Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.876 views

Ramadhankan Hatimu

Ramadhan datang.

Adakah kehadirannya mengetuk pintu hati kita?

Ataukah hanya sebatas rutinitas tahunan biasa?

Menahan diri untuk tidak makan, minum, dan berhubungan seksual selama satu bulan penuh adalah definisi umum yang dipahami orang tentang perintah puasa di bulan Ramadhan. Di tambah pernak-pernik sahur, berbuka, ibadah-ibadah di malam hari, dan persiapan lebaran yang seolah turut serta menghiasi pesona Ramadhan itu sendiri. Bulan Ramadhan seakan menjadi primadona dibandingkan dengan sebelas bulan yang lain.

Semangat menggebu-gebu di awalnya yang mulai terlihat dari kebermunculan beragam iklan berbagai produk di televisi, aneka kegiatan penyambutan bulan Ramadhan yang dilakukan oleh banyak komunitas dan kelompok budaya, sampai pada isu kenaikan harga kebutuhan pokok dan tindakan kriminal yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mungkin belum sepenuhnya memahami akan makna hadirnya Ramadhan.

Berkali-kali kita telah melewati bulan Ramadhan, pernahkah kita berpikir sejauh mana tingkat ketaqwaaan kita di hadapan Allah? Bukankah tujuan utama perintah berpuasa di bulan Ramadhan adalah agar kita menjadi pribadi-pribadi yang terus menerus berproses menjadi insan yang bertaqwa. Lantas selama ini sudahkah Ramadhan yang kita lalui ‘membakar’ kita menjadi pribadi yang mengedepankan nilai-nilai ketaqwaan melalui usaha mengutamakan prinsip-prinsip Islam, iman, dan ihsan dalam seluruh tindakan keseharian kita? Melihat ragam fenomena kejahatan yang terjadi di dunia kita sekarang ini, dengan berat hati saya mengakui bahwa kita (mungkin) masih jauh sekali dari kata taqwa. Menurut Anda apa penyebabnya?

Ada satu hal penting yang mungkin kita lupakan. Kita mungkin lupa atau tidak dapat lagi mendengar suara hati kita yang (sejatinya) selalu mengarahkan kita pada cahaya kebenaran. Hidayah dari Allah untuk terus menerus berbuat baik. Sesungguhnya Allah menginginkan agar jiwa dan raga kita menjadi lebih bersih dengan berpuasa. Sebab puasa adalah ibadah paling tersembunyi dan eksklusif hanya antara Allah dan hamba-Nya. Namun pertanyaannya kemudian adalah puasa yang seperti apa? Tentu saja tidak hanya dengan menahan nafsu makan dan minum serta berhubungan seksual saja, tetapi juga menahan diri dari segala perilaku yang Allah tidak suka.

Ketika beranjak tidur di malam hari misalnya, Allah suka kalau kita “menyerahkan”  hidup dan mati kita semata-mata hanya pada-Nya sebab belum tentu kita masih diberikan kesempatan untuk membuka mata esok hari. Begitupula saat bangun tidur.  Apa yang lebih dahulu kita ingat? Wudlu lalu sholat atau melihat notifikasi di smartphone dulu? Sebelum tidur, apakah kita sempat menghitung-hitung amalan dan dosa apa saja yang kita lakukan hari ini?

Apakah kita mempersiapkan pertemuan dengan Allah di sepertiga malam dengan menyalakan alarm, bangun malam dan merencanakan membaca surat tertentu di dalam sholat malam? Apakah kita menghisab diri dan memohon ampunan kepada Allah Dzat Yang Maha Penyayang dan Maha Suci di waktu-waktu sahur? Ini baru bicara tentang seperti apa amalan-amalan terkait tidur yang (mungkin) disukai Allah yang dilihat dari kacamata orang biasa seperti saya. Bagaimana dengan amalan-amalan kita yang lain?

Segala perilaku kita adalah cermin keadaan hati kita. Jika hati kita lurus dan bersih, perilaku yang muncul kemudian adalah kejujuran yang terpantul dari ketajaman dan kejernihan hati. Dengan ketajaman dan kejernihan hati In syaa Allah kita dapat terus menerus berproses menjadi pribadi yang bertaqwa. Salah satu cara yang mungkin bisa kita lakukan agar sampai ke sana antara lain adalah dengan merasa selalu diperhatikan Allah.

Malaikat selalu mencatat tiap detail perilaku kita. Suara hati, perkataan, dan perbuatan kita semuanya dicatat dengan sangat cermat. Segala gerak-gerik kita diketahui Allah. Allah tahu isi hati kita yang paling dalam. Allah tahu bisikan-bisikan hati kita. Allah tahu bahwa kita hanya manusia biasa yang banyak dosa tetapi juga mungkin derajatnya dapat lebih baik dari malaikat, sampai-sampai Allah menyuruh malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam AS. Allah Maha Tahu segala-galanya. Allah juga memberikan tuntunan hidup berupa al-qur’an dan hadits.

