Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
13.980 views

Seratus Hari Pemerintahan Jokowi Harapan Rakyat Pupus

Jakarta (voa-islam.com) Rakyat yang memilih Jokowi hidungnya sudah mekar, kembang-kempis. Optimis. Menjadi lebih baik hidup mereka.

Rakyat yang terlunta-lunta di kolong-kolong jembatan, pinggiran rel kereta,  dibantaran kali, emper-emper toko, penghuni  gubuk-gubuk reot, kuli, pedagang asongan, pengamen, pengemis, dan para pengangguran, semua sudah berharap berubah nasibnya bersama dengan  Jokowi.

Para pengusaha keturunan Cina yang sudah mengangkangi kota Jakarta, dan mereka sudah bersuka cita atas kemenangan Ahok. Para pengusaha dan taipan keturunan Cina itu, sudah merasa membantu Ahok. Saatnya akan menikmati buahnya. Bersama dengan Ahok. Terbayang sudah hari-hari mendatang akan lebih menikmati kemujuran bisnis. Kemujuran dan kemakmuran bersama dengan Ahok. Kekayaan mereka akan bertambah bertumpuk-tumpuk. Terbayang dimata mereka.

Dua pendatang baru di ibu kota Jakarta ini, Jokowi dan Ahok, yang hanya bermodalkan berita dan  opini media massa dari  kalangan kristen dan sekuler, keduanya berubah menjadi tokoh yang sangat "ajaib", seakan turun dari langit, yang memang membawa misi mengubah Jakarta.

Jokowi dan Ahok, seakan oleh media kristen dan sekuler itu, keduanya akan membawa kemuliaan hidup, membawa keberkahan  hidup, membawa kesejahteraan hidup, membawa kebahagiaan hidup, dan segalanya ditumpahkan harapan mereka kepada Jokowi dan Ahok.

Media massa menyihir rakyat dari berbagai lapisan, dan mereka menjadi sangat terpesona, kagum, dan tak habis-habisnya mensyukuri datangnya Jokowi dan Ahok. Mereka yang  hidupnya sudah sumpek, seperti mendapatkan jendela lebar, dan derasnya angin perubahan yang bakal merubah seluruh  nasib dan kehidupan mereka.

Rakyat benar-benar terhipnotis oleh media massa kristen dan sekuler yang mempunyai "hiden" (agenda tersembunyi), dan membuat tokoh jadian-jadian itu, Jokowi dan Ahok, langsung sontak seperti meteor di malam hari. Rakyat yang berbondong-bondong ke kotak suara menjatuhkan pilihannya kepada pendatang baru itu, Jokowi dan Ahok.

Kemudian, Jokowi dan Ahok, yang tak pernah dikenal oleh masyarakat Jakarta, mendapatkan suara 56 persen suara. 

Sejatinya, yang memilih Jokowi dan Ahok itu, tidak banyak-banyak amat, karena suara Golput di DKI, 40 persen, dan Foke masih mendapatkan suara 47 persen.

Jadi yang memilih Jokowi dan Ahok, itu hanyalah mereka  yang menjadi korban opini dan pemberitaan media kristen dan sekuler, dan memang media itu ingin menjadikan kota Jakarta ini sebagai kota antah-berantah. Kehidupan sekuler, tanpa agama, dan menjauhkan rakyat dari Islam.

Bagaimana rakyat di Jakarta menjadi kumpulan manusia "la diniyah" (tanpa agama), yang bisa melampiaskan segala hawa nafsunya. Seperti binatang. Pergi pagi pulang malam. Sekadar mengejar uang yang tidak seberapa.

Hidup dengan segala konsekwensinya, yang penuh dengan kemaksiatan dan penyimpangan yang tanpa batas. Laki perempuan di kantor di DKI ini, tanpa ada batas, dan bahkan banyak terjadi permesuman diantara mereka.

Inilah  hakekatnya tujuannya media kristen dan sekuler yang sangat antusias ingin menjadikan Jokowi dan Ahok sebagai Gubernur DKI. Sesudah itu rakyat yang lemah itu, akhirnya diperbudak oleh para "bos" yang memiliki kuasa dan menguasai uang di Jakarta.

