Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.607 views

Sikap Paradok Terhadap Teroris dan Bandar Narkoba

JAKARTA (voa-islam.com) - Sikap terhadap  para ‘bos’ narkoba yang memiliki jaringan internasional sangat  berbeda. Betapa mereka yang sudah merusak dan menghancurkan kehidupan itu, mendapatkan perhatian yang sangat luar biasa. Berbagai negara menginginkan agar pemerintah Indonesia tidak melaksanakan hukum mati.

Australia, Brazil, Prancis, dan Sekjen PBB, Ban Ki-moon, meminta kepada Indonesia tidak melaksanakan hukuman mati terhadap para ‘bos’ narkoba. Australia mengancam akan menarik duta besarnya dari Indonesia, jika pemerintah Indonesia tetap melaksanakan hukkuman mati terhadap para ‘bos’ narkoba yang terkenal dengan ‘Bali nine’.

Bagaimana negara-negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia membela seorang warga negaranya yang sudah melakukan kejahatan di sebuah negara, dan sangat membahayakan bagi kehidupan warganya? Australia dengan sangat keras menekan Indonesia agar membatalkan ekskusi terhadap para ‘bos’ narkoba.

Sekarang tergantung kepada pemerintah Indonesia dan Presiden Jokowi, pelaksanaan hukuman mati itu. Apakah pemerintah Indonesia tetap mempertahankan integritasnya? Di mana pemerintah Indonesia tidak boleh tunduk atas tekanan apapun dari negara asing yang membela para ‘bos’ narkoba yang memiliki jaringan internasional itu.

Keputusan yang diambil pemerintah Indonesia akan menjadi bukti integritasnya. Memilih tetap mengekskusi atau mengubah dan mengampuni para ‘bos’ narkoba. Tentu, tindakan yang akan diambil semua memiliki resiko politik yang pasti akan dihadapi pemerintah. Indonesia bisa menghadapi dampak buruk, seperti isoliasi Indonesia oleh berbagai negara yang menolak hukuman mati, terhadap ‘bos’ narkoba.

Amerika dalam memerangi para ‘bos’ narkoba yang disebut para ‘kartel narkoba’ dari Colombia, bahkan melakukan campur tangan langsung, berupa pengiriman pasukan ke Colombia, melakukan penangkapan terhadap para ‘kartel narkoba’. Bahkan, Amerika memfasilitasi pasukan Colombia dengan senjata untuk memerangi ‘kartel narkoba’. Amerika tidak tanggung-tanggung menghadapi jaringan ‘kartel narkoba’.

Memang, Amerika merasa terancam akibat terus mengalirnya barang haram ‘narkoba’, dan sudah mewabah ke seluruh lapisan masyarakat Amerika yang menjadi korban ‘kartel narkoba’ dari Colombia. Sekalipun Amerika sudah ‘all out’ menumpas ‘kartel narkoba’, tapi seperti kekuatan ‘kartel narkoba’ di Colombia, mereka sudah seperti kekuatan negara.

‘Kartel narkoba’ di Mexico mereka sudah bisa membeli para pejabat pemerintah, dan mereka juga sudah membentuk pasukan, dan sangat dicintai rakyat di Mexico, karena kemurahahan hati mereka terhadap rakyat Mexico. Masalah ‘narkoba’ ini sudah menjadi ancaman global. Menghancurkan kehidupan. Berkembang jaringan seluruh dunia. Tidak mudah menghancurkan kekuatan ‘kartel narkoba’. Mereka memiliki kapal, pesawat, dan sarana yang sangat canggih dalam mengedarkan dan membangun jaringan bisnisnya.

Di Indoensia jaringan ‘kartel narkoba’ sudah sangat berkuasa, dan bahkan penjara bisa mereka jadikan tempat membangun jaringan bisnis narkoba lokal dan internasional. Mereka menyulap penjara menjadi kantor yang sangat canggih untuk memperluas  bisnis narkoba secara lokal dan internasional.

Hanya sikap para penguasa berbeda-beda antara menghadap teroris dengan ‘bos narkoba’. Kalau menghadapi teroris, Amerika harus menggerakkan seluruh kekuatan global, menggunakan anggaran triliunn dollar, dan menggunakan kekuatan militer dan senjata canggih menghadapi mereka.

Sebalikknya, menghadapi ‘kartel narkoba’, tidak seperti menghadapi teroris, tidak begitu jelas, dan cenderung membiarkan jaringan ‘kartel narkoba’ terus berkembang tanpa batas. Inilah yang mengakibatkan banyaknya jatuh korban dan kematian. Sungguh sangat berbeda.

Amerika dan sekutu menghadapi teroris, memobilisi  seluruh kekuatan global, dan melakukan langkah-langkah militer yang dampaknya sangat mengerikan seperti di Irak, Afghanistan, Yaman, Suriah, dan Palestina. Tidak ada pertanggungjawaban apapun atas dampak dari tindakan penghancuran terhadap para kelompok teroris. Dampak kemanusiaan sangat luar biasa.

Di Indonesia pelaku yang terduga teroris langsung di ‘dor’, sedangkan pelaku ‘narkoba’ bisa menikmati hidup dengan panjang, dan bahkan bisa memutar bisnis dipenjara secara bebas. Sekarang pun sulit, ketika pemerintah akan melaksanakan  ekskusi, karena menghadapi berbagai tekanan asing. Karena memang teroris berbeda dengan ‘bos narkoba’.

Teroris dilihat lebih sebagai ancaman yang serius dan langsung. Sementara itu, ‘bos narkoba’, bisa menjadi lahan bisnis bagi siapapun, dan menguntungkan. Maka bertele-tele penangannya. Wallahu’alam

mashadi/dtta

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Selasa, 27 Jul 2021 10:41

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Selasa, 27 Jul 2021 10:37

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Selasa, 27 Jul 2021 08:45

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Senin, 26 Jul 2021 20:20

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Senin, 26 Jul 2021 20:17

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Senin, 26 Jul 2021 20:05

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Senin, 26 Jul 2021 20:01

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Senin, 26 Jul 2021 19:35

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Senin, 26 Jul 2021 19:22

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Senin, 26 Jul 2021 19:09

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Senin, 26 Jul 2021 19:05

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Senin, 26 Jul 2021 17:15

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Senin, 26 Jul 2021 14:20

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Senin, 26 Jul 2021 12:48

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Senin, 26 Jul 2021 11:39

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Senin, 26 Jul 2021 11:00

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Senin, 26 Jul 2021 10:51

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

Senin, 26 Jul 2021 10:29

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Senin, 26 Jul 2021 08:19

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Ahad, 25 Jul 2021 22:20


MUI

Must Read!
X