Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.983 views

Kartu Kuning untuk Jokowi dari Ketua BEM UI

Oleh : Ragil Rahayu W., SE.*

Priitt!! Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Zaadit Taqwa berdiri dan menyemprit (meniup peluit) Presiden Jokowi. Zaadit juga mengangkat "kartu" kuning. Tak lama menjadi "wasit", Zaadit diamankan paspampres dan diserahkan pada keamanan kampus. Aksi ini dilakukan Zaadit sendirian, sebagai perwakilan BEM UI. Dalam keterangan persnya, BEM UI menjelaskan bahwa aksi saat Jokowi menghadiri Dies Natalis ke-68 UI itu merupakan bentuk peringatan.

Kepala Kajian dan Aksi Strategi BEM UI, Alfian Tegar Prakasa, mengatakan BEM UI menggelar aksi #KartuKuningJokowi terkait kedatangan Jokowi ke UI. Aksi digelar sejak pagi di Stasiun UI dan di dalam Balairung. Alfian menerangkan ada 3 hal penting yang dikritik BEM UI. Mereka meminta Presiden Jokowi mengevaluasi hal ini. Tuntutan tersebut adalah:

1. Tuntaskan persoalan gizi buruk di Asmat, Papua.

2. Menolak dengan tegas rencana pengangkatan Pj gubernur dari kalangan Polri aktif.

3. Menolak draf Permendikti tentang Organisasi Mahasiswa yang dianggap sangat membatasi pergerakan mahasiswa.

Dalam sebuah permainan bola, rakyat diibaratkan sebagai penonton dan sekaligus suporter. Jika permainan "pemerintah" bagus maka suporter akan mendukung. Namun jika permainan "pemerintah" jelek, maka penonton kecewa, marah-marah dan mengekspresikan kekecewaannya dengan berbagai aksi. Mulai dari teriakan huu, lempar botol air minum,  dll. Tapi jika suporter sampai mengambil alih tugas wasit dengan menyemprit dan memberi kartu kuning, ini tanda bahaya. Artinya aturan main sudah diabaikan oleh pemain dan wasit di lapangan sehingga suporter harus turun tangan. Ini artinya wasit sudah tidak berfungsi. Permainan tidak hanya jelek, tapi kacau.

Miris memang, tapi itulah realitas Indonesia. Rezim saat ini dengan slogan kerja kerja kerja, nyatanya tidak bekerja untuk rakyat. Berbagai infrastruktur digeber pembangunannya, salah satunya adalah transpapua yang dipamerkan Jokowi di dies natalis UI. Trans papua diklaim pemerintah akan menyejahterakan Papua.

Nyatanya klaim ini dibantah oleh tokoh nasional asal Papua Natalius Pigai yang menegaskan tidak ada yang diperbuat Jokowi di tanah Papua. Komentar Natalius ini menanggapi pernyataan tokoh agama di Papua, Pastor John Djonga yang menyebutkan, kebijakan BBM satu harga di Papua belum berjalan dengan baik. Harga BBM hanya turun seperti di Jawa, saat Jokowi blusukan ke Papua. Jalan dan jembatan di Papua dibangun dengan proyek rutin dan oleh pemprov sendiri.

“Tidak ada hasil kerja Jokowi di Papua. Hanya sekedar pencitraan dan pencitraan,” ungkap Natalius.

Mencuatnya kasus gizi buruk di Papua menjadi tamparan untuk menunjukkan bahwa rakyat  tidak menikmati hasil pembangunan infrastruktur. Krisis kesehatan berupa gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, telah menyebabkan 71 anak meninggal dunia dan sedikitnya 800 orang dirawat di rumah sakit. Dari 71 anak yang meninggal dunia, 66 di antara mereka meninggal karena penyakit campak dan lima anak meninggal dunia karena gizi buruk. Adapun wilayah yang paling banyak jatuh korban adalah Distrik Pulau Tiga, yang mencapai 37 jiwa. Data Kementerian Sosial menunjukkan kejadian luar biasa seperti ini sudah keenam kalinya terjadi di Kabupaten Asmat namun yang terbaru merupakan yang paling parah.

