Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.835 views

Kartu Kuning untuk Jokowi dari Ketua BEM UI

Oleh : Ragil Rahayu W., SE.*

Priitt!! Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Zaadit Taqwa berdiri dan menyemprit (meniup peluit) Presiden Jokowi. Zaadit juga mengangkat "kartu" kuning. Tak lama menjadi "wasit", Zaadit diamankan paspampres dan diserahkan pada keamanan kampus. Aksi ini dilakukan Zaadit sendirian, sebagai perwakilan BEM UI. Dalam keterangan persnya, BEM UI menjelaskan bahwa aksi saat Jokowi menghadiri Dies Natalis ke-68 UI itu merupakan bentuk peringatan.

Kepala Kajian dan Aksi Strategi BEM UI, Alfian Tegar Prakasa, mengatakan BEM UI menggelar aksi #KartuKuningJokowi terkait kedatangan Jokowi ke UI. Aksi digelar sejak pagi di Stasiun UI dan di dalam Balairung. Alfian menerangkan ada 3 hal penting yang dikritik BEM UI. Mereka meminta Presiden Jokowi mengevaluasi hal ini. Tuntutan tersebut adalah:

1. Tuntaskan persoalan gizi buruk di Asmat, Papua.

2. Menolak dengan tegas rencana pengangkatan Pj gubernur dari kalangan Polri aktif.

3. Menolak draf Permendikti tentang Organisasi Mahasiswa yang dianggap sangat membatasi pergerakan mahasiswa.

Dalam sebuah permainan bola, rakyat diibaratkan sebagai penonton dan sekaligus suporter. Jika permainan "pemerintah" bagus maka suporter akan mendukung. Namun jika permainan "pemerintah" jelek, maka penonton kecewa, marah-marah dan mengekspresikan kekecewaannya dengan berbagai aksi. Mulai dari teriakan huu, lempar botol air minum,  dll. Tapi jika suporter sampai mengambil alih tugas wasit dengan menyemprit dan memberi kartu kuning, ini tanda bahaya. Artinya aturan main sudah diabaikan oleh pemain dan wasit di lapangan sehingga suporter harus turun tangan. Ini artinya wasit sudah tidak berfungsi. Permainan tidak hanya jelek, tapi kacau.

Miris memang, tapi itulah realitas Indonesia. Rezim saat ini dengan slogan kerja kerja kerja, nyatanya tidak bekerja untuk rakyat. Berbagai infrastruktur digeber pembangunannya, salah satunya adalah transpapua yang dipamerkan Jokowi di dies natalis UI. Trans papua diklaim pemerintah akan menyejahterakan Papua.

Nyatanya klaim ini dibantah oleh tokoh nasional asal Papua Natalius Pigai yang menegaskan tidak ada yang diperbuat Jokowi di tanah Papua. Komentar Natalius ini menanggapi pernyataan tokoh agama di Papua, Pastor John Djonga yang menyebutkan, kebijakan BBM satu harga di Papua belum berjalan dengan baik. Harga BBM hanya turun seperti di Jawa, saat Jokowi blusukan ke Papua. Jalan dan jembatan di Papua dibangun dengan proyek rutin dan oleh pemprov sendiri.

“Tidak ada hasil kerja Jokowi di Papua. Hanya sekedar pencitraan dan pencitraan,” ungkap Natalius.

Mencuatnya kasus gizi buruk di Papua menjadi tamparan untuk menunjukkan bahwa rakyat  tidak menikmati hasil pembangunan infrastruktur. Krisis kesehatan berupa gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, telah menyebabkan 71 anak meninggal dunia dan sedikitnya 800 orang dirawat di rumah sakit. Dari 71 anak yang meninggal dunia, 66 di antara mereka meninggal karena penyakit campak dan lima anak meninggal dunia karena gizi buruk. Adapun wilayah yang paling banyak jatuh korban adalah Distrik Pulau Tiga, yang mencapai 37 jiwa. Data Kementerian Sosial menunjukkan kejadian luar biasa seperti ini sudah keenam kalinya terjadi di Kabupaten Asmat namun yang terbaru merupakan yang paling parah.

