Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.082 views

Pendidikan Gratis, Bukan Utopis!

Oleh: Wulan Citra Dewi, S.Pd.
Mengejutkan, ratusan ribu anak usia sekolah ‘nganggur’ di kota bertuah, Pekanbaru, Riau. Bukan isapan jempol, akhir 2016 lalu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Bappeda telah merilis data fantastis tentang anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan. Setidaknya ada 50 ribu orang usia SD, 80 ribu usia SMP dan 153 ribu untuk usia SMA yang ‘menganggur’ di Provinsi penghasil minyak terbesar seindonesia ini. (tribunnews.com 2/5/17)
            Data ini tentu ironis jika dibandingkan dengan komitmen pemerintah dalam program wajib belajar 9 tahun. Faktanya, masih saja berjatuhan ‘korban’ yang tidak dapat mengecap manisnya pendidikan. Lantas, apakah program wajib belajar hanya sekedar wacana sebagai formalitas program pemerintahan? Atau, program tersebut telah berjalan namun belum optimal dalam merealisasikan? Kenapa tidak dapat optimal? Tentu, banyak faktor sebagai penyebab.
            Belum lagi masalah lain yang muncul akibat anak putus sekolah. Kriminalitas, tidak bisa dimungkiri menjadi kandidat nomor wahid yang memikat bagi anak-anak ‘nganggur’ tersebut. Ya, faktanya memang anak putus sekolah rentan tergoda untuk melakukan tindak kejahatan. Tidak jarang pula, mereka dimanfaatkan sebagai alat untuk melakukan kebejatan oleh orang-orang jahat yang memang sudah meraja dialam dunia ini.
 