Tenaga mereka diperas habis dari pagi sampai larut malam, saban  hari, tanpa ada jeda. Tak ada waktu mereka memikirkan agama. Pokoknya, ritme hidup di Jakarta yang ada hanyalah : uang-uang dan uang. Mengejar uang recehan. Sementara itu, para "bos" yang terus menumpuk keuntungan dan kemakmuran, serta hidup dengan uang dan harta berlimpah.

Tetapi, siapakah Jokowi dan Ahok, dan apakah memang manusia yang sangat super, dan memiliki kehebatan yang luar biasa? Sekarang 100 hari pemerintahan yang media kristen dan sekuler, dan sudah berancang-ancang akan membuat surprise bagi rakyat Jakarta, tentang kisah "sucsess story" (kisah sukses) Jokowi dan Ahok.

Media kristen dan sekuler sengaja menggelembungkan Jokowi dan Ahok mulai dari perayaan tahun baru 2013 masehi, perayaan yang begitu  yang sangat dahsyat. Di mana dipusatkan di Bunderan HI (Hotel Indonesia), Jalan Thamrin, Sudirman, Monas, dan Ancol. Ratusan ribu rakyat Jakarta yang sudah kesengsem dengan Jokowi dan Ahok hiruk pikuk semalam suntuk.

Jokowi dan Ahok akan menjadi pahlawan baru di DKI. 100 hari Jokowi dan Ahok, selanjutnya akan menjadi hari bersejarah, dan membawa perubahan, perbaikan dan masa depan yang sangat membahagiakan rakyat.

Kenyataanya,  Allah Rabbul Alamin Maha Berkehendak, membuat rencana lain, sejak hari Selasa 15  Januari sampai Kamis 17 Januari, hujan berturut-turut, mengguyur di Jakarta. Tanpa  henti. Awan menggumpal tebal di atas langit Jakarta. Padahal, di Jawa Timur, Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat, tak seberapa huja jatuh.

Jakarta yang sudah larut dalam gegap-gempita pesta tahun baru, yang penuh dengan hingar bingar, dan akan menjadi "starting point" (titik tolak) Jokowi dan Ahok, tenggelam bersama dengan banjir di seluruh kawasan Jakarta. Seperti cerita film : Bernafas Dalam Lumpur. Sedih. Semuanya luluh lantak. Memperbaikinya kembali tidak cukup dengan satu dekade.

Gubernur DKI Jakarta Jokowi menegaskan, banjir yang terjadi selama sepekan di Ibu Kota telah menimbulkan kerugian sekitar Rp 20 triliun. Apabila kondisi seperti ini terus dibiarkan, kerugian yang dialami kota ini akan semakin besar.

Perdagangan Harco Glodok, Lindeteves, Pasar Pagi, Pancoran, Perniagaan, hingga sentra garmen Tambora di Jakarta Barat, yang selama ini dikenal sebagai mesin uang Jakarta, hancur. Total omzet bisnis di kawasan ini bisa mencapai triliunan rupiah, semuanya hancur akibat banjir.

"Di Harco Glodok saja ada sekitar 100 pedagang dengan perputaran uang setiap hari rata-rata mencapai Rp 400 juta per orang. Jadi, bisa dihitung berapa kehilangan omzet para pedagang di sini," kata pedagang grosir besar, Afand, Selasa (22/1/2013).

Sementara itu, pengusaha garmen berbahan kaus di Tambora, Yupiter, mengatakan, selama empat hari, usahanya rugi Rp 50 juta. "Di Tambora ada sekitar 300 usaha garmen yang skalanya sama dengan skala usaha saya. Jadi selama empat hari, total kerugian ke-300 pengusaha itu selama empat hari tidak beroperasi, mencapai Rp 15 miliar," tutur Yupiter. 

Tutum Rahanta, Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, mengatakan, tutupnya kawasan grosir di Glodok, Mangga Dua, dan sekitarnya memang menyebabkan mandeknya aktivitas ekonomi di kawasan itu.

Tutum tak menutup kemungkinan ada sebagian masyarakat yang sehari-harinya menggantungkan hidupnya di kawasan itu dan langsung merasakan negatif dampak banjir.

