Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.230 views

Membedah Kritisisme Media dalam Global War on Terorism

Oleh: Hanif Kristianto (Analis Politik dan Media)

Media menjadi pihak yang paling memiliki kuasa dalam global war on terorrisme (GWOT). Peranannya mampu mengarahkan opini dan persepsi publik. Terkadang lucu dan menggemaskan dalam kaitan GWOT. Terlebih jika pelaku teror itu bukan muslim dan berciri-ciri muslim. Sudah bisa dibaca penyebutannya sekadar pelaku kejahatan atau tindakan kriminal. Peristiwa penembakan di Las Vegas dan kejadian serupa di Amerika Serikat menjadi bukti nyata. Begitu pula yang pernah terjadi pada Bom Alam Sutera di Indonesia.

Sebaliknya, jika pelakunya muslim dan berciri-ciri muslim, maka gorengannya berita semakin gurih dan renyah. Tak ada kata garing. Peristiwa bom di Paris, London, dan Jakarta menjadi berita laris manis. Dunia pun menyatakan bela sungkawa mendalam, disertai dengan tanda (#) hastage di media sosial.

 

Kritisisme Media

Pelaku media mainstream saat ini dapat dipahami akan lebih tendensius jika berkaitan dengan Islam dan muslim. Pada titik inilah kritisisme media diuji publik terkait keberimbangan pemberitaanya. Meski terorisme bukanlah fenomena baru, namun pemaknaanya menemukan kebaruan pada awal abad 21 setelah peristiwa WTC 11 September 2001. Kebaruan makna terorisme ini bisa disimak di Time Line of Terorrist yang disusun oleh US Departement of Defense.

Dalam rentang waktu yang dibuat meluputi tahun 1960-1969, 1980-1989, 1990-1999, dan 2000-2006, terdapat pergeseran kevendereungan peristiwa terorisme. Sebagai misal sebelum era 2000-2006, hampir semua kejadian yang dirujuk sebagai kegiatan teroris tidak terkait dengan Islam maupun Timur Tengah. Justru pada era 2000-2006, kecenderungan ini berbalik 180 derajat dan hamoir semuanya terkait dengan Islam dan atau Timur Tengah (http://www.army.mil/terrorism/1989-1980/index.html).

Jejaring media mainstream yang mengglobal tampaknya menyepakati kebaruan definisi tersebut. Makna terorisme sering ditafsirkan tunggal berdasar kepentingan media dan kekuasaan. Tak ubahnya lambat laun narasi dibangun hanya demi kepentingan bisnis dan ekonomi. Kalaulah umat Islam dikorbankan demi kepentingan ini bagi mereka tak masalah. Pikirannya sederhana: ideologi Islam sebagai musuh bersama demi kepentingan dunia.

Tak bisa dipungkiri GWOT akhirnya memasuki ranah politik. Penggunaan kata teroris sarat muatan politis, yakni penciptaan dan pencitraan yang diposisikan sebagai lawan dari kemapanan yang legitimate. Sebagaimana dinyatakan oleh Cox (2004:318). “The word ‘terrorist’ is used by established authority to stress the illegitimacy of perpetrators of irregular violence. Those people prefer words like ‘freedom fighters’ and ‘martyrs’ that lay claim to an alternative legitimacy”. (Beyond Empire and Terror: Critical Reflections on the Political Economy of World Order).

 

Nasib Media ke Depan

Jika media tidak bisa melepas kepentingan dalam GWOT maka akan banyak ditinggalkan pemirsa. Kecenderungan pemberitaan yang tendensius akan sangat mudah terbaca. Publik pun akhirnya mewartakan kejadian sesungguhnya melalui citizen journalism. Media sosial menjadi media paling efektif sebagai pembanding dan penyeimbang pemberitaan. Ada hal-hal baru dan menarik yang tidak terberitakan di media mainstream.

Pemberitaan peristiwa terorisme di media cenderung pada hegemoni dan monsterisasi. Hal ikhwal yang di awal memang menakutkan, namun seiring kecerdasan berfikir manusia akan tergerak mencari jawaban. Publik pun tak akan kekurangan untuk melakukan kontra pemberitaan. Pernyataan Ideologi sebagai ideologi setan dan inspirasi kekerasan, tampaknya akan mengalami kebuntuan. Pasalnya, beberapa peristiwa teror pelakunya bukan muslim atau terinspirasi ide kekerasan.

Peristiwa demi peristiwa akan semakin menyibak kekonyolan GWOT yang dilakukan di setiap negara. Begitu pun upaya untuk menanggulangi terorisme dengan beragam program akan mangkrak dan tak berguna. Media harus kembali ke jalan yang benar. Islam dan umatnya jangan terus dideskreditkan dan dipojokkan. Jika media ingin tetap eksis dalam pemberitaan dan menjadi rujukan kebaikan, bersikap kritis dan adillah. Bela kepentingan publik, bukan kepentingan pemilik konglomerasi media atau penyedia jasa.