Penyebab Putus Sekolah
          Bisa dirasa, tingginya angka anak putus sekolah telah berkelindan dengan kemiskinan dan  kejahatan. Jika demikian, akankah tercapai cita-cita sebuah negeri untuk menghasilkan insan beriman, bertakwa, dan berilmu? Lebih jauh lagi, mampukan bangsa ini mewujudkan kehidupan masyarakat berperadaban tinggi nan mulia jika SDM penerus masa depan, kini justru bergumul  pada ketidakberdayaan putus sekolah, kemiskinan, dan tindak kejahatan?
            Program yang dicanangkan oleh pemerintah berupa wajib belajar 9 tahun adalah sebuah usaha yang patut mendapat apresiasi. Namun, kita juga tidak boleh cukup puas dengan pencanangan program ini. Harus ada realisasi dan evaluasi masif yang harus dilakukan baik oleh pemerintah itu sendiri ataupun oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak dipungkiri bahwa pemerintah pasti telah bekerja untuk mewujudkan program yang dicanangkan. Tetapi, juga tidak bisa ditutupi bahwa nyatanya program tersebut belum membuahkan hasil optimal dalam realisasi di lapangan. Data dari Bappeda Pemprov Riau yang telah disebutkan menjadi salah satu indikasinya.
Tidak dimungkiri bahwa tingginya angka anak-anak putus sekolah mayoritas karena faktor kemiskinan. Pendapatan yang tidak tinggi, sementara harga-harga tidak terkendali hingga tidak terbeli. Termasuk biaya sekolah, masih terasa menjulang bagi kebanyakan orang. Mengingat bahwa yang disebut biaya sekolah bukan semata iuran SPP. Pembelian seragam dan buku misalnya, acap kali nominalnya melebihi iuran SPP yang katanya ditanggung pemerintah. Alhasil,  Jangankan untuk membeli buku sekolah, untuk biaya makan saja masih susah. Begitulah realita yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat saat ini. Sebuah kenyataan  yang tidak lagi dapat ditutupi.
           Kemiskinan yang melanda masyarakat dewasa ini bukanlah masalah kasuisitik semata. Mengingat bahwa tidak hanya satu atau dua kepala keluarga yang mengalami kemiskinan, melainkan jutaan rakyat. Maka tidak salah jika kemiskinan disimpulkan sebagai permasalahan sistemik. Masalah serius yang muncul akibat diberlakukannya sistem tertentu. Tentu, sudah dipahami bahwa kapitalismelah sistem yang tengah berlaku pada babak kehidupan bangsa saat ini.
         Kapitalisme dengan konsep dasar matrealistik telah mendekonstruksi kewajiban penguasa terhadap rakyatnya. Hampir seluruh subsidi yang menjadi hak bagi masyarakat, dengan brutal dilucuti untuk kemudian diprivatisasi. Diserahkan pada pemilik modal dan diubah menjadi komoditi dengan keuntungan yang menggiurkan. Bagaimana tidak, kebutuhan dasar manusia yang dijadikan barang dagangan. Mau tidak mau, rakyat pun harus membeli meski harus tercekik dengan harga yang terus meninggi.
Sebut saja BBM, TDL, dan MIGAS. Tidak terlepas pula, dunia pendidikan menjadi daging empuk untuk dipasarkan, diperjual belikan. Ya, pendidikan kita terlilit jeratan kapitalisasi. Negara pasrah, perlahan melepas tangan dan menyerahkan pendidikan kepada para investor untuk diprivatisasi. Jika sudah begini, maka pendidikan menjadi komoditi yang tidak semua orang mampu membeli. Wajar jika kemudian angka anak putus sekolah tidak kunjung nol, tapi justru semakin meningkat dari tahun ke tahun. Parahnya, hal ini kemudian menjadi penyumbang tindak kriminal yang dilakukan oleh mereka yang tidak mampu mengenyam pendidikan.
Upaya Pemerintah untuk Mencari Solusi 
         Ade Hartati Rahmat, M.Pd. selaku anggota DPRD Provinsi Riau yang membidangi pendidikan di komisi E, menyatakan bahwa ada tiga akses yang harusnya dipenuhi oleh pihak pemerintah khususnya Riau dalam peningkatan pendidikan. Salah satunya adalah aspek pendidikan secara pembiayaan. Menurutnya, bagaimana upaya pemerintah dalam melakukan pengelolaan anggaran pendidikan, sehingga orang tua siswa tidak perlu lagi memikirkan pembiayaan untuk sekolah anak mereka. (tribunnews.com5/5/17). Ungkapan ini tentu menggembirakan. Apalagi, jika benar-benar dapat direalisasikan. Hanya saja, kembali menilik persoalan utama yakni kapitalisasi pendidikan, mungkinkah gagasan mulia ini dapat diwujudkan?
            Menuntaskan angka anak putus sekolah tidak cukup hanya sekedar merancang program praktis. Tetapi juga diperlukan sistematis untuk menjalankan program tersebut. Terbukti, sistem kapitalisme yang berlaku saat ini tidak mampu mengangkat permasalahan anak putus sekolah. Sebaliknya, kapitalisme justru menenggelamkan rakyat dalam kubangan kemiskinan yang sengaja diciptakan. Dampaknya, jutaan rakyat harus pasrah ketika tidak mampu ‘membeli’ pendidikan.
            Seharusnya, sebuah negara melihat pendidikan sebagai kebutuhan dasar bagi seluruh rakyatnya. Sehingga, negara akan bersungguh-sungguh menyelenggarakan pendidikan dengan kuantitas dan kualitas terbaik. Bahkan, sudah seharusnya negara membiayai segala kebutuhan yang menunjang proses tersebut. Ya, selayaknya negara melayani masyarakat dengan menggratiskan pendidikan bagi seluruh rakyat yang diurusnya. Bukan sekedar gratis SPP, akan tetapi juga berbagai atributnya. Semisal seragam, buku, laboraturium, penelitian, dan lain sebagainya. Hingga tidak ada lagi temuan anak putus sekolah karena tidak ada biaya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ade Hartati di atas.
            Penyelenggaraan pendidikan dengan konsep ideal tersebut hanya akan terwujud dalam sistem pemerintahan Islam, yakni Khilafah. Khilafah akan mengelola sumber daya alam yang ada untuk kemudian mendistribusikan hasilnya secara merata kepada setiap individu rakyat. Salah satunya di bidang pendidikan. Khilafah sama sekali tidak akan menyerahkan kekayaan negara dan umat kepada pihak swasta baik lokal maupun asing sebagaimana yang berlaku dalam kapitalisme masa sekarang. Maka wajar, jika Khilafah mampu menyelenggarakan pendidikan secara cuma-cuma.
 Perlu diketahui bahwa hal ini telah teruji. Berdasar pada sebuah realitas yang pernah terjadi secara nyata. Tidak kurang dari 13 abad, Khilafah dengan Islam sebagai dasar pemerintahannya mampu menyelenggarakan pendidikan dengan kuantitas dan kualitas kelas dunia tanpa membebankan biaya sedikitpun kepada rakyatnya. Bahkan, bukan hanya warga negara Khilafah saja yang memperoleh pendidikan secara cuma-cuma. Anak-anak dari barat pun turut mengecap manisnya ilmu pengetahuan melalui pendidikan yang diselenggarakan oleh Khilafah Islam. Pemimpin tertinggi umat katolik, Paus Sylvester II salah satu contohnya. Ia turut menjadi saksi keunggulan Universitas Al-Qarawiyyin, salah satu universitas terkemuka tingkat dunia yang dimiliki khilafah kala itu, dengan menimba ilmu di dalamnya. Sekali lagi, tanpa dipungut biaya. Luar biasa!
Khilafah dengan sistem pemerintahan yang berdasarkan Islam telah terbukti secara empiris maupun historis mampu menyelenggarakan pendidikan berkualitas dunia dengan bebas biaya. Nyatanya, pendidikan gratis bukan suatu yang utopis. Terbukti pula, lahir para pemikir dan ilmuan-ilmuan muslim kelas dunia darinya. Hebatnya lagi, nama dan kebermanfaatan karya mereka tetap tersohor hingga kini.
Sebut saja al-Ghazali, Ibnu Ruysd, Ibnu Sina, Ibn Khaldun, al-Khawarizmi dan masih banyak yang lainnya. Kembali lagi bahwa ilmuan hebat terlahir dari pendidikan hebat pula. Seluruh individu berhak memperolehnya, dan itu semua hanya dapat terwujud dalam sebuah sistem pemerintahan yang bersumber dari pemilik kehidupan. Sistem tersebut tidak lain adalah khilafah islamiah. Tidakkah kita merindukan semarak dunia pendidikan karena bebas dari biaya hingga terlahir ilmuan-ilmuan hebat yang akan menjadi mercusuar bagi kemajuan dan ketahanan sebuah negara? Wallahualam***

