Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
26.586 views

Amien Rais : Bangsa Akan Hancur Bila Tidak Berani Mengatakan 'La'

JAKARTA (voa-islam.com) - Amin Rais mengatakan, bahwa bangsa yang tidak berani mengatakan ‘La’ (tidak) kepada kezaliman akan hancur. Kalimat tauhid “La ilaaha illa Lallah”, maknanya tidak ada ‘tuhan’ yang layak disembah (diibadahi), ditaati, dan dipuji, selain hanya Allah semata.

Manusia tidak layak disembah, ditaati, dan dipuji oleh sesama manusia. Kalimat tauhid, “La ilaaha illah Lallah”, adalah penolakan atas segala bentuk 'ilah-ilah' (tuhan-tuhan), apapun wujudnya termasuk manusia. Hakikatnya, kalimat tauhid “La ilaaha illah Lallah”, kalimat yang membebaskan perbudakan  manusia atas manusia lainnya.

Amin Rais, memberikan contoh, bagaimana bangsa Mesir, ketika berada di bawah kekuasaan Fir’aun yang sangat zalim. Firaun memperbudak bangsanya dengan sangat kejam, bahkan semua anak laki-laki yang lahir, dibunuh. Di Mesir tidak boleh lahir bayi laki-laki. Karena, dikawatirkan akan menganggu dan menjadi ancaman kekuasaannya.

Kekuasaan Fir’aun di topang oleh beberapa tokoh, diantara ada Hamam (ulama), dan Qorun pengusaha. Hamam dan Qorun menjadi penopang kekuasaan Fir’aun. Qorun dahulunya seorang ulama (yahudi). Sangat tamak. Berdoa’a minta kaya, dan dikabulkan menjadi orang yang sangat kaya. Sampai dalam hikayah, kunci gudangnya, sampai harus dipikul oleh beberapa orang. Tapi Qorun sesudah kaya lupa, dan tidak lagi ingat Allah, serta sombong.

Menurut Amin Rais, tokoh seperti Fir’aun yang sudah sangat berkuasa, kemudian menjadi sombong dan takabur, dan bertindak sangat zalim. Fir’aun sampai menyebuti dirinya dengan ‘Ana Rabbukum A’la’ (SayaTuhan Maha Tinggi). Dengan kekuasaan yang ada ditangannya dan luar biasa itu, Fir’aun berani menyebut dirinya sebagai sebagai ‘Ana Rabukumul A’la’.

Datanglah, Musa alaihisalam, dia seorang bayi laki-laki, yang dipungut oleh istri, Fir’aun, dan ketika dewasa menghimpun kekuatan orang-orang yang lemah (Yahudi), yang ditindas oleh Fir’aun. Musa menyelamatkan kaumnya menghadapi kekejian Fir’aun, dan diberikan mukjizat, berupa tongkat.

Dengan tongkatnya Musa menyelamatkan kaumnya, pergi ke Palestina menyeberangi laut Merah, dan ketika Musa memukulkan tongkatnya, laut Merah terbelah. Musa bersama dengan kaumnya selamat menyeberangi laut Merah. Padahal, kaum Nabi Musa sudah putus asa, ketakutan menghadapi bala tentara Fir’aun.

Ketika Fir’aun dan balatentaranya mengejar Musa dan kaumnya, tiba-tiba laut itu menutup, dan menenggelamkan Fir’aun serta balatentaranya. Fir’aun dan belatentaranya punah, akibat kesombonganya.

Menurut Amin Rais, sesudah Musa berhasil menyelamatkan kaumnya itu, kembali kaumnya Musa melakukan penyimpangan. Di mana kaumnya Nabi Musa yang sudah tiba di Palestina itu, menyembah patung sapi emas. Samiri salah satu tokoh dalam kaum Musa itu, mengumpulkan barang-barang yang dibawa lari oleh kaum Nabi Musa, kemudian dibuatnya patung Sapi, dan menjadi sesembahan mereka.

Kaum Nabi Musa tidak lagi menyembah Allah, tapi menyembah patung ‘Sapi’. Ini hanyalah penggambaran selamanya, orientasi orang Yahudi itu, adalah meterialisme. Materialisme yang menjadi tujuan dari kaum Yahudi.

Mengapa Allah mengutuk dan menyuruh memerangi orang kafir musyrik (yahudi dan nasrani), Karena mereka itu, mengatakan Uzair dan Isa sebagai anak tuhan. Peradaban Judeo-Christian yang melahirkan materialisme itu, sekarang menjadi ancaman umat manusia. Sama seperti kaumnya Musa yang menyembah patung Sapi.

Amin Rais, menegaskan, bahwa bagaimana sekarang ini, kekuatan Judeo-Christian (Yahudi dan Nasrani), memecah belah, menghancur-leburkan negara-negara Islam secara terbuka. Amin Rais, menggambarkan perang yang terjadi di Irak, Suriah, Afghanistan, Yaman, Libya, Sudan Selatan, termasuk Mesir, semuanya bagian dari strategi golongan Yahudi dan Nasrani. Mereka berjuang menghancurkan negara-negara Islam. 

