Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.941 views

Hidup Mati Demi Bola? Ih, Nggak Banget!

Oleh: Aziz Rohman*

Apa kabar sobat voa-islam yang dirahmati Allah? Kali ini kita akan ulik sekilat info tentang sepak bola. Sepakbola seperti ditakdirkan bukan sekadar olahraga. Maka tak heran pengaruhnya pun telah merambah ke negeri-negeri kaum muslimin, tak terlepas Indonesia. Dan gemerlapnya pentas lapangan hijau di Benua Biru pun tak luput dari mata pecinta bola Indonesia.

Kamis dini hari (9/3/17) satu pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions, antara Barcelona vs Paris Saint-Germaint (PSG) tersaji di Camp Nou. Dimana Barcelona secara dramatis menang dengan skor telak 6-1.  Barca membalikkan ketertinggalan 0-4 atas PSG di leg pertama. Dan secara mengejutkan akhirnya, Barca unggul agregat 6-5 atas PSG dan berhak lolos ke babak perempat final Liga Champions tahun ini. Berita ini sangat heboh di kalangan pecinta bola.

Bicara suporter, sobat pasti pernah tahu kan gimana aksi-aksi suporter sepakbola dalam mendukung klub atau timnas pujaannya? Mereka bela-belain datang ke stadion jika klub pujaannya bertanding. Ada yang memang bayar masuk ke stadion untuk nonton, nggak sedikit juga yang cuma ngeramein jalanan aja karena nggak punya ongkos untuk beli tiket pertandingan. Para suporter ini nyaris memiliki semua atribut klub kebanggaannya: kaos, slayer, stiker, bendera, dan sejenisnya. Selain itu, mereka ada yang rela mati demi membela klub pujaannya dan juga rela melakukan kerusakan dalam melampiaskan kegembiraan (apalagi kekecewaan).

Sepakbola seperti ditakdirkan bukan sekadar olahraga. Di Jerman dan Perancis sepakbola adalah kebanggaan teritorial dan pesta. Kalo di Inggris lain lagi, sepakbola adalah ritual dan hiburan. Tak heran kalo di Old Trafford, stadion klub berjuluk Setan Merah, Manchester United sering dibentangkan spanduk dalam ukuran raksasa: Manchester United is My Religion, Old Trafford is My Church. Mungkin ritualnya di stadion karena agamanya adalah MU. Ckckckck…

Fakta suporter fanatik inilah, yang sebagian besar menganggap sepak bola sebagai ‘agama’, dimanfaatkan para pebisnis untuk mengeruk keuntungan. Pikir aja, tuh merchandise berupa kaos, slayer, gantungan kunci, mug, dan jenis lainnya pasti dijual kepada kepada para fansnya—itu artinya, keuntungan buat pemilik klub. Itu yang resmi lho (maksudnya dijual khusus oleh klub sepak bola yang bersangkutan). Kalo yang ‘liar’ pasti jumlahnya lebih banyak lagi, di pasar-pasar tradisional di negeri kita juga udah banyak kok. *mungkin ada di antara kita yang malah jualan juga hehehe…

Gaes, kalo mau teliti, sebenarnya logo-logo klub sepak bola di Inggris, Italia dan juga Spanyol dan beberapa negara lainnya (termasuk di jersey timnas mereka) banyak yang ‘memodifikasi’ lambang Salib. Lihat deh Juventus, AC Milan, Barcelona dan Real Madrid. Empat klub itu sengaja saya tulis karena selain mudah untuk dilihat (karena agak mencolok) juga karena cukup terkenal di dunia. Meski belakangan, Real Madrid dan Barcelona rela menghapus lambang Salib demi fulus. Ujungnya  bisnis juga. Dibentuk (logonya) demi duit, dihapus juga demi duit. Mungkin niatan awalnya sepak bola jadi ajang show of force yang ada hubungannya dengan agama tertentu, khususnya Nasrani. Tetapi lama kelamaan klub juga butuh duit dan akhirnya berlabuh pada bisnis.

