Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
12.275 views

Seratus Hari Pemerintahan Jokowi Harapan Rakyat Pupus

Jakarta (voa-islam.com) Rakyat yang memilih Jokowi hidungnya sudah mekar, kembang-kempis. Optimis. Menjadi lebih baik hidup mereka.

Rakyat yang terlunta-lunta di kolong-kolong jembatan, pinggiran rel kereta,  dibantaran kali, emper-emper toko, penghuni  gubuk-gubuk reot, kuli, pedagang asongan, pengamen, pengemis, dan para pengangguran, semua sudah berharap berubah nasibnya bersama dengan  Jokowi.

Para pengusaha keturunan Cina yang sudah mengangkangi kota Jakarta, dan mereka sudah bersuka cita atas kemenangan Ahok. Para pengusaha dan taipan keturunan Cina itu, sudah merasa membantu Ahok. Saatnya akan menikmati buahnya. Bersama dengan Ahok. Terbayang sudah hari-hari mendatang akan lebih menikmati kemujuran bisnis. Kemujuran dan kemakmuran bersama dengan Ahok. Kekayaan mereka akan bertambah bertumpuk-tumpuk. Terbayang dimata mereka.

Dua pendatang baru di ibu kota Jakarta ini, Jokowi dan Ahok, yang hanya bermodalkan berita dan  opini media massa dari  kalangan kristen dan sekuler, keduanya berubah menjadi tokoh yang sangat "ajaib", seakan turun dari langit, yang memang membawa misi mengubah Jakarta.

Jokowi dan Ahok, seakan oleh media kristen dan sekuler itu, keduanya akan membawa kemuliaan hidup, membawa keberkahan  hidup, membawa kesejahteraan hidup, membawa kebahagiaan hidup, dan segalanya ditumpahkan harapan mereka kepada Jokowi dan Ahok.

Media massa menyihir rakyat dari berbagai lapisan, dan mereka menjadi sangat terpesona, kagum, dan tak habis-habisnya mensyukuri datangnya Jokowi dan Ahok. Mereka yang  hidupnya sudah sumpek, seperti mendapatkan jendela lebar, dan derasnya angin perubahan yang bakal merubah seluruh  nasib dan kehidupan mereka.

Rakyat benar-benar terhipnotis oleh media massa kristen dan sekuler yang mempunyai "hiden" (agenda tersembunyi), dan membuat tokoh jadian-jadian itu, Jokowi dan Ahok, langsung sontak seperti meteor di malam hari. Rakyat yang berbondong-bondong ke kotak suara menjatuhkan pilihannya kepada pendatang baru itu, Jokowi dan Ahok.

Kemudian, Jokowi dan Ahok, yang tak pernah dikenal oleh masyarakat Jakarta, mendapatkan suara 56 persen suara. 

Sejatinya, yang memilih Jokowi dan Ahok itu, tidak banyak-banyak amat, karena suara Golput di DKI, 40 persen, dan Foke masih mendapatkan suara 47 persen.

Jadi yang memilih Jokowi dan Ahok, itu hanyalah mereka  yang menjadi korban opini dan pemberitaan media kristen dan sekuler, dan memang media itu ingin menjadikan kota Jakarta ini sebagai kota antah-berantah. Kehidupan sekuler, tanpa agama, dan menjauhkan rakyat dari Islam.

Bagaimana rakyat di Jakarta menjadi kumpulan manusia "la diniyah" (tanpa agama), yang bisa melampiaskan segala hawa nafsunya. Seperti binatang. Pergi pagi pulang malam. Sekadar mengejar uang yang tidak seberapa.

Hidup dengan segala konsekwensinya, yang penuh dengan kemaksiatan dan penyimpangan yang tanpa batas. Laki perempuan di kantor di DKI ini, tanpa ada batas, dan bahkan banyak terjadi permesuman diantara mereka.

Inilah  hakekatnya tujuannya media kristen dan sekuler yang sangat antusias ingin menjadikan Jokowi dan Ahok sebagai Gubernur DKI. Sesudah itu rakyat yang lemah itu, akhirnya diperbudak oleh para "bos" yang memiliki kuasa dan menguasai uang di Jakarta.

