Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.323 views

Masihkah TKN Hormat pada Kiyai Ma’ruf Amin?

 

Oleh:

Asyari Usman*

 

SEPERTI apa kira-kira suasana di dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin (Ko-Ruf) terkait dengan cawapres mereka? Masihkah Kiyai Ma’ruf Amin (KMA) dihormati? Masihkah beliau dihargai? Masihkah beliau dianggap sebagai penopang Jokowi?

Inilah sebagian dari pertanyaan yang bertubi-tubi muncul di kepala saya, akhir-akhir ini. Kenapa pertanyaan itu bermunculan, dan mengapa saya perduli dengan KMA? Inilah yang akan saya coba uraikan berdasarkan pengamatan dan analisis terhadap berbagai komentar para senior TKN dan juga komentator bebas.

Ada beberapa pernyataan yang menyiratkan kegelisahan orang-orang TKN terhadap kinerja KMA. Intinya, ada kesan bahwa mereka menganggap KMA tidak memperkuat elektabilitas Jokowi. Ada kesan para senior TKN frustrasi menghadapi elektabiitas Jokowi yang cenderung stagnan atau bahkan menurun.

Yang pertama disampaikan oleh ketua TKN, Erick Thohir (ET), oada 10 Desember 2018. Waktu itu, Erick mengatakan KMA belum berkampanye. Karena itu, elektabilitas Ko-Ruf tak bertambah. Dia juga mengatakan bahwa kampanye KMA akan penuh dengan kejutan.

Apa makna ucapan Erick itu? Dari sisi psikologi komunikasi, itu menunjukkan bahwa ada ‘sesuatu’ dengan KMA. Ada yang tak beres. Ini terbaca dengan mudah. Kalau semuanya OK, tentu Erick tak perlu berkomentar yang sifatnya memberikan ‘boosting’ (dorongan) semangat kepada dirinya sendiri dan KMA.

Di sini, ET tak bisa menyembunyikan kegelisahannya tentang kemampuan KMA. Saya punya feeling, sangat banyak diskusi di belakang layar antara Erick dan para senior TKN tentang KMA. Saya menduga ‘darah muda’ Erick menilai KMA ‘useless’. Tak berguna. Semoga saya salah. Tapi, saya yakini itu dengan membaca lata-belakang manajemen bisnis ET.

Di ‘board room’ (ruang rapat direksi atau board of directors), elemen-elemen yang tak berguna biasanya tidak akan disimpan lama-lama. Saya bayangkan, ET begitu geram melihat KMA yang dianggapnya, mungkin, menjadi beban Jokowi.

[[Tentang ‘menjadi beban’ ini kita bisa lihat gambar depan majalah Tempo edisi 23 Desember 2018. Edisi ini diunggah (upload) pada 16 Desember 2018. Laporan utama Tempor ini berjudul “Jokowi dan Faktor Ma’ruf”. Subjudulnya berbunyi: “Empat Bulan Sebelum Pemilu, Keberadaan Ma’ruf Amin Tak Memperbaiki Elektabilitas Jokowi—jika Bukan Malah Menggerus. Ada Apa?”]]

Saya banyangkan pula ‘gaya CEO’ (chief executive officer atau presiden direktur) dalam memimpin TKN. Kalau sekiranya kita umpamakan TKN itu sebuah perusahaan yang sedang dibenahi ET, saya melihat kehadiran KMA sebagai ‘vice president’ di situ membuat Erick merasa ‘font line team’-nya tidak efektif.

Betapa ‘geram’ ET karena KMA tak membantu. Tapi, apa daya. TKN bukan perusahaan swasta. Erick tak bisa ‘memecat’ KMA. Bahkan, sebaliknya, dia harus mampu menjadikan KMA sebagai personel TKN yang tangguh dan bisa menyesuaikan diri dengan kecepatan kerja tim.

Sepekan kemudian, pada 17 Desember 2018, tangan kanan Jokowi yang paling dia percaya, yaitu Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), mengeluarkan pernyataan juga tentang kinerja KMA. Berkata Luhut menjawab pertanyaan wartawan bahwa KMA bisa meningkatkan elektabilitas Jokowi. Menurut LBP, Cawapres KMA belum berdampak karena belum turun berkampanye.

Nah, apa esensi dari pernyataan ET dan LBP itu?