Nah, ngomongin soal Real Madrid yang menghapus lambang Salib pada logo klub di bagian atasnya (mahkota) ternyata tujuannya adalah untuk mendapatkan kontrak yang nilai fulusnya gede banget. Berdasarkan catatan Republika.co.id  (2 Juni 2012), Real Madrid membuat kebijakan kontroversial dengan menghapus tanda salib pada logo klub pada April 2012. Langkah tersebut membuat Los Blancos mendapat proyek besar di Timur Tengah dengan diberi izin untuk membangun resor olahraga di Uni Emirat Arab senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 9,5 triliun. Hehehe mungkin para petinggi klub berpikir: “maafih fulus mamfus” (nggak ada duit koit), maka berlombalah mengeruk duit sebanyak-banyaknya.

Kalo Real Madrid baru April kemarin menghapus tanda salib pada logo klub, ternyata Barcelona udah sejak 2007 silam. Barcelona, melakukannya pada tahun tersebut, ketika investor Qatar Foundation menyatakan ingin bergabung dengan Blaugrana. Kesepakatan terjadi pada akhir 2010, ketika Barcelona mengumumkan telah menandatangani kontrak lima tahun bersama sponsor yang berasal dari Kota Doha tersebut. Nilai kontrak sebesar 150 juta euro alias Rp 1,76 triliun dari tahun 2011 sampai 2016. Kesepakatan kedua pihak adalah terkait pemasangan sponsor di jersey klub dengan catatan El Barca setuju menghilangkan satu palang di emblemnya agar tidak terlihat seperti salib.

So, dengan demikian, bagi penggila sepak bola, yakni para suporter sepak bola, sepak bola adalah ideologi, sepak bola adalah politik, sepak bola adalah penyaluran harapannya, bahkan bisa jadi sepak bola juga adalah agama mereka. Tetapi bagi pemain, karyawan klub dan terutama pemilik klub, sepak bola adalah bisnis yang tentu saja hubungannya ama dekat dengan fulus bin duit. Ibaratnya mereka berteriak, “Barang siapa yang mencintai klub sepak bola, maka harus diwujudkan melalui dukungan di stadion dengan cara membeli karcis, mengoleksi merchandise dan menjadikan sepak bola sebagai jalan hidupnya.” Waduh!

...bagi penggila sepak bola, yakni para suporter sepak bola, sepak bola adalah ideologi, sepak bola adalah politik, sepak bola adalah penyaluran harapannya, bahkan bisa jadi sepak bola juga adalah agama mereka...

Gaes, jika dalam sepakbola saja banyak orang rela menjadi pendukung setianya, maka seharusnya dalam Islam kita bisa menjadi bukan hanya pendukung tapi pembela dan pejuangnya. Perbedaan dukung mendukungnya hanya pada ideologi. Kalo para suporter sepakbola mungkin ada yang sekadar ikut-ikutan, ada yang memang menjadikan sepakbola sebagai muara emosi kesukuan dan kelompoknya, ada yang sebagai jalan hidup dan politik, maka para suporter Islam seharusnya menjadikan Islam sebagai pilihan hidup. Islam sebagai ideologi yang wajib diperjuangkan dan ditegakkan dalam kehidupan individu, masyarakat, dan juga negara.

Saya dan kawan-kawan yang ngelola pengajian suka sedih banget ketika melihat banyak teman kita yang sampe bela-belain memenuhi stadion untuk mendukung klub pujaannya bertanding, sementara untuk memenuhi masjid dalam pengajian mereka nggak mau meski udah kita kasih undangan khusus. Miris deh.

Nggak abis pikir juga banyak kaum muslimin yang pelit ngeluarin zakat, infak dan shadaqah atau apapun yang berkaitan dengan kebaikan dalam Islam. Tetapi mereka jor-joran bin royal dalam membelanjakan uangnya untuk sepakbola: beli kaos, merchandise, tiket stadion dan lain-lain. Aneh yang punya bapak ajaib alias aneh bin ajaib.