Tenaga mereka diperas habis dari pagi sampai larut malam, saban  hari, tanpa ada jeda. Tak ada waktu mereka memikirkan agama. Pokoknya, ritme hidup di Jakarta yang ada hanyalah : uang-uang dan uang. Mengejar uang recehan. Sementara itu, para "bos" yang terus menumpuk keuntungan dan kemakmuran, serta hidup dengan uang dan harta berlimpah.

Tetapi, siapakah Jokowi dan Ahok, dan apakah memang manusia yang sangat super, dan memiliki kehebatan yang luar biasa? Sekarang 100 hari pemerintahan yang media kristen dan sekuler, dan sudah berancang-ancang akan membuat surprise bagi rakyat Jakarta, tentang kisah "sucsess story" (kisah sukses) Jokowi dan Ahok.

Media kristen dan sekuler sengaja menggelembungkan Jokowi dan Ahok mulai dari perayaan tahun baru 2013 masehi, perayaan yang begitu  yang sangat dahsyat. Di mana dipusatkan di Bunderan HI (Hotel Indonesia), Jalan Thamrin, Sudirman, Monas, dan Ancol. Ratusan ribu rakyat Jakarta yang sudah kesengsem dengan Jokowi dan Ahok hiruk pikuk semalam suntuk.

Jokowi dan Ahok akan menjadi pahlawan baru di DKI. 100 hari Jokowi dan Ahok, selanjutnya akan menjadi hari bersejarah, dan membawa perubahan, perbaikan dan masa depan yang sangat membahagiakan rakyat.

Kenyataanya,  Allah Rabbul Alamin Maha Berkehendak, membuat rencana lain, sejak hari Selasa 15  Januari sampai Kamis 17 Januari, hujan berturut-turut, mengguyur di Jakarta. Tanpa  henti. Awan menggumpal tebal di atas langit Jakarta. Padahal, di Jawa Timur, Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat, tak seberapa huja jatuh.

Jakarta yang sudah larut dalam gegap-gempita pesta tahun baru, yang penuh dengan hingar bingar, dan akan menjadi "starting point" (titik tolak) Jokowi dan Ahok, tenggelam bersama dengan banjir di seluruh kawasan Jakarta. Seperti cerita film : Bernafas Dalam Lumpur. Sedih. Semuanya luluh lantak. Memperbaikinya kembali tidak cukup dengan satu dekade.

Gubernur DKI Jakarta Jokowi menegaskan, banjir yang terjadi selama sepekan di Ibu Kota telah menimbulkan kerugian sekitar Rp 20 triliun. Apabila kondisi seperti ini terus dibiarkan, kerugian yang dialami kota ini akan semakin besar.

Perdagangan Harco Glodok, Lindeteves, Pasar Pagi, Pancoran, Perniagaan, hingga sentra garmen Tambora di Jakarta Barat, yang selama ini dikenal sebagai mesin uang Jakarta, hancur. Total omzet bisnis di kawasan ini bisa mencapai triliunan rupiah, semuanya hancur akibat banjir.

"Di Harco Glodok saja ada sekitar 100 pedagang dengan perputaran uang setiap hari rata-rata mencapai Rp 400 juta per orang. Jadi, bisa dihitung berapa kehilangan omzet para pedagang di sini," kata pedagang grosir besar, Afand, Selasa (22/1/2013).

Sementara itu, pengusaha garmen berbahan kaus di Tambora, Yupiter, mengatakan, selama empat hari, usahanya rugi Rp 50 juta. "Di Tambora ada sekitar 300 usaha garmen yang skalanya sama dengan skala usaha saya. Jadi selama empat hari, total kerugian ke-300 pengusaha itu selama empat hari tidak beroperasi, mencapai Rp 15 miliar," tutur Yupiter. 

Tutum Rahanta, Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, mengatakan, tutupnya kawasan grosir di Glodok, Mangga Dua, dan sekitarnya memang menyebabkan mandeknya aktivitas ekonomi di kawasan itu.

