Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.572 views

Keong Sawah Pengganti Daging Sapi, Inikah Solusi?

Oleh : Mimin Asy Syahidah, S.P  

"Daging mahal, konsumsi keong sawah!" Agak geli mendengarnya. Tapi ini bukan pernyataan seorang petani yang sehari-hari bergelut di sawah. Bukan. Terlepas becanda atau serius, ini adalah statement sekaligus solusi yang disampaikan oleh seorang Menteri Pertanian (Mentan) menyikapi tingginya harga daging sapi di pasaran.  

Mentan menyarankan agar masyarakat beralih ke komoditas lain yang proteinnya sama dengan daging. Karena harga daging masih berada di kisaran lebih dari seratus ribu Rupiah. Komoditas yang dimaksud adalah tutut (keong sawah). Yah, keong sawah jadi pilihan Mentan karena dianggap memiliki protein yang sama dengan sapi. Namun hal itu hanya bisa memberi solusi rumah tangga konsumen.

Keong sawah memang bukan panganan yang baru. Banyak masyarakat yang sudah biasa mengonsumsi. Terutama mereka yang tinggal di pedesaan. Lalu bagaimana dengan rumah tangga produksi? Terutama pengusaha kuliner yang menjadikan daging sapi sebagai bahan baku utama. Apakah bisa tergantikan dengan keong sawah? Haruskah ada menu semur keong, rendang keong, dan lain sebagainya?

Solusi Asbun (Asal Bunyi) dari Para Menteri

Statement semacam ini bukan kali ini saja. Hal senada sebelumnya juga terucap dari beberapa menteri. Sebut saja, Kemeko PMK yang menyatakan, "Beras mahal, rakyat miskin harus diet dan puasa!". Juga dari Kemendag, "Bawang putih mahal, tak usah makan bawang.", "Cabe mahal, tanam sendiri". "Solusi Canggih" ini sangat jelas mengindikasikan para menteri ini tidak kapabel di bidangnya.

Rasulullah mengingatkan, "Jika suatu urusan diserahkan bukan pd ahlinya, tunggulah kehancurannya." (HR. Bukhari).

Masyarakat menginginkan dengan diangkatnya seorang pemimpin, ada yang mengurusi urusan mereka. Sehingga kebutuhannya lebih mudah didapat dan diatasi. Seperti ketika beras mahal. Rakyat ingin ada solusi nyata agar beras tak lagi mahal, harganya stabil, dan kualitasnya tetap baik. Bukan solusi dengan puasa dan diet. Karena itu tidak menyelesaikan masalah. Bukan pula dengan operasi pasar dengan menghadirkan beras murah kualitas rendah.

Demikian pula dengan mahalnya daging sapi. Walaupun tidak akan menimbulkan gejolak yang dahsyat pasalnya bukan makanan pokok, tapi ini juga menyangkut kebutuhan rakyat. Dan mereka butuh solusi nyata. Bukan malah rakyat dibuat bingung sendiri. Terutama rumah tangga produksi, dilema antara menaikkan harga jual yang itu berimbas pada menurunnya konsumen, atau mengurangi volume produksi yang hal ini akan berakibat berkurangnya produktifitas. Atau bahkan untuk rumah tangga konsumen malah diberi solusi dengan konsumsi keong sawah.

Seharusnya pemerintah memperhatikan ketersediaan daging di pasaran. Dengan memperhatikan kuantitas dan kualitas peternak rakyat. Sehingga solusinya bukan konsumsi keong dan juga bukan dengan impor. Namun pemimpin yang berani mengambil kebijakan seperti itu sangat sulit untuk digapai selama yang berlangsung adalah politik transaksional.

Para menteri diangkat karena demi memenuhi banyaknya kursi di parlemen. Hal inilah yang sangat membuka peluang orang-orang yang tidak kredibel menduduki jabatan yang kadang dia sendiri tidak kapabel dalam bidang tersebut.

Pemegang Setir Seharusnya Amanah

Abainya peran pemerintah mengindikasikan bahwa mereka dipilih bukan untuk melayani sebagaimana seharusnya. Mereka dipilih untuk memenuhi jatah kursi dari partainya. Selama politik transaksional mengalahkan politik rasional, maka selama itu pula persoalan-persoalan baru muncul tanpa solusi yang jelas. Politik transaksional hanya melihat semua dari materi. Maka tak heran pemimpin yang dihasilkan akan lupa dengan rakyatnya.

Ia hanya akan peduli dengan diri dan golongannya. Dan inilah yang ada di Indonesia saat ini. Tak ayal, urusan-urusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak ditanggapi sekedarnya, tidak menjadi sesuatu yang urgent. Salah satunya kelangkaan daging sapi ini. Padahal sejatinya pemimpin diangkat untuk memegang setir kendali demi tercapainya tujuan bersama, bukan sekadar memberi solusi tanpa demi cari keuntungan sendiri. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Pembangunan rumah korban banjir Tasikmalaya ini masih butuh dana 14 juta rupiah untuk. Rumah ini sangat dibutuhkan warga sekitar untuk menimba ilmu agama, ibadah, aqidah, tajwid, tahfizh, akhlaq...