Kalo suporter sepakbola banyak yang mengerahkan tenaga dan pikirannya serta kreativitasnya dalam mendukung tim-tim kebanggaannya, tentu sebagai mukmin sejati seharusnya kita lebih hebat lagi dalam menyumbangkan tenaga, pikiran, dan memunculkan kreativitas untuk kemajuan Islam di berbagai bidang: pendidikan, dakwah, sosial, budaya, teknologi dan sebagainya. Inilah seharusnya yang membuat kaum muslimin berbeda dengan umat lainnya. Kaum muslimin lebih merindukan kehidupan akhirat ketimbang hiasan dunia yang sifatnya fana.

Soal ibadah juga seharusnya seorang muslim pejuang Islam lebih memilih memperbanyaknya. Jangan sampe kalah dengan para bolamania. Kita patut menyayangkan energi yang digeber tanpa lelah oleh mereka yang gila bola. Demi melihat  aksi tim kesayangannya bertanding, tak bisa ke stadion maka di televisi pun tak jadi soal. Meski waktu mainnya di sini dinihari nggak jadi masalah. Shalat tahajud? Ah, mungkin mereka sudah lupa. Aneh ya? Padahal kekuatan Islam seharusnya lebih menggerakkan untuk beramal baik sebanyak mungkin. Ironi memang.

Catet Bro, ngapain sih kudu bela-belain klub sepak bola sampe lupa diri dan lupa ideologi kita sendiri, yakni Ideologi Islam. Cukuplah kalo pun mau nonton, ya nonton aja di rumah via layar kaca. Itu pun seperlunya aja, jangan memaksakan diri hingga begadang, apalagi sampe ikutan taruhan atau bahkan menjadikan sepak bola sebagai agama kedua kita. Hadeh, itu sih namanya lebay. Nggak banget!

Semoga kita tetap menjadikan Islam sebagai jalan hidup kita. Bukan yang lain. Islam sebagai ideologi kita. Cukuplah sepakbola sebagai hiburan, itupun jangan berlebihan dan sekadar ditonton pertandingannya di televisi saja. Kalo mau main dengan kawan-kawan, mainlah seperlunya saja bukan sebagai profesi atau maniak. Sebab, yang layak dijadikan jalan hidup hanyalah Islam. Pasti itu! (riafariana/voa-islam.com)

*Tim Kreatif di Soeara Pemoeda

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Sepeninggal sang ayah setelah masuk Islam, enam anak berstatus muallaf yatim ini hidup prihatin serba kekurangan. Ayo bantu modal usaha dan beasiswa untuk masa depan Islam...

Latest News
582.000 Pengungsi Rohingya Tiba di Bangladesh Sejak Akhir Agustus

582.000 Pengungsi Rohingya Tiba di Bangladesh Sejak Akhir Agustus

Selasa, 17 Oct 2017 20:35

50 Tewas 200 Lebih Terluka dalam Serangan Terkoordinasi Taliban pada Pasukan Polisi Afghanistan

50 Tewas 200 Lebih Terluka dalam Serangan Terkoordinasi Taliban pada Pasukan Polisi Afghanistan

Selasa, 17 Oct 2017 20:15

Tuduh Anies Rasis? Politisi: Nalarnya Hendardi harus Diperiksa

Tuduh Anies Rasis? Politisi: Nalarnya Hendardi harus Diperiksa

Selasa, 17 Oct 2017 19:09

Indra J. Piliang ke Ketua SETARA Institut: Banyak-banyak Membaca daripada Gemar Pelintir

Indra J. Piliang ke Ketua SETARA Institut: Banyak-banyak Membaca daripada Gemar Pelintir

Selasa, 17 Oct 2017 17:09

Shalat Lima Waktu dengan Sekali Wudhu', Bolehkah?

