Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
188.674 views

Romo Magnis : Jokowi Kalah Pilpres Akan Terjadi Chaos di Indonesia

JAKARTA (voa-islam.com) - Kalangan Katolik nasibnya sudah digantungkan kepada Jokowi. Bukan kepada Jesus. Maka, menjadikan Jokowi sebagai presiden dalam pemilihan 9 Juli nanti, sebagai ‘to be or not to be’ (hidup atau mati). Memenangkan Jokowi ibaratnya seperti ‘perang puputan’ di Bali.

Seluruh daya dan potensi kalangan Katolik, sekarang ini diarahkan memenangkan Jokowi. Tidak ada pilihan lain. Mereka mengerahkan seluruh sarana yang mereka miliki. Surat kabar, majalah, telivisi, media sosial, dan gereja digunakan memenangkan Jokowi.

Kalangan gereja Katolik, seperti yang nampak dilakoni oleh Romo Benny Susetyo yang menjadi ‘Tim Sukses’ Jokowi, benar-benar berjuang ingin memenangkan Jokowi. Romo Beny menyuarakan pentingnya memenangkan Jokowi kepada gereja, dan kalangan aktivis gereja.

Bahkan, seorang Romo di Semarang, mengatakan, Jokowi itu, disamakan dengan Jesus, karena Jokowi dan Jesus, sama-sama mencintai orang kecil. Itulah hembusan penuh dengan pencitraan dan kepalsuan.

Dengan Jokowi menjadi presiden Indonesia, banyak hal yang bersifat strrategis akan dapat diwujudkan. Terutama mengeliminir golongan Islam, yang tetap menjadi momok buat mereka, seperti adanya SKB Tiga Menteri akan dapat dihapus. Karena dengan adanya SKB Tiga Menteri, dinilai sebagai pembatasan kebebasan beragama di Indonesia.

Melalui pemerintah Jokowi, golongan Katolik, bukan hanya ingin mengubah populasi penduduk Indonesia, tetapi mengubah nilai-nilai Islam dalam kehidupan bangsa Indonesia. Upaya ini dimungkinkan dengan adanya tokoh-tokoh yang sekarang ini berada di balik Jokowi.

Seperti Prof.Dr.Musdah Mulia yang menjadi Ketua Megawati Institute, secara terang-terangan ingin mencabut Tap MPR No.XXV/l966, yang melarang ajaran komunis. Dengan demikian komunisme dan partai komunis (PKI), akan hidup lagi di Indonesia. Menghapus kolom agama di KTP, dan menghapuskan Perda Syari’ah di daerah-daerah. Semua ini sebagai langkah strategis menuju Indonesia ‘Tanpa Islam’.

Karena itu, pemilihan presiden 2014, yang akan berlangsung 9 Juli mendatang, sebagai jalan ‘pendek’ menghancurkan golongan Islam dengan cara memenangkan Jokowi. Dengan kemenangan Jokowi, dan Jokowi menjadi presiden, sudah dapat diprediksi, golongan Katolik akan mendapatkan berkah yang besar. Ini seperti yang diinginkan oleh Dubes Vatikan, saat melangsungkan pertemuan di Hotel milik konglomerat Cina, Jacob Soetojo, yang dihadiri Mega, Jokowi, Dubes AS, dan Dubes Vatikan.

Maka, sekarang ini terjadi kolaborasi (persekongkolan) antara pengikut Katolik yang berideologi kiri (Theologi Pembebasan) dengan kalangan aktivis kiri, sekuler, liberal, dan komunis, dan dukungan media seperti Kompas, Tempo, dan Metro TV, TV Kompas, saling bahu-membahu memenangkan Jokowi. Ini ibaratnya peperangan dan pertempuran terakhir memperebutkan  kota suci ‘Jerusalem’ antara Pasukan Romawi dengan Shalahuddin.

Dengan kemenangan Jokowi sebagai presiden, maka lima tahun ke depan akan  berubah drastisl. Bukan hanya menjadi negara sekuler, tetapi Indonesia seperti tanah Palestina yang dijajah oleh Israel sekarang ini, dan Jerusalem diduduki dan menjadi ibukota Zionis-Israel.

Mereka, terutama kalangan Phalangis (kristen), sekuler, liberal, nasionalis, komunis, bersatu padu, berjuang dengan sangat keras, dan didukung para jenderal, ingin memenangkan peperangan di bulan Juli mendatang. Mereka tidak ingin melepaskan peluang yang ada, dan Jokowi harus menang.

Tengoklah, apa yang dikemukakan oleh tokoh Katolik Romo Franz Magis Suseno yang selama ini dikenal kritis terhadap Pemerintah menyampaikan sebuah tekanann, dalam bentuk analisa yang sifatnya provokatif, konfrontatif dan tendensius. Di mana Romo Magnis mengatakan mengenai kondisi Indonesia pasca pemilu, jika Jokowi gagal menjadi Capres RI, yaitu akan ada terjadi kerusuhan hebat melanda  Indonesia.

Seperti dikutip dari portal intelijen, Romo Magnis mengatakan jika Gubernur DKI Jakarta, Jokowi gagal menjadi calon presiden 2014, akan muncul kerusuhan di Indonesia. Analisis itu disampaikan dalam diskusi yang digelar di kantor Maarif Institute, Jakarta. “Kalau Jokowi tidak maju, maka bisa jadi ada kekerasan,” tegas Romo Magnis.

Analisa yang disampaikan tokoh katolik ini sangat bentuk ancaman para pendukung Jokowi, terutama dari kalangan Katolik. Fran Magnis membuat analisa yang disampaikannya adalah sangat kuat unsur provokasinya dan terindikasi adanya sebuah kampanye terselubung kepada umat katolik dalam mendukung Jokowi.

Apa yang disampaikan Romo Magnis dalam diskusi di kantor Maarif Institute ini bisa menjadi bukti adanya dukungan dari umat katolik di Indonesia untuk Jokowi sebagai Capres pada pemilu Presiden tahun ini, dan mengandung unsur ancaman.

Romo Magnis sebagai tokoh agama katolik telah membawa Katolik dalam sebuah spekulasi  yang kuat, dan membuat ancaman, dan memang eksistensi Katolik sangat digantungkan kepada Jokowi. Kemenangan Jokowi berarti kemenangna golongan katolik  dan Kristen di Indonesia.

Dibagian lain, kalangan para pendukung Jokowi, terutama dari kalangan LSM sekuler, liberal, dan komunis, secara lantang meneriakan kalau Jokowi kalah, maka Indonesia akan terbelah dua. Kalau Jokowi kalah akan terjadi desintegrasi. Skenario chaos (kekacuan), nampaknya sudah mereka siapkan, pasca 9 Juli. Wallahu’alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Selasa, 26 May 2020 23:32

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Selasa, 26 May 2020 23:31

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Selasa, 26 May 2020 23:27

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Selasa, 26 May 2020 21:57

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Selasa, 26 May 2020 21:30

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X