Tutum tak menutup kemungkinan ada sebagian masyarakat yang sehari-harinya menggantungkan hidupnya di kawasan itu dan langsung merasakan negatif dampak banjir.

"Dari keseluruhan aktivitas perekonomian di kawasan Glodok, Mangga Dua, dan sekitarnya, mungkin lebih sekitar 20 persennya yang terdampak langsung. Mereka yang terkena dampak langsung itu antara lain penjual nasi dan makanan, tukang parkir, dan kuli angkut. Mereka langsung tidak dapat penghasilan untuk kehidupan sehari-hari," katanya. Mereka ini yang sudah larut dengan Jokowi dan  Ahok.

"Ini lingkaran setan. Begitu banyak uang dipakai untuk penanganan banjir yang terus berulang, tanpa ada lompatan penyelesaian yang signifikan," katanya. 

Bencana banjir telah berdampak terhadap perekonomian warga. Itu terpantau pada transaksi gadai di kantor pegadaian yang melonjak hampir dua kali lipat. Kondisi itu diperberat lagi dengan kenaikan harga sejumlah bahan makanan yang cukup tinggi.

Pegadaian Cabang Jatinegara, contohnya, setelah banjir surut, transaksi gadai di kantor itu langsung melonjak jadi Rp 500 juta hari Senin. Padahal, selama banjir, transaksi gadai sempat anjlok menjadi Rp 50 juta per hari dari rata-rata Rp 300 juta per hari. 

Pemimpin Pegadaian Cabang Jatinegara, Henrianto, mengatakan, selama banjir mengepung sejumlah kawasan Jakarta Timur, transaksi gadai di Pegadaian Cabang Jatinegara dan 9 kantor unit yang ada di bawahnya anjlok semua. "Baru pada Senin, setelah banjir surut, transaksi gadai langsung jadi Rp 500 juta," katanya, Selasa.

Jokowi dan Ahok yang diharapkan membawa berkah dan kesejahteraan, justeru yang didapat rakyat bencana, musibah, dan azab. Tokoh "ajaib" yang merupakan jadian-jadian media kristen dan sekuler ini, betapapun hebatnya opini, akhirnya hanya membawa kesengsaraan dan penderitaan rakyat.

Seperti umumnya pejabat dan pemimpin Indonesia masa kini. Hanya membawa kesengsaraan dan penderitaan rakyat. Wallahu'alam.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Istri Mujahid Operasi Tumor di Surabaya, Butuh Biaya 33 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Istri Mujahid Operasi Tumor di Surabaya, Butuh Biaya 33 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Sudah sebelas hari istri mujahid ini terbaring lemah di rumah sakit. Aktivis dakwah di komunitas ummahat ini menderita tumor saluran kencing dan Serosis Hepatis (pengerasan hati). ...

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan Zakat. IDC siap menyalurkan zakat mal dan zakat fitrah kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Latest News
Fatwa MUI : BPJS Hukumnya Haram, Rakyat Harus Menghindari

Fatwa MUI : BPJS Hukumnya Haram, Rakyat Harus Menghindari

Kamis, 30 Jul 2015 00:13

Amnesty Internasional : Zionis-Israel Melakukan Kejahatan Perang di Gaza

Amnesty Internasional : Zionis-Israel Melakukan Kejahatan Perang di Gaza

Kamis, 30 Jul 2015 00:02

Zionis Israel Setujui Pembangunan 1065 Pemukiman Ilegal Yahudi Baru di Tepi Barat

Zionis Israel Setujui Pembangunan 1065 Pemukiman Ilegal Yahudi Baru di Tepi Barat

Rabu, 29 Jul 2015 20:15

Jubir Taliban: Mullah Mohammad Omar Masih Hidup dan Memimpin Gerakan

Jubir Taliban: Mullah Mohammad Omar Masih Hidup dan Memimpin Gerakan

Rabu, 29 Jul 2015 20:00

Wanita Saudi Mulai Belajar Bela Diri untuk Melawan Pelecehan

Wanita Saudi Mulai Belajar Bela Diri untuk Melawan Pelecehan

Rabu, 29 Jul 2015 19:45

Ribuan Umat Islam Solo Raya Apel Siaga Wujudkan Solidaritas Untuk Muslim Tolikara Papua

Ribuan Umat Islam Solo Raya Apel Siaga Wujudkan Solidaritas Untuk Muslim Tolikara Papua

Rabu, 29 Jul 2015 16:01

Ulama ASWAJA dan HTI Jabar Ingatkan Bahaya Disintegrasi dan Separatisme dalam Kasus Tolikara

Ulama ASWAJA dan HTI Jabar Ingatkan Bahaya Disintegrasi dan Separatisme dalam Kasus Tolikara

Rabu, 29 Jul 2015 15:32

Penggunaan Bendera dan Lambang Negara Israel di Tolikara Melanggar Hukum

Penggunaan Bendera dan Lambang Negara Israel di Tolikara Melanggar Hukum

Rabu, 29 Jul 2015 15:00

Tolikara Simpul Disintegrasi Papua

Tolikara Simpul Disintegrasi Papua

Rabu, 29 Jul 2015 14:42

Umat Islam Jadi Korban dalam Kasus Tolikara, Ulama Islam Tidak Perlu Minta Maaf

Umat Islam Jadi Korban dalam Kasus Tolikara, Ulama Islam Tidak Perlu Minta Maaf

Rabu, 29 Jul 2015 14:30

DUKUN JOKOWI

DUKUN JOKOWI

Rabu, 29 Jul 2015 13:01

John Polard Dibebaskan Amerika, Sesudah Israel Mendukung Nuklir Iran

John Polard Dibebaskan Amerika, Sesudah Israel Mendukung Nuklir Iran

Rabu, 29 Jul 2015 11:58

Anak  Qaddafi, Saif Islam Dihukum Mati Akibat Kejahatannya

Anak Qaddafi, Saif Islam Dihukum Mati Akibat Kejahatannya

Rabu, 29 Jul 2015 09:38

Jet-jet Turki Serang Kamp-kamp Pemberontak Kurdi di Dekat Perbatasan Irak

Jet-jet Turki Serang Kamp-kamp Pemberontak Kurdi di Dekat Perbatasan Irak

Rabu, 29 Jul 2015 09:00

ICAF: Tidak Bisa Dipungkiri Gereja Injil Di Indonesia (GIDI) adalah Teroris Zionis Internasional

ICAF: Tidak Bisa Dipungkiri Gereja Injil Di Indonesia (GIDI) adalah Teroris Zionis Internasional

Rabu, 29 Jul 2015 08:45

Koalisi Jaisyul Fath Rebut Shal Al-Ghab dari Pasukan Rezim Assad

Koalisi Jaisyul Fath Rebut Shal Al-Ghab dari Pasukan Rezim Assad

Rabu, 29 Jul 2015 08:15

Parade Tauhid Indonesia (1): Para Ulama Siap Sukseskan Parade Tauhid 16 Agustus 2015 Mendatang

Parade Tauhid Indonesia (1): Para Ulama Siap Sukseskan Parade Tauhid 16 Agustus 2015 Mendatang

Selasa, 28 Jul 2015 17:58

Pejabat Afghanistan: Taliban Kuasai Pusat Pemerintahan Distrik Kohistantat di Provinsi Sar-E-Pul

Pejabat Afghanistan: Taliban Kuasai Pusat Pemerintahan Distrik Kohistantat di Provinsi Sar-E-Pul

Selasa, 28 Jul 2015 17:00

Menlu Turki: Teroris PKK Tidak Pernah Menghormati Gencatan Senjata dengan Ankara

Menlu Turki: Teroris PKK Tidak Pernah Menghormati Gencatan Senjata dengan Ankara

Selasa, 28 Jul 2015 16:35

Islam Nusantara NU Bersanding dengan Islam Berkemajuan Muhammadiyah

Islam Nusantara NU Bersanding dengan Islam Berkemajuan Muhammadiyah

Selasa, 28 Jul 2015 09:57



Must Read!
X