Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.538 views

Generasi Milenial, Target Global Industri Digital?

Oleh : Novia Listiani  

 

"Bumi berputar zaman beredar." Begitulah peribahasa yang menggambarkan keadaan zaman yang selalu mengalami perubahan dan kemajuan, terutama dalam bidang industri. Dunia kini dalam pusaran revolusi industri 4.0, yang ditandai dengan adanya sistem produksi dengan memanfaatkan teknologi dan big data.

Itulah yang sedang terjadi pada zaman ini. Industri digital yang marak adalah salah satu hasil dari revolusi industri 4.0. Industri digital merupakan lahan baru bagi pebisnis untuk meraih pundi rupiah yang melimpah. Tak ayal para pemilik modal berlomba untuk mengembangkan industri ini. Bahkan industri digital dinilai sangat berpotensi untuk memajukan perekonomian negara. Seperti yang disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, bahwa potensi industri digital di Indonesia sebesar 130 miliar dollar AS pada tahun 2020 (Kominfo.go.id).

Selanjutnya, industri digital akan terus berkembang karena dinilai sangat menguntungkan. Seperti yang dilansir Liputan6.com, Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan bahwa game juga menjadi bagian dari ekonomi digital. Menurutnya, adanya platform gim live streaming, Game.ly, merupakan wadah bagi para mobile gamer generasi muda menyalurkan bakat dan kegemarannya terhadap dunia game.

Tak jauh beda dengan apa yang disampaikan dalam debat Capres-Cawapres putaran terakhir, kini game tidak lagi menjadi permainan biasa. Namun, merupakan olahraga elektronik atau umumnya disebut dengan e-sport. E-sport dinilai turut memajukan perekonomian dalam negeri. Seperti yang dinyatakan oleh Capres nomor urut 01, nilai ekonomi e-sport tumbuh sangat pesat. Menurut catatan di tahun 2017 perputarannya 11-12 triliun per tahun tumbuh 35 persen. Oleh sebab itu, pemerintah terus menggencarkan pembangunan infrastruktur langit seperti Palapa Ring untuk menunjang permainan tersebut karena banyak keuntungan yang dihasilkan di sana (Idntimes.com, 13/4/19).

Pusaran Kapitalisme

Keberadaan e-sport dalam sistem kapitalisme tentu sangat menguntungkan, terutama bagi para pemilik modal. Salah satunya Telkom Indonesia yang memiliki ambisi besar untuk menjadi pemain besar di industri game  Indonesia. Dalam acara Telkom Digi Summit di Jakarta (11/4), Telkom memaparkan kerangka bisnis di beragam sektor hiburan dan pendidikan. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah industri game. Hal ini disampaikan oleh Joddy Hernady selaku EVP Digital & Next Business Telkom. Industri  game  memiliki tingkat pendapatan yang paling tinggi dibandingkan jenis hiburan lainnya yaitu pendapatannya bisa tujuh kali lipat dari pendapatan sebuah film (Marketeers.com, 12/4/19).

Sungguh fantastis. Tidak heran jika semua pihak berburu untuk mengambil bagian dari bisnis ini. Tanpa melihat bahwa sebenarnya dengan adanya e-sport ini generasi muda dipertaruhkan. Mengapa demikian? Sudah pasti, karena target yang dibidik untuk mengembangkan industri game adalah generasi muda. Apalagi dengan adanya rencana Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora), Imam Nahrawi, akan memasukkan e-sport  ke dalam kurikulum pendidikan. Bisa dibayangkan akan seperti apa pendidikan generasi selanjutnya.

Benarlah kiranya dalam sistem kapitalisme ini, dengan modal sekecil-kecilnya bisa memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Nasib generasi dikorbankan untuk mendapatkan keuntungan. Khususnya di era digital ini, sadar atau tidak generasi dimanfaatkan untuk menghasilkan materi. Maka, ini menjadi hal serius yang patut dikritisi. Atas nama kemajuan perekonomian negara, generasi kini diberdayakan oleh para kapitalis. Idealismenya tercerabut sebagai generasi yang membawa perubahan dalam peradaban. Orientasi hidupnya hanya untuk kesenangan semata. Tidak sedikit akhlak mereka pun dipertaruhkan, generasi bermental gamers yang tak punya tujuan hidup pasti selain kesenangan dunia.

