit wahn, di mana mereka telah mengalami "collective fears" (ketakutan massal). Mereka seperti melihat hantu disiang bolong. Sembari mulutnya komat-kamit membuat mantera bagi legitimasi rezim yang zalim itu.

Umumnya, tokoh-tokoh Islam itu perutnya sudah kenyang, tak berani lagi melawan kemungkaran, dan terlalu banyak menikmati yang haram dan subhat, dan bergelimang dengan kehidupan duniawi. Maka Allah Azza Wa Jalla mencabut dari dada mereka sifat sajaah, dan yang ada hanya sikap yang menjad pembebek.Wallahu'alam.

 

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada di Berbagai Daerah

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada di Berbagai Daerah

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan kewajiban Zakat. IDC siap menerima zakat fitrah untuk disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

Hijrah Meninggalkan Kristen, Muallaf Aisyah Magdalena Diterpa Ujian Bertubi-tubi. Ayo Bantu!!!

Hijrah Meninggalkan Kristen, Muallaf Aisyah Magdalena Diterpa Ujian Bertubi-tubi. Ayo Bantu!!!

Muallaf mantan Katolik ini diterpa ujian hidup yang bertubi-tubi. Berawal dari suaminya kecelakaan dan di-phk, hutang menggunung berjuta-juta. Butuh bantuan 9,5 juta rupiah untuk hijrah dari...

Ramadhan Berbagi Bersama 100 Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan Berbagi Bersama 100 Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan bulan berkah. Ayo dukung program Ramadhan Berbagi: buka puasa bersama, santunan keluarga syuhada dan mujahidin asir dengan anggaran 18 juta rupiah. Ayo Bantu!!...

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Dalam usia dua tahun, bayi ini harus berjuang hidup dengan kesulitan yang mahaberat. Ia terlahir tanpa tempurung kepala, otak sempurnya, hidung dan tangan...

Latest News
Ibadah di Lailatul Qadar Lebih Baik dari Seribu Bulan, Kapan Adanya?

Ibadah di Lailatul Qadar Lebih Baik dari Seribu Bulan, Kapan Adanya?

Ahad, 26 Jun 2016 15:03

Seorang Menteri Somalia Tewas dalam Serangan Al-Shabaab di Sebuah Hotel di Mogadishu

Seorang Menteri Somalia Tewas dalam Serangan Al-Shabaab di Sebuah Hotel di Mogadishu

Ahad, 26 Jun 2016 14:45

Isu Komunis Bangkit, Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah: Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api

Isu Komunis Bangkit, Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah: Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api

Ahad, 26 Jun 2016 14:30

Sedikitnya 50 Tentara Suriah Tewas dalam Bentrokan dengan Islamic State (IS) di Homs

Sedikitnya 50 Tentara Suriah Tewas dalam Bentrokan dengan Islamic State (IS) di Homs

Ahad, 26 Jun 2016 13:19

Safari Ramadhan Ulama Palestina Berakhir, Donasi yang Terkumpul Akan Disalurkan Pula ke Suriah

Safari Ramadhan Ulama Palestina Berakhir, Donasi yang Terkumpul Akan Disalurkan Pula ke Suriah

Ahad, 26 Jun 2016 12:12

Klaim Mie Halal tapi Mengandung Babi, LUIS Bakal Lapor Polisi

Klaim Mie Halal tapi Mengandung Babi, LUIS Bakal Lapor Polisi

Ahad, 26 Jun 2016 11:13

Lailatul Qadar Wujud Sayang Allah kepada Hamba-Nya

Lailatul Qadar Wujud Sayang Allah kepada Hamba-Nya

Ahad, 26 Jun 2016 10:21

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada di Berbagai Daerah

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada di Berbagai Daerah

Ahad, 26 Jun 2016 07:28

Indonesia Darurat Energi

Indonesia Darurat Energi

Ahad, 26 Jun 2016 03:28

Para Pemimpin Militer AS Akan Meminta Tambahan Pasukan untuk Perangi IS di Irak

Para Pemimpin Militer AS Akan Meminta Tambahan Pasukan untuk Perangi IS di Irak

Sabtu, 25 Jun 2016 17:30

Tidak Ada Diskusi dan Negosiasi, Ahok Itu Harus Dilawan!

Tidak Ada Diskusi dan Negosiasi, Ahok Itu Harus Dilawan!

Sabtu, 25 Jun 2016 17:11

Komunitas Lentera Islam Berbagi Berkah di Bulan Ramadhan

Komunitas Lentera Islam Berbagi Berkah di Bulan Ramadhan

Sabtu, 25 Jun 2016 17:00

33 Tewas dalam Bentrokan Terbaru antara Syi'ah Houtsi dan Loyalis Pemerintah di Yaman

33 Tewas dalam Bentrokan Terbaru antara Syi'ah Houtsi dan Loyalis Pemerintah di Yaman

Sabtu, 25 Jun 2016 16:00

Ribuan Perda Dicabut, Tanda Kebuntuan Demokrasi

Ribuan Perda Dicabut, Tanda Kebuntuan Demokrasi

Sabtu, 25 Jun 2016 15:47

Jurang Kaya dan Miskin di Bawah Gubenur Ahok Lebih Berbahaya daripada di Papua

Jurang Kaya dan Miskin di Bawah Gubenur Ahok Lebih Berbahaya daripada di Papua

Sabtu, 25 Jun 2016 14:11

Syaikh Ali Sholeh: Hikma Dibalik Kedermawanan Abu Dahdah kepada Anak Yatim

Syaikh Ali Sholeh: Hikma Dibalik Kedermawanan Abu Dahdah kepada Anak Yatim

Sabtu, 25 Jun 2016 14:00

Mengajari Anak Cinta I'tikaf tanpa Meninggalkan Keceriaan Masa Kanak-kanak

Mengajari Anak Cinta I'tikaf tanpa Meninggalkan Keceriaan Masa Kanak-kanak

Sabtu, 25 Jun 2016 13:59

Rezim Al-Assad Kembali Gagal Serang Handarat, 40 Tentaranya Tewas di Tangan Mujahidin

Rezim Al-Assad Kembali Gagal Serang Handarat, 40 Tentaranya Tewas di Tangan Mujahidin

Sabtu, 25 Jun 2016 13:45

Car free Day Ala KAMMI Komsat Singaraja

Car free Day Ala KAMMI Komsat Singaraja

Sabtu, 25 Jun 2016 13:11

Madu, Suplemen Alami Penghilang 3L Saat Puasa

Madu, Suplemen Alami Penghilang 3L Saat Puasa

Sabtu, 25 Jun 2016 12:40


Must Read!
X