"Dari keseluruhan aktivitas perekonomian di kawasan Glodok, Mangga Dua, dan sekitarnya, mungkin lebih sekitar 20 persennya yang terdampak langsung. Mereka yang terkena dampak langsung itu antara lain penjual nasi dan makanan, tukang parkir, dan kuli angkut. Mereka langsung tidak dapat penghasilan untuk kehidupan sehari-hari," katanya. Mereka ini yang sudah larut dengan Jokowi dan  Ahok.

"Ini lingkaran setan. Begitu banyak uang dipakai untuk penanganan banjir yang terus berulang, tanpa ada lompatan penyelesaian yang signifikan," katanya. 

Bencana banjir telah berdampak terhadap perekonomian warga. Itu terpantau pada transaksi gadai di kantor pegadaian yang melonjak hampir dua kali lipat. Kondisi itu diperberat lagi dengan kenaikan harga sejumlah bahan makanan yang cukup tinggi.

Pegadaian Cabang Jatinegara, contohnya, setelah banjir surut, transaksi gadai di kantor itu langsung melonjak jadi Rp 500 juta hari Senin. Padahal, selama banjir, transaksi gadai sempat anjlok menjadi Rp 50 juta per hari dari rata-rata Rp 300 juta per hari. 

Pemimpin Pegadaian Cabang Jatinegara, Henrianto, mengatakan, selama banjir mengepung sejumlah kawasan Jakarta Timur, transaksi gadai di Pegadaian Cabang Jatinegara dan 9 kantor unit yang ada di bawahnya anjlok semua. "Baru pada Senin, setelah banjir surut, transaksi gadai langsung jadi Rp 500 juta," katanya, Selasa.

Jokowi dan Ahok yang diharapkan membawa berkah dan kesejahteraan, justeru yang didapat rakyat bencana, musibah, dan azab. Tokoh "ajaib" yang merupakan jadian-jadian media kristen dan sekuler ini, betapapun hebatnya opini, akhirnya hanya membawa kesengsaraan dan penderitaan rakyat.

Seperti umumnya pejabat dan pemimpin Indonesia masa kini. Hanya membawa kesengsaraan dan penderitaan rakyat. Wallahu'alam.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Ia menjadi tulang punggung bagi keenam anak yatimnya, sejak sang suami gugur dalam amaliah jihadnya 6 tahun silam. Kritis di rumah sakit, tagihan sudah mencapai 14 juta rupiah....

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Saat sang suami menjalani ujian penjara, Ummu Muhammad mendapat ujian penyakit kelenjar. Di leher dan beberapa bagian tubuhnya tumbuh benjolan yang harus dioperasi....

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis ini hanya bisa tergolek lemah, merintih menahan sakitnya tumor ganas. Pahanya membesar seukuran bola basket. Ayahnya kuli bangunan, tidak bisa mencari nafkah karena harus menunggunya di...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
Mantan Panglima TNI Apresiasi Rumah Amanah Rakyat

Mantan Panglima TNI Apresiasi Rumah Amanah Rakyat

Rabu, 24 Aug 2016 23:01

Banyak Imirgan Syiah di Pekanbaru, DPRD Khawatirkan Remaja Putri Menjadi Korban Nikah Mut'ah

Banyak Imirgan Syiah di Pekanbaru, DPRD Khawatirkan Remaja Putri Menjadi Korban Nikah Mut'ah

Rabu, 24 Aug 2016 22:00

Rumah Amanah Rakyat Diharapkan Mampu Menyebar ke Setiap RT/RW di Jakarta

Rumah Amanah Rakyat Diharapkan Mampu Menyebar ke Setiap RT/RW di Jakarta

Rabu, 24 Aug 2016 20:01

Jika Terpaksa Pilih Ahok karena Uang, Aktivis: Pikirkan Masa Depan DKI Mendatang

Jika Terpaksa Pilih Ahok karena Uang, Aktivis: Pikirkan Masa Depan DKI Mendatang

Rabu, 24 Aug 2016 18:01

Penjualan Burkini Meningkat Setelah Berita Pelarangan di Prancis

Penjualan Burkini Meningkat Setelah Berita Pelarangan di Prancis

Rabu, 24 Aug 2016 17:45

Pasukan Khusus Turki Masuki Wilayah Suriah untuk Perangi Islamic State (IS)