Shalat Lima Waktu dengan Sekali Wudhu', Bolehkah?

Selasa, 17 Oct 2017 17:06

Kuliah & Penempatan Kerja Dengan 8 Kelebihan di PNJ CBD Campus

Kuliah & Penempatan Kerja Dengan 8 Kelebihan di PNJ CBD Campus

Selasa, 17 Oct 2017 15:43

Dua Kekuatan Besar dan Tidak Dapat Diremehkan yang akan Dihadapi Anies-Sandi Hentikan Reklamasi

Dua Kekuatan Besar dan Tidak Dapat Diremehkan yang akan Dihadapi Anies-Sandi Hentikan Reklamasi

Selasa, 17 Oct 2017 15:09

[VIDEO] VITAPLAS: Efek mirip Viagra, Herbal Stamina Pria ini diburu

[VIDEO] VITAPLAS: Efek mirip Viagra, Herbal Stamina Pria ini diburu

Selasa, 17 Oct 2017 14:50

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Selasa, 17 Oct 2017 14:27

Kelompok Loyalis Islamic State Serukan Orang-orang Bergabung dalam Jihad di Kongo

Kelompok Loyalis Islamic State Serukan Orang-orang Bergabung dalam Jihad di Kongo

Selasa, 17 Oct 2017 14:00

200 Video Anak Islami: Tajwid, Quran 30 Juz, Doa Hingga Kisah Para Nabi

200 Video Anak Islami: Tajwid, Quran 30 Juz, Doa Hingga Kisah Para Nabi

Selasa, 17 Oct 2017 13:10

Aturan Lama Ini Buat Janji Anies-Sandi akan Lambat Terealisasi

Aturan Lama Ini Buat Janji Anies-Sandi akan Lambat Terealisasi

Selasa, 17 Oct 2017 13:09

Ini 10 kelebihan CHANNEL TV ISLAM, Bagai Ilmu Surga Di Rumah Kita

Ini 10 kelebihan CHANNEL TV ISLAM, Bagai Ilmu Surga Di Rumah Kita

Selasa, 17 Oct 2017 13:03

Kuliah di PNJ CBD Campus, Mahasiswa Siap Bisnis START UP

Kuliah di PNJ CBD Campus, Mahasiswa Siap Bisnis START UP

Selasa, 17 Oct 2017 13:01

Butuh Logo Keren? Bayar Seikhlasnya Khusus Bisnis UKM Muslim

Butuh Logo Keren? Bayar Seikhlasnya Khusus Bisnis UKM Muslim

Selasa, 17 Oct 2017 12:39

Ramuan Profesor ini Mengobati HIV dan 16 Penyakit Kronis Lain

Ramuan Profesor ini Mengobati HIV dan 16 Penyakit Kronis Lain

Selasa, 17 Oct 2017 11:23

Bangun DKI, Anies-Sandi lebih Butuh Kritik dan Saran daripada Puja-Puji

Bangun DKI, Anies-Sandi lebih Butuh Kritik dan Saran daripada Puja-Puji

Selasa, 17 Oct 2017 11:09

Pemukim Ilegal Yahudi Curi Hasil Panen Zaitun Warga Palestina di Tepi Barat

Pemukim Ilegal Yahudi Curi Hasil Panen Zaitun Warga Palestina di Tepi Barat

Selasa, 17 Oct 2017 11:00

Untuk Islam Lebih Berkualitas, Tinggalkan Aktifitas yang Tak Berguna!

Untuk Islam Lebih Berkualitas, Tinggalkan Aktifitas yang Tak Berguna!

Selasa, 17 Oct 2017 10:45

Erick Yusuf: Anies-Sandi Milik Umat bukan Partai

Erick Yusuf: Anies-Sandi Milik Umat bukan Partai

Selasa, 17 Oct 2017 10:00


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X