Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.903 views

Piknik Milenial, Sekadar Jalan-jalan demi Gaya Hidup?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Pikniknya kurang jauh.

Istilah tersebut sering sekali diucapkan orang-orang zaman now untuk menyebut seseorang yang kurang banyak pengalaman dan wawasannya. Tapi tahukah kalian, para sobat voa-islam yang dirahmati Allah, bahwa gaya hidup berpiknik, rekreasi, menikmati wisata alam, bahari, kuliner dan lain-lain telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini?

Pantas bila Indonesia yang sejak tahun 2018 berprestasi dengan banyak kategori sebagai destinasi wisata terindah di dunia, akhir bulan januari lalu menerima predikat sebagai negara tujuan wisata tersantai di dunia dari Lastminute.com, sebuah organisasi travelling di Inggris. Predikat ini diberikan karena gaya hidup santai masyarakat Indonesia dengan menikmati banyaknya hari libur. Selain itu, faktor alam Indonesia seperti suhunya, pencemaran udara, cahaya matahari, panjangnya garis pantai menjadikan Indonesia berpredikat sebagai negara tersantai. Kondisi bersantai ini didukung dengan banyaknya tempat  Spa dan perawatannya yang tersebar di seluruh tempat wisata, di negeri kita Indonesia.

Gaya hidup santai ditandai dengan bergesernya barang konsumsi masyarakat. Sebelumnya masyarakat lebih mementingkan kebutuhan rumah tangga terlebih dahulu seperti baju, alat elektronika atau yang lain daripada kebutuhan rekreasi. Tetapi beberapa tahun terakhir ini masyarakat lebih banyak menghabiskan pendapatannya untuk mengkonsumsi barang 'leisure', dengan rekreasi atau jajan kuliner. Semakin 'klop' dengan gaya hidup masyarakat milineal, yaitu menunjukkan eksistensi diri dengan mengunggah foto pribadi di akun media sosial mereka. Terlebih lagi, Indonesia adalah peringkat ke-empat negara yang instagramable, karena keindahan alamnya layak untuk dijadikan latar mengambil foto, kemudian diunggah di instagram.

Budaya plesiran ini didukung sepenuhnya oleh pemerintah, karena besarnya pemasukan yang diperoleh dari sektor ini. 300 triliun rupiah adalah jumlah devisa yang ditarget bisa diperoleh di tahun 2019. Sebagian besar wilayah di Indonesia juga didorong penuh untuk mengeksplorasi dan mengekspos wilayahnya, melalui program pariwisata berkelanjutan. Tidaklah mengherankan bila kita akan menemui banyak tempat yang dipermak habis-habisan, agar layak dijadikan spot wisata, agar bisa dinikmati keindahan alamnya, dijadikan objek wisata. Sejalan dengan apa yang diamanatkan oleh UNWTO( United Nations World Tourism Organisation), organisasi di bawah PBB yang khusus mengurusi pariwisata, sektor pariwisata adalah jalan bagi negara berkembang untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang mendera mereka. Indonesia adalah salah satu dari negara berkembang yang mereka maksud.

Mengejar devisa, tetapi ada yang hal lain yang diabaikan oleh pemerintah, yaitu efek negatif dari pariwisata. Efek yang paling menakutkan adalah tertularnya kehidupan liberal dari wisatawan mancanegara ke penduduk lokal, dari gaya berbaju, makan, hingga bergaul. Untuk dampak kebebasan pergaulan, sudah menjadi pola, daerah yang menjadi destinasi wisata, memiliki angka pengidap HIV-Aids yang semakin naik tiap tahunnya. Dan sebuah penelitian memperkirakan jumlahnya akan menjadi 1,6 juta di tahun 2019. Padahal sekarangpun pemerintah sudah kewalahan mendanai obat bagi para penderita HIV/Aids, yaitu 385 miliar untuk tahun 2019 bagi 1 juta penderita HIV/Aids. Belum lagi dengan derita bangsa ini yang akan kehilangan banyak sumber daya maanusia yang berkualitas akibat penyakit menular mematikan ini.

Sampai disini menjadi jelas bagi kita, untuk apa 'predikat membanggakan' itu disematkan kepada kita. Keindahan alam yang kita punya hanya menjadi alat tipu daya melalaikan kita, dengan hanya menjadikannya objek wisata. Padahal, bukan hanya keindahan alam yang kita miliki, tetapi juga kekayaannya, terbentang di ujung barat hingga ujung timur negeri ini. Kekayaan yang beragam, yang ada di atas bumi Indonesia hingga yang terkandung di dalamnya. Menjadi ironi bila kita menikmati pantai, gunung dan air terjunnya, sementara perusahaan besar seperti Newmont, Exxon, Freeport, dan teman-temannya menikmati emas, perak, minyak, batubara, gas bumi, dan kekayaan alam lainnya. Pendapatan perusahaan-perusahaan besar ini bila dijumlah perharinya akan lebih dari 300 triliun apalagi bila dikalikan selama 365 hari.

Semua kekayaan alam tersebut sebenarnya adalah milik kita, sekaligus  menjadi tanggung jawab kita atas nikmat Allah SWT yang dianugerahkan kepada negeri muslim terbesar ini. Tentu bukan dengan 'plesir' yang menjadi solusinya, tetapi dengan syariatNya yang sejatinya hanya bisa ditegakkan dengan sistem politik Islam, Khilafah. Maka gaya hidup plesir yang asal 'bersantai' seharusnya berganti dengan plesir yang disyariatkan oleh Allah SWT, seperti yang dilakukan para pelancong di masa kejayaan Islam yaitu untuk melaksanakan kebiasaan-kebiasaan luhur dan mulia, mentadabburi kebesaranNya, mencari ilmu, dan untuk mendakwahkan Islam. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X