Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.860 views

Pendidikan Gratis, Bukan Utopis!

Oleh: Wulan Citra Dewi, S.Pd.
Mengejutkan, ratusan ribu anak usia sekolah ‘nganggur’ di kota bertuah, Pekanbaru, Riau. Bukan isapan jempol, akhir 2016 lalu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Bappeda telah merilis data fantastis tentang anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan. Setidaknya ada 50 ribu orang usia SD, 80 ribu usia SMP dan 153 ribu untuk usia SMA yang ‘menganggur’ di Provinsi penghasil minyak terbesar seindonesia ini. (tribunnews.com 2/5/17)
            Data ini tentu ironis jika dibandingkan dengan komitmen pemerintah dalam program wajib belajar 9 tahun. Faktanya, masih saja berjatuhan ‘korban’ yang tidak dapat mengecap manisnya pendidikan. Lantas, apakah program wajib belajar hanya sekedar wacana sebagai formalitas program pemerintahan? Atau, program tersebut telah berjalan namun belum optimal dalam merealisasikan? Kenapa tidak dapat optimal? Tentu, banyak faktor sebagai penyebab.
            Belum lagi masalah lain yang muncul akibat anak putus sekolah. Kriminalitas, tidak bisa dimungkiri menjadi kandidat nomor wahid yang memikat bagi anak-anak ‘nganggur’ tersebut. Ya, faktanya memang anak putus sekolah rentan tergoda untuk melakukan tindak kejahatan. Tidak jarang pula, mereka dimanfaatkan sebagai alat untuk melakukan kebejatan oleh orang-orang jahat yang memang sudah meraja dialam dunia ini.
 
Penyebab Putus Sekolah
          Bisa dirasa, tingginya angka anak putus sekolah telah berkelindan dengan kemiskinan dan  kejahatan. Jika demikian, akankah tercapai cita-cita sebuah negeri untuk menghasilkan insan beriman, bertakwa, dan berilmu? Lebih jauh lagi, mampukan bangsa ini mewujudkan kehidupan masyarakat berperadaban tinggi nan mulia jika SDM penerus masa depan, kini justru bergumul  pada ketidakberdayaan putus sekolah, kemiskinan, dan tindak kejahatan?
            Program yang dicanangkan oleh pemerintah berupa wajib belajar 9 tahun adalah sebuah usaha yang patut mendapat apresiasi. Namun, kita juga tidak boleh cukup puas dengan pencanangan program ini. Harus ada realisasi dan evaluasi masif yang harus dilakukan baik oleh pemerintah itu sendiri ataupun oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak dipungkiri bahwa pemerintah pasti telah bekerja untuk mewujudkan program yang dicanangkan. Tetapi, juga tidak bisa ditutupi bahwa nyatanya program tersebut belum membuahkan hasil optimal dalam realisasi di lapangan. Data dari Bappeda Pemprov Riau yang telah disebutkan menjadi salah satu indikasinya.
Tidak dimungkiri bahwa tingginya angka anak-anak putus sekolah mayoritas karena faktor kemiskinan. Pendapatan yang tidak tinggi, sementara harga-harga tidak terkendali hingga tidak terbeli. Termasuk biaya sekolah, masih terasa menjulang bagi kebanyakan orang. Mengingat bahwa yang disebut biaya sekolah bukan semata iuran SPP. Pembelian seragam dan buku misalnya, acap kali nominalnya melebihi iuran SPP yang katanya ditanggung pemerintah. Alhasil,  Jangankan untuk membeli buku sekolah, untuk biaya makan saja masih susah. Begitulah realita yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat saat ini. Sebuah kenyataan  yang tidak lagi dapat ditutupi.
           Kemiskinan yang melanda masyarakat dewasa ini bukanlah masalah kasuisitik semata. Mengingat bahwa tidak hanya satu atau dua kepala keluarga yang mengalami kemiskinan, melainkan jutaan rakyat. Maka tidak salah jika kemiskinan disimpulkan sebagai permasalahan sistemik. Masalah serius yang muncul akibat diberlakukannya sistem tertentu. Tentu, sudah dipahami bahwa kapitalismelah sistem yang tengah berlaku pada babak kehidupan bangsa saat ini.
         Kapitalisme dengan konsep dasar matrealistik telah mendekonstruksi kewajiban penguasa terhadap rakyatnya. Hampir seluruh subsidi yang menjadi hak bagi masyarakat, dengan brutal dilucuti untuk kemudian diprivatisasi. Diserahkan pada pemilik modal dan diubah menjadi komoditi dengan keuntungan yang menggiurkan. Bagaimana tidak, kebutuhan dasar manusia yang dijadikan barang dagangan. Mau tidak mau, rakyat pun harus membeli meski harus tercekik dengan harga yang terus meninggi.
Sebut saja BBM, TDL, dan MIGAS. Tidak terlepas pula, dunia pendidikan menjadi daging empuk untuk dipasarkan, diperjual belikan. Ya, pendidikan kita terlilit jeratan kapitalisasi. Negara pasrah, perlahan melepas tangan dan menyerahkan pendidikan kepada para investor untuk diprivatisasi. Jika sudah begini, maka pendidikan menjadi komoditi yang tidak semua orang mampu membeli. Wajar jika kemudian angka anak putus sekolah tidak kunjung nol, tapi justru semakin meningkat dari tahun ke tahun. Parahnya, hal ini kemudian menjadi penyumbang tindak kriminal yang dilakukan oleh mereka yang tidak mampu mengenyam pendidikan.
Upaya Pemerintah untuk Mencari Solusi 
         Ade Hartati Rahmat, M.Pd. selaku anggota DPRD Provinsi Riau yang membidangi pendidikan di komisi E, menyatakan bahwa ada tiga akses yang harusnya dipenuhi oleh pihak pemerintah khususnya Riau dalam peningkatan pendidikan. Salah satunya adalah aspek pendidikan secara pembiayaan. Menurutnya, bagaimana upaya pemerintah dalam melakukan pengelolaan anggaran pendidikan, sehingga orang tua siswa tidak perlu lagi memikirkan pembiayaan untuk sekolah anak mereka. (tribunnews.com5/5/17). Ungkapan ini tentu menggembirakan. Apalagi, jika benar-benar dapat direalisasikan. Hanya saja, kembali menilik persoalan utama yakni kapitalisasi pendidikan, mungkinkah gagasan mulia ini dapat diwujudkan?
            Menuntaskan angka anak putus sekolah tidak cukup hanya sekedar merancang program praktis. Tetapi juga diperlukan sistematis untuk menjalankan program tersebut. Terbukti, sistem kapitalisme yang berlaku saat ini tidak mampu mengangkat permasalahan anak putus sekolah. Sebaliknya, kapitalisme justru menenggelamkan rakyat dalam kubangan kemiskinan yang sengaja diciptakan. Dampaknya, jutaan rakyat harus pasrah ketika tidak mampu ‘membeli’ pendidikan.
            Seharusnya, sebuah negara melihat pendidikan sebagai kebutuhan dasar bagi seluruh rakyatnya. Sehingga, negara akan bersungguh-sungguh menyelenggarakan pendidikan dengan kuantitas dan kualitas terbaik. Bahkan, sudah seharusnya negara membiayai segala kebutuhan yang menunjang proses tersebut. Ya, selayaknya negara melayani masyarakat dengan menggratiskan pendidikan bagi seluruh rakyat yang diurusnya. Bukan sekedar gratis SPP, akan tetapi juga berbagai atributnya. Semisal seragam, buku, laboraturium, penelitian, dan lain sebagainya. Hingga tidak ada lagi temuan anak putus sekolah karena tidak ada biaya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ade Hartati di atas.
            Penyelenggaraan pendidikan dengan konsep ideal tersebut hanya akan terwujud dalam sistem pemerintahan Islam, yakni Khilafah. Khilafah akan mengelola sumber daya alam yang ada untuk kemudian mendistribusikan hasilnya secara merata kepada setiap individu rakyat. Salah satunya di bidang pendidikan. Khilafah sama sekali tidak akan menyerahkan kekayaan negara dan umat kepada pihak swasta baik lokal maupun asing sebagaimana yang berlaku dalam kapitalisme masa sekarang. Maka wajar, jika Khilafah mampu menyelenggarakan pendidikan secara cuma-cuma.
 Perlu diketahui bahwa hal ini telah teruji. Berdasar pada sebuah realitas yang pernah terjadi secara nyata. Tidak kurang dari 13 abad, Khilafah dengan Islam sebagai dasar pemerintahannya mampu menyelenggarakan pendidikan dengan kuantitas dan kualitas kelas dunia tanpa membebankan biaya sedikitpun kepada rakyatnya. Bahkan, bukan hanya warga negara Khilafah saja yang memperoleh pendidikan secara cuma-cuma. Anak-anak dari barat pun turut mengecap manisnya ilmu pengetahuan melalui pendidikan yang diselenggarakan oleh Khilafah Islam. Pemimpin tertinggi umat katolik, Paus Sylvester II salah satu contohnya. Ia turut menjadi saksi keunggulan Universitas Al-Qarawiyyin, salah satu universitas terkemuka tingkat dunia yang dimiliki khilafah kala itu, dengan menimba ilmu di dalamnya. Sekali lagi, tanpa dipungut biaya. Luar biasa!
Khilafah dengan sistem pemerintahan yang berdasarkan Islam telah terbukti secara empiris maupun historis mampu menyelenggarakan pendidikan berkualitas dunia dengan bebas biaya. Nyatanya, pendidikan gratis bukan suatu yang utopis. Terbukti pula, lahir para pemikir dan ilmuan-ilmuan muslim kelas dunia darinya. Hebatnya lagi, nama dan kebermanfaatan karya mereka tetap tersohor hingga kini.
Sebut saja al-Ghazali, Ibnu Ruysd, Ibnu Sina, Ibn Khaldun, al-Khawarizmi dan masih banyak yang lainnya. Kembali lagi bahwa ilmuan hebat terlahir dari pendidikan hebat pula. Seluruh individu berhak memperolehnya, dan itu semua hanya dapat terwujud dalam sebuah sistem pemerintahan yang bersumber dari pemilik kehidupan. Sistem tersebut tidak lain adalah khilafah islamiah. Tidakkah kita merindukan semarak dunia pendidikan karena bebas dari biaya hingga terlahir ilmuan-ilmuan hebat yang akan menjadi mercusuar bagi kemajuan dan ketahanan sebuah negara? Wallahualam***

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

Rabu, 21 Feb 2018 14:00

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

Rabu, 21 Feb 2018 12:24

Tembakan Turki Paksa Pasukan Pro-Assad yang Akan Bantu Milisi Kurdi di Afrin Balik Kanan

Tembakan Turki Paksa Pasukan Pro-Assad yang Akan Bantu Milisi Kurdi di Afrin Balik Kanan

Rabu, 21 Feb 2018 10:28

Ini Petuah Tuan Guru Bajang untuk Jurnalis Muslim

Ini Petuah Tuan Guru Bajang untuk Jurnalis Muslim

Rabu, 21 Feb 2018 09:43

Bolehkah Mengerjakan Shalat Dhuha Setelah Shalat Isyraq?

Bolehkah Mengerjakan Shalat Dhuha Setelah Shalat Isyraq?

Rabu, 21 Feb 2018 09:22

[VIDEO-1] Kisah Dewa, Mualaf Hindu yang Temukan Islam & Muhammad SAW Dalam Kitab Weda

[VIDEO-1] Kisah Dewa, Mualaf Hindu yang Temukan Islam & Muhammad SAW Dalam Kitab Weda

Rabu, 21 Feb 2018 09:21

Wisata Halal NTB, Upaya Wujudkan Islam Rahmatan lil Alamin

Wisata Halal NTB, Upaya Wujudkan Islam Rahmatan lil Alamin

Rabu, 21 Feb 2018 09:11

Ibu Tega Membunuh Anak Sendiri, Apa yang Salah?

Ibu Tega Membunuh Anak Sendiri, Apa yang Salah?

Selasa, 20 Feb 2018 22:58

Remaja Zaman Now: Antara Harapan dan Kenyataan

Remaja Zaman Now: Antara Harapan dan Kenyataan

Selasa, 20 Feb 2018 22:45

Pemimpin MILF: Pejuang Asing Asal Malaysia, Indonesia dan Timur Tengah Terus Berdatangan ke Mindanao

Pemimpin MILF: Pejuang Asing Asal Malaysia, Indonesia dan Timur Tengah Terus Berdatangan ke Mindanao

Selasa, 20 Feb 2018 22:35

Nigeria Vonis Bersalah 200 Lebih Pejuang Boko Haram

Nigeria Vonis Bersalah 200 Lebih Pejuang Boko Haram

Selasa, 20 Feb 2018 22:15

167 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur Sejak Senin

167 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur Sejak Senin

Selasa, 20 Feb 2018 22:00

Kemenlu Rusia Akui Puluhan Warganya Terluka dalam Serangan Drone AS di Suriah

Kemenlu Rusia Akui Puluhan Warganya Terluka dalam Serangan Drone AS di Suriah

Selasa, 20 Feb 2018 21:45

Erdogan: Turki Akan Segera Kepung Kota Afrin dalam Beberapa Hari

Erdogan: Turki Akan Segera Kepung Kota Afrin dalam Beberapa Hari

Selasa, 20 Feb 2018 21:30

Harapan TGB untuk Forjim

Harapan TGB untuk Forjim

Selasa, 20 Feb 2018 21:05

Pesan Gubernur NTB Kala Hadapi Maraknya Penyerangan terhadap Ulama

Pesan Gubernur NTB Kala Hadapi Maraknya Penyerangan terhadap Ulama

Selasa, 20 Feb 2018 20:37

Mukernas ke-1 Forjim Dibuka TGB

Mukernas ke-1 Forjim Dibuka TGB

Selasa, 20 Feb 2018 20:31

Persaudaraan Aksi Bela Islam 212 Soloraya Dikukuhkan

Persaudaraan Aksi Bela Islam 212 Soloraya Dikukuhkan

Selasa, 20 Feb 2018 06:35

Sandal Bilal vs Sandal Presiden

Sandal Bilal vs Sandal Presiden

Selasa, 20 Feb 2018 06:13

Ulama Diserang, Tuan Guru Bajang: Negara Harus Mampu Hadirkan Perlindungan

Ulama Diserang, Tuan Guru Bajang: Negara Harus Mampu Hadirkan Perlindungan

Selasa, 20 Feb 2018 05:26


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X