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Latest News
Rezim Teroris Assad Lakukan Kejahatan Kemanusiaan Biadab di Ghouta Timur

Rezim Teroris Assad Lakukan Kejahatan Kemanusiaan Biadab di Ghouta Timur

Kamis, 21 Jun 2018 19:15

Penganugerahan 'TOKOH 21 Award 2018' Bakti Pada Bangsa & Negara

Penganugerahan 'TOKOH 21 Award 2018' Bakti Pada Bangsa & Negara

Kamis, 21 Jun 2018 18:54

Pembom Jibaku Tewaskan 4 Pasukan Loyalis Haftar di Derna Libya

Pembom Jibaku Tewaskan 4 Pasukan Loyalis Haftar di Derna Libya

Kamis, 21 Jun 2018 17:15

Suku Terbesar Irak Minta Senjata ke Pemerintah untuk Hadapi Islamic State

Suku Terbesar Irak Minta Senjata ke Pemerintah untuk Hadapi Islamic State

Kamis, 21 Jun 2018 16:30

Relawan #2019GantiPresiden Beri Award untuk 21 Tokoh Berpengaruh

Relawan #2019GantiPresiden Beri Award untuk 21 Tokoh Berpengaruh

Kamis, 21 Jun 2018 16:11

Polling: 90 Persen Responden Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram Berkunjung ke Israel