Tidak cukup sampai disitu, penyakit kecanduan game akan menimbulkan berbagai gangguan fisik dan juga mempengaruhi kejiwaannya. WHO (World Health Organization) meresmikan bahwa kecanduan game sebagai salah satu gangguan jiwa. Selain itu, risiko kesehatan fisik atau mental gamers berbahaya bagi individu atau orang lain. Misalnya, game yang memainkan adegan kekerasan seperti peperangan, intimidasi, dan pelecehan seksual. Mereka pun seolah ingin bermain di dunia nyata.

Jika sudah demikian, generasi muda akan tumbuh menjadi pribadi yang lemah. Lalu bagaimana nasib negeri ini jika generasi muda terlena? Bermental gamers, bukan bermental pemimpin. Meskipun keuntungannya besar untuk menunjang perekonomian negara, lantas apakah generasi yang akan menjadi korban?

Edukasi Sistemik

Generasi muda merupakan penerus bagi generasi sebelumnya. Seperti dalam ungkapan bahasa Arab, "Syubanu al-yaum rijalu al-ghaddi" (pemuda hari ini adalah tokoh pada masa yang akan datang). Oleh sebab itu, Islam memberikan perhatian besar kepada mereka, terutama dalam hal pendidikan. Agar mempunyai kepribadian yang mulia, dari usia dini anak senantiasa diajarkan tentang hakikat kehidupan dan tujuan untuk apa hidup di dunia ini. Ditanamkan akidah yang kuat serta tsaqofah Islam. Di masa lalu, keluarga menjadi madrasah pertama bagi generasi. Ditopang dengan sistem pendidikan yang menerapkan pendidikan Islam.

Pendidikan Islam dapat membentuk mental yang kuat, ditopang dengan pembentukan sikap dan kepribadian yang mantap. Kehidupan generasi muda pada masa dulu jauh dari kesenangan dunia, hura-hura, melakukan hal yang sia-sia seperti bermain game. Berbeda dengan generasi saat ini, hidupnya tidak lepas dari kesenangan duniawi.

Karenanya dengan sistem pendidikan Islam, produktivitas generasi muda pada masa dulu luar biasa. Banyak karya ilmiah yang mereka hasilkan saat usia mereka masih muda. Begitu juga riset dan penemuan juga bisa mereka hasilkan ketika usia mereka masih sangat belia. Semuanya itu merupakan dampak dari sistem kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, terlebih negara yang menerapkan sistem pendidikan Islam. Bukan seperti saat ini, kemaksiatan dan kesenangan justru difasilitasi oleh negara. Alhasil, tumbuh generasi yang tidak memiliki idealisme dan kehilangan identitas mereka sebagai agent of change.

Kehidupan keluarga, masyarakat, negara yang Islami terbukti mampu membentuk karakter dan kepribadian generasi muda di zaman itu. Peran negara, masyarakat dan keluarga begitu luar biasa dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka. Kehidupan mereka selalu disibukkan dengan ketaatan, bukan yang melalaikan seperti bermain game online seperti sekarang ini.

Dengan demikian, patutlah kiranya disadari bahwa generasi muda berada dalam pusaran kapitalisme yang bersifat eksploitasi. Terlebih dalam era industri digital, generasi muda dibidik sebagai target sentral dan global dalam pertumbuhan industri game. Sehingga, generasi milenial haruslah memunyai prinsip dalam kehidupannya agar tidak terlena dan terjebak dalam industri game yang digalakkan oleh para kapitalis. Wallahu a'lam bisshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Melacak Jejak Perbedaan Indonesia Versus Turki

Melacak Jejak Perbedaan Indonesia Versus Turki

Senin, 13 Jul 2020 21:07

Save the Children: 9,7 Juta Anak Terancam Tidak Akan Kembali Ke Kelas AKibat Dampak COVID-19

