Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.116 views

Generasi Milenial, Target Global Industri Digital?

Oleh : Novia Listiani  

 

"Bumi berputar zaman beredar." Begitulah peribahasa yang menggambarkan keadaan zaman yang selalu mengalami perubahan dan kemajuan, terutama dalam bidang industri. Dunia kini dalam pusaran revolusi industri 4.0, yang ditandai dengan adanya sistem produksi dengan memanfaatkan teknologi dan big data.

Itulah yang sedang terjadi pada zaman ini. Industri digital yang marak adalah salah satu hasil dari revolusi industri 4.0. Industri digital merupakan lahan baru bagi pebisnis untuk meraih pundi rupiah yang melimpah. Tak ayal para pemilik modal berlomba untuk mengembangkan industri ini. Bahkan industri digital dinilai sangat berpotensi untuk memajukan perekonomian negara. Seperti yang disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, bahwa potensi industri digital di Indonesia sebesar 130 miliar dollar AS pada tahun 2020 (Kominfo.go.id).

Selanjutnya, industri digital akan terus berkembang karena dinilai sangat menguntungkan. Seperti yang dilansir Liputan6.com, Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan bahwa game juga menjadi bagian dari ekonomi digital. Menurutnya, adanya platform gim live streaming, Game.ly, merupakan wadah bagi para mobile gamer generasi muda menyalurkan bakat dan kegemarannya terhadap dunia game.

Tak jauh beda dengan apa yang disampaikan dalam debat Capres-Cawapres putaran terakhir, kini game tidak lagi menjadi permainan biasa. Namun, merupakan olahraga elektronik atau umumnya disebut dengan e-sport. E-sport dinilai turut memajukan perekonomian dalam negeri. Seperti yang dinyatakan oleh Capres nomor urut 01, nilai ekonomi e-sport tumbuh sangat pesat. Menurut catatan di tahun 2017 perputarannya 11-12 triliun per tahun tumbuh 35 persen. Oleh sebab itu, pemerintah terus menggencarkan pembangunan infrastruktur langit seperti Palapa Ring untuk menunjang permainan tersebut karena banyak keuntungan yang dihasilkan di sana (Idntimes.com, 13/4/19).

Pusaran Kapitalisme

Keberadaan e-sport dalam sistem kapitalisme tentu sangat menguntungkan, terutama bagi para pemilik modal. Salah satunya Telkom Indonesia yang memiliki ambisi besar untuk menjadi pemain besar di industri game  Indonesia. Dalam acara Telkom Digi Summit di Jakarta (11/4), Telkom memaparkan kerangka bisnis di beragam sektor hiburan dan pendidikan. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah industri game. Hal ini disampaikan oleh Joddy Hernady selaku EVP Digital & Next Business Telkom. Industri  game  memiliki tingkat pendapatan yang paling tinggi dibandingkan jenis hiburan lainnya yaitu pendapatannya bisa tujuh kali lipat dari pendapatan sebuah film (Marketeers.com, 12/4/19).

Sungguh fantastis. Tidak heran jika semua pihak berburu untuk mengambil bagian dari bisnis ini. Tanpa melihat bahwa sebenarnya dengan adanya e-sport ini generasi muda dipertaruhkan. Mengapa demikian? Sudah pasti, karena target yang dibidik untuk mengembangkan industri game adalah generasi muda. Apalagi dengan adanya rencana Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora), Imam Nahrawi, akan memasukkan e-sport  ke dalam kurikulum pendidikan. Bisa dibayangkan akan seperti apa pendidikan generasi selanjutnya.

Benarlah kiranya dalam sistem kapitalisme ini, dengan modal sekecil-kecilnya bisa memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Nasib generasi dikorbankan untuk mendapatkan keuntungan. Khususnya di era digital ini, sadar atau tidak generasi dimanfaatkan untuk menghasilkan materi. Maka, ini menjadi hal serius yang patut dikritisi. Atas nama kemajuan perekonomian negara, generasi kini diberdayakan oleh para kapitalis. Idealismenya tercerabut sebagai generasi yang membawa perubahan dalam peradaban. Orientasi hidupnya hanya untuk kesenangan semata. Tidak sedikit akhlak mereka pun dipertaruhkan, generasi bermental gamers yang tak punya tujuan hidup pasti selain kesenangan dunia.