Polling: 90 Persen Responden Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram Berkunjung ke Israel

Kamis, 21 Jun 2018 09:56

Imbas One Way Arus Balik, Pengguna Jalan Arah Cikampek

Imbas One Way Arus Balik, Pengguna Jalan Arah Cikampek "Itikaf" di Tol

Kamis, 21 Jun 2018 07:29

Sistem One Way Arus Balik, Dishub dan DPRD Kota Bekasi Meradang

Sistem One Way Arus Balik, Dishub dan DPRD Kota Bekasi Meradang

Kamis, 21 Jun 2018 06:32

Polling: Hanya 7 Persen Responden Sebut Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018 Lancar

Polling: Hanya 7 Persen Responden Sebut Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018 Lancar

Kamis, 21 Jun 2018 05:50

Pejuang Oposisi Bersumpah Timpakan 'Lahar Gunung Berapi' jika Rezim Assad Serang Dara'a

Pejuang Oposisi Bersumpah Timpakan 'Lahar Gunung Berapi' jika Rezim Assad Serang Dara'a

Rabu, 20 Jun 2018 20:45

Taliban Akhiri Gencatan Senjata dengan Rebut Pangkalan Militer Afghanistan di Badghis

Taliban Akhiri Gencatan Senjata dengan Rebut Pangkalan Militer Afghanistan di Badghis

Rabu, 20 Jun 2018 20:30

Pasukan Pemerintah Yaman Kuasai Sepenuhnya Bandara Hodeidah

Pasukan Pemerintah Yaman Kuasai Sepenuhnya Bandara Hodeidah

Rabu, 20 Jun 2018 20:15

Aktivis Israel Kirim Surat ke Hamas Minta Tolong Pulihkan Ketenangan untuk Selatan Israel

Aktivis Israel Kirim Surat ke Hamas Minta Tolong Pulihkan Ketenangan untuk Selatan Israel

Rabu, 20 Jun 2018 19:00

Militer Libya Klaim Tangkap Mantan Sopir Syaikh Usamah Bin Ladin di Derna

Militer Libya Klaim Tangkap Mantan Sopir Syaikh Usamah Bin Ladin di Derna

Rabu, 20 Jun 2018 18:45

Pengamat Ini Sebut Pengaruh Iriawan tergantung Warga: Apakah Tunduk dengan Skenario Penguasa?

Pengamat Ini Sebut Pengaruh Iriawan tergantung Warga: Apakah Tunduk dengan Skenario Penguasa?

Rabu, 20 Jun 2018 17:57

Mantan Hakim Syariah Jaisyul Islam Berkhianat Membelot ke Rezim Assad

Mantan Hakim Syariah Jaisyul Islam Berkhianat Membelot ke Rezim Assad

Rabu, 20 Jun 2018 17:22

Terkait Iriawan, Ka'ban Usul ke DPR RI untuk Impeachment Jokowi

Terkait Iriawan, Ka'ban Usul ke DPR RI untuk Impeachment Jokowi

Rabu, 20 Jun 2018 16:57

Gold G Gamat Selain Baik untuk Sembuhkan Luka, Ada 22 Manfaat lainnya...

Gold G Gamat Selain Baik untuk Sembuhkan Luka, Ada 22 Manfaat lainnya...

Rabu, 20 Jun 2018 16:44

Yuk Hijrahkan Ponsel dengan Ring Back Tone Dakwah Islam

Yuk Hijrahkan Ponsel dengan Ring Back Tone Dakwah Islam

Rabu, 20 Jun 2018 16:40

Video Hot Interview (3): Kisah Hijrah Dibalik Viral Lagu 'Rakyat' Sang Alang #2019 Ganti Presiden

Video Hot Interview (3): Kisah Hijrah Dibalik Viral Lagu 'Rakyat' Sang Alang #2019 Ganti Presiden

Rabu, 20 Jun 2018 16:40


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X