Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.595 views

Piknik Milenial, Sekadar Jalan-jalan demi Gaya Hidup?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Pikniknya kurang jauh.

Istilah tersebut sering sekali diucapkan orang-orang zaman now untuk menyebut seseorang yang kurang banyak pengalaman dan wawasannya. Tapi tahukah kalian, para sobat voa-islam yang dirahmati Allah, bahwa gaya hidup berpiknik, rekreasi, menikmati wisata alam, bahari, kuliner dan lain-lain telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini?

Pantas bila Indonesia yang sejak tahun 2018 berprestasi dengan banyak kategori sebagai destinasi wisata terindah di dunia, akhir bulan januari lalu menerima predikat sebagai negara tujuan wisata tersantai di dunia dari Lastminute.com, sebuah organisasi travelling di Inggris. Predikat ini diberikan karena gaya hidup santai masyarakat Indonesia dengan menikmati banyaknya hari libur. Selain itu, faktor alam Indonesia seperti suhunya, pencemaran udara, cahaya matahari, panjangnya garis pantai menjadikan Indonesia berpredikat sebagai negara tersantai. Kondisi bersantai ini didukung dengan banyaknya tempat  Spa dan perawatannya yang tersebar di seluruh tempat wisata, di negeri kita Indonesia.

Gaya hidup santai ditandai dengan bergesernya barang konsumsi masyarakat. Sebelumnya masyarakat lebih mementingkan kebutuhan rumah tangga terlebih dahulu seperti baju, alat elektronika atau yang lain daripada kebutuhan rekreasi. Tetapi beberapa tahun terakhir ini masyarakat lebih banyak menghabiskan pendapatannya untuk mengkonsumsi barang 'leisure', dengan rekreasi atau jajan kuliner. Semakin 'klop' dengan gaya hidup masyarakat milineal, yaitu menunjukkan eksistensi diri dengan mengunggah foto pribadi di akun media sosial mereka. Terlebih lagi, Indonesia adalah peringkat ke-empat negara yang instagramable, karena keindahan alamnya layak untuk dijadikan latar mengambil foto, kemudian diunggah di instagram.

Budaya plesiran ini didukung sepenuhnya oleh pemerintah, karena besarnya pemasukan yang diperoleh dari sektor ini. 300 triliun rupiah adalah jumlah devisa yang ditarget bisa diperoleh di tahun 2019. Sebagian besar wilayah di Indonesia juga didorong penuh untuk mengeksplorasi dan mengekspos wilayahnya, melalui program pariwisata berkelanjutan. Tidaklah mengherankan bila kita akan menemui banyak tempat yang dipermak habis-habisan, agar layak dijadikan spot wisata, agar bisa dinikmati keindahan alamnya, dijadikan objek wisata. Sejalan dengan apa yang diamanatkan oleh UNWTO( United Nations World Tourism Organisation), organisasi di bawah PBB yang khusus mengurusi pariwisata, sektor pariwisata adalah jalan bagi negara berkembang untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang mendera mereka. Indonesia adalah salah satu dari negara berkembang yang mereka maksud.

Mengejar devisa, tetapi ada yang hal lain yang diabaikan oleh pemerintah, yaitu efek negatif dari pariwisata. Efek yang paling menakutkan adalah tertularnya kehidupan liberal dari wisatawan mancanegara ke penduduk lokal, dari gaya berbaju, makan, hingga bergaul. Untuk dampak kebebasan pergaulan, sudah menjadi pola, daerah yang menjadi destinasi wisata, memiliki angka pengidap HIV-Aids yang semakin naik tiap tahunnya. Dan sebuah penelitian memperkirakan jumlahnya akan menjadi 1,6 juta di tahun 2019. Padahal sekarangpun pemerintah sudah kewalahan mendanai obat bagi para penderita HIV/Aids, yaitu 385 miliar untuk tahun 2019 bagi 1 juta penderita HIV/Aids. Belum lagi dengan derita bangsa ini yang akan kehilangan banyak sumber daya maanusia yang berkualitas akibat penyakit menular mematikan ini.

Sampai disini menjadi jelas bagi kita, untuk apa 'predikat membanggakan' itu disematkan kepada kita. Keindahan alam yang kita punya hanya menjadi alat tipu daya melalaikan kita, dengan hanya menjadikannya objek wisata. Padahal, bukan hanya keindahan alam yang kita miliki, tetapi juga kekayaannya, terbentang di ujung barat hingga ujung timur negeri ini. Kekayaan yang beragam, yang ada di atas bumi Indonesia hingga yang terkandung di dalamnya. Menjadi ironi bila kita menikmati pantai, gunung dan air terjunnya, sementara perusahaan besar seperti Newmont, Exxon, Freeport, dan teman-temannya menikmati emas, perak, minyak, batubara, gas bumi, dan kekayaan alam lainnya. Pendapatan perusahaan-perusahaan besar ini bila dijumlah perharinya akan lebih dari 300 triliun apalagi bila dikalikan selama 365 hari.