Tidak cukup sampai disitu, penyakit kecanduan game akan menimbulkan berbagai gangguan fisik dan juga mempengaruhi kejiwaannya. WHO (World Health Organization) meresmikan bahwa kecanduan game sebagai salah satu gangguan jiwa. Selain itu, risiko kesehatan fisik atau mental gamers berbahaya bagi individu atau orang lain. Misalnya, game yang memainkan adegan kekerasan seperti peperangan, intimidasi, dan pelecehan seksual. Mereka pun seolah ingin bermain di dunia nyata.

Jika sudah demikian, generasi muda akan tumbuh menjadi pribadi yang lemah. Lalu bagaimana nasib negeri ini jika generasi muda terlena? Bermental gamers, bukan bermental pemimpin. Meskipun keuntungannya besar untuk menunjang perekonomian negara, lantas apakah generasi yang akan menjadi korban?

Edukasi Sistemik

Generasi muda merupakan penerus bagi generasi sebelumnya. Seperti dalam ungkapan bahasa Arab, "Syubanu al-yaum rijalu al-ghaddi" (pemuda hari ini adalah tokoh pada masa yang akan datang). Oleh sebab itu, Islam memberikan perhatian besar kepada mereka, terutama dalam hal pendidikan. Agar mempunyai kepribadian yang mulia, dari usia dini anak senantiasa diajarkan tentang hakikat kehidupan dan tujuan untuk apa hidup di dunia ini. Ditanamkan akidah yang kuat serta tsaqofah Islam. Di masa lalu, keluarga menjadi madrasah pertama bagi generasi. Ditopang dengan sistem pendidikan yang menerapkan pendidikan Islam.

Pendidikan Islam dapat membentuk mental yang kuat, ditopang dengan pembentukan sikap dan kepribadian yang mantap. Kehidupan generasi muda pada masa dulu jauh dari kesenangan dunia, hura-hura, melakukan hal yang sia-sia seperti bermain game. Berbeda dengan generasi saat ini, hidupnya tidak lepas dari kesenangan duniawi.

Karenanya dengan sistem pendidikan Islam, produktivitas generasi muda pada masa dulu luar biasa. Banyak karya ilmiah yang mereka hasilkan saat usia mereka masih muda. Begitu juga riset dan penemuan juga bisa mereka hasilkan ketika usia mereka masih sangat belia. Semuanya itu merupakan dampak dari sistem kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, terlebih negara yang menerapkan sistem pendidikan Islam. Bukan seperti saat ini, kemaksiatan dan kesenangan justru difasilitasi oleh negara. Alhasil, tumbuh generasi yang tidak memiliki idealisme dan kehilangan identitas mereka sebagai agent of change.

Kehidupan keluarga, masyarakat, negara yang Islami terbukti mampu membentuk karakter dan kepribadian generasi muda di zaman itu. Peran negara, masyarakat dan keluarga begitu luar biasa dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka. Kehidupan mereka selalu disibukkan dengan ketaatan, bukan yang melalaikan seperti bermain game online seperti sekarang ini.

Dengan demikian, patutlah kiranya disadari bahwa generasi muda berada dalam pusaran kapitalisme yang bersifat eksploitasi. Terlebih dalam era industri digital, generasi muda dibidik sebagai target sentral dan global dalam pertumbuhan industri game. Sehingga, generasi milenial haruslah memunyai prinsip dalam kehidupannya agar tidak terlena dan terjebak dalam industri game yang digalakkan oleh para kapitalis. Wallahu a'lam bisshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Jawaban Cerdas Siswa SMP dari Indonesia saat Debat LGBT di Norwegia

Jawaban Cerdas Siswa SMP dari Indonesia saat Debat LGBT di Norwegia

Rabu, 11 Dec 2019 21:56

MUI Apresiasi Masuknya RUU Perlindungan Ulama dan Guru Ngaji

MUI Apresiasi Masuknya RUU Perlindungan Ulama dan Guru Ngaji

Rabu, 11 Dec 2019 20:14

Wabup Aceh Utara Minta Seluruh Gampong Miliki Qanun Adat dan Reusam

Wabup Aceh Utara Minta Seluruh Gampong Miliki Qanun Adat dan Reusam

Rabu, 11 Dec 2019 19:53

Setelah Wapres, Kini Menag Sebut Radikalisme Menyusup PAUD

Setelah Wapres, Kini Menag Sebut Radikalisme Menyusup PAUD

Rabu, 11 Dec 2019 18:37

KH Tengku Zulkarnain kepada Jokowi: Film Dilan Dikomentari, Masak Kasus Penghinaan Agama Tidak