Terhadap kacaunya "permainan" (kinerja) pemerintah ini, DPR yang seharusnya berfungsi sebagai wasit justru diam dan pura-pura tidak tahu. Partai politik sibuk mengusung Jokowi dua periode. Di tengah ketidakharmonisan PDIP dengan Jokowi, Golkar mendapat kursi Menteri Sosial yang diisi Idrus Marham. Idrus disinyalir menjadi jembatan untuk mengharmoniskan pemerintah dengan DPR. Merayu agar DPR diam, tidak mengkritik. Kalaupun ada kritik, suaranya lirih dan berlindung di balik kurangnya suara saat voting, lalu minta dukungan suara di 2019. Semua politisi sibuk dengan gawe politik 2018 dan 2019, nasib rakyat entah dikemanakan.

...Sikap mahasiswa ini menjadi angin segar munculnya perubahan masyarakat. Sudah jamak diketahui, mahasiswa adalah lokomotif perubahan masyarakat. Masyarakat ingin berubah, namun butuh mahasiswa sebagai corong perubahan...

Di tengah situasi kacaunya permainan ini, memaksa rakyat sebagai suporter harus bersikap tegas. Sikap rakyat ini diwakili aksi #kartukuningjokowi oleh BEM UI. Sikap mahasiswa ini menjadi angin segar munculnya perubahan masyarakat. Sudah jamak diketahui, mahasiswa adalah lokomotif perubahan masyarakat. Masyarakat ingin berubah, namun butuh mahasiswa sebagai corong perubahan.

Nada-nada sumbang sudah kita dengarkan di masyarakat berupa status dan cuitan ketidakpuasan di dunia maya hingga obrolan di warung kopi dan nyanyian pengamen jalanan. Aksi pun digelar berkali-kali. Masih terang dalam ingatan kita, BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) ketika melakukan demo peringatan 3 tahun pemerintahan Jokowi. Yang mereka terima justru gebukan dan paket menginap di tahanan. Kini Zaadit Taqwa juga dikabarkan oleh Ikatan Alumni UI (ILUNI UI) sedang diamankan oleh keamanan kampus dan kemungkinan mendapat sanksi akademik.

Sikap kritis mahasiswa sangat dibutuhkan oleh rakyat. Mahasiswa harus menjadi corong rakyat, saat wakil rakyat tak pernah mengurusi rakyat. Kita tentu ingat dahsyatnya suara mahasiswa di era reformasi. Juga, yang terbaru, dahsyatnya suara mahasiswa UI bernama Boby Febri Krisdiyanto yang juga aktivis Gema Pembebasan dengan video "tolak pemimpin kafir". Video yang viral itu melahirkan aksi bela Islam berjilid-jilid dan menjungkirbalikkan kekuasaan Ahok.

Sungguh hebat mahasiswa zaman now. Di tengah tekanan dunia pendidikan, dia masih bisa bersikap kritis terhadap kezaliman. Karena mengejar keuntungan materi untuk pribadi bukanlah solusi. Persoalan sistemik di negeri ini tetap akan memiskinkan mayoritas rakyat, termasuk lulusan kampus. Lihat saja berapa banyak sarjana yang kini berprofesi jadi driver ojek online, karena minimnya lapangan kerja. Solusi atas kezaliman ini adalah perubahan masyarakat, dipimpin oleh mahasiswa. Maka tak cukup #kartukuningjokowi, tapi #KartuMerahSistemDemokrasiKapitalisZalim.

Salut untuk mahasiswa kritis!

