Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.293 views

Ustadz Tampil Mewah, Bolehkah?

 
By: Hafidhah Silmi Iid
 
Baru-baru ini, viral beberapa foto ustad yang berpose di atas tunggangan mereka. Ada Ustad Abdul Somad yang mengendarai motor Harley, ada AA Gym yang mengendarai Rubicon, ada juga Babe Haikal yang mengendarai motor Harley. Lalu ada netizen usil yang menulis caption tentang foto tersebut: "Gimana mau jadi panutan ummat? Mengikuti jejak Rasul saja tidak bisa. Jangan sampai ummat bilang : Al Wahn. Cinta dunia tapi takut mati".
 
Gemes nggak sih sama orang yang nyinyir model begini? Ngajinya masih sepenggal tapi sudah berani memvonis orang lain. Hei kamu dan siapa saja yang memiliki pemikiran serupa, belajar siroh dan tarikh lagi yuk. Lihat gimana dulu Rasul dan para sahabat hidup. Kaji kembali konsep wahn berdasar rujukan yang benar.
 
Saya kasih contoh ya gimana dulu kehidupan Ustman bin Afan dan Abdurrahman bin Auf. Dua sahabat ini punya level kekayaan yang sederajat, sama-sama kaya-raya. Multi trilyuner. Crazy rich di zamannya. Tapi, kehidupan mereka berbeda 180°. Makanya saya menggunakan mereka berdua sebagai pembandingan.
 
Abdurrahman bin Auf ini mungkin 'dikutuk' Allah untuk jadi kaya seumur hidupnya. Rezeky seolah mengejar meski beliau berusaha untuk membagi dan menyedekahkan hartanya di jalan dakwah (Masih ingat cerita kurma busuk yang membuat Abdurrahman bin Auf semakin kaya kan?). Nah Abdurrahman bin Auf ini, ketakutan jika kekayaan yang dia peroleh di dunia adalah cara Allah menyegerakan balasan amal. Beliau takut nanti di akhirat, sudah tidak lagi merasakan nikmat karena balasan amalnya sudah diberikan Allah di dunia. Maka, Abdurrahman bin Auf berusaha sekuat tenaga untuk "membuang" hartanya. Bagaimana caranya?
 
Beliau menyedekahkan hartanya di jalan dakwah dan memberikannya kepada kaum muslimin yang miskin. Hidup seadanya adalah jalan yang dipilih. Bahkan ketika dihidangkan makanan yang lezat, beliau menangis sesenggukan. Beliau teringat sahabatnya yang miskin hingga kulitnya bersisik. Saking miskinnya dia cuma punya selembar kain kafan untuk menutup jasadnya yang apabila ditutup kepalanya, maka kakinya kelihatan. Apabila ditutup kakinya, kepalanya kelihatan.
 
Sahabat yang membuat Abdurrahman bin Auf menangis tersedu-sedu adalah Mush'ab bin Umair. Abdurrahman tidak bisa menikmati makanan lezat yang dihidangkan karena teringat akan Mush'ab yang sangat miskin. Apakah ia bisa makan hari itu? Di titik inilah Abdurrahman bin Auf cemburu dengan Mush'ab. Maka beliau bertekad untuk hidup seadanya. Meski jika mau, beliau bisa dengan mudah hidup ala sultan dengan kekayaannya.
 
Di sisi lain, mari kita lihat bagaimana kehidupan Ustman bin Afan. Sahabat satu ini memiliki kekayaan selevel dengan Abdurrahman bin Auf. Menurut tarikh, Ustman bin Afan ini adalah salah satu sahabat yang sangat peduli dengan fashion. Jubah yang beliau pakai, dipintal dari benang yang sudah dicelup minyak zafaron. Kalian bisa searching berapa harga minyak zafaron murni 1 botol kecil yang isinya 25ml. Kalau gak salah sih harganya 15 jutaan per 25ml. Coba bayangin butuh berapa EMBER minyak zafaron untuk menyelupkan benang yang akan dipintal menjadi jubahnya Ustman. Dan bisa dibayangin berapa harga jubah itu.
 