Di sinilah kritisisme media dipertanyakan. Akankah media ke depan bisa menjadi bagian dari jurnalisme profetik dan kebenaran? Atau sebaliknya menjadi jurnalisme hoax and fake? [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Latest News
Rezim Assad dan Pasukan Iran Bersiap Gelar Operasi Militer di Daraa

Rezim Assad dan Pasukan Iran Bersiap Gelar Operasi Militer di Daraa

Rabu, 20 Jun 2018 09:27

Kiper Mesir Tolak Terima Trofi yang Disponsori Minuman Keras Budweiser

Kiper Mesir Tolak Terima Trofi yang Disponsori Minuman Keras Budweiser

Rabu, 20 Jun 2018 09:12

Kekayaan Orang Kaya di Dunia Melonjak di Tahun 2017

Kekayaan Orang Kaya di Dunia Melonjak di Tahun 2017

Rabu, 20 Jun 2018 09:08

Panahan Tradisional Turki Jadi Kurikulum Sebuah Sekolah di Malaysia

Panahan Tradisional Turki Jadi Kurikulum Sebuah Sekolah di Malaysia

Rabu, 20 Jun 2018 08:59

Pejuang Oposisi Suriah di Dara'a Waspadai Serangan Besar Rezim Assad

Pejuang Oposisi Suriah di Dara'a Waspadai Serangan Besar Rezim Assad

Rabu, 20 Jun 2018 07:30

Israel Kembali Lakukan Kebiadaban, Kunjungan Yahya Staquf Dinilai Tak Berdampak Positif

Israel Kembali Lakukan Kebiadaban, Kunjungan Yahya Staquf Dinilai Tak Berdampak Positif

Rabu, 20 Jun 2018 07:04

HTS Serang Posisi Pasukan Rezim Suriah di Sweida untuk Pertama Kali Sejak 2015

HTS Serang Posisi Pasukan Rezim Suriah di Sweida untuk Pertama Kali Sejak 2015

Selasa, 19 Jun 2018 20:46

Warga London Peringati Setahun Serangan Teror di Masjid Finsbury Park

Warga London Peringati Setahun Serangan Teror di Masjid Finsbury Park

Selasa, 19 Jun 2018 20:35

Ismail Haniyeh Puji Demonstrasi di Tepi Barat untuk Mendukung Gaza

Ismail Haniyeh Puji Demonstrasi di Tepi Barat untuk Mendukung Gaza

Selasa, 19 Jun 2018 20:20

Mesir Adili Ulang Para Pemimpin Ikhwanul Muslimin

Mesir Adili Ulang Para Pemimpin Ikhwanul Muslimin

Selasa, 19 Jun 2018 20:05

Hanya Untungkan Satu Pihak, Kebijakan One Way Arus Balik Dikeluhkan Pengguna Jalan

Hanya Untungkan Satu Pihak, Kebijakan One Way Arus Balik Dikeluhkan Pengguna Jalan

Selasa, 19 Jun 2018 19:58

Serangan Udara Turki Tewaskan 26 Pemberontak PKK di Tenggara Turki dan Utara Irak

Serangan Udara Turki Tewaskan 26 Pemberontak PKK di Tenggara Turki dan Utara Irak

Selasa, 19 Jun 2018 19:30

Pasukan Koalisi yang Dipimpin Saudi Serang Kompleks Bandara Hodeidah Yaman

Pasukan Koalisi yang Dipimpin Saudi Serang Kompleks Bandara Hodeidah Yaman

Selasa, 19 Jun 2018 19:12

SP3 Kasus Habib Rizieq, GISS: Masyarakat Semakin Yakin Ada Upaya Kriminalisasi Aktivis Islam

SP3 Kasus Habib Rizieq, GISS: Masyarakat Semakin Yakin Ada Upaya Kriminalisasi Aktivis Islam

Selasa, 19 Jun 2018 17:50

Terkait Iriawan, Hendri Satrio: Jangan Salah Baca Strategi, hanya Nomor 3 yang Tidak Didukung Istana

Terkait Iriawan, Hendri Satrio: Jangan Salah Baca Strategi, hanya Nomor 3 yang Tidak Didukung Istana

Selasa, 19 Jun 2018 16:41

Dilantiknya Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar, Wakil Ketua DPR: Bukti Pemerintah Berbohong

Dilantiknya Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar, Wakil Ketua DPR: Bukti Pemerintah Berbohong

Selasa, 19 Jun 2018 15:41

Semua Tokoh Ini Kritik Pedas Dilantiknya Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar

Semua Tokoh Ini Kritik Pedas Dilantiknya Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar

Selasa, 19 Jun 2018 14:41

Kemendagri Abuse of Power Tetapkan Iriawan Plt Gubernur Jabar, Politisi: Pilih Nomor Tilu

Kemendagri Abuse of Power Tetapkan Iriawan Plt Gubernur Jabar, Politisi: Pilih Nomor Tilu

Selasa, 19 Jun 2018 13:41

Di balik Polemik Iriawan, Ustaz Ini Tetap Dukung Sudrajat dan Syaikhu di Pilkada Jabar

Di balik Polemik Iriawan, Ustaz Ini Tetap Dukung Sudrajat dan Syaikhu di Pilkada Jabar

Selasa, 19 Jun 2018 12:41

Ayah Felix Siauw: Abdul Somad Didukung Orang Melayu, Habib Didukung FPI, Kalau Kamu Siapa yang Bela?

Ayah Felix Siauw: Abdul Somad Didukung Orang Melayu, Habib Didukung FPI, Kalau Kamu Siapa yang Bela?

Selasa, 19 Jun 2018 12:35


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X