Terhadap kacaunya "permainan" (kinerja) pemerintah ini, DPR yang seharusnya berfungsi sebagai wasit justru diam dan pura-pura tidak tahu. Partai politik sibuk mengusung Jokowi dua periode. Di tengah ketidakharmonisan PDIP dengan Jokowi, Golkar mendapat kursi Menteri Sosial yang diisi Idrus Marham. Idrus disinyalir menjadi jembatan untuk mengharmoniskan pemerintah dengan DPR. Merayu agar DPR diam, tidak mengkritik. Kalaupun ada kritik, suaranya lirih dan berlindung di balik kurangnya suara saat voting, lalu minta dukungan suara di 2019. Semua politisi sibuk dengan gawe politik 2018 dan 2019, nasib rakyat entah dikemanakan.

...Sikap mahasiswa ini menjadi angin segar munculnya perubahan masyarakat. Sudah jamak diketahui, mahasiswa adalah lokomotif perubahan masyarakat. Masyarakat ingin berubah, namun butuh mahasiswa sebagai corong perubahan...

Di tengah situasi kacaunya permainan ini, memaksa rakyat sebagai suporter harus bersikap tegas. Sikap rakyat ini diwakili aksi #kartukuningjokowi oleh BEM UI. Sikap mahasiswa ini menjadi angin segar munculnya perubahan masyarakat. Sudah jamak diketahui, mahasiswa adalah lokomotif perubahan masyarakat. Masyarakat ingin berubah, namun butuh mahasiswa sebagai corong perubahan.

Nada-nada sumbang sudah kita dengarkan di masyarakat berupa status dan cuitan ketidakpuasan di dunia maya hingga obrolan di warung kopi dan nyanyian pengamen jalanan. Aksi pun digelar berkali-kali. Masih terang dalam ingatan kita, BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) ketika melakukan demo peringatan 3 tahun pemerintahan Jokowi. Yang mereka terima justru gebukan dan paket menginap di tahanan. Kini Zaadit Taqwa juga dikabarkan oleh Ikatan Alumni UI (ILUNI UI) sedang diamankan oleh keamanan kampus dan kemungkinan mendapat sanksi akademik.

Sikap kritis mahasiswa sangat dibutuhkan oleh rakyat. Mahasiswa harus menjadi corong rakyat, saat wakil rakyat tak pernah mengurusi rakyat. Kita tentu ingat dahsyatnya suara mahasiswa di era reformasi. Juga, yang terbaru, dahsyatnya suara mahasiswa UI bernama Boby Febri Krisdiyanto yang juga aktivis Gema Pembebasan dengan video "tolak pemimpin kafir". Video yang viral itu melahirkan aksi bela Islam berjilid-jilid dan menjungkirbalikkan kekuasaan Ahok.

Sungguh hebat mahasiswa zaman now. Di tengah tekanan dunia pendidikan, dia masih bisa bersikap kritis terhadap kezaliman. Karena mengejar keuntungan materi untuk pribadi bukanlah solusi. Persoalan sistemik di negeri ini tetap akan memiskinkan mayoritas rakyat, termasuk lulusan kampus. Lihat saja berapa banyak sarjana yang kini berprofesi jadi driver ojek online, karena minimnya lapangan kerja. Solusi atas kezaliman ini adalah perubahan masyarakat, dipimpin oleh mahasiswa. Maka tak cukup #kartukuningjokowi, tapi #KartuMerahSistemDemokrasiKapitalisZalim.

Salut untuk mahasiswa kritis!