*Mantan Aktifis Mahasiswa

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Tokopedia dan Traveloka Garap Umrah, Biro Haji-Umrah PP Persis: Bisa Merusak Usaha Travel

Tokopedia dan Traveloka Garap Umrah, Biro Haji-Umrah PP Persis: Bisa Merusak Usaha Travel

Jum'at, 19 Jul 2019 09:34

Haedar Nashir: Pemberantasan Korupsi Bagian Amal Shaleh

Haedar Nashir: Pemberantasan Korupsi Bagian Amal Shaleh

Jum'at, 19 Jul 2019 08:17

Bisnis yang Membunuh

Bisnis yang Membunuh

Jum'at, 19 Jul 2019 07:32

Menakar Solusi Pendidikan Lewat Zonasi

Menakar Solusi Pendidikan Lewat Zonasi

Jum'at, 19 Jul 2019 07:20

Jaminan terhadap Kehormatan Perempuan

Jaminan terhadap Kehormatan Perempuan

Jum'at, 19 Jul 2019 06:40

Tanpa Iman, Ilmu Bukan untuk Amal

Tanpa Iman, Ilmu Bukan untuk Amal

Jum'at, 19 Jul 2019 05:45

Mardani: Pejabat Publik Mesti Berakhlak Baik dan Ikuti Aturan yang Berlaku

Mardani: Pejabat Publik Mesti Berakhlak Baik dan Ikuti Aturan yang Berlaku

Jum'at, 19 Jul 2019 04:46

Gegara Salah Ketik ‘Posisi’, Prabowo Tak Jadi Oposisi

Gegara Salah Ketik ‘Posisi’, Prabowo Tak Jadi Oposisi

Jum'at, 19 Jul 2019 03:49

Sepele Makanan

Sepele Makanan

Jum'at, 19 Jul 2019 02:37

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Kamis, 18 Jul 2019 22:33

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Kamis, 18 Jul 2019 22:26

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Kamis, 18 Jul 2019 21:18

Kelompok Bersenjata Culik Anggota Parlemen Libya di Benghazi

Kelompok Bersenjata Culik Anggota Parlemen Libya di Benghazi

Kamis, 18 Jul 2019 20:26

Mantan PM Pakistan Ditangkap atas Tuduhan Korupsi

Mantan PM Pakistan Ditangkap atas Tuduhan Korupsi

Kamis, 18 Jul 2019 20:17

Wow! 21.000 Orang dari 162 Negara Mendaftar dalam Lomba Hapalan Al-Qur'an dan Adzan di Arab Saudi

Wow! 21.000 Orang dari 162 Negara Mendaftar dalam Lomba Hapalan Al-Qur'an dan Adzan di Arab Saudi

Kamis, 18 Jul 2019 20:15

Ini Poin-poin Penting Hasil Rakornas Bidang Infokom MUI 2019

Ini Poin-poin Penting Hasil Rakornas Bidang Infokom MUI 2019

Kamis, 18 Jul 2019 19:53

Pejuang Islamic State Penggal 4 Orang Mata-mata Pasukan Keamanan di Sinai Utara

Pejuang Islamic State Penggal 4 Orang Mata-mata Pasukan Keamanan di Sinai Utara

Kamis, 18 Jul 2019 19:15

Rusia Terjunkan Pasukan Khusus ke Idlib untuk Bantu Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir Oposisi

Rusia Terjunkan Pasukan Khusus ke Idlib untuk Bantu Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir Oposisi

Kamis, 18 Jul 2019 18:15

Pemimpin Senior Hamas Sebut Hubungan Mereka dengan Rezim Suriah Telah Putus Sejak 2012

Pemimpin Senior Hamas Sebut Hubungan Mereka dengan Rezim Suriah Telah Putus Sejak 2012

Kamis, 18 Jul 2019 17:15

Gerakan Bersenjata di Sudan: Deklarasi Politik Tidak Akan Mencapai Perdamaian

Gerakan Bersenjata di Sudan: Deklarasi Politik Tidak Akan Mencapai Perdamaian

Kamis, 18 Jul 2019 16:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X