Kalau ‘sayap’ pernyataan mereka itu kita buka dan baca dengan cermat, akan terlihat beberapa hal. Pertama, perasaan jengkel mereka terhadap KMA yang mereka anggap menjadi masalah bagi TKN, bukan solusi. Kedua, ada semacam ‘vote of no confidence’ (perasaan tak percaya diri) dari ET dan LBP terhadap Kiyai Ma’ruf. Ketiga, ada perasaan ingin mengganti Kiyai Ma’ruf dengan orang lain seandainya memungkinkan secara politis dan konstitusi.

Sekarang, bagaimanakah orang akan menyimpulkan situasi yang ada di dalam TKN? Lebih konkret lagi, apakah para senior TKN masih menaruh hormat pada KMA?

Wallahu a’lam. Saya hanya bisa merasakan bahwa KMA telah melakukan banyak tindakan yang tidak akan dilakukannya seandainya dia bukan cawapres. Seolah beliau siap melakukan apa saja asalkan TKN merasa senang kepada beliau.

Kalau sudah begini, apalagi yang bisa kita katakan selain bertanya, “Masihkah TKN dan kubu Jokowi secara keseluruhan hormat kepada Kiyai Ma’ruf”? *Penulis adalah wartawan senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Masalah Bendera

Masalah Bendera

Kamis, 22 Aug 2019 11:39

Muhammadiyah Sampaikan Strategi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Forum ASEAN

Muhammadiyah Sampaikan Strategi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Forum ASEAN

Kamis, 22 Aug 2019 11:23

Musuh Abadi Rakyat: Pemimpin Berjiwa Feodal

Musuh Abadi Rakyat: Pemimpin Berjiwa Feodal

Kamis, 22 Aug 2019 11:15

Pemerintah Yaman Ancam Ambil Langkah Hukum untuk Hentikan Dukungan UEA pada Separatis

Pemerintah Yaman Ancam Ambil Langkah Hukum untuk Hentikan Dukungan UEA pada Separatis

Kamis, 22 Aug 2019 10:35

#IndonesiaTanpaJIL, Komunitas Santai yang Ngegas Saat Bela Agama

#IndonesiaTanpaJIL, Komunitas Santai yang Ngegas Saat Bela Agama

Kamis, 22 Aug 2019 10:15

Menteri Israel Ancam Serangan Berikutnya ke Gaza Akan Lebih Parah dari 2014

Menteri Israel Ancam Serangan Berikutnya ke Gaza Akan Lebih Parah dari 2014

Kamis, 22 Aug 2019 09:34

AS Tawarkan Hadiah 5 Juta USD untuk Informasi Keberadaan 3 Pimpinan Islamic State

AS Tawarkan Hadiah 5 Juta USD untuk Informasi Keberadaan 3 Pimpinan Islamic State

Kamis, 22 Aug 2019 08:33

Bekasi dan Depok Ingin Gabung Jakarta, Fahira: Ide yang Menarik

Bekasi dan Depok Ingin Gabung Jakarta, Fahira: Ide yang Menarik

Kamis, 22 Aug 2019 01:13

Mendadak Ajal, 'Cuma' Begini Saja?

Mendadak Ajal, 'Cuma' Begini Saja?

Rabu, 21 Aug 2019 23:53

Infrastruktur Ibu Kota Baru Dibiayai Swasta, Mardani: Dapat Ancam Kedaulatan Nasional

Infrastruktur Ibu Kota Baru Dibiayai Swasta, Mardani: Dapat Ancam Kedaulatan Nasional

Rabu, 21 Aug 2019 23:26

Demokrasi bukan Habitat Umat Islam

Demokrasi bukan Habitat Umat Islam

Rabu, 21 Aug 2019 22:47

FDP dan Dewan Dakwah Aceh Biayai Kuliah 35 Mahasiswa Kurang Mampu

FDP dan Dewan Dakwah Aceh Biayai Kuliah 35 Mahasiswa Kurang Mampu

Rabu, 21 Aug 2019 22:16

Serangan Udara Rezim Teroris Assad Kembali Hantam Rumah Sakit di Wilayah Oposisi Suriah

Serangan Udara Rezim Teroris Assad Kembali Hantam Rumah Sakit di Wilayah Oposisi Suriah

Rabu, 21 Aug 2019 22:15

UAS Sampaikan Penjelasan kepada MUI

UAS Sampaikan Penjelasan kepada MUI

Rabu, 21 Aug 2019 21:08

Kembali Serangan Udara Rezim Suriah dan Rusia Tewaskan Warga Sipil di Idlib

Kembali Serangan Udara Rezim Suriah dan Rusia Tewaskan Warga Sipil di Idlib

Rabu, 21 Aug 2019 20:50

Pakistan akan Bawa Masalah Kashmir ke Mahkamah