Save the Children: 9,7 Juta Anak Terancam Tidak Akan Kembali Ke Kelas AKibat Dampak COVID-19

Senin, 13 Jul 2020 21:05

Tidak Usah Sakit Hati, Aya Shofiya Urusan Dalam Negeri Turki

Tidak Usah Sakit Hati, Aya Shofiya Urusan Dalam Negeri Turki

Senin, 13 Jul 2020 19:21

Ciut Nyali Denny Siregar Usai Dipolisikan

Ciut Nyali Denny Siregar Usai Dipolisikan

Senin, 13 Jul 2020 18:05

Mimpi Basah, Namun Tidak Menemukan Basah Mani

Mimpi Basah, Namun Tidak Menemukan Basah Mani

Senin, 13 Jul 2020 17:21

[VIDEO] Piagam Jakarta Umat Islam Mengalah, Tolak RUU HIP Umat Islam Tak Boleh Mengalah

[VIDEO] Piagam Jakarta Umat Islam Mengalah, Tolak RUU HIP Umat Islam Tak Boleh Mengalah

Senin, 13 Jul 2020 17:11

Sistem Pertahanan Udara Terbaru S-500 Rusia Diklaim Mampu Manghancurkan Satelit dan Meteor

Sistem Pertahanan Udara Terbaru S-500 Rusia Diklaim Mampu Manghancurkan Satelit dan Meteor

Senin, 13 Jul 2020 17:05

Iran Salahkan Radar yang Tidak Selaras dan Kesalahan Manusia Atas Penjatuhan Pesawat Ukraina

Iran Salahkan Radar yang Tidak Selaras dan Kesalahan Manusia Atas Penjatuhan Pesawat Ukraina

Senin, 13 Jul 2020 16:45

Ayasofya Camii!

Ayasofya Camii!

Senin, 13 Jul 2020 16:31

Wabah Virus Corona Baru Telah Menewaskan Lebih dari 20.000 Orang di Timur Tengah

Wabah Virus Corona Baru Telah Menewaskan Lebih dari 20.000 Orang di Timur Tengah

Senin, 13 Jul 2020 16:25

Siapa Tonjok Jokowi?

Siapa Tonjok Jokowi?

Senin, 13 Jul 2020 15:21

Penularan Covid Masih Tinggi, Muktamar Persis Ditunda Sampai April 2021

Penularan Covid Masih Tinggi, Muktamar Persis Ditunda Sampai April 2021

Senin, 13 Jul 2020 15:20

Gerak Jabar Siap Mengawal Maklumat MUI Soal RUU HIP

Gerak Jabar Siap Mengawal Maklumat MUI Soal RUU HIP

Senin, 13 Jul 2020 15:14

Ini Dia aplikasi Sadap Whatsapp paling Laku di dunia

Ini Dia aplikasi Sadap Whatsapp paling Laku di dunia

Senin, 13 Jul 2020 11:25

Mulai dari Rieke Pitaloka

Mulai dari Rieke Pitaloka

Senin, 13 Jul 2020 05:18

Menlu Turki: Gencatan Senjata Libya Bergantung Pada Penarikan Pasukan Haftar

Menlu Turki: Gencatan Senjata Libya Bergantung Pada Penarikan Pasukan Haftar

Ahad, 12 Jul 2020 21:45

Zoom Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Zoom Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Ahad, 12 Jul 2020 21:22

QQ HEALING 11: Sembuhkan Sakit dengan 3 ilmu, Quran, Kedokteran dan Fisika Quantum

QQ HEALING 11: Sembuhkan Sakit dengan 3 ilmu, Quran, Kedokteran dan Fisika Quantum

Ahad, 12 Jul 2020 21:15

Muslim Bosnia Peringati 25 Tahun Pembantaian Sebrenica

Muslim Bosnia Peringati 25 Tahun Pembantaian Sebrenica

Ahad, 12 Jul 2020 21:05

PBB: Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Khashoggi

PBB: Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Khashoggi

Ahad, 12 Jul 2020 20:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X