Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.652 views

Reuni 212 dan Kondisi Umat Islam

UMAT Islam sebenarnya harus faham bahwa hidup ini diperintahkan bertaqwa, menjalankan perintah-perintah Allah Ta’ala dan menjauhi larangan-laranganNya. Dan jangan sampai mati kecuali dalam keadaan Muslim yaitu yang keimanannya benar. 

Perintah dan larangan itu sudah tercakup dalam Al-Qur’an dan Hadits (Sunnah). Sehingga segala urusan hidup ini tinggal merujuk kepada keduanya.

Dalam kenyataan, tidak semudah itu. Hal-hal yang diperintahkan ataupun dilarang, walau ayatnya jelas, haditsnya jelas, namun belum tentu Umat Islam memahaminya dengan baik, tepat. Bahkan kemungkinan banyak yang tidak tahu. Karena kebanyakan orang, biasanya hanya melihat pemimpin-pemimpin atau orang-orang terkemuka. Bila panutan mereka itu melakukannya, maka banyak orang akan menganggapnya boleh-boleh saja. Dalih mereka, kalau itu haram, atau tidak boleh dalam agama, atau makruh; kenapa para tokoh Islam di sini dan di sana melakukannya. 

Dengan kenyataan kebanyakan umat Islam seperti itu, maka sering-sering da’i ataupun ustadz bahkan ulama yang membawa dalil dan pendalilannya benar, tetap akan dibantah. Karena dianggap bertabrakan dengan yang dilakukan tokoh-tokoh panutan mereka.

Contoh kasus. Setiap umat Islam mustinya faham bahwa menistakan ayat Al-Qur’an (dengan mengatakan, jangan mau dibohongi pakai al-Maidah 51) itu haram. Itu menghina Islam. Itu melakukan penodaan agama.   

Setelah faham bahwa tingkah seseorang yang berkata “jangan mau dibohongi pakai al-Maidah 51” itu jelas menodai/ menista agama (Islam), Umat Islam juga melihat, dari pihak penoda Islam itu ternyata juga banyak pembela-pembelanya. Bahkan ada sejumlah kelompok yang terang-terangan membela penista Islam itu. 

Selang beberapa waktu, kemudian para pembela penista Islam itu menjagokan para calon-calon untuk legislative bahkan juga calon presiden. Secara alur pemahaman Islam, mustinya Umat Islam juga tahu, siapapun yang diusung oleh para pembela penista agama itu tadi (baik itu caleg maupun capres) tidak boleh dipilih oleh Umat Islam. Namun kembali lagi, keadaannya tidak semudah itu. Karena yang mereka lihat bukannya ayat atau hadits yang melarangnya, tetapi panutan mereka melakukan apa. 

Ketika ada dari panutan mereka itu justru bergabung dan mendukung kelompok-kelompok yang tadinya menjadi pembela penista agama, maka ya panutan mereka itu yang mereka lihat. Bukan melihat ayat dan hadits yang melarangnya. Sehingga, ayat yang melarangnya pun tidak dipatuhi, karena panutan mereka dianggapnya lebih tahu tentang itu, tetapi kenyataannya mendukung kelompok pembela penista Islam. Jadinya para pengikut itu menganggap panutannya itulah yang perlu diikuti, dan tidak ditengok lagi ayatnya. 

Ayatnya masih dapat dibaca. Ada larangan dari Allah Ta’ala:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” [Al ‘Imran:118] 

Pihak yang membela penghina Islam atau bahkan membenci atau memusuhi Islam, atau menolak perda-perda syariat Islam bahkan mencabutnya, atau diam saja tidak bereaksi ketika di depannya ada yang jelas-jelas menyebarkan perkataan penolakan terhadap perda syariat, padahal sebenarnya mampu bereaksi untuk menepisnya, maka itu jelas termasuk dalam بِطَانَةٗمِّندُونِكُمۡ tersebut, yang tidak boleh menjadikan mereka sebagai teman kepercayaan.

Nah, antara adanya ayat larangan menjadikan mereka (dalam kasus ini yang mendukung atau membela penista Islam) sebagai teman kepercayaan, di satu sisi, dan adanya penutan atau tokoh yang justru bergabung dengan pembela penista Islam itu, maka para umat yang jadi pengikut kurang mampu memahami bahwa itu haram. 

Di saat kedaan umat sedang mengalami akan tergelincir ke arah haram namun tidak begitu merasakannya, itu harus cepat-cepat diselamatkan pemahamannya. Bagaimana caranya, maka harus dicari cara yang kira-kira dapat nyambung dengan kasus awalnya.

