Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.398 views

Literatur: Kontribusi Perjuangan Pemuda Muslim Untuk Peradaban Islam

Oleh: Amalidatul Ilmi

(Ketua Lembaga Dakwah Kampus Al-Mustanir UIN Sunan Ampel Surabaya)

Perjuangan pemuda muslim dapat ditunjukkan melalui berbagai macam cara. Sebagai muslim tentunya cara yang digunakan tidaklah sembarangan, namun harus tetap dalam koridor syari’at Islam.

Kembali kita menengok pada sejarah kebangkitan Islam diraih oleh tangan-tangan para pemuda yang aktif berkontribusi untuk mendedikasikan hidupnya demi Islam. Ketekukan mereka dalam menuntut ilmu selalu mendorongnya untuk menyebar luaskan ilmunya kepada umat.

Salah satu cara yang dilakukan oleh para pemuda muslim dalam membangkitkan umat adalah melalui literatur. Islam mewajibkan sorang muslim harus produktif. Seperti hadits Rasulullah SAW “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat diantara manusia yang lainnya.”

Telah ada suatu masa ketika buku dinilai dengan emas. Harga buku tersebut dibayarkan oleh Negara dengan seberat buku yang ditulis. Kemudian dipasarkan dengan cuma-cuma atau harga minimal sekadar mengganti ongkos cetak buku. Sedangkan penulisnya tidak lagi menerima bayaran dari penerbit atau royalti.

Hal ini terjadi pada masa Khalifah Al-Makmun yang memberikan emas kepada Hunain bin Ishak seberat kitab-kitab yang ia salin ke bahasa Arab. Semua orang berhak bahkan wajib menyebarkan buku-buku tersebut ketika isinya adalah kebaikan dan untuk kemuliaan kaum muslimin. Setiap orang berhak menggandakan dengan cara apapun.

 

Pemuda Islam Berkarya

Tidak ada penulis maupun penerbit yang merasa dirugikan karena konsumen menggandakan tanpa izin. Justru malah sebaliknya, mereka akan sangat mendorong setiap orang untuk sama-sama saling membantu menyebarkan, memproduksi buku dan isinya tersebut. Karena ini merupakan salah satu bentuk dakwah menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia.

Tidak akan ada pula orang yang berteriak-teriak menuntut ganti rugi karena bukunya digandakan tanpa izin. Alasannya adalah hak cipta, padahal intinya ia berteriak karena dirugikan secara materi. Hal ini sangat biasa dan sering kita jumpai saat ini pada sistem Kapitalisme. Karena saat ini memang segala sesuatu selalu dinilai secara materi.

Meskipun hak cipta selalu didengungkan dalam sistem ini, nasib pengarang tetap juga sama saja tidak ada perhatian dan perlindungan yang lebih kepada mereka. Hanya segelintir pengarang yang karyanya best seller saja yang hidup layak. Itupun juga terlepas dari tanggungan pajak ini dan itu (m.voa-islam.com).

Berbeda dengan sistem Islam yang sangat menghargai ilmu pengetahuan. Kaya tidaknya seorang ilmuan tidak bergantung pada laku tidaknya karya tersebut di pasaran. Namun, pemimpin dalam hal ini Khalifah telah memberi imbalan lebih dari cukup kepada penulis, pengarang, penerjemah dan ilmuan demi agar mereka dapat hidup layak.

Apabila kehidupan terjamin maka konsentrasi dan dedikasi bisa lebih fokus untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi kemajuan Islam dan kaum muslim. Maka tak heran apabila saat itu kekhilafahan Islam menjadi pusat ilmu pengetahuan dan teknologi mengalahkan peradaban yang lainnya pada zaman itu.

Dibandingkan dengan zaman saat ini, penulis, penerjemah dan ilmuwan bernasib terbalik. Karena sistem yang ada jauh lebih menghargai kemolekan tubuh daripada ilmu pengetahuan. Profesi menjadi selebritis penghibur layar kaca jauh lebih dihargai mahal daripada mereka yang memeras keringat demi kemajuan bangsa. Pemuda saat ini pun juga sedikit yang menaruh perhatiannya kepada literatur.

Sayangnya masa keemasan yang ada kala itu kemudian meredup dan digantikan oleh masa keemasan bangsa barat, yaitu bangsa Eropa, yang membuat literatur dan fasilitas dikuasai mereka. Sehingga karya dan penemuan muslim menjadi tidak banyak diketahui.

Hal ini terjadi karena kaum muslim dan para pemuda mulai enggan melahirkan karya dan hanya memilih sebagai penikmat hasil para ilmuwan yang ada (4Muda.com).

Ibnu Khaldun dalam kitabnya Muqoddimah memaparkan suatu teori yang dikemudian hari dikenal sebagai teori siklus.

Teori ini berbicara tentang gambaran kualitas generasi dalam setiap peradaban yang mengalami putaran tahapan mulai dari generasi perintis, generasi pembangun, generasi penjaga tradisi, generasi penikmat dan terakhir generasi perusak.

Generasi Perintis adalah generasi yang memiliki semangat juang tinggi, pantang menyerah, cerdas, dan berkomitmen besar dalam membangun peradabannya.

Generasi Pembangun adalah generasi yang masih mewarisi semangat dan ruh perjuangan pendahulu mereka. Biasanya pada masa merekalah sebuah peradaban akan mencapai puncak kemajuannya.

Generasi penjaga tradisi adalah generasi yang semangat untuk mengembangkan sebuah peradaban sudah tidak seperti para pendahulunya, walaupun masih terbilang eksis. Di mulai dari sinilah sebuah peradaban menjadi stagnan, tidak lagi berkembang, namun masih memiliki eksistensi kewibawaan.

Generasi penikmat adalah generasi yang hanya menikmati apa yang sudah di beli oleh para leluhurnya dengan keringat dan darah. Maka, kezaliman dan ketidakadilan mulai tampak dimana-mana.

Terakhir generasi penghancur, yakni generasi yang melakukan apa saja yang mereka sukai tanpa mempedulikan nasib negara. Jika suatu bangsa sudah sampai pada generasi kelima ini, maka keruntuhan negara sebagai sunnatullah sudah di ambang pintu. Menurut Ibnu Khaldun proses putaran ini berlangsung sekitar satu abad (Muqoddimah Terj.: 207-211).

Pada akhirnya dunia hanya mengenal para penemu barat beserta kesuksesannya sehingga para kaum muslim sendiri tidak begitu mengetahui bahwa ilmuwan muslim pernah menjadi yang terdepan di muka bumi ini.

Wahai Pemuda Muslim ketahuilah bahwa musuh-musuh Islam semakin gencar menggerus potensi pemuda muslim untuk semakin menjahui nilai-nilai Islam. Mereka tidak henti-hentinya membuat makar dan mencoba menghancurkan Islam dengan membajak potensi pemuda muslim.

Kita pemuda muslim sebagai pelopor perubahan hakiki untuk peradaban Islam. Islam membutuhkan tangan-tangan kita untuk menolong dan memperjuangkannya agar aturan islam dapat diterapkan kembali ditengah-tengah umat sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Produktivitas pemuda muslim hendaknya dipersembahkan untuk Islam dan perjuangan dakwahnya. Bukan untuk nilai-nilai lain yang justru bertentangan dengan Islam. Apalagi sekedar membuang waktu, membunuh masa muda dengan hura-hura.

Tak perlu ragu mengembangkan potensi muliamu melalui literatur. Karena darimu akan lahir karya-karya pemuda muslim yang peduli dengan peradaban dan umat ini. Berkaryalah wahai pemuda muslim, hiasi perjuangan ini dengan kreativitas, cita rasa dan vitalitasmu. Kalianlah wahai Pemuda Muslim Pelopor Perubahan Hakiki. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

Sabtu, 24 Feb 2018 05:45

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Jum'at, 23 Feb 2018 20:25

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jum'at, 23 Feb 2018 20:15

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

Jum'at, 23 Feb 2018 18:10

[VIDEO] Ma'idaturrahmah 23 Februari berbagi hidangan kepada 130 Dhuafa

[VIDEO] Ma'idaturrahmah 23 Februari berbagi hidangan kepada 130 Dhuafa

Jum'at, 23 Feb 2018 17:55

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

Jum'at, 23 Feb 2018 17:24


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X