Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.717 views

Anies: Bully Itu Keniscayaan, Prestasi Itu Pilihan

Tony Rosyid

[Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa]

Nabi Muhammad, manusia mulia tanpa cacat aja dibully, apalagi Anies. Manusia biasa dan bukan siapa-siapa. Begitu kata Anies, tokoh yang akrab disapa dengan panggilan "Gubernur Indonesia" ini.

Anies sadar bahwa gubernur adalah pejabat publik. Harus siap diawasi, dikritik dan dikoreksi oleh publik. Tidak hanya rakyat, tapi Tuhan juga mengawasi, kata Anies ketika memberi arahan kepada para pegawai pemprov yang sedang menyusun draft anggaran untuk 2020.

Lem aibon! Teriak sejumlah orang. Kencang sekali toa-nya. Di tengah orang-orang itu teriak, Anies justru mendapat penghargaan dari MenPAN sebagai kepala daerah bebas korupsi (10/12/2019). Lah kok? MenPAN gak salah?

Tentu, MenPAN tidak mengambil teriakan orang-orang itu sebagai data penilaian. Tapi, ada standar yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan secara profesional.

Tidak hanya MenPAN, tapi KPK sebelumnya juga telah memberi tiga penghargaan kepada Anies. Begitu juga BPK, dua tahun berturut-turut menghadiahkan WTP kepada Pemprov DKI. Mungkinkah tiga institusi ini gak kredibel dan salah menilai Anies?

Semua penghargaan dari tiga institusi ini menjelaskan bahwa Anies Baswedan adalah kepala daerah yang bersih dan bebas korupsi. Tidak saja bebas secara personal sebagai ukuran, tetapi juga dilihat dari setiap kebijakan dan leadershipnya yang menutup semua pintu korupsi.

Mengapa semua ini didapatkan justru di tengah banyak bullian kepada Anies? Karena mantan Mendikbud ini fokus pada kerja, menunaikan janji politik dan menghadirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat Jakarta.

Saat ini, Anies sedang mematangkan rencana membangun "ruang ketiga" diantaranya berupa 53 taman di tahun ini dan 200 taman dalam kurun waktu empat tahun. "Ruang ketiga"  didesign dengan fasilitas yang menarik dan dibutuhkan oleh masyarakat lintas sosial-ekonomi. Ini dalam rangka untuk menghadirkan keadilan, kesetaraan dan perasaan bersama.

Lalu, bagaimana menghadapi bullian lem aibon dan tuduhan pesta miras yang akhir-akhir ini sedang diviralkan. Namanya juga opini. Kalau hukum, moral dan etika publik berangkat dari opini, kacaulah negara ini.

Opini itu dibentuk oleh tiga hal. Pertama, oleh pengalaman. Dan ini yang bisa direkomendasikan karena berbasis data. Kedua, opini berasal dari "kata orang". Dunia medsos subur untuk hal satu ini. Ketiga, opini diciptakan oleh imajinasi.

Umumnya, opini yang berkembang di media dan medsos itu berasal dari kata orang, lalu dikembangkan dalam imajinasi. Mudah cara mengklarifikasinya. Kasih bukti, selesai! Tunjukkan data dan fakta, maka akan terbangun kesadaran.

Ini berlaku untuk mereka yang waras. Kalau sudah diklarifikasi, lalu diberikan bukti-buktinya, masih percaya omongan orang dan berimajinasi yang lain? Ya dungu!

Jangan tersinggung. Karena anda orang waras. Orang waras itu selalu bersikap obyektif. Bicara dan pendapatnya berbasis data, bukan kata orang atau fantasi pikiran. Maka, jaga prinsip ini jika anda ingin tetap dibilang waras.

Anies perlu dikritik? Setuju. Terkait hal-hal yang kurang pas, Anies perlu diingatkan dan diberi masukan. Tentu harus menggunakan data ketika memberi masukan dan melakukan kritik. Sebaliknya, harus berani juga mengapresiasi prestasinya. Ini baru obyektif.

Bully? Akan selalu ada. Biasanya dilakukan oleh pertama, orang yang gak mau repot mikir dan cari data. Kedua, oleh mereka yang pernah kecewa. Pernah punya persoalan pribadi, atau calonnya kalah. Maka, bullian menjadi ekspresi kebencian. Pokonya gue benci. Apapun, gak cocok. Titik! Ketiga, dilakukan karena profesi. Mereka melakukannya karena dibayar. Ini namanya bully premium.

Dalam kamus bully, gula rasanya pahit. Madu rasa asam. Buta fakta, tuli data dan bisu kebenaran. Tapi, sejarah selalu menghadirkan orang-orang seperti ini. Tak perlu dikeluhkan, karena orang-orang macam ini adalah bagian dari takdir yang tak pernah hilang. Hadapi saja! Begitu kata Iwan Fals.

Siapapun yang jadi pejabat publik, apalagi gubernur, mesti siap dibully. Itu keniscayaan yang melekat bagi setiap pejabat publik. Gak siap dibully, jangan jadi pejabat.

Secara sosial, bullian adalah ruang yang memberi kesempatan bagi seseorang untuk menjadi lebih besar lagi. Tanpa bullian, berita jadi sepi. Makin banyak bullian, ruang publik makin terbuka untuk promosi.

Selain prestasi kerja, bullian ternyata telah memberi ruang bagi Anies untuk semakin mendapatkan promosi. Publik menunggu klarifikasi, media membuka diri, dan tak sedikit orang berbalik jadi pendukung setelah mereka mengerti. Tanpa rencana dan rekayasa, bullian seolah menyiapkan tangga bagi Anies untuk semakin memperbesar peluangnya menjadi presiden 2024. Dengan catatan, cucu A.R. Baswedan dan sepupu Novel Baswedan ini istiqamah dan mampu menjaga performanya seperti selama ini. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 13/12/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Selasa, 11 Aug 2020 14:10

Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Selasa, 11 Aug 2020 10:14

Menakar Arah Pendidikan Kita

Menakar Arah Pendidikan Kita

Selasa, 11 Aug 2020 09:46

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Selasa, 11 Aug 2020 09:12

Ketuklah dengan Doa

Ketuklah dengan Doa

Selasa, 11 Aug 2020 08:42

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Selasa, 11 Aug 2020 08:29

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Senin, 10 Aug 2020 21:50

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

Senin, 10 Aug 2020 21:30

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Senin, 10 Aug 2020 21:25

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Senin, 10 Aug 2020 21:10

Hamas Tembakan Beberapa Roket Ke Laut, Sebut Sebagai Sebuah 'Pesan' Untuk Israel

Hamas Tembakan Beberapa Roket Ke Laut, Sebut Sebagai Sebuah 'Pesan' Untuk Israel

Senin, 10 Aug 2020 20:15

PKS Kritik Pemerintah yang Kurang Serius Tangani Riset Inovasi

PKS Kritik Pemerintah yang Kurang Serius Tangani Riset Inovasi

Senin, 10 Aug 2020 18:59

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Mertodranan

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Mertodranan

Senin, 10 Aug 2020 18:48

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Senin, 10 Aug 2020 14:45

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Senin, 10 Aug 2020 14:00

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Senin, 10 Aug 2020 13:16

Makruf Amin Akan Diganti?

Makruf Amin Akan Diganti?

Senin, 10 Aug 2020 12:29

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Senin, 10 Aug 2020 12:13

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Ahad, 09 Aug 2020 23:04

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Ahad, 09 Aug 2020 22:48


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Sabtu, 08/08/2020 16:17

Gerindra dan Nepotisme