Menghadirkan Rasulullah sebagai teladan, mengabarkan akan kepastian hari pembalasan, dan menggariskan jalan hidup kita dengan tangan-Nya. Kita hanya tinggal menjalaninya saja dengan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Kepada perilaku-perilaku yang membuat Allah menyukai atau bahkan semakin menyayangi kita.

Terkait puasa Ramadhan, bagaimana caranya agar Ramadhan kali ini berbeda? Perbedaan yang diharapkan tentu saja perubahan progresif ke arah kebaikan. Saya mengajukan usul untuk menjalankan sebuah tagline sederhana, “Ramadhan datang, Ramadhankan Hatimu.” Ibadah-ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan sudah waktunya parameternya bukan hanya kuantitas, melainkan juga kualitasnya. Kualitas ibadah kita tentu saja sangat dipengaruhi oleh kualitas hati kita.

Sejauh mana kita mampu menghadirkan hati di setiap ibadah yang kita jalani?

Begini misalnya. Sebelum tidur di malam hari kita berniat untuk bangun malam. Lalu setelah bangun malam kita tilawah dan introspeksi diri sembari melafalkan istighfar. Kita bayangkan seandainya Allah belum mengampuni dosa-dosa kita apa yang akan terjadi? Kita bayangkan seandainya ibadah puasa kita seharian ternyata tidak diterima Allah bagaimana? Kita bayangkan bagaimana jika sholat malam yang kita lakukan pun masih tidak berharga di hadapan Allah? Apakah kita masih merasa pantas mengakui bahwa kita layak masuk surga sehingga tiap perilaku kita lakukan tanpa berpikir panjang apa saja akibatnya?

Apakah kita sanggup menahan panasnya api neraka? Sebesar apakah sebenarnya keinginan kita untuk masuk surga? Kelak seandainya pun kita pantas masuk surga apakah itu semata-mata karena amalan yang kita lakukan atau murni kehendak Allah? Sampai akhirnya kita renungkan dalam-dalam siapa, dari mana, dan akan menuju ke mana nanti setelah kita mati. Introspeksi seperti ini tentu saja kita lakukan tidak hanya saat sholat malam, tetapi juga di tiap hela nafas kita.

Sebab hanya Allah yang tahu pasti waktu kematian makhluk-Nya. Terlebih lagi di bulan Ramadhan, di saat siang hari kita berpuasa Allah menjamin akan mengabulkan seluruh doa-doa kita. Introspeksi seperti itu harus terus mendengung di hati kita agar Allah berkenan meridhoi seluruh tindak-tanduk kita sebagai ‘khalifah’ di muka bumi ini. Sudah siapkah kita melakukannya? [syahid/voa-islam.com]

Kiriman Cut Hani Bustanova

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Ribuan Warga Yaman Berdemo Menuntut Pengusiran Pemberontak Syi'ah Houtsi Dari Taiz

Ribuan Warga Yaman Berdemo Menuntut Pengusiran Pemberontak Syi'ah Houtsi Dari Taiz

Jum'at, 14 Aug 2020 20:21

Pemerintah AS Sita 4 Kapal Tanker Yang Diduga Membawa Minyak Iran

Pemerintah AS Sita 4 Kapal Tanker Yang Diduga Membawa Minyak Iran

Jum'at, 14 Aug 2020 14:25

Libya: Kesepakatan UEA-Israel 'Pengkhianatan Yang Tidak Mengejutkan'

Libya: Kesepakatan UEA-Israel 'Pengkhianatan Yang Tidak Mengejutkan'

Jum'at, 14 Aug 2020 13:28

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Jum'at, 14 Aug 2020 07:55

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Kamis, 13 Aug 2020 23:46

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Kamis, 13 Aug 2020 21:15

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Kamis, 13 Aug 2020 21:00

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Kamis, 13 Aug 2020 20:51

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Kamis, 13 Aug 2020 20:35

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Kamis, 13 Aug 2020 20:15

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Kamis, 13 Aug 2020 19:50

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Kamis, 13 Aug 2020 19:46

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Kamis, 13 Aug 2020 19:33

Arti Hidupku

Arti Hidupku

Kamis, 13 Aug 2020 19:02

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Kamis, 13 Aug 2020 18:45

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kamis, 13 Aug 2020 18:38

Kritik Itu Perlu

Kritik Itu Perlu

Kamis, 13 Aug 2020 17:43

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Kamis, 13 Aug 2020 17:17

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Kamis, 13 Aug 2020 11:40

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Rabu, 12 Aug 2020 23:20


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X