Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.612 views

Siapa Penegak Ideologi Pancasila Sejati di Indonesia?

Jakarta (voa-islam.com) Sesudah meninggalnya Ketua MPR Taufiq Kiemas,siapa yang akan melanjutkan cita-cita menegakkan ideologi Panasila? Suami Megawati ini seperti menjadi "milestone" (tonggak) bagi penegakkan ideologi Pancasila di Indonesia.

Meninggalnya Taufiq Kiemas membuat Indonesia kehilangan sosok yang sangat kuat "obsesinya" menjadikan Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Taufiq tak pernah lelah, selalu mengemukakan pandangannya tentang pentingnya "empat pilar" negara yaitu, Pancasila,UUD '445, Kebinekhaan, dan NKRI.

Tetapi, sejatinya sepanjang sejarah, sejak Pancasila lahir 1 Juni 1945, Pancasila yang akhirnya menjadi ideologi negara, kenyataannya tak pernah ada yang mempraktekan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Justru mereka yang selalu berbicara tentang perlunya penegakkan ideologi Pancasila, mereka lah yang mengkhianati Pancasila.

Soekarno yang menjadi "founding fathers" Pancasila,menyimpangkan Pancasila. Soekarno lebih condong kepada sosialisme atau komunisme. Paham yang diajarkan oleh Soekarno tentang Marhaeinisme (Kerakyatan), hakikatnya adalah paham sosialisme dan komunisme.

Dalam praktek politiknya Soekarno terus bergeser, dan semakin mendekat kepada PKI. Soekarno lah yang merumuskan doktrin Pancasila menjadi ekasila yaitu "Gotong Royong". Ujung dari politik Soekarno itu, Indonesia berkiblat ke negara raksasa komunis Soviet dan RRT (China).

Kemudian, ujung dari politik Soekarno yang sudah mengkhianati Pancasila itu, kemudian terjadinya pemberontakan PKI, di tahun l965, karena Soekarno memberikan keleluasaan kepada PKI di Indonesia menguasai infrastruktur negara, termasuk jaringan militer, dan PKI berani melakukan makar. Semua itu tidak dapat dipisahkan andil dari Soekarno.

Bagi kaum Muslim di Indonesia tindakan Soekarno yang patut di ingat, yaitu mengelurakan dekrit yang mengembalikan UUD'45 dan Pancasila sebagai dasar negara, dan membubarkan Partai Masyumi, yang berjuang keras di konstituante (parlemen) menjadikan Islam sebagai dasar negara. Sesudah membubarkan Masyumi, Soekarno memenjarakan tokoh-tokoh Masyumi.

Pemimpin Partai Masyumi, Mohamad Natsir yang menyampaikan pidatonya di konstituante dengan sangat gamblang, ketika membela Islam sebagai dasar negara, mengatakan, bahwa Pancasila itu, tak  lain ideologi "la diniyah" (ideologi sekuler).

Jadi Islam dan Pancasila itu, sebuah paradok, yang tak mungkin dapat bersatu. Islam diciptakan oleh Allah Rabbul Alamin,sedangkan Pancasila sebagai doktrin dan ideologi diciptakan oleh manusia.

Di era Soeharto tak berbeda dengan Soekarno. Soeharto yang ingin menjadikan Pancasila sebagai "way of life", sejatinya tak  pernah mempraktekkan Pancasila dalam segala aspek kehidupan. Pancasila hanya digunakan alat menghantam dan menghancurkan lawan-lawan politik Soeharto. Terutama umat Islam.

Selama pemerintahan Soeharto fihak yang paling menjadi korban kekejaman Soeharto adalah umat Islam. Umat Islam dan Islam menjadi sasaran yang tanpa henti  di masa pemerintahan Soeharto. Soeharto menggunakan operator tokoh-tokoh militer dari Kristen dan Katolik menghancurkan Umat Islam dan Islam. Seperti Jenderal Maraden Panggabean, Jenderal Benny Murdani, dan Laksamana Soedomo.

Dengan menggunakan alat Kopkamtib  (KomandoOperasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban), umat Islam selalu dipojokkan diberikan stigma oleh Soeharto sebagai kelompok yang melakukan makar, termasuk lahirnya gerakan Komando Jihad (Komji).