Semua kekayaan alam tersebut sebenarnya adalah milik kita, sekaligus  menjadi tanggung jawab kita atas nikmat Allah SWT yang dianugerahkan kepada negeri muslim terbesar ini. Tentu bukan dengan 'plesir' yang menjadi solusinya, tetapi dengan syariatNya yang sejatinya hanya bisa ditegakkan dengan sistem politik Islam, Khilafah. Maka gaya hidup plesir yang asal 'bersantai' seharusnya berganti dengan plesir yang disyariatkan oleh Allah SWT, seperti yang dilakukan para pelancong di masa kejayaan Islam yaitu untuk melaksanakan kebiasaan-kebiasaan luhur dan mulia, mentadabburi kebesaranNya, mencari ilmu, dan untuk mendakwahkan Islam. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Kontroversi Sistem Zonasi, Islam sebagai Solusi

Kontroversi Sistem Zonasi, Islam sebagai Solusi

Kamis, 27 Jun 2019 05:26

Undang Ustaz Felix Siauw Dipersoalkan, Ini Jawaban Cerdas Gubernur Anies

Undang Ustaz Felix Siauw Dipersoalkan, Ini Jawaban Cerdas Gubernur Anies

Kamis, 27 Jun 2019 01:04

Guru dan Dosen sebagai Komoditi Impor?

Guru dan Dosen sebagai Komoditi Impor?

Kamis, 27 Jun 2019 00:21

Riba Harta Haram

Riba Harta Haram

Rabu, 26 Jun 2019 23:13

Detik-Detik Menanti Putusan MK

Detik-Detik Menanti Putusan MK

Rabu, 26 Jun 2019 22:44

Usul Mustafa Bagi Mereka yang Menolak Felix Siauw Isi Kajian

Usul Mustafa Bagi Mereka yang Menolak Felix Siauw Isi Kajian

Rabu, 26 Jun 2019 22:25

Pernyataan Moeldoko Soal Teroris Akan Manfaatkan Aksi di Depan MK Dinilai Provokatif

Pernyataan Moeldoko Soal Teroris Akan Manfaatkan Aksi di Depan MK Dinilai Provokatif

Rabu, 26 Jun 2019 22:23

Syawal Menyapa, Istiqomah Tetap Menyala

Syawal Menyapa, Istiqomah Tetap Menyala

Rabu, 26 Jun 2019 22:21

Berlangsung Lancar, PPDB Jakarta Bisa Jadi Rujukan Kota Lain

Berlangsung Lancar, PPDB Jakarta Bisa Jadi Rujukan Kota Lain

Rabu, 26 Jun 2019 21:49

Felix Siauw: Korpri DKI Tak Permasalahkan Cap Penyebar Khilafah dan HTI

Felix Siauw: Korpri DKI Tak Permasalahkan Cap Penyebar Khilafah dan HTI

Rabu, 26 Jun 2019 20:57

Bagi-bagi Ayam Gratis di Yogyakarta Berlangsung Ricuh

Bagi-bagi Ayam Gratis di Yogyakarta Berlangsung Ricuh

Rabu, 26 Jun 2019 20:45

Arkeolog: Masjid Tertua di Eropa Kemungkinan Berada di Madrid Spanyol

Arkeolog: Masjid Tertua di Eropa Kemungkinan Berada di Madrid Spanyol

Rabu, 26 Jun 2019 20:37

Jangan Saling Menghujat

Jangan Saling Menghujat

Rabu, 26 Jun 2019 20:25

Tujuh Polisi Mesir Tewas dalam Serangan Gerilyawan di Sinai Utara

Tujuh Polisi Mesir Tewas dalam Serangan Gerilyawan di Sinai Utara

Rabu, 26 Jun 2019 20:24

Sebuah Kota di Lebanon Larang Muslim Beli dan Sewa Properti

Sebuah Kota di Lebanon Larang Muslim Beli dan Sewa Properti

Rabu, 26 Jun 2019 20:14

QQ HEALING 9: Sembuhkan Kanker, Ubah Masalah jadi Masya Allah ala Quranic Quantum Healing

QQ HEALING 9: Sembuhkan Kanker, Ubah Masalah jadi Masya Allah ala Quranic Quantum Healing

Rabu, 26 Jun 2019 19:50

Ramadhan 1440 H Harus Jadi Energi Umat Islam untuk Berjuang Lillah Sampai Akhir Hayat

Ramadhan 1440 H Harus Jadi Energi Umat Islam untuk Berjuang Lillah Sampai Akhir Hayat

Rabu, 26 Jun 2019 18:26

Anak Adalah Ujung Tombak Peradaban Masa Depan

Anak Adalah Ujung Tombak Peradaban Masa Depan

Rabu, 26 Jun 2019 17:55

Rekonsialisasi Partai

Rekonsialisasi Partai

Rabu, 26 Jun 2019 17:41

Soal Giant dan Krakatau Steel, MUI: Jika Dibiarkan Indonesia Terancam Krisis Ekonomi

Soal Giant dan Krakatau Steel, MUI: Jika Dibiarkan Indonesia Terancam Krisis Ekonomi

Rabu, 26 Jun 2019 16:33


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X