Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
144 views

Menjadi Manusia Berakal: 5 Objek Renungan Akal yang Menghidupkan Hati

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Setiap manusia dikaruniai akal, namun tidak semua akal digunakan untuk merenungkan hal-hal yang mendatangkan kemaslahatan. Dalam kitab monumental Al-Jawabul Kafi (atau dikenal juga dengan Ad-Da' wad Dawa'), Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa pikiran orang yang berakal tidak akan keluar dari koridor yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat.

Renungan yang paling tinggi dan mulia adalah renungan yang tertuju kepada Allah dan negeri akhirat. Ibnul Qayyim membaginya ke dalam 5 objek renungan utama yang dapat mengubah kualitas iman dan hidup seorang Muslim.

 

1. Merenungkan Ayat-Ayat Al-Qur'an (Tadabbur)

Al-Qur’an diturunkan bukan sekadar untuk dibaca -apalagi diperlombakan suaranya-, melainkan untuk dipahami maknanya dan ditangkap maksudnya. Membaca adalah sarana, sedangkan memahami dan mengamalkan adalah tujuan utamanya.

Sebagian ulama salaf pernah menyentil fenomena ini dengan mengatakan:

أُنْزِلَ الْقُرْآنُ لِيُعْمَلَ بِهِ، فَاتَّخَذُوا تِلَاوَتَهُ عَمَلًا

"Al-Qur'an diturunkan untuk diamalkan, tetapi manusia justru menjadikan membacanya semata sebagai amal."

2. Merenungkan Tanda Kebesaran Allah di Alam Semesta (Tafakkur)

Tanda-tanda kekuasaan Allah yang terhampar di jagat raya adalah khazanah pelajaran yang tak terbatas. Dengan memikirkan penciptaan langit, bumi, dan seisinya, kita dapat melihat dalil nyata atas nama-nama, sifat, hikmah, serta kasih sayang-Nya. Allah sangat mencela orang-orang yang abai dan lalai dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Nya ini.

 

3. Merenungkan Nikmat dan Karunia Allah

Akal yang digunakan untuk memikirkan banyaknya nikmat, ampunan dan kebaikan Allah yang kita terima setiap hari akan menumbuhkan empat pilar utama dalam hati kita:

  • Makrifat (pengenalan yang baik kepada Allah)
  • Mahabbah (cinta yang tulus)
  • Khauf (rasa takut akan kemurkaan-Nya)
  • Raja' (harapan yang besar pada rahmat-Nya)

Jika ketiga jenis renungan di atas (Al-Qur'an, alam semesta, dan nikmat) dilakukan secara konsisten dan diiringi dengan zikir, maka hati akan terwarnai secara sempurna oleh makrifat dan cinta kepada Allah.

 

4. Merenungkan Kekurangan Diri dan Penyakit dalam Jiwa

Orang yang berakal akan sibuk memikirkan cacat pada amal perbuatannya sendiri dan penyakit yang ada di dalam jiwanya.

Renungan ini sangat besar manfaatnya dan merupakan pintu menuju segala kebaikan. Pengaruhnya sangat kuat dalam menundukkan jiwa yang selalu mendorong kepada keburukan (nafsu amarah). Ketika jiwa tersebut berhasil ditaklukkan, bangkitlah jiwa yang tenang (nafs muthma'innah), lalu ia memegang kendali, menghidupkan hati, dan menggerakkan seluruh anggota tubuh untuk melakukan ketaatan.

 

5. Merenungkan Waktu dan Kewajiban Saat Ini

Orang yang bijak adalah "anak zamannya". Ia fokus pada apa kewajiban yang harus ia lakukan saat ini, detik ini. Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan seluruh kemaslahatan hidup, sebab waktu yang hilang tidak akan pernah bisa kembali.

Imam Muhammad bin Idris al-Shafi'i berkata: "Aku bergaul dengan kaum sufi, dan aku tidak mengambil manfaat dari mereka kecuali dua kalimat. Yang pertama adalah ucapan mereka:

الْوَقْتُ سَيْفٌ، فَإِنْ قَطَعْتَهُ وَإِلَّا قَطَعَكَ

"Waktu itu bagaikan pedang. Jika engkau tidak memotongnya, ia akan memotongmu."

Kalimat kedua adalah:

 وَنَفْسُكَ إِنْ لَمْ تَشْغَلْهَا بِالْحَقِّ وَإِلَّا شَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ

"Jiwamu, jika tidak engkau sibukkan dengan kebenaran, maka ia akan menyibukkanmu dengan kebatilan."

 

Berapa Banyak "Umur Nyata" Kita?

Hakikat umur manusia adalah waktu yang ia miliki. Waktu adalah modal utama untuk meraih kenikmatan kekal di akhirat, atau justru bisa menjadi bahan bakar azab yang pedih jika disia-siakan.

Maka bagian waktu yang digunakan untuk Allah dan dengan pertolongan Allah itulah kehidupan dan umur yang sesungguhnya. Adapun selain itu, pada hakikatnya tidak terhitung sebagai kehidupan. Meskipun seseorang hidup di dalamnya, ia hidup sebagaimana kehidupan hewan.

Apabila waktunya dihabiskan dalam kelalaian, kealpaan, angan-angan kosong, sementara bagian terbaik dari waktunya hanya digunakan untuk tidur dan bermalas-malasan, maka kematian orang seperti ini lebih baik daripada kehidupannya.

Sebagaimana seorang hamba yang sedang shalat tidak memperoleh bagian dari shalatnya kecuali sebesar yang ia sadari dan hayati, demikian pula ia tidak memperoleh bagian dari umurnya kecuali waktu-waktu yang ia jalani bersama Allah dan karena Allah.

Semoga kita termasuk orang-orang berakal yang mampu mengarahkan pikiran kita pada kelima hal di atas, sehingga setiap detik yang berlalu tercatat sebagai umur yang berkah. Wallahu a'lam. [purWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tsaqofah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Nasib masjid di Kampung Cilumbu ini sungguh mengenaskan. Lima tahun mangkrak, kini nyaris tak berbentuk masjid, dipenuhi rumput liar, berlumut, dan menghitam terpapar panas dan hujan....

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Sahabat, Ulurtangan mari kirimkan dukungan terbaikmu untuk warga Palestina di Gaza demi menguatkan mereka menghadapi situasi mencekam ini. Mari dukung mereka dengan berdonasi dengan cara:...

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Saat ini, Ulurtangan bersama Yayasan An Najjahtul Islam Jonggol sedang merintis pembangunan Rumah Qur’an dan Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) An Najjah dan Gedung Majelis Taklim di Jonggol,...

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Mari bergabung dalam memperkuat jaringan kebaikan di pelosok negeri dengan Wakaf Al-Qur'an. Jangan ragu untuk menjadi bagian dari kebaikan ini. Abadikan harta dengan wakaf Al-Qur'an dan saksikan...

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Hidup Naura Salsabila dipenuhi dengan rintangan yang sangat berat. Meskipun baru berusia sepuluh bulan, bayi yang imut ini harus menghadapi penyakit yang dahsyat, yaitu tumor pembuluh darah berukuran...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X