Di era Soeharto Pancasila hanyalah kedok, dan praktek politik, ekonomi, dan keamanan, Seoharto sejatinya hanyalah "pio" bagi Barat di Indonesia. Soeharto hanyalah alat bagi kepentingan Barat di Indonesia. Soeharto bukanlah seorang nasionalis tulen, tetapi hanya kaki tangan Barat yang sedang menancapkan kukunya di Indoensia.

Semua terbukti bagaimana Indonesia dalam menjalankan kebijakan ekonomi, lebih cenderung kepada sistem  kapitalis. Indonesia masuk perangkap IMF, dan berakhir dengan bencana dan meninggalkan utang luar negeri yang mendapai $ 150 miliar dolar. Kemudian, pemerintahan Soeharto berakhir dengan bencana dan kehancuran.

Di  era SBY yang menjalankan roda pemerintahannya, masuk lebih jauh lagi, terutama  kepentingan kapitalis dalam segala aspek kehidupan. Tak yang bersisa. Semua sudah benar-benar masuk dalam jebakan sistem kufur demokrasi liberal yang sangat menghancurkan.

Ekonomi, politik, budaya, dan sosial, serta agama, semuanya sudah masuk dalam perangkap jebakan demokrasi liberal. Kehidupan rakyat, terutma dalam aspek agama (Islam) luluh lantak, akibat dampak sistem dajjal demokrasi liberal itu.

Jadi tidak ada satupun di Indonesia yang benar-benar mempraktekkan Pancasila. Pancasila hanyalah alat yang digunakan mengebiri dan menghancurkan Islam dan Umat Islam oleh kalangan sekuler dan nasionalis. Sampai hari ini. Mereka yang selalu berteriak ingin menegakkan ideologi Pancasila, tak  sekumpulan gerakan yang bertujuan ingin menghancurkan Islam di Indonesia.

Maka, ditengah banyak kritikan soal konsep Empat Pilar Kebangsaan, Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra justru sama sekali tidak mempersoalkan konsep yang pernah digagas oleh Ketua MPR, almarhum Taufiq Kiemas.

"Itu bukan suatu teori. Itu suatu pemahaman, bagaimana seorang pemimpin berusaha meyakinkan untuk bangsanya, rakyatnya, bahwa ada prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh untuk menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara dan di masa depan," papar Yusril, Minggu (9/6/2013) malam.

Menurutnya, konsep yang dimaksud oleh almarhum Taufiq Kiemas, bukan merupakan istilah dalam teori akademik Ilmu Hukum Tata Negara, melainkan suatu pemahaman politik belaka, yang bertujuan untuk mengingat dasar dan pedoman yang dijadikan acuan bagi masyarakat.

"Hal semacam itu, sebenarnya sudah sering terjadi sepanjang sejarah. Pada masa lalu, misalnya ada, UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Kerakyatan, Kepribadian Indonesia, (Manipol Usdek). Zaman Pak Harto juga Pancasila dan UUD 45," beber Yusril.

Jadi tidak ada yang sungguh-sungguh menegakkan Pancasila. Siapapun mereka. Mereka yang ingin menegakkan Pancasila itu, tak lain, mereka yang sangat menolak dan paranoid terhadap Islam di Indonesia. Mereka ingin menghapus, mengeleminir, dan melemahkan Islam dan umat Islam dari bumi Indonesia.

Mereka para minoritas dan anak tiri Yahudi yang sekarang ini terus menggunakan kedok Pancasila, dan menjadi pahlawan atau berlagak Pancasialis, sejatinya mereka itu para pengkhianat. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Selasa, 27 Jul 2021 10:41

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Selasa, 27 Jul 2021 10:37

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Selasa, 27 Jul 2021 08:45

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Senin, 26 Jul 2021 20:20

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Senin, 26 Jul 2021 20:17

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Senin, 26 Jul 2021 20:05

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Senin, 26 Jul 2021 20:01

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Senin, 26 Jul 2021 19:35

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Senin, 26 Jul 2021 19:22

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Senin, 26 Jul 2021 19:09

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Senin, 26 Jul 2021 19:05

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Senin, 26 Jul 2021 17:15

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Senin, 26 Jul 2021 14:20

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Senin, 26 Jul 2021 12:48

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Senin, 26 Jul 2021 11:39

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Senin, 26 Jul 2021 11:00

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Senin, 26 Jul 2021 10:51

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

Senin, 26 Jul 2021 10:29

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Senin, 26 Jul 2021 08:19

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Ahad, 25 Jul 2021 22:20


MUI

Must Read!
X