Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.420 views

Menyembuhkan Bengkak APBN dengan Sistem Ekonomi Islam

Oleh: Ragil Rahayu, SE

 

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 mengalami defisit sebesar Rp 200,23 triliun hingga akhir September 2018. Defisit ini mencapai 1,35% dari PDB. Salah satu faktor yang menyebabkan defisit APBN adalah pelemahan nilai Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) akibat perang dagang AS-China. Kurs Rupiah dipatok Rp13.400/Dolar AS. Namun ternyata tahun ini Rupiah meluncur ke titik terlemahnya sejak 1998 yakni Rp 15.235/Dolar AS.

Defisit ini tampak mengerikan bagi masyarakat. Angka defisit Rp 200 triliun itu harus ditutup dengan utang baru, atau pencetakan mata uang. Semuanya memiliki risiko yang harus ditanggung dalam jangka panjang. Baik itu beban bunga maupun devaluasi Rupiah. Namun pemerintah tampak "tenang" menyaksikan kondisi ini. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan bahwa defisit APBN tak boleh dijadikan isu politik. Defisit ini dianggap wajar karena masih di bawah prediksi pemerintah. Sebelumnya pemerintah menetapkan defisit anggaran untuk tahun berjalan maksimal sebesar 2,19 % terhadap PDB. Jadi angka Rp200 triliun (1,35%) itu masih aman. Bahkan defisit ini lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yakni sebesar Rp 272 triliun.

APBN Rawan Guncang

Sikap tenang pemerintah didasari pemahaman tentang konsep APBN. Indonesia menganut konsep anggaran defisit, yakni belanja lebih besar daripada penerimaan. Konsep ini dianggap realistis karena sering melesetnya target penerimaan pajak. Juga anggaran defisit dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi karena belanja lebih besar untuk modal dan investasi. Maka dari tahun ke tahun, APBN indonesia selalu defisit.

APBN surplus (penerimaan lebih besar daripada belanja) justru dianggap melemahkan pertumbuhan ekonomi. APBN defisit dianggap wajar asalkan masih dalam batas aman. Misal rasio utang tidak sampai 60% PDB. Maka dengan rasio utang Indonesia saat ini yang mencapai 30% PDB masih dianggap aman. Padahal realitanya, utang yang besar itu telah membebani rakyat karena target pajak yang terus digenjot demi membayar cicilan plus bunga utang.

Selain itu, bengkaknya APBN dikarenakan melesetnya asumsi kurs Rupiah terhadap Dolar AS. APBN selalu dirancang dengan kurs Rupiah terhadap Dolar AS. Karena setiap perubahan kurs akan berdampak pada komponen APBN. Pada RAPBN 2019, kurs Rupiah dipatok Rp15.000/Dolar AS. Jika Rupiah terus melemah (karena perang dagang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir), asumsi kurs ini tak akan tepat lagi. APBN pun akan bengkak lagi. Kondisi ini menunjukkan rentannya Rupiah terhadap Dolar AS. Setiap perubahan sedikit saja pada Dolar AS pasti berdampak pada APBN Indonesia.

Keperkasaan Dolar AS terhadap Rupiah dan mata uang negara-negara di dunia dimulai ketika AS secara sepihak membatalkan Perjanjian Bretton Woods melalui Dekrit Presiden Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971, yang isinya antara lain, Dolar AS tidak lagi dijamin dengan emas. ‘Istimewanya’, dollar tetap menjadi mata uang internasional untuk cadangan devisa negara-negara di dunia. Pada titik ini, berlakulah sistem baru yang disebut dengan floating exchange rate atau fiat money. Dengan sistem fiat money, Dolar AS mengontrol semua mata uang dunia. Bahkan Yuan yang merupakan mata uang terkuat di Asia saja babak belur menghadapi perang dagang dengan AS. Apalagi Indonesia yang neraca perdagangannya dengan AS defisit, sangat mudah terguncang dengan permainan Dolar AS.

Obat agar APBN Kuat

APBN akan kuat jika memiliki struktur yang stabil dan menggunakan mata uang yang independen (tidak dikendalikan mata uang asing misalnya Dolar AS). Inilah profil APBN khilafah. Struktur APBN Khilafah stabil karena ditopang oleh pos penerimaan maupun belanja yang bersifat tetap karena merupakan hukum syara'.  Besaran nominal tiap pos bersifat dinamis dan ditentukan oleh kepala negara, yakni Khalifah. RAPBN khilafah memang dibuat tahunan namun tidak terpaku pada tahun fiskal. Jika dalam perjalanan butuh penyesuaian, akan dilakukan sesegera mungkin oleh Khalifah. Tanpa menunggu tahun berikutnya. Misalnya ketika terjadi bencana, paceklik atau perang. Khalifah akan segera merevisi APBN untuk memenuhi kebutuhan mendadak tersebut.

Revisi ini bisa dilakukan dengan mudah karena khilafah memiliki sumber penerimaan yang tetap berdasar syariat yakni : 1) Fai’ [Anfal, Ghanimah, Khumus]; (2) Jizyah; (3) Kharaj; (4) ‘Usyur; (5) Harta milik umum yang dilindungi negara; (6) Harta haram pejabat dan pegawai negara; (7) Khumus Rikaz dan tambang; (8) Harta orang yang tidak mempunyai ahli waris; (9) Harta orang murtad. Inilah pendapatan tetap negara, ada atau tidaknya kebutuhan. Jadi khilafah tidak tergantung pada pajak yang membebani rakyat. Sayangnya, ketika tiada khilafah, penerimaan ini tidak bisa diperoleh Indonesia karena sumberdaya alam dikuasai oleh korporasi asing. Sistem ekonomi kapitalis mengesahkan penguasaan bumi, air dan kekayaan alam yang ada di dalamnya oleh swasta. Akibatnya rakyat dipaksa membiayai sendiri APBN dengan dana pajak.

Khilafah juga mempunyai pos penerimaan tidak tetap yang bersifat instrumental dan insidental. Bersifat instrumental, karena Islam menetapkan kepada kaum Muslim fardhu kifayah untuk memikul kewajiban pembiayaan, ketika dana tidak ada di Baitul Mal. Disebut insidental, karena tidak diambil secara tetap, bergantung kebutuhan yang dibenarkan oleh syara’ untuk mengambilnya. Yang termasuk penerimaan insidental adalah pajak (hanya dikenakan pada orang kaya), pinjaman (dalam negeri dan non ribawi) dan sedekah dari kaum muslim.

Selain itu, APBN khilafah disusun dengan mata uang dinar (emas) dan dirham (perak). Pemberlakuan mata uang emas akan menghilangkan dominasi Dolar AS. Dolar tidak dijadikan patokan mata uang dunia. Justru dunia dikondisikan untuk menggunakan emas sebagai standard mata uang.  Dengan demikian Dolar AS tak akan mampu mengatur mata uang khilafah. Justru ketika negara-negara di dunia sepakat menggunakan emas,  Dolar AS tak akan lagi menjadi patokan mata uang.

Tak Cukup Sistem Moneter Islam

Indonesia bisa menjadi negara yang kuat APBN-nya jika menerapkan sistem ekonomi Islam secara kaffah. Bukan hanya sistem moneternya. Sistem moneter Islam tak bisa diterapkan secara parsial. Karena mata uang Islam yakni dinar dan dirham hanyalah salah satu bagian dari sistem ekonomi Islam.

Dinar tidak akan kuat jika ekonomi didominasi asing, negara tergantung pada impor dan praktik ribawi masih menjadi pilar ekonomi. Maka sistem ekonomi kapitalis harus dibersihkan total dari Indonesia dan diganti sistem ekonomi Islam kaffah. Barulah APBN akan sehat wal afiat. Masalahnya, maukah kita, siapkah kita jika praktik ekonomi ribawi ini benar-benar diganti dengan sistem ekonomi sesuai syariat? (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Latest News
Kewajiban Membaca Siroh Nabawiyah

Kewajiban Membaca Siroh Nabawiyah

Rabu, 21 Nov 2018 04:57

Merindukan Ulama

Merindukan Ulama

Selasa, 20 Nov 2018 23:00

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Selasa, 20 Nov 2018 19:46

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Selasa, 20 Nov 2018 18:00

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Selasa, 20 Nov 2018 16:45

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Selasa, 20 Nov 2018 16:00

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

Selasa, 20 Nov 2018 15:35

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Selasa, 20 Nov 2018 15:34

Politik Bumi Hangus Jokowi

Politik Bumi Hangus Jokowi

Selasa, 20 Nov 2018 15:00

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Selasa, 20 Nov 2018 14:40

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

Selasa, 20 Nov 2018 10:43

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Selasa, 20 Nov 2018 10:00

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Selasa, 20 Nov 2018 09:00

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Selasa, 20 Nov 2018 07:19

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Selasa, 20 Nov 2018 01:57

Ngaku Cinta Nabi SAW, Buktikan!

Ngaku Cinta Nabi SAW, Buktikan!

Selasa, 20 Nov 2018 01:49

Menhan Turki: Bagian Mayat Khashoggi Kemungkinan Diseludupkan Keluar Turki

Menhan Turki: Bagian Mayat Khashoggi Kemungkinan Diseludupkan Keluar Turki

Senin, 19 Nov 2018 21:15

Rasulullah Wafat pada Senin 12 Rabi'ul Awal, Apa yang Beliau Siapkan?

Rasulullah Wafat pada Senin 12 Rabi'ul Awal, Apa yang Beliau Siapkan?

Senin, 19 Nov 2018 21:03

AS Mengakui Taliban Tidak Kalah dalam Perang di Afghanistan

AS Mengakui Taliban Tidak Kalah dalam Perang di Afghanistan

Senin, 19 Nov 2018 20:45

Penelitian Mengungkapkan 70 Persen Pernyataan Politisi Israel Bohong, Netanyahu di Posisi Teratas

Penelitian Mengungkapkan 70 Persen Pernyataan Politisi Israel Bohong, Netanyahu di Posisi Teratas

Senin, 19 Nov 2018 20:30


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Ahad, 18/11/2018 12:35

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja