Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.335 views

Keong Sawah Pengganti Daging Sapi, Inikah Solusi?

Oleh : Mimin Asy Syahidah, S.P  

"Daging mahal, konsumsi keong sawah!" Agak geli mendengarnya. Tapi ini bukan pernyataan seorang petani yang sehari-hari bergelut di sawah. Bukan. Terlepas becanda atau serius, ini adalah statement sekaligus solusi yang disampaikan oleh seorang Menteri Pertanian (Mentan) menyikapi tingginya harga daging sapi di pasaran.  

Mentan menyarankan agar masyarakat beralih ke komoditas lain yang proteinnya sama dengan daging. Karena harga daging masih berada di kisaran lebih dari seratus ribu Rupiah. Komoditas yang dimaksud adalah tutut (keong sawah). Yah, keong sawah jadi pilihan Mentan karena dianggap memiliki protein yang sama dengan sapi. Namun hal itu hanya bisa memberi solusi rumah tangga konsumen.

Keong sawah memang bukan panganan yang baru. Banyak masyarakat yang sudah biasa mengonsumsi. Terutama mereka yang tinggal di pedesaan. Lalu bagaimana dengan rumah tangga produksi? Terutama pengusaha kuliner yang menjadikan daging sapi sebagai bahan baku utama. Apakah bisa tergantikan dengan keong sawah? Haruskah ada menu semur keong, rendang keong, dan lain sebagainya?

Solusi Asbun (Asal Bunyi) dari Para Menteri

Statement semacam ini bukan kali ini saja. Hal senada sebelumnya juga terucap dari beberapa menteri. Sebut saja, Kemeko PMK yang menyatakan, "Beras mahal, rakyat miskin harus diet dan puasa!". Juga dari Kemendag, "Bawang putih mahal, tak usah makan bawang.", "Cabe mahal, tanam sendiri". "Solusi Canggih" ini sangat jelas mengindikasikan para menteri ini tidak kapabel di bidangnya.

Rasulullah mengingatkan, "Jika suatu urusan diserahkan bukan pd ahlinya, tunggulah kehancurannya." (HR. Bukhari).

Masyarakat menginginkan dengan diangkatnya seorang pemimpin, ada yang mengurusi urusan mereka. Sehingga kebutuhannya lebih mudah didapat dan diatasi. Seperti ketika beras mahal. Rakyat ingin ada solusi nyata agar beras tak lagi mahal, harganya stabil, dan kualitasnya tetap baik. Bukan solusi dengan puasa dan diet. Karena itu tidak menyelesaikan masalah. Bukan pula dengan operasi pasar dengan menghadirkan beras murah kualitas rendah.

Demikian pula dengan mahalnya daging sapi. Walaupun tidak akan menimbulkan gejolak yang dahsyat pasalnya bukan makanan pokok, tapi ini juga menyangkut kebutuhan rakyat. Dan mereka butuh solusi nyata. Bukan malah rakyat dibuat bingung sendiri. Terutama rumah tangga produksi, dilema antara menaikkan harga jual yang itu berimbas pada menurunnya konsumen, atau mengurangi volume produksi yang hal ini akan berakibat berkurangnya produktifitas. Atau bahkan untuk rumah tangga konsumen malah diberi solusi dengan konsumsi keong sawah.

Seharusnya pemerintah memperhatikan ketersediaan daging di pasaran. Dengan memperhatikan kuantitas dan kualitas peternak rakyat. Sehingga solusinya bukan konsumsi keong dan juga bukan dengan impor. Namun pemimpin yang berani mengambil kebijakan seperti itu sangat sulit untuk digapai selama yang berlangsung adalah politik transaksional.

Para menteri diangkat karena demi memenuhi banyaknya kursi di parlemen. Hal inilah yang sangat membuka peluang orang-orang yang tidak kredibel menduduki jabatan yang kadang dia sendiri tidak kapabel dalam bidang tersebut.

Pemegang Setir Seharusnya Amanah

Abainya peran pemerintah mengindikasikan bahwa mereka dipilih bukan untuk melayani sebagaimana seharusnya. Mereka dipilih untuk memenuhi jatah kursi dari partainya. Selama politik transaksional mengalahkan politik rasional, maka selama itu pula persoalan-persoalan baru muncul tanpa solusi yang jelas. Politik transaksional hanya melihat semua dari materi. Maka tak heran pemimpin yang dihasilkan akan lupa dengan rakyatnya.

