Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
160 views

Berkah Silaturahim: Urusan Menikah Menjadi Mudah

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah ﷺ dan keluarganya.

Di antara sumber keberkahan hidup dan sebab dimudahkan urusan adalah silaturahim (menyambung tali persaudaraan). Realisasinya dengan berbuat baik kepada para kerabat (kaum keluarga) dengan ucapan dan perbuatan. Ia mencakup mengunjungi mereka, menanyakan keadaan mereka, membantu mereka, serta turut berbagi dalam kebahagiaan dan kesedihan mereka.

Sangat banyak nash dari al-Qur'an dan Sunnah yang memerintahkan bersilaturahim dan menjelaskan keutamannya. Salah satunya –yang paling mashur- menjadi sebab berkahnya rizki dan umur.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ له فِي رِزْقِهِ، وأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ, فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Siapa yang suka agar dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan usianya hendaknya ia menyambung tali kekerabatan (silaturahim).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Silaturahim Mudahkan Urusan Pernikahan

Seorang pemuda yang dalam persiapan lamaran berkisah pengalaman pribadinya. Uang yang sudah disiapkan untuk melamar gadis pujaannya dialihkan untuk membantu kakak perempuannya yang sakit parah untuk biaya berobatnya. Ia siap menerima resiko keputusannya ini, seandainya ditolak oleh keluarga wanita. Namun,  ternyata keputusannya ini semakin menguatkan keyakinan orang tua dari wanita itu, “Jika demikian perlakuanmu kepada kakakmu, maka engkau adalah orang yang paling layak kami percaya untuk putri kami. Tenangkan hatimu, persiapkan dirimu, kami menunggumu.”

Berikutnya, kemudahan demi kemudahan menghampirinya untuk segera melamar dan menikahi wanita impiannya. Berikut ini kisahnya:

Aku hidup dalam asuhan ayahku—semoga Allah Ta‘ala merahmatinya—selama bertahun-tahun. Ia termasuk orang yang paling besar kepeduliannya dalam menyambung silaturahmi dan paling tulus kasih sayangnya kepada keluarga. Ia dikenal sangat menjaga akhlak mulia ini. Baginya, silaturahim bukan sekedar kegiatan biasa, melainkan ibadah yang mengakar dan jalan hidup.

Ia tak pernah bosan menasihatiku seraya berkata: “Wahai anakku, sambunglah silaturahmimu. Barang siapa menyambungnya, Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa yang disambung oleh Allah, akan dibukakan baginya pintu-pintu kebaikan, serta dianugerahi taufik dan keberuntungan di dunia dan akhirat.”

Hari demi hari berlalu, ayahku pun berpulang ke sisi Rabb-nya—semoga Allah menempatkannya di surga Firdaus yang tertinggi. Namun wasiatnya tetap terpatri kuat di hatiku. Aku pun menyadari bahwa aku memikul tanggung jawab untuk mengamalkannya, bukan sekadar meyakininya.

Setelah aku lulus dan memperoleh pekerjaan yang layak, aku berhasil menabung sejumlah tiga puluh ribu riyal. Aku pun melamar seorang gadis salehah, dan al-Hamdulillah keluarganya menerima dengan baik. Kami sepakat pada tanggal tertentu aku akan menyerahkan sebagian mahar yang mampu aku berikan, dan sisanya dilunasi kemudian, dengan rencana pernikahan setahun setelahnya.

Sehari sebelum waktu yang telah disepakati, aku berniat mengunjungi kakak perempuanku di rumah suaminya untuk menyampaikan kabar lamaran dan memohon doanya. Namun aku mendapati ia sedang sakit, kondisinya sangat payah menahan rasa nyeri. Aku menawarkan untuk membawanya ke rumah sakit di kota kami, tetapi ia menolak karena telah berulang kali berobat tanpa hasil. Ia juga menyebutkan bahwa ada dokter di kota lain yang dikenal ahli dan tepat dalam diagnosis, tetapi ia dan suaminya tidak memiliki biaya untuk perjalanan dan pengobatan.

Aku pun menenangkannya seraya berkata: “Bergembiralah.” Lalu aku pulang ke rumah, mengambil uang yang telah aku siapkan untuk mahar, dan memberikannya kepadanya seluruhnya—tanpa ragu dan tanpa merasa berat—semata-mata mengharap pahala dari Allah dan sebagai upaya menyambung silaturahmi. Ia pun mengangkat kedua tangannya berdoa untukku, dengan doa-doa yang aku yakini pintu-pintu langit terbuka karenanya.