Amin Rais, menambahkan  termasuk terhadap Indonesia menjadi bagian rencana mereka untuk dihancurkan dan dikuasai.  Di mana Indonesia negara yang secara geopolitik sangat strategis, memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa, dan jumlah penduduknya 250 juta, merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Menurut Amin Rais, sekalipun cara yang dilakukan terhadap Indonesia tidak seperti terhadap negara Arab, tapi Indonesia akan menuju ke sana, dan akan dijadikan wilayah jajahan. Indonesia tidak akan dibiarkan menjadi negara yang maju, berdaulat secara ekonomi dan politik.

Dibagian lain, menurut Amin Rais, lahirnya kepemimpin baru di Indonesia, yaitu Jokowi, tidak terlepas dari campur tangan dari strategis kekuatan ‘Judeo-Christian’, yang berusaha menjadikan Indonesia sebagai jajahan, dan nantinya tidak membahayakan serta  menjadi ancaman bagi masa depan mereka.

Memang, perlahan-lahan nampak dengan jelas, polarisasi dalam pilpres yang lalu. Antara Jokowi dan Prabowo. Polarisasi ini akan terus mengkristal. Bukan semata-mata hanya polarisasi antara Jokowi dan Prabowo. Polarisasi itu, sudah menyangkut masalah ideologi ‘agama’. Ini bisa dilhat dan ditebak antara yang menjadi pendukung Jokowi dan Prabowo.

Bahkan, Amin Rais mengatakan, para penyokong Jokowi itu, disebutnya, diantaranya ‘PKI malam’, 'PKI siang’, anak PKI,  PNI ASU (Ali Sastroamidjojo dan Surachman), yang berhaluan kiri (komunis), kelompok sekuler, kalangan konglomerat Cina, dan Kristen-Katolik.

Maka, menurut Amin Rais, bangsa ini harus berani mengatakan ‘La’ (tidak), jika tidak akan hancur. Bangsa yang tidak berani mengatakan tidak kepada penguasa yang lalim, pasti akan  hancur. Tidak ada bangsa yang bisa selamat, ketika tidak berani mengatakan ‘La’, melawan kelaliman penguasa, bisa selamat.

Amin Rais, berani mengatakan ‘La’ terhadap Soeharto, saat dia masih berkuasa. Bahkan, saat-saat yang sangat kritis di era Orde Baru, Amin Rais berani mengatakan ‘La’, di rumah DR.Anwar Haryono.

Di mana di rumah DR.Anwar Haryono,  berlangsung pertemuan tokoh-tokoh Islam, yang disebut ‘9 Wali’, dan mereka menginginkan agar Amin Rais, melakukan rekonsiliasi dengan Soeharto, karena Soeharto menurut '9 Wali' sudah cenderung kepada Islam. Tapi tokoh Reformasi itu, berani mengatakan ‘La’.

Amin Rais menjadi mata dan hati bangsa Indonesia, dan tetap akan mengatakan kebenaran, walaupun dia hanya seorang diri. Saat semua orang memuja-muji Jokowi, dan menghadiri pelantikannya, justru  Amin Rais tetap berada di Yogya, dan tidak ikut memberikan puji-pujian kepada Jokowi. Semoga Amin Rais tetap menjadi hati-nurani bangsa. Wallahu’alam.

[email protected]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Penelitian: Sekolah Islam Tidak Sebar Radikalisme

Penelitian: Sekolah Islam Tidak Sebar Radikalisme

Jum'at, 22 Feb 2019 22:31

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Jum'at, 22 Feb 2019 21:47

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Jum'at, 22 Feb 2019 21:35

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Jum'at, 22 Feb 2019 21:00

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:55

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Jum'at, 22 Feb 2019 20:23

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:04

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jum'at, 22 Feb 2019 19:55

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Jum'at, 22 Feb 2019 17:47

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Jum'at, 22 Feb 2019 17:45

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Jum'at, 22 Feb 2019 17:00

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Jum'at, 22 Feb 2019 16:45

Misteri 'Earpice'

Misteri 'Earpice'

Jum'at, 22 Feb 2019 16:42

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Jum'at, 22 Feb 2019 16:21

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Jum'at, 22 Feb 2019 16:15

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Jum'at, 22 Feb 2019 14:50

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Jum'at, 22 Feb 2019 14:21

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Jum'at, 22 Feb 2019 12:21

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Jum'at, 22 Feb 2019 11:38

[VIDEO] Caleg PDIP Joget di Atas Sajadah, FUI: Jangan Pilih Mereka

[VIDEO] Caleg PDIP Joget di Atas Sajadah, FUI: Jangan Pilih Mereka

Jum'at, 22 Feb 2019 10:50


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X