Dikumpulkanlah Umat Islam di acara yang diduga mudah untuk menyampaikan pemahaman yang harus segera diselamatkan itu. 

Terkumpullah jutaan Umat Islam dari Jakarta dan berbagai daerah dalam satu acara di Jakarta. Isi pokoknya ada tausiah dari yang dinilai akan mampu menyampaikan pemahaman kepada umat Islam. Diserukanlah pemahaman dari kota suci Makkah oleh HRS, lewat alat komunikasi, disampaikan kepada jutaan Umat Islam yang sedang berkumpul itu.  

Kata HRS, tidak ada sedikit pun keraguan, bahwa “(Pada) Pilpres dan Pileg 2019, haram kita memilih capres dan caleg yang diusung partai-partai pendukung penista agama,” serunya tiga kali.

“Saya ulangi sekali lagi, di Pilpres dan Pileg 2019, haram, haram, haraam kita memilih capres dan caleg yang diusung partai-partai pendukung penista agama,” tegasnya. 

“Sekali lagi haram, haram, haram, memilih capres dan caleg dari kalangan mereka siapa pun orangnya yang jadi calonnya,” serunya. 

Diserukannya lafal haram dengan ditekankan berkali-kali itu, ditambah dengan suasana dan keterkaitan tempat serta perjuangan dua tahun lalu ketika Umat Islam sedang memprotes penista agama (Islam) agar ditangkap dan diadili, kemudian alhamdulillah memang diadili dengan divonis 2 tahun penjara karena terbukti menodai agama (Islam); maka nyambung. Umat mudah untuk memahaminya. Bahwa perjuangan yang berpayah-payah 2 tahun lalu itu jangan disia-siakan begitu saja. Dan masih ada kaitan yang sejalur untuk diperjuangkan pula.

Untuk menyampaikan ayat dan hadits ternyata dalam kasus ini perlu perjuangan dengan mengumpulkan Umat Islam sejumlah jutaan pula, bersama para pejabat, ulama, dan tokoh masyarakat. Selama cara-cara itu tidak melanggar prinsip syari’at Islam, tidak ada pengkultusan, tidak ada pembuatan muhdats dalam agama, dan terjaga dari hal-hal yang terlarang, maka insya Allah akan besar pengaruhnya terhadap pemahaman Umat Islam yang memang belum tentu mudah untuk mencerna ayat dan hadits secara begitu saja. 

Bila itu mampu dilaksanakan dengan terhindar dari hal-hal yang tidak sesuai dengan syari’ah, maka semoga saja termasuk muroghomah. Salah satu ibadah penting yang banyak ditinggalkan kaum muslimin adalah muroghomah, yaitu berupaya membuat musuh-musuh Islam marah. Ini berdasarkan QS. Al-Taubah: 120. 

 “Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Taubah: 120) 

Bila itu memang merupakan ajang silaturrahim dan untuk menyampaikan ayat dan hadits demi mencari ridho Allah, maka semoga saja menjadi ajang pula untuk memberi kefahaman bahwa demi mencari ridho Allah musti segalanya sesuai dengan peraturan Allah Ta’ala. Sehingga apa yang dicita-citakan untuk terwujudnya ukhuwah Islamiyah dan baldatun thoyyibatun wa robbun ghafuur dapat diijabahi. 

Di smping itu, ketika kita senantiasa berhati-hati, dalam mencari ridho Allah senantiasa mengikuti aturan Allah dengan menghindari segala pelanggaran, maka akan terhitung sebagai amal kebaikan. Sedang berbuat baik yang sesuai dengan syari’at Allah itu tak-kan disia-siakan pahalanya. 

إِنَّاللَّهَلَايُضِيعُأَجْرَالْمُحْسِنِين

Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Taubah: 120)

Wallaahu a’lam bisshawaab.