Ia hanya akan peduli dengan diri dan golongannya. Dan inilah yang ada di Indonesia saat ini. Tak ayal, urusan-urusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak ditanggapi sekedarnya, tidak menjadi sesuatu yang urgent. Salah satunya kelangkaan daging sapi ini. Padahal sejatinya pemimpin diangkat untuk memegang setir kendali demi tercapainya tujuan bersama, bukan sekadar memberi solusi tanpa demi cari keuntungan sendiri. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Jum'at, 21 Sep 2018 20:45

Turki Tahan 85 Personel Milter Terkait Fetullah Gulen dalam Penggerebegan Terbaru

Turki Tahan 85 Personel Milter Terkait Fetullah Gulen dalam Penggerebegan Terbaru

Jum'at, 21 Sep 2018 20:30

Forjim Latih Jurnalistik Dasar 3000 Dai Parmusi di Jambore Nasional

Forjim Latih Jurnalistik Dasar 3000 Dai Parmusi di Jambore Nasional

Jum'at, 21 Sep 2018 20:26

Anggotanya Ditangkap Soal Video Hoax, FPI Minta Aparat Bersikap Bijak

Anggotanya Ditangkap Soal Video Hoax, FPI Minta Aparat Bersikap Bijak

Jum'at, 21 Sep 2018 20:20

SDF Sebut Pejuang IS yang Mereka Tahan Harus Dibawa Pulang Kembali Oleh Negara Asal Mereka

SDF Sebut Pejuang IS yang Mereka Tahan Harus Dibawa Pulang Kembali Oleh Negara Asal Mereka

Jum'at, 21 Sep 2018 20:15

Rusia Desak Israel Berikan Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Ditembaknya Pesawat Il-20

Rusia Desak Israel Berikan Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Ditembaknya Pesawat Il-20

Jum'at, 21 Sep 2018 20:00

Parlemen Kanada Nyatakan Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya Sebagai Genosida

Parlemen Kanada Nyatakan Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya Sebagai Genosida

Jum'at, 21 Sep 2018 19:39

Di Tanggal Ini, “Serangan” Darat ke 500 Target Siap Dilancarkan Kubu Prabowo-Sandi

Di Tanggal Ini, “Serangan” Darat ke 500 Target Siap Dilancarkan Kubu Prabowo-Sandi

Jum'at, 21 Sep 2018 18:43

Tinggalkan Mengajar 10 Tahun, Ketum Kepemudaan Terima jadi Jubir Prabowo-Sandi

Tinggalkan Mengajar 10 Tahun, Ketum Kepemudaan Terima jadi Jubir Prabowo-Sandi

Jum'at, 21 Sep 2018 17:43

Mantan Anggota DPR: Kalau Disuruh, Saya Milih Khilafah daripada PKI

Mantan Anggota DPR: Kalau Disuruh, Saya Milih Khilafah daripada PKI

Jum'at, 21 Sep 2018 16:43

Mantan Panglima TNI Singgung Nyali KSAD terkait Nonton Bareng Film G30S/PKI

Mantan Panglima TNI Singgung Nyali KSAD terkait Nonton Bareng Film G30S/PKI

Jum'at, 21 Sep 2018 15:43

Pidato KSP ke Projo Ini Dikritik karena Potensial Disalahpahami dan Berbahaya

Pidato KSP ke Projo Ini Dikritik karena Potensial Disalahpahami dan Berbahaya

Jum'at, 21 Sep 2018 14:43

Generasi Yang Hilang

Generasi Yang Hilang

Jum'at, 21 Sep 2018 07:10

Innalillahi, Komandan Kokam Jawa Tengah Berpulang

Innalillahi, Komandan Kokam Jawa Tengah Berpulang

Jum'at, 21 Sep 2018 06:46

Pengadilan Irak Vonis Mati Wakil Abu Bakar Al-Bagdadi

Pengadilan Irak Vonis Mati Wakil Abu Bakar Al-Bagdadi

Kamis, 20 Sep 2018 16:45

Jenderal Rusia Desak Moskow Tembak Jatuh Pesawat Tempur Israel

Jenderal Rusia Desak Moskow Tembak Jatuh Pesawat Tempur Israel

Kamis, 20 Sep 2018 15:38

Debu Ajak Masyarakat Lombok Bergembira dengan Dzikir

Debu Ajak Masyarakat Lombok Bergembira dengan Dzikir

Kamis, 20 Sep 2018 14:51

Berpuasa Asyura, Tapi Punya Hutang Puasa Ramadhan. Sah Puasanya?

Berpuasa Asyura, Tapi Punya Hutang Puasa Ramadhan. Sah Puasanya?

Kamis, 20 Sep 2018 13:54

Permintaan Maaf Asia Sentinel ke SBY dan Demokrat Disambut Investigasi

Permintaan Maaf Asia Sentinel ke SBY dan Demokrat Disambut Investigasi

Kamis, 20 Sep 2018 13:13

PERSIS: Tak Ada Forum Legal Alumni Santri Kami Dukung Jokowi

PERSIS: Tak Ada Forum Legal Alumni Santri Kami Dukung Jokowi

Kamis, 20 Sep 2018 12:35


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X