Baju branded keluaran supreme atau LV atau hermes dan sejenisnya saya rasa belum ada yg  bahannya dicelup minyak zafaron.
 
Sampai-sampai, ketika Ustman melewati suatu kampung, bau parfumnya sudah tercium sebelum terlihat batang hidung pemakainya di hadapan penduduk kampung. Bahkan setelah Ustman berlalu pun, bau parfumnya masih tercium oleh penduduk kampung. MashaAllah. Bisa dibayangin gak gimana fashionable-nya Ustman? 
 
Ketika ditanya, wahai Ustman, kenapa kamu selalu menampakkan kemewahanmu? Alangkah baiknya jika kamu hidup sederhana seperti sahabat sahabat yang lain. Ustman menjawab "Kemewahan yang saya pakai ini adalah bentuk perwujudan rasa SYUKUR saya kepada Allah karena saya diberi nikmat rezeky yang berlimpah."
 
Ketika jawaban itu sampai kepada Rosul SAW, apakah Rasul SAW menghardik dan mencela Ustman karena tidak hidup sederhana? Tidak!
Rasul SAW membiarkan dan mendiamkan apa yang menjadi pilihan hidup Ustman. Selama apa yang beliau pakai dan miliki memang didapat dari jalan yang dihalalkan, kenapa tidak?
 
SeeRasul saja membiarkan. Lalu kenapa kita reseh dan nyinyir ketika melihat ada ustadz punya Rubicon, Harley, tinggal di cluster mewah, dan naik privat jet. Selama apa yang mereka pakai dan mereka miliki diperoleh dari jalan yang dihalalkan, kenapa kok kita jadi nyinyir?
 
Dalam Islam, tidak ada pembatasan harta kepemilikan. Seseorang bisa dan dibolehkan memiliki harta kekayaan tanpa batasan selama cara dia mendapatkan harta tersebut tidak melanggar hukum syara'. Tidak menguasai harta kepemilikan umum, tidak menipu, dan tidak merampas hak orang lain.
 
Perlu diingat pula bahwa memiliki kekayaan berlimpah itu, bukan berarti orang tersebut terjangkit wahn dan tidak zuhud. Dudukkan kembali makna wahn dan zuhud pada porsinya. Apa sih wahn itu? Seseorang bisa disebut terjangkit wahn jika dia sudah menjadi budak dunia. Mengejar dunia seolah hidup di dunia selamanya. Hidupnya dihabiskan untuk mengejar dunia.
 
Coba lihat ustad-ustad yang kendaraannya dinyinyiri netizen itu. Apakah mereka adalah bagian dari orang orang yang hidupnya habis untuk mengejar dunia?
 
Saya yakin kita semua sepakat bahwa para ustad ini adalah hamba Allah yang hidupnya didedikasikan untuk dakwah dan memberi pelita kepada ummat di saat umat Islam hidup dalam kubangan kegelapan. Mereka adalah sang pencerah.
 
Lalu coba kita lihat lagi konsep zuhud. Apakah zuhud itu harus ditunjukkan dengan berpakaian compang camping, makan nasi aking, hidup di rumah reot?
 
Tidak, teman! Zuhud itu tidak menjadikan dunia ada dalam pikirannya. Dia hanya menganggap dunia ini tempat persinggahan sementara. Jadi, dia tawadu' ketika memandang dunia dan mensyukuri apa yang direzekykan Allah kepadanya. Ora kemrungsung, kalau orang Jawa bilang.
 
Jadi, stop nyinyir ya teman!
 
Jangan biarkan hati kita digerogoti sifat hasad pada keberhasilan orang lain. Jauhi deh rasa "senang kalau lihat orang lain susah. Susah kalau lihat orang lain senang". Hal itu tidak baik untuk kesehatan pikiran dan hati kita. Jangan iri sama keberhasilan orang lain. Harusnya, keberhasilan orang lain itu jadi motivasi buat kita. Kalau mereka bisa, kita pasti bisa.
 
