Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.230 views

Umar Bin Khattab, Pemimpin Tanpa Pencitraan

Oleh: Indah Shofiatin (Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat, Unair Surabaya)

Akhir-akhir ini sandal jepit dan kaos oblong sedang hits. Ramai sekali publik membahas kedua simple fashion item itu, baik di ruang media maupun di ruang nyata. Tak lain karena orang pertama di negeri ini sering diperbincangkan kebersahajaannya.

Pasalnya, sandal jepit dan kaos oblonglah yang menjadi ikon pemimpin merakyat dan bersahaja terbaru. Ya, Bapak Presiden terhormat kita dielu-elukan namun juga dipertanyakan karena tampak mengenakan keduanya atau salah satunya di saat memancing, meresmikan acara penting, naik kereta api, dan momen-momen lain yang ditangkap kamera bak paparazzi. Bila gaya berpakaian tertangkap kamera yang demikian memang sudah biasa sebelumnya, tentu tak jadi bahan pembahasan.

Sayangnya citra kesederhanaan model baru ini baru muncul menjelang tahun panas politik, 2019. Inilah yang menarik, korelasi pemimpin dan pencitraan untuk meraih hati rakyat (baca: agar terpilih kembali).

Cobalah tengok dan bandingkan pemimpin zaman now dengan sepenggal biografi Umar Bin Khattab (rodhiallahu ‘anhu), salah satu Khalifah terbaik kaum muslimin, berikut ini:

Suatu malam saat keliling kota untuk blusukan rahasia, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anh mendengar anak-anak menangis. Setelah beliau temukan sumbernya, ternyata tangisan itu dari tempat seorang wanita yang memasak batu untuk anak-anaknya yang kelaparan kala paceklik melanda hijaz.

Mengetahui kejadian tersebut, seketika beliau pergi menuju gudang makanan di kota, lalu memanggul sendiri sekarung gandum dengan tergesa menuju rumah keluarga yang kesulitan itu. Bahkan saat seorang pegawainya menawarkan untuk memanggulkan gandum itu, sang Khalifah menolak sambil bertanya, “Beranikah kamu menggantikan memanggul tanggung jawabku di akhirat kelak?”.

Lalu beliau mendatangi rumah itu, memasakkan gandum itu untuk mereka, makan malam bersama mereka, bahkan menghibur sang anak hingga tertidur. Umar bin Khattab tidak menceritakan tentang siapa dirinya kepada keluarga itu. Tak satupun anggota keluarga itu tahu bahwa yang sedang membantu mereka adalah seorang penguasa tertinggi kaum muslimin, Khalifah Umar Bin Khattab ra. Karena Umar yang mengatur negara dengan Islam tidak menghendaki pujian manusia, melainkan pujian dan keridhoan Allah saat dirinya berlaku adil kepada semua rakyatnya.

Di dalam penggalan shirah beliau yang lain, bahkan para Shahabat radhiyallahu ‘anhum merasa kesulitan untuk mengusulkan kepada Khalifah Umar bin Khattab agar menerima kenaikan tunjangan hidup beliau sebagai Amirul Mukminin, kala harga-harga di pasar mulai merangkak naik. Begitu sulitnya menyampaikan usulan yang menyangkut kesejahteraan keluarga Umar ini, Utsman radhiyallahu ‘anh sampai mengusulkan untuk menyampaikan usulan ini lewat putri beliau, Hafshah binti Umar karena mereka takut beliau murka atas usulan mereka. Benar saja, saat Hafshah radhiyallahu ‘anha menyampaikan usulan itu kepadanya, beliau murka.

“Siapa yang mengajarimu untuk menanyakan usulan ini?”,

“Saya tidak akan memberitahukan nama mereka sebelum Ayah memberitahukan pendapat Ayah tentang usulan itu”, jawab Hafshah.

“Demi Allah, andaikata aku tahu siapa yang mengajukan usulan tersebut, aku pasti akan memukul wajah orang itu!”, dengan tegas Umar menolak.

Inilah gambaran pemimpin yang mencintai dan dicintai oleh rakyatnya. Pemimpin yang sederhana karena takut tidak bisa menyamai ketinggian derajat kedua sahabatnya di mata Allah, Rasulullah dan Abu Bakar. Pemimpin yang memilih hidup sederhana karena ingin mengikuti kesederhanaan hidup dua orang sahabat yang paling dicintainya karena Allah. Pemimpin yang takut akan siksaan Allah bila tidak memimpin dengan adil, bila tidak bisa menjamin kesejahteraan rakyatnya hatta tak mempedulikan sejahteranya sendiri. Pemimpin yang menangis saat rakyatnya menangis, yang merasa paling bertanggung jawab saat rakyatnya masih ada yang menderita. Inilah pemimpin sederhana yang sebenarnya. Bukan pemimpin yang tampil bersahaja demi pencitraan.

Rakyat negeri ini memang selayaknya sudah hapal dengan berbagai wujud politik pencitraan. Berbagai gaya pencitraan yang membuat penilaian rakyat keblinger sudah pernah dirasa dan diderita. Sudah bukan zamannya lagi kita tertipu dengan politik tipu-tipu ala pencitraan sinetron atau iklan. Ini zaman menjadi muslim yang cerdas, yang menimbang bukan dengan kulit tapi dengan kualitas. Siapapun orangnya, bila mampu memimpin dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah layaknya Khulafaur Rasyidin, dialah pemimpin umat.