Pasukan Khusus Turki Masuki Wilayah Suriah untuk Perangi Islamic State (IS)

Rabu, 24 Aug 2016 16:05

Soal UU Pilkada yang Digugat ke MK, Aktivis: Sudahlah Zholim, Ahok juga Inkonsisten

Soal UU Pilkada yang Digugat ke MK, Aktivis: Sudahlah Zholim, Ahok juga Inkonsisten

Rabu, 24 Aug 2016 16:01

AMJU Ajak Masyarakat DKI Berpikir: Layakkah Ahok yang Tanpa Prestasi & Minim Etika menjadi Gubernur

AMJU Ajak Masyarakat DKI Berpikir: Layakkah Ahok yang Tanpa Prestasi & Minim Etika menjadi Gubernur

Rabu, 24 Aug 2016 14:01

Tingginya Harga Obat: Kurangnya Campur Tangan Pemerintah Mengatur Industri Farmasi di Indonesia

Tingginya Harga Obat: Kurangnya Campur Tangan Pemerintah Mengatur Industri Farmasi di Indonesia

Rabu, 24 Aug 2016 13:50

Bila Defisit Negara Sentuh 500 T, Pengamat: DPR Boleh Gulingkan Jokowi

Bila Defisit Negara Sentuh 500 T, Pengamat: DPR Boleh Gulingkan Jokowi

Rabu, 24 Aug 2016 12:01

Ucapan Sri Mulyani Tidak Didengar Presiden? Untuk Apa Dijadikan Menteri?

Ucapan Sri Mulyani Tidak Didengar Presiden? Untuk Apa Dijadikan Menteri?

Rabu, 24 Aug 2016 10:01

5 Tentara Filipina Tewas dalam Baku Tembak dengan Kelompok Abu Sayyaf

5 Tentara Filipina Tewas dalam Baku Tembak dengan Kelompok Abu Sayyaf

Rabu, 24 Aug 2016 08:30

Kepolisian Nasional Kanada Izinkan Para Petugas Muslimah Kenakan Jilbab

Kepolisian Nasional Kanada Izinkan Para Petugas Muslimah Kenakan Jilbab

Rabu, 24 Aug 2016 07:27

Ada yang Nikah Muda? Jangan Baper!

Ada yang Nikah Muda? Jangan Baper!

Rabu, 24 Aug 2016 07:13

Surat Terbuka untuk KH Said Aqil Siradj

Surat Terbuka untuk KH Said Aqil Siradj

Rabu, 24 Aug 2016 06:22

DPP IMM: Pemerintah Harus Lobby Arab Saudi Untuk Tambah Kuota

DPP IMM: Pemerintah Harus Lobby Arab Saudi Untuk Tambah Kuota

Selasa, 23 Aug 2016 23:55

Makin Hari Ahok Makin Arogan dan Zalim, Forum Kemitraan RT-RW: Kami Terus Menerus Dizalimi

Makin Hari Ahok Makin Arogan dan Zalim, Forum Kemitraan RT-RW: Kami Terus Menerus Dizalimi

Selasa, 23 Aug 2016 22:35

Curahan Hati Nisa: Membuktikan Bahwa Sistem Rusak Selalu Menghasilkan Orang-orang yang Rusak

Curahan Hati Nisa: Membuktikan Bahwa Sistem Rusak Selalu Menghasilkan Orang-orang yang Rusak

Selasa, 23 Aug 2016 22:15

Benarkah Kita Sudah Merdeka?

Benarkah Kita Sudah Merdeka?

Selasa, 23 Aug 2016 22:10

Anak Madrasah Indonesia Mengalahkan Israel dan Amerika dalam kompetisi Robot di Korea

Anak Madrasah Indonesia Mengalahkan Israel dan Amerika dalam kompetisi Robot di Korea

Selasa, 23 Aug 2016 22:00


Must Read!
X