Keesokan harinya, aku mendatangi ayah dari gadis yang aku lamar. Aku ceritakan kepadanya kejadian tersebut dengan jujur dan terbuka, lalu aku berkata: “Kalian bebas menentukan keputusan terkait lamaran ini. Jika kalian berkenan bersabar menungguku, semoga Allah membalas kebaikan kalian. Jika kalian memilih membatalkannya, kami pun maklum, dan semoga Allah menyiapkan untuk putri kalian orang yang lebih baik dariku.”

Ia pun—semoga Allah membalasnya dengan kebaikan—mengucapkan kata-kata yang tak pernah aku lupakan: “Justru semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Jika demikian perlakuanmu kepada kakakmu, maka engkau adalah orang yang paling layak kami percaya untuk putri kami. Tenangkan hatimu, persiapkan dirimu, kami menunggumu.”

Aku kembali bekerja. Dengan izin Allah, setelah beberapa waktu kakakku pun sembuh, dan kelapangan datang kepadaku dari arah yang tidak pernah aku sangka.

Beberapa hari kemudian, ibuku datang kepadaku dengan wajah berseri seraya berkata: “Bergembiralah, wahai anakku yang menyambung silaturahim. Saudara-saudaramu telah menjual sebidang tanah warisan ayahmu yang juga menjadi bagianku. Mereka memberiku bagianku, lalu aku ambil darinya enam puluh ribu riyal untukmu, setelah aku meminta izin kepada paman-pamanmu dan mereka semua setuju. Ambillah dan sempurnakan pernikahanmu. Semoga Allah memberkahimu.”

Aku pun memuji Allah dengan pujian yang banyak, merenungi luasnya karunia Allah ‘Azza wa Jalla. Uang yang aku berikan kepada kakakku telah kembali kepadaku berlipat ganda. Tak sampai dua minggu kemudian, aku melangsungkan pernikahanku—segala puji bagi Allah dan dengan taufik-Nya.

Sejak hari itu, satu makna agung tak pernah lepas dari hatiku, makna yang ditegaskan oleh nash dan dibuktikan oleh pengalaman, yaitu firman Allah Ta‘ala dalam hadis qudsi: “Ar-Rahim (hubungan kekerabatan) itu bergantung pada-Ku; barang siapa menyambungnya, Aku akan menyambungnya, dan barang siapa memutuskannya, Aku akan memutuskannya.” Juga sabda Nabi ﷺ:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya menyambung tali kekerabatannya (silaturahim).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Maka menyambung silaturahim bukan sekadar akhlak sosial semata, melainkan sebab datangnya keberkahan, keluasan rezeki, pintu kebahagiaan dan kegembiraan, serta sarana mempererat hubungan, memperkuat solidaritas, cinta, dan kasih sayang di antara kerabat dan keluarga.

Semoga Allah Ta‘ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang menyambung silaturahim dengan penuh kebaikan, serta menganugerahkan kepada kita keberkahan kebajikan dan pahala ketaatan. Sesungguhnya Dia Maha Dermawan lagi Maha Mulia. Dan Allah-lah Pemberi petunjuk. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Nasib masjid di Kampung Cilumbu ini sungguh mengenaskan. Lima tahun mangkrak, kini nyaris tak berbentuk masjid, dipenuhi rumput liar, berlumut, dan menghitam terpapar panas dan hujan....

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Sahabat, Ulurtangan mari kirimkan dukungan terbaikmu untuk warga Palestina di Gaza demi menguatkan mereka menghadapi situasi mencekam ini. Mari dukung mereka dengan berdonasi dengan cara:...

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Saat ini, Ulurtangan bersama Yayasan An Najjahtul Islam Jonggol sedang merintis pembangunan Rumah Qur’an dan Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) An Najjah dan Gedung Majelis Taklim di Jonggol,...

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Mari bergabung dalam memperkuat jaringan kebaikan di pelosok negeri dengan Wakaf Al-Qur'an. Jangan ragu untuk menjadi bagian dari kebaikan ini. Abadikan harta dengan wakaf Al-Qur'an dan saksikan...

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Hidup Naura Salsabila dipenuhi dengan rintangan yang sangat berat. Meskipun baru berusia sepuluh bulan, bayi yang imut ini harus menghadapi penyakit yang dahsyat, yaitu tumor pembuluh darah berukuran...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X