Kalaupun kita tidak bisa menyamai mereka dalam urusan dunia, gak masalah. Kalahkan mereka dalam urusan akhirat. Bukankah dunia ini hanya sekejab mata? Yuk sama sama berbenah. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)
 
Ilustrasi: adeufi.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Yordania Cabut Larangan Shalat Jum'at Menyusul Penurunan Kasus Infeksi COVID-19

Yordania Cabut Larangan Shalat Jum'at Menyusul Penurunan Kasus Infeksi COVID-19

Selasa, 20 Apr 2021 21:45

Parlemen Pakistan Adakan Sesi Debat Apakah Akan Mengusir Dubes Prancis Dari Islamabad

Parlemen Pakistan Adakan Sesi Debat Apakah Akan Mengusir Dubes Prancis Dari Islamabad

Selasa, 20 Apr 2021 21:10

Presiden Chad Idris Deby Tewas Setelah Perangi Pemberontak Di Garis Depan

Presiden Chad Idris Deby Tewas Setelah Perangi Pemberontak Di Garis Depan

Selasa, 20 Apr 2021 20:40

Persis Desak Polri Tangkap Joseph Paul Zhang yang Diduga Menista Islam

Persis Desak Polri Tangkap Joseph Paul Zhang yang Diduga Menista Islam

Selasa, 20 Apr 2021 11:55

Adara Salurkan Bantuan Langsung Untuk Pengungsi Palestina di Libanon

Adara Salurkan Bantuan Langsung Untuk Pengungsi Palestina di Libanon

Selasa, 20 Apr 2021 11:11

Jadikan Rumahmu Kiblat

Jadikan Rumahmu Kiblat

Senin, 19 Apr 2021 21:36

Shalat Tarawih (Bagian Dua)

Shalat Tarawih (Bagian Dua)

Senin, 19 Apr 2021 21:28

Pensiunan Kolonel Militer Israel Sebut Sistem Pertahanan Iron Dome Tidak Dapat Diandalkan

Pensiunan Kolonel Militer Israel Sebut Sistem Pertahanan Iron Dome Tidak Dapat Diandalkan

Senin, 19 Apr 2021 19:30

Hamas: Perjuangan Akan Terus Berlanjut Sampai Pembebasan Penuh Al-Aqsa Dari Musuh Zionis

Hamas: Perjuangan Akan Terus Berlanjut Sampai Pembebasan Penuh Al-Aqsa Dari Musuh Zionis

Senin, 19 Apr 2021 19:10

Mengganti Shalat Tarawih dengan Tahajjud, Bolehkah?

Mengganti Shalat Tarawih dengan Tahajjud, Bolehkah?

Senin, 19 Apr 2021 17:12

Kerumunan Maulid Nabi Muhammad Bukan Tindak Pidana

Kerumunan Maulid Nabi Muhammad Bukan Tindak Pidana

Senin, 19 Apr 2021 15:36

TLP Bebaskan 11 Polisi Yang Mereka Sandera Selama Protes Anti-Prancis Di Lahore

TLP Bebaskan 11 Polisi Yang Mereka Sandera Selama Protes Anti-Prancis Di Lahore

Senin, 19 Apr 2021 13:35

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?

Senin, 19 Apr 2021 13:00

Syaikh Bin Bazz: Qunut Witir Boleh Setiap Malam

Syaikh Bin Bazz: Qunut Witir Boleh Setiap Malam

Senin, 19 Apr 2021 11:17

Mencintai Allah

Mencintai Allah

Ahad, 18 Apr 2021 23:07

Jazuli Juwaini Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Jazuli Juwaini Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Ahad, 18 Apr 2021 22:37

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Ahad, 18 Apr 2021 22:30

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Ahad, 18 Apr 2021 22:24

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Ahad, 18 Apr 2021 22:20

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Ahad, 18 Apr 2021 22:05


MUI

Must Read!
X

Senin, 19/04/2021 13:00

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?