Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.405 views

Sikap Paradok Terhadap Teroris dan Bandar Narkoba

JAKARTA (voa-islam.com) - Sikap terhadap  para ‘bos’ narkoba yang memiliki jaringan internasional sangat  berbeda. Betapa mereka yang sudah merusak dan menghancurkan kehidupan itu, mendapatkan perhatian yang sangat luar biasa. Berbagai negara menginginkan agar pemerintah Indonesia tidak melaksanakan hukum mati.

Australia, Brazil, Prancis, dan Sekjen PBB, Ban Ki-moon, meminta kepada Indonesia tidak melaksanakan hukuman mati terhadap para ‘bos’ narkoba. Australia mengancam akan menarik duta besarnya dari Indonesia, jika pemerintah Indonesia tetap melaksanakan hukkuman mati terhadap para ‘bos’ narkoba yang terkenal dengan ‘Bali nine’.

Bagaimana negara-negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia membela seorang warga negaranya yang sudah melakukan kejahatan di sebuah negara, dan sangat membahayakan bagi kehidupan warganya? Australia dengan sangat keras menekan Indonesia agar membatalkan ekskusi terhadap para ‘bos’ narkoba.

Sekarang tergantung kepada pemerintah Indonesia dan Presiden Jokowi, pelaksanaan hukuman mati itu. Apakah pemerintah Indonesia tetap mempertahankan integritasnya? Di mana pemerintah Indonesia tidak boleh tunduk atas tekanan apapun dari negara asing yang membela para ‘bos’ narkoba yang memiliki jaringan internasional itu.

Keputusan yang diambil pemerintah Indonesia akan menjadi bukti integritasnya. Memilih tetap mengekskusi atau mengubah dan mengampuni para ‘bos’ narkoba. Tentu, tindakan yang akan diambil semua memiliki resiko politik yang pasti akan dihadapi pemerintah. Indonesia bisa menghadapi dampak buruk, seperti isoliasi Indonesia oleh berbagai negara yang menolak hukuman mati, terhadap ‘bos’ narkoba.

Amerika dalam memerangi para ‘bos’ narkoba yang disebut para ‘kartel narkoba’ dari Colombia, bahkan melakukan campur tangan langsung, berupa pengiriman pasukan ke Colombia, melakukan penangkapan terhadap para ‘kartel narkoba’. Bahkan, Amerika memfasilitasi pasukan Colombia dengan senjata untuk memerangi ‘kartel narkoba’. Amerika tidak tanggung-tanggung menghadapi jaringan ‘kartel narkoba’.

Memang, Amerika merasa terancam akibat terus mengalirnya barang haram ‘narkoba’, dan sudah mewabah ke seluruh lapisan masyarakat Amerika yang menjadi korban ‘kartel narkoba’ dari Colombia. Sekalipun Amerika sudah ‘all out’ menumpas ‘kartel narkoba’, tapi seperti kekuatan ‘kartel narkoba’ di Colombia, mereka sudah seperti kekuatan negara.

‘Kartel narkoba’ di Mexico mereka sudah bisa membeli para pejabat pemerintah, dan mereka juga sudah membentuk pasukan, dan sangat dicintai rakyat di Mexico, karena kemurahahan hati mereka terhadap rakyat Mexico. Masalah ‘narkoba’ ini sudah menjadi ancaman global. Menghancurkan kehidupan. Berkembang jaringan seluruh dunia. Tidak mudah menghancurkan kekuatan ‘kartel narkoba’. Mereka memiliki kapal, pesawat, dan sarana yang sangat canggih dalam mengedarkan dan membangun jaringan bisnisnya.

Di Indoensia jaringan ‘kartel narkoba’ sudah sangat berkuasa, dan bahkan penjara bisa mereka jadikan tempat membangun jaringan bisnis narkoba lokal dan internasional. Mereka menyulap penjara menjadi kantor yang sangat canggih untuk memperluas  bisnis narkoba secara lokal dan internasional.

Hanya sikap para penguasa berbeda-beda antara menghadap teroris dengan ‘bos narkoba’. Kalau menghadapi teroris, Amerika harus menggerakkan seluruh kekuatan global, menggunakan anggaran triliunn dollar, dan menggunakan kekuatan militer dan senjata canggih menghadapi mereka.

Sebalikknya, menghadapi ‘kartel narkoba’, tidak seperti menghadapi teroris, tidak begitu jelas, dan cenderung membiarkan jaringan ‘kartel narkoba’ terus berkembang tanpa batas. Inilah yang mengakibatkan banyaknya jatuh korban dan kematian. Sungguh sangat berbeda.

Amerika dan sekutu menghadapi teroris, memobilisi  seluruh kekuatan global, dan melakukan langkah-langkah militer yang dampaknya sangat mengerikan seperti di Irak, Afghanistan, Yaman, Suriah, dan Palestina. Tidak ada pertanggungjawaban apapun atas dampak dari tindakan penghancuran terhadap para kelompok teroris. Dampak kemanusiaan sangat luar biasa.

Di Indonesia pelaku yang terduga teroris langsung di ‘dor’, sedangkan pelaku ‘narkoba’ bisa menikmati hidup dengan panjang, dan bahkan bisa memutar bisnis dipenjara secara bebas. Sekarang pun sulit, ketika pemerintah akan melaksanakan  ekskusi, karena menghadapi berbagai tekanan asing. Karena memang teroris berbeda dengan ‘bos narkoba’.

Teroris dilihat lebih sebagai ancaman yang serius dan langsung. Sementara itu, ‘bos narkoba’, bisa menjadi lahan bisnis bagi siapapun, dan menguntungkan. Maka bertele-tele penangannya. Wallahu’alam

mashadi/dtta

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Senin, 30 Nov 2020 21:51

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Senin, 30 Nov 2020 21:44

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Senin, 30 Nov 2020 21:00

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Senin, 30 Nov 2020 20:00

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Senin, 30 Nov 2020 19:30

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Senin, 30 Nov 2020 17:45

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Senin, 30 Nov 2020 15:55

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Senin, 30 Nov 2020 15:51

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Senin, 30 Nov 2020 15:50

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Senin, 30 Nov 2020 15:45

Seragam Khutbah Racun Agama

Seragam Khutbah Racun Agama

Senin, 30 Nov 2020 15:42

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Senin, 30 Nov 2020 15:31

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Senin, 30 Nov 2020 15:02

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Senin, 30 Nov 2020 14:56

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Senin, 30 Nov 2020 12:41

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Senin, 30 Nov 2020 11:32

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Senin, 30 Nov 2020 10:11

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

Senin, 30 Nov 2020 09:14

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Senin, 30 Nov 2020 07:46

PD PII Kabupaten Bekasi Adakan Latihan Manajemen Strategis

PD PII Kabupaten Bekasi Adakan Latihan Manajemen Strategis

Senin, 30 Nov 2020 06:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Sabtu, 28/11/2020 19:17

Menyendiri atau Gaul, Mana Lebih Utama?