Dari manapun golongannya, bila kesederhanaannya muncul karena takut kepada Allah dan mengkhawatirkan nasib rakyat hingga sulit tidur dan sulit makan, dialah pemimpin yang dicinta. Bagaimanapun fisiknya, terlihat perlente, priyayi, atau ndeso, asalkan kebijakannya yang ilahiyah membawa kebaikan bagi seluruh rakyat bahkan seluruh alam, inilah pemimpin yang ditunggu dan digugu, yang ditaati dan di hati tanpa perlu sibuk pencitraan sana-sini.

Sayangnya, pemimpin sekualitas ini hanya akan terlahir dari jiwa yang tercelup iman, yang terbalut dengan takwa, dan terdidik untuk menjalankan seluruh syariat Allah, tanpa pilih dan tanpa terkecuali. Seraya kuat tekad dan usahanya untuk mewujudkan Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kepemimpinannya berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.

Inilah pemimpin sekaliber Umar Bin Khattab. Tidak akan terlahir pemimpin yang kita rindu ini, bila politik negeri kita masih digentayangi citra manusia dan kepentingan golongan kaya dan para penguasa. Para Khalifah, hanya akan muncul dalam era Khilafah. Saat umat menyadarinya, di titik itulah Umar bin Khattab abad baru akan muncul. Di negeri kita tercinta, dengan segala ketulusan dan ketaatannya. Insya Allah. [syahid/voa-islam.com]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Pilkada 2018, Potret Diskoneksi Ummat dan Partai Politik

Pilkada 2018, Potret Diskoneksi Ummat dan Partai Politik

Senin, 19 Feb 2018 23:58

Menjadi Pribadi Muslim yang Kuat dan Berpengaruh

Menjadi Pribadi Muslim yang Kuat dan Berpengaruh

Senin, 19 Feb 2018 22:46

27 Tewas dalam Serangan Pimpinan UEA terhadap Posisi Al-Qaidah di Yaman

27 Tewas dalam Serangan Pimpinan UEA terhadap Posisi Al-Qaidah di Yaman

Senin, 19 Feb 2018 22:45

LGBT Perusak Generasi, Dalih Hak Asasi

LGBT Perusak Generasi, Dalih Hak Asasi

Senin, 19 Feb 2018 22:40

Turki Akan Perangi Pasukan Suriah Jika Mereka Masuki Afrin

Turki Akan Perangi Pasukan Suriah Jika Mereka Masuki Afrin

Senin, 19 Feb 2018 22:31

Umat Islam dan Bahasa Arab

Umat Islam dan Bahasa Arab

Senin, 19 Feb 2018 22:30

Aliansi Pecinta Haromain Demo di Kedubes Iran Tolak Internasionalisasi Penyelenggaraan Ibadah H

Aliansi Pecinta Haromain Demo di Kedubes Iran Tolak Internasionalisasi Penyelenggaraan Ibadah H

Senin, 19 Feb 2018 22:26

Laporan: Dua Faksi Pemberontak Suriah Bentuk Aliansi Baru untuk Perangi HTS

Laporan: Dua Faksi Pemberontak Suriah Bentuk Aliansi Baru untuk Perangi HTS

Senin, 19 Feb 2018 22:17

Gerakan Umat Mencari Fajar, Sebuah Evaluasi Massal Awal Waktu Shalat di Indonesia

Gerakan Umat Mencari Fajar, Sebuah Evaluasi Massal Awal Waktu Shalat di Indonesia

Senin, 19 Feb 2018 18:39

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Senin, 19 Feb 2018 14:47

[VIDEO] Anies Baswedan dicegah Paspamres Saat Persija Juara Piala Presiden? INI jawaban Gerindra

[VIDEO] Anies Baswedan dicegah Paspamres Saat Persija Juara Piala Presiden? INI jawaban Gerindra

Senin, 19 Feb 2018 13:25

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

Senin, 19 Feb 2018 13:24

Tutup dengan Gaya Mesra Jokowi-Anies di GBK, Pengamat: Mana Bisa Kenyataan lawan Pencitraan

Tutup dengan Gaya Mesra Jokowi-Anies di GBK, Pengamat: Mana Bisa Kenyataan lawan Pencitraan

Senin, 19 Feb 2018 13:11

Lapor ke Pemerintah tanpa Adanya Cacat, Pakar Komunikasi: Asal Bapak Senang

Lapor ke Pemerintah tanpa Adanya Cacat, Pakar Komunikasi: Asal Bapak Senang

Senin, 19 Feb 2018 13:11

Jangan Selesaikan secara Politik jika Menyinggung Agama (Islam) adalah Permasalahannya

Jangan Selesaikan secara Politik jika Menyinggung Agama (Islam) adalah Permasalahannya

Senin, 19 Feb 2018 12:11

Forjim Ajak Mahasiswa Lombok Dakwah Lewat Media

Forjim Ajak Mahasiswa Lombok Dakwah Lewat Media

Senin, 19 Feb 2018 11:58

Mengapa jika Ada Masalah Politik, Ulama malah Diundang ke Istana? Ini Kata Pakar Komunikasi

Mengapa jika Ada Masalah Politik, Ulama malah Diundang ke Istana? Ini Kata Pakar Komunikasi

Senin, 19 Feb 2018 11:11

Pakar Komunikasi Politik: Ikhlasnya Ulama dan Umara dapat Dilihat dari Wajahnya

Pakar Komunikasi Politik: Ikhlasnya Ulama dan Umara dapat Dilihat dari Wajahnya

Senin, 19 Feb 2018 10:11

Suara Hati Anak Negeri

Suara Hati Anak Negeri

Senin, 19 Feb 2018 07:59

Saatnya Media Bongkar Pencitraan

Saatnya Media Bongkar Pencitraan

Senin, 19 Feb 2018 01:24


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X