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

Di dalam harta kita terdapat hak orang lain, maka wajib hukumnya bagi umat Islam untuk mengeluarkan zakat. Di dalam zakat itu ada senyum masa depan fakir miskin yatim dan dhuafa....

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

Latest News
Bukan Rakyat yang Urusi Presiden

Bukan Rakyat yang Urusi Presiden

Jum'at, 14 Dec 2018 12:35

Keluhan Petani ke Cawapres 02

Keluhan Petani ke Cawapres 02

Jum'at, 14 Dec 2018 11:35

Paska Keliling Jatim, Andi Singgung Potong Leher

Paska Keliling Jatim, Andi Singgung Potong Leher

Jum'at, 14 Dec 2018 10:35

Aktris Israel-Amerika Terkenal Kecam Hukum Kontroversial Israel, Menyebutnya Sebagai Rasis

Aktris Israel-Amerika Terkenal Kecam Hukum Kontroversial Israel, Menyebutnya Sebagai Rasis

Jum'at, 14 Dec 2018 10:15

Bom 212, Teror Terhadap Elektabilitas Jokowi

Bom 212, Teror Terhadap Elektabilitas Jokowi

Jum'at, 14 Dec 2018 10:05

Survey Abal-abal Masjid Radikal, Yuk Bangga jadi Aktivisnya

Survey Abal-abal Masjid Radikal, Yuk Bangga jadi Aktivisnya

Jum'at, 14 Dec 2018 09:33

Yang Terkenang dari 212, Peran Muslimah untuk Kebangkitan

Yang Terkenang dari 212, Peran Muslimah untuk Kebangkitan

Jum'at, 14 Dec 2018 09:04

Mantan Jubir Al-Shabaab yang Membelot ke Pemerintah Ditangkap Pasukan Somalia dan Ethiopia

Mantan Jubir Al-Shabaab yang Membelot ke Pemerintah Ditangkap Pasukan Somalia dan Ethiopia

Jum'at, 14 Dec 2018 09:00

[VIDEO] Bantahan untuk Grace Natalie, Perda Syariah Tak Langgar Aturan Negara

[VIDEO] Bantahan untuk Grace Natalie, Perda Syariah Tak Langgar Aturan Negara

Jum'at, 14 Dec 2018 07:42

[VIDEO] Habib Bahar bin Smith Dijadikan Tersangka, GNPF Ulama Tuntut Keadilan Hukum

[VIDEO] Habib Bahar bin Smith Dijadikan Tersangka, GNPF Ulama Tuntut Keadilan Hukum

Jum'at, 14 Dec 2018 04:54

[VIDEO] Boikot Berbalas Boikot

[VIDEO] Boikot Berbalas Boikot

Jum'at, 14 Dec 2018 02:43

Lifestyle kekinian: Ala Korea atau Islam?

Lifestyle kekinian: Ala Korea atau Islam?

Kamis, 13 Dec 2018 23:23

Virus Islamophobia di Balik Stigma Radikal

Virus Islamophobia di Balik Stigma Radikal

Kamis, 13 Dec 2018 22:08

Pasukan Penjajah Israel Tankap Bocah Palestina Berusia 6 Tahun di Hebron

Pasukan Penjajah Israel Tankap Bocah Palestina Berusia 6 Tahun di Hebron

Kamis, 13 Dec 2018 21:16

2019, Siapa Yang Menang?

2019, Siapa Yang Menang?

Kamis, 13 Dec 2018 19:42

21 Tahanan Islamic State Melarikan Diri dari Penjara di Irak Utara

21 Tahanan Islamic State Melarikan Diri dari Penjara di Irak Utara

Kamis, 13 Dec 2018 17:15

Doa Khusus Hari Jum'at ini Boleh Diamalkan?

Doa Khusus Hari Jum'at ini Boleh Diamalkan?

Kamis, 13 Dec 2018 17:06

Saat BlackPink Dibela, Petisi Peduli Generasi Dihina

Saat BlackPink Dibela, Petisi Peduli Generasi Dihina

Kamis, 13 Dec 2018 14:02

Erdogan: Turki Akan Luncurkan Operasi Militer Terhadap YPG di Suriah dalam Beberapa Hari

Erdogan: Turki Akan Luncurkan Operasi Militer Terhadap YPG di Suriah dalam Beberapa Hari

Kamis, 13 Dec 2018 12:00

Setara Institute Sebut Jakarta Kota Intoleran, Fahira: Mungkin Karena Kasus Penodaan Agama Ahok

Setara Institute Sebut Jakarta Kota Intoleran, Fahira: Mungkin Karena Kasus Penodaan Agama Ahok

Kamis, 13 Dec 2018 11:40


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X