KH Tengku Zulkarnain kepada Jokowi: Film Dilan Dikomentari, Masak Kasus Penghinaan Agama Tidak

Rabu, 11 Dec 2019 17:21

Mantan Anggota Intelijen AS Bantu UEA Bangun Unit Mata-mata Rahasia Kontroversial

Mantan Anggota Intelijen AS Bantu UEA Bangun Unit Mata-mata Rahasia Kontroversial

Rabu, 11 Dec 2019 15:15

FPKS Minta PGN Serius Wujudkan Target 30 Juta Sambungan Gas

FPKS Minta PGN Serius Wujudkan Target 30 Juta Sambungan Gas

Rabu, 11 Dec 2019 14:46

Pasukan Keamanan Somalia Baku Tembak dengan Pejuang Al-Shabaab di Sebuah Hotel Mogadishu

Pasukan Keamanan Somalia Baku Tembak dengan Pejuang Al-Shabaab di Sebuah Hotel Mogadishu

Rabu, 11 Dec 2019 14:13

Pengangguran Merajalela, Kartu Pra Kerja Solusinya?

Pengangguran Merajalela, Kartu Pra Kerja Solusinya?

Rabu, 11 Dec 2019 13:43

Indonesia Darurat LGBT, Segera Tuntaskan!

Indonesia Darurat LGBT, Segera Tuntaskan!

Rabu, 11 Dec 2019 12:41

PKS: Amandemen UUD 1945 Harus Dikembalikan kepada Rakyat

PKS: Amandemen UUD 1945 Harus Dikembalikan kepada Rakyat

Rabu, 11 Dec 2019 11:35

Liberalisasi Merusak Generasi

Liberalisasi Merusak Generasi

Rabu, 11 Dec 2019 10:12

BNPT: Cadar dan Celana Cingkrang Bukan Indikator Radikalisme

BNPT: Cadar dan Celana Cingkrang Bukan Indikator Radikalisme

Rabu, 11 Dec 2019 09:26

Riayah Negara dalam Hal Kesehatan

Riayah Negara dalam Hal Kesehatan

Rabu, 11 Dec 2019 09:18

Fahira Idris: Pelaku Pemenggal Kepala dan Sodomi Siswa SD Layak Dihukum Mati

Fahira Idris: Pelaku Pemenggal Kepala dan Sodomi Siswa SD Layak Dihukum Mati

Rabu, 11 Dec 2019 08:54

Menyesal Hancurkan Masjid Babri, Pria Hindu Masuk Islam dan Bangun 90 Masjid untuk Tebus Kesalahan

Menyesal Hancurkan Masjid Babri, Pria Hindu Masuk Islam dan Bangun 90 Masjid untuk Tebus Kesalahan

Selasa, 10 Dec 2019 21:45

Italia Kirim Tim Ahli Bedah Jantung Pediatrik ke Jalur Gaza yang Diduduki

Italia Kirim Tim Ahli Bedah Jantung Pediatrik ke Jalur Gaza yang Diduduki

Selasa, 10 Dec 2019 21:20

Erdogan: Tentara Turki Dapat Dikerahkan ke Libya Jika Diminta

Erdogan: Tentara Turki Dapat Dikerahkan ke Libya Jika Diminta

Selasa, 10 Dec 2019 21:06

Amir Qatar Tidak Akan Hadiri KTT Dewan Kerjasama Teluk di Saudi

Amir Qatar Tidak Akan Hadiri KTT Dewan Kerjasama Teluk di Saudi

Selasa, 10 Dec 2019 17:57

Wanprestasi, BUNDA ELIS Pemilik Kripik Krispy Yammy Babeh dicari

Wanprestasi, BUNDA ELIS Pemilik Kripik Krispy Yammy Babeh dicari

Selasa, 10 Dec 2019 14:56


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X