Hartono Ahmad Jaiz

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Film Sexy Killer, Potret Buram Pengeloaan Tambang

Film Sexy Killer, Potret Buram Pengeloaan Tambang

Sabtu, 20 Apr 2019 03:15

Muslim Swedia Jadi Target Serangan Kejahatan Kebencian di Internet

Muslim Swedia Jadi Target Serangan Kejahatan Kebencian di Internet

Jum'at, 19 Apr 2019 23:27

Ini Beda Lembaga Survei di Filipina dan Indonesia Menurut Adhie Massardi

Ini Beda Lembaga Survei di Filipina dan Indonesia Menurut Adhie Massardi

Jum'at, 19 Apr 2019 23:23

Israel Serang Dua Posisi Hamas di Jalur Gaza yang Diblokade

Israel Serang Dua Posisi Hamas di Jalur Gaza yang Diblokade

Jum'at, 19 Apr 2019 23:22

Di Rusia Jokowi-Ma'ruf Menang, Caleg PSI Dapat Suara Terbanyak

Di Rusia Jokowi-Ma'ruf Menang, Caleg PSI Dapat Suara Terbanyak

Jum'at, 19 Apr 2019 23:20

Klaim Menang Pilpres: Jokowi Modal Quick Count, Prabowo Berdasar Real Count

Klaim Menang Pilpres: Jokowi Modal Quick Count, Prabowo Berdasar Real Count

Jum'at, 19 Apr 2019 23:13

Tabulasi KawalPemilu Sementara, Selisih Suara Jokowi dan Prabowo Hanya 5.529 suara

Tabulasi KawalPemilu Sementara, Selisih Suara Jokowi dan Prabowo Hanya 5.529 suara

Jum'at, 19 Apr 2019 22:41

Laporan: Kematian Akibat Perang di Yaman Telah Mencapai Setidaknya 70.000 Jiwa

Laporan: Kematian Akibat Perang di Yaman Telah Mencapai Setidaknya 70.000 Jiwa

Jum'at, 19 Apr 2019 22:35

Kubu Prabowo Klaim Menang di Sumut Raih 60 Persen Berdasarkan C1

Kubu Prabowo Klaim Menang di Sumut Raih 60 Persen Berdasarkan C1

Jum'at, 19 Apr 2019 22:09

Pasukan Israel Tembak Mahasiswa Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel Tembak Mahasiswa Palestina di Tepi Barat

Jum'at, 19 Apr 2019 22:03

Taliban Cibir Delegasi Pemerintah, Sebut Konferensi Doha Bukan Undangan Pesta Pernikahan

Taliban Cibir Delegasi Pemerintah, Sebut Konferensi Doha Bukan Undangan Pesta Pernikahan

Jum'at, 19 Apr 2019 22:00

Turki Tangkap Agen Mata-mata UEA Salah Satunya Dicurigai Terkait Pembunuhan Khashoggi

Turki Tangkap Agen Mata-mata UEA Salah Satunya Dicurigai Terkait Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 19 Apr 2019 21:35

Masih Yakin Dapat 4 Persen, Yusril: Jangan Percaya Hasil Quick Count

Masih Yakin Dapat 4 Persen, Yusril: Jangan Percaya Hasil Quick Count

Jum'at, 19 Apr 2019 21:34

AS Daftarkan Orang yang Lahir di Dataran Tinggi Golan Sebagai Penduduk Asli Israel

AS Daftarkan Orang yang Lahir di Dataran Tinggi Golan Sebagai Penduduk Asli Israel

Jum'at, 19 Apr 2019 21:22

Hadiri Syukuran Kemenangan Prabowo, Rizal Ramli: Terharu, Tukang Ojek Tak Mau Dibayar

Hadiri Syukuran Kemenangan Prabowo, Rizal Ramli: Terharu, Tukang Ojek Tak Mau Dibayar

Jum'at, 19 Apr 2019 21:10

Pasukan Israel Hancurkan Rumah Keluarga Palestina yang Dituduh Membunuh Wanita Yahudi

Pasukan Israel Hancurkan Rumah Keluarga Palestina yang Dituduh Membunuh Wanita Yahudi

Jum'at, 19 Apr 2019 21:06

PKS Kuasai Perolehan Suara Pemilu di Arab Saudi

PKS Kuasai Perolehan Suara Pemilu di Arab Saudi

Jum'at, 19 Apr 2019 20:23

Rombong Barokah Diserbu Jamaah

Rombong Barokah Diserbu Jamaah

Jum'at, 19 Apr 2019 20:22

KPU Tak Bertanggungjawab terhadap Kegiatan Lembaga

KPU Tak Bertanggungjawab terhadap Kegiatan Lembaga "Quick Count"

Jum'at, 19 Apr 2019 19:49

Jangan Anggap Enteng Protes Kecurangan dari Rakyat

Jangan Anggap Enteng Protes Kecurangan dari Rakyat

Jum'at, 19 Apr 2019 18:47


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X