*Mantan Aktifis Mahasiswa

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

Kamis, 25 Apr 2019 19:48

Pasukan Haftar Tewaskan Enam Migran Gelap di Libya

Pasukan Haftar Tewaskan Enam Migran Gelap di Libya

Kamis, 25 Apr 2019 19:40

Ketua BPN: Pemilu 2019 Paling Jelek

Ketua BPN: Pemilu 2019 Paling Jelek

Kamis, 25 Apr 2019 19:30

KPU yang Seharusnya Mikir

KPU yang Seharusnya Mikir

Kamis, 25 Apr 2019 19:01

Prabowo kepada Pendukungnya: Kita Jangan Lengah!

Prabowo kepada Pendukungnya: Kita Jangan Lengah!

Kamis, 25 Apr 2019 19:00

Kapal TNI Dilengkapi Cat Anti Deteksi Radar

Kapal TNI Dilengkapi Cat Anti Deteksi Radar

Kamis, 25 Apr 2019 18:37

Biro Kontra-Terorisme Israel Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Sri Lanka

Biro Kontra-Terorisme Israel Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Sri Lanka

Kamis, 25 Apr 2019 18:30

Rizal Ramli ke Mahfud MD: Status KPU seperti Boeing 737 MAX 8

Rizal Ramli ke Mahfud MD: Status KPU seperti Boeing 737 MAX 8

Kamis, 25 Apr 2019 18:01

Sedikitnya 11 Tentara Suriah Tewas dalam Serangan HTS di Barat Laut Hama

Sedikitnya 11 Tentara Suriah Tewas dalam Serangan HTS di Barat Laut Hama

Kamis, 25 Apr 2019 17:44

Said Didu Tak Ingin Mahfud MD Dimanfaatkan KPU

Said Didu Tak Ingin Mahfud MD Dimanfaatkan KPU

Kamis, 25 Apr 2019 17:01

Jokowi vs People Power

Jokowi vs People Power

Kamis, 25 Apr 2019 16:05

Bukan Perang tapi Banyak yang Mati

Bukan Perang tapi Banyak yang Mati

Kamis, 25 Apr 2019 16:01

3 Anggota Dewan Militer Sudan Mengundurkan Diri Setelah Mencapai Kesepakatan dengan Demonstran

3 Anggota Dewan Militer Sudan Mengundurkan Diri Setelah Mencapai Kesepakatan dengan Demonstran

Kamis, 25 Apr 2019 15:15

AS Dukung Jenderal Pemberontak Khalifa Haftar Serang ibukota Libya Tripoli

AS Dukung Jenderal Pemberontak Khalifa Haftar Serang ibukota Libya Tripoli

Kamis, 25 Apr 2019 14:30

Tersangka KPK Ancam Bongkar Dana Pilpres jika Tidak Dilindungi

Tersangka KPK Ancam Bongkar Dana Pilpres jika Tidak Dilindungi

Kamis, 25 Apr 2019 13:53

Sri Lanka Kerahkan Ribuan Tentara untuk Bantu Polisi Buru Tersangka Pelaku Bom Paskah

Sri Lanka Kerahkan Ribuan Tentara untuk Bantu Polisi Buru Tersangka Pelaku Bom Paskah

Kamis, 25 Apr 2019 13:45

Penyelenggara Pemilu Bekerjalah Secara Profesional

Penyelenggara Pemilu Bekerjalah Secara Profesional

Kamis, 25 Apr 2019 13:44

Aa Gym: Curang Bikin Hidup Tidak Tenang

Aa Gym: Curang Bikin Hidup Tidak Tenang

Kamis, 25 Apr 2019 13:15

Pemilu Berjalan Lancar. Said: Anda Waras?

Pemilu Berjalan Lancar. Said: Anda Waras?

Kamis, 25 Apr 2019 12:53

Lima Alasan Mengapa Jokowi Sudah Pasti Kalah

Lima Alasan Mengapa Jokowi Sudah Pasti Kalah

Kamis, 25 Apr 2019 12:26


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X