Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.853 views

VIDEO : Utang Hampir Rp. 4.000 Triliun, How High Can You Go?

Oleh Edy Mulyadi

Ngutang lagi. Kali ini berjumlah US$4 miliar dalam bentuk penerbitan global bond. Ada tiga seri global bond yang diterbitkan, masing-masing bertenor 5, 10, dan 30 tahun.

Dengan kurs tengah Bank Indonesia hari ini (12/11/17) Rp13.546/US$, maka nilai utang baru itu mencapai Rp54,2 triliun. Begitulah yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani, awal Desember silam. Padahal, sampai akhir Oktober 2017, utang Indonesia sudah mencapai US$287,2 miliar atau setara dengan Rp3.898 tirliun.

Artinya, sampai awal bulan ini, total utang Indonesia setidaknya mencapai Rp3.952 triliun. Hampir Rp4.000 triliun! Luar biasa... Bicara soal Menkeu yang satu ini, sepertinya nyaris tidak mungkin tidak bicara soal utang. Seolah-olah, Sri identik dangan utang.

Ini seolah-olah, lho... Dengan kewenangan yang dimiliki, dia terlampau rajin membuat utang baru.

Lagi dan lagi. Padahal, peringatan tentang bahaya utang yang terus menjulang sudah datang dari segala penjuru. Mulai dari para ekonom, dunia usaha, DPR, bahkan kalangan grass root.

 

Kekhawatiran terhadap utang yang menggunung juga menjadi obrolan yang ngeri-ngeri sedap di segala tempat. Mulai diskusi para aktivis dan seminar-seminar bergengsi di hotel bintang, sampai di warung-warung kopi, tempat kawulo alit kongkow.

Tukang bubur ayam langganan saya biasa sarapan yang mangkal di belakang pasar trasidional dekat rumah pun sempat ngomong soal utang ini. Tapi sepertinya perempuan kelahiran Lampung ini menganut prinsip biar anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.

Tidak terbuka Dalam perkara utang, Pemerintah memang cenderung tidak terbuka.

Maksud saya begini. Nyanyian yang terus diulang-ulang ke hadapan publik adalah, bahwa utang sangat diperlukan untuk menambal defisit APBN.

Maklum, belanja negara lebih besar ketimbang pendapatan. Utang juga dibutuhkan membiayai pendidikan, membangun infrastruktur, membiayai birokrasi, untuk transfer ke daerah, dan lain-lainnya.  

Pemerintah (nyaris) tidak pernah mengatakan, bahwa utang baru dibuat untuk membayar utang lama. Jangan lagi berharap Menkeu dan jajarannya bakal menjelaskan, bahwa alokasi pembayaran utang kita jauh lebih besar daripada anggaran untuk pendidikan, pembangunan infrastruktur, belanja birokrasi, dan lainnya.

Pada APBN 2017, misalnya, alokasi anggaran terbesar ditempati untuk pembayaran bunga, pokok, dan cicilan utang. Jumlahnya mencapai Rp486 triliun. Tempat kedua dan ketiga masing-masing, belanja pendidikan Rp416 triliun dan infrastruktur sebesar Rp387,3 triliun. 

Di APBN 2018, pemerintah menganggarkan pembayaran bunga utang mencapai Rp238,6 triliun. Sedangkan alokasi untuk membayar cicilan pokok utang  sebesar Rp399,2 triliun.

Dengan demikian, total anggaran pembayaran utang tahun depan mencapai Rp637,8 triliun. sungguh suatu jumlah yang amat sangat besar! Di sinilah tidak terbukanya pemerintah.

Pertama, pemerintah tidak pernah menyebutkan apalagi menjelaskan, bahwa alokasi anggaran terbesar dalam APBN adalah untuk membayar utang.

Kedua, pemerintah sengaja menyamarkan nomenklatur alokasi pembayaran cicilan pokok utang, dan menggantinya dengan frasa pembiayaan utang.

Apa maksudnya? Stop utang Kembali soal utang, mantra sihir yang selalu dihembuskan Sri dan jajarannya adalah, utang mutlak diperlukan untuk membiayai APBN, untuk membangun dan membiayai birokrasi agar bisa melayani rakyat.

Benarkah demikian? Mungkinkah kita membangun dan mengelola negeri serta melayani rakyat tanpa harus berutang? Jawabnya, bisa! Atau, setidaknya bisa tanpa membuat utang baru. Ini bukan dongeng, bukan juga lamunan utopis. Ini benar-benar pernah terjadi.  

Dulu, ketika Pak Harto berkuasa, dia membuat utang senilai US$48,8 miliar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi rata-rata positif 6% selama 32 tahun. Di awal-awal pemerintahannya bahkan sempat tumbuh di kisaran 8%.

Pemerintahan Habibie memerlukan US$19,6 miliar gna mengangkat perekonomian dari -9% ke minus -4,5%.

Di era Gus Dur, mampu mengurangi  utang US$4,15 miliar dan mendongkrak ekonomi minus dari -4,5% jadi 4%.  Presiden Megawati berutang US$64,39 miliar agar ekonomi tumbuh di kisaran 4% selama tiga tahun. 

Pemerintahan SBY memerlukan US$158,8 miliar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 4% hingga 6% selama 10 tahun.

Dan terakhir, pemerintahan Jokowi butuh US$133 miliar hanya dalam tempo tiga tahun. Hasilnya, ekonomi hanya berkutat di angka 5%.

Berbekal data tersebut, kinerja terbaik terjadi pada era Presiden Gus Dur.

Ekonomi tumbuh dari -4,5% menjadi 4% alias 8,5%. Pada saat yang sama, utang pemerintah justru berkurang.

Ternyata, Indonesia pernah bisa membangun tanpa menambah utang, bahkan berkurang. Hebatnya lagi, _growth_tadi sangat berkualitas. Pertumbuhan ekonomi dibagi dengan adil bagi seluruh masyarakat. Indikatornya, koofisien rasio Gini turun ke 0,31.

Ini adalah rekor terendah Indonesia sepanjang 50 tahun terakhir. Dulu, Soeharto pada 1993 pernah menekan Gini Ratio ke titik 0,32. Bedanya, rezim Suharto perlu 26 tahun (1967-1993) untuk menurunkannya dari 0,37ke 0,32.

Sedangkan tim ekonomi Gus Dur cuma perlu waktu kurang dari dua tahun (1999-2001) untuk menurunkan dari 0,37 ke 0,31.

Ada sejumlah langkah yang ditempuh tim ekonomi  Gus Dur dalam mengelola utang dan membangun negeri. Antara lain melalui teknik debt swapt dan restrukturisasi. 

Strategi lain, melakukan revalusasi aset dan sekuritisasi aset. Khusus dua teknik terkakhir sebenarnya sudah sering disampaikan Presiden Jokowi. Sebagian kalangan bahkan menyebut revaluasi aset dan sekuritisasi aset sebagai bagian dari Jokowinomics.

Sayangnya, tim ekonomi Presiden lebih asyik dengan program dan agendanya masing-masing.

Sebaliknya, apa hasil dari hobi utang yang terus digenjot oleh Sri bagi negeri ini? Secara makro, pertumbuhan ekonomi enggan beringsut dari 5%. Ini jauh dari kebutuhan yang seharusnya. Lapangan kerja tetap saja terbatas.

Memang ada bahkan banyak, tapi sebagian besar diisi oleh pekerja impor dari Cina. Daya beli masyarakat terus terjun, impor barang konsumsi melonjak-lonjak sehingga industri lokal sempoyongan, dan  jumlah penduduk miskin bertambah.

BPS mencatat, jumlah jumlah masyarakat miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta orang pada Maret 2017, atau naik sekitar 10.000 orang dibanding September 2016 yang 27,76 juta orang.

Dengan fakta-fakta seperti ini, akankah Indonesia terus berutang? How high can you go? Ingat, jumlahnya terus dan kian menjulang dan makin mengerikan.

Atau, kalau boleh ganti pertanyaan, masih perlukah Menkeu seperti ini terus dipertahankan?

(*) Jakarta, 11 Desember 2017

Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Latest News
Militer Filipina Buru Amir Baru Islamic State Asia Tenggara

Militer Filipina Buru Amir Baru Islamic State Asia Tenggara

Jum'at, 22 Jun 2018 21:30

Fahri Hamzah Bicarakan Kesadaran Diri Jokowi untuk Bangsa dan Negara

Fahri Hamzah Bicarakan Kesadaran Diri Jokowi untuk Bangsa dan Negara

Jum'at, 22 Jun 2018 21:17

UEA Bantah Tuduhan Mengoperasikan Penjara Rahasia dan Menyiksa Tahanan di Yaman

UEA Bantah Tuduhan Mengoperasikan Penjara Rahasia dan Menyiksa Tahanan di Yaman

Jum'at, 22 Jun 2018 21:15

Rezeki yang Melupakan Ibadah

Rezeki yang Melupakan Ibadah

Jum'at, 22 Jun 2018 21:00

Pejuang Taliban Tewaskan 16 Polisi Afghanistan di Badghis

Pejuang Taliban Tewaskan 16 Polisi Afghanistan di Badghis

Jum'at, 22 Jun 2018 20:35

Soal Iriawan, Hendri: Semakin Banyak Pejabat yang Komentar, semakin seperti Ada yang Ditutupi

Soal Iriawan, Hendri: Semakin Banyak Pejabat yang Komentar, semakin seperti Ada yang Ditutupi

Jum'at, 22 Jun 2018 20:17

Tegar di Jalan Yang Benar

Tegar di Jalan Yang Benar

Jum'at, 22 Jun 2018 19:33

Saudi Akan Bangun Kanal Selebar 200 Meter di Sepanjang Perbatasan dengan Qatar

Saudi Akan Bangun Kanal Selebar 200 Meter di Sepanjang Perbatasan dengan Qatar

Jum'at, 22 Jun 2018 17:30

PPh Final UMKM, Menyembelih Itik Bertelur Emas?

PPh Final UMKM, Menyembelih Itik Bertelur Emas?

Jum'at, 22 Jun 2018 17:16

Soal PJ Gubernur Jabar, FORMASI Jabar Dukung Fraksi-Fraksi di DPR Gunakan Hak Angket

Soal PJ Gubernur Jabar, FORMASI Jabar Dukung Fraksi-Fraksi di DPR Gunakan Hak Angket

Jum'at, 22 Jun 2018 16:55

Pemerintah Yaman Kirim Bala Bantuan Jelang Serangan Besar di Kota Pelabuhan Hodeidah

Pemerintah Yaman Kirim Bala Bantuan Jelang Serangan Besar di Kota Pelabuhan Hodeidah

Jum'at, 22 Jun 2018 16:45

Masih Ragu-ragu Berinvestasi Saham di Pasar Modal Syari'ah?

Masih Ragu-ragu Berinvestasi Saham di Pasar Modal Syari'ah?

Jum'at, 22 Jun 2018 15:00

Maung Institute: Penetapan PJ Gubernur Jawa Barat Tidak Fair

Maung Institute: Penetapan PJ Gubernur Jawa Barat Tidak Fair

Jum'at, 22 Jun 2018 11:30

Jangan Ada Baper Diantara Kita, 5 Tips Terhindar dari Pacaran

Jangan Ada Baper Diantara Kita, 5 Tips Terhindar dari Pacaran

Jum'at, 22 Jun 2018 11:10

Adab Sebelum Jihad

Adab Sebelum Jihad

Jum'at, 22 Jun 2018 11:05

Mendekap Iman

Mendekap Iman

Jum'at, 22 Jun 2018 11:00

Macet Arah Cikampek, YLKI Dukung Warga Lakukan Gugatan Class Action Kebijakan One Way Arus Balik

Macet Arah Cikampek, YLKI Dukung Warga Lakukan Gugatan Class Action Kebijakan One Way Arus Balik

Jum'at, 22 Jun 2018 07:43

Polling: Hanya 7 Persen Responden Sebut Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018 Lancar

Polling: Hanya 7 Persen Responden Sebut Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018 Lancar

Jum'at, 22 Jun 2018 05:50

Seorang Jenderal Rezim Assad Tewas dalam Penyergapan Pejuang Oposisi di Dara'a

Seorang Jenderal Rezim Assad Tewas dalam Penyergapan Pejuang Oposisi di Dara'a

Kamis, 21 Jun 2018 22:00

Laporan: Petugas UEA Lakukan Penyiksaan Terhadap Tahanan di Penjara Yaman

Laporan: Petugas UEA Lakukan Penyiksaan Terhadap Tahanan di Penjara Yaman

Kamis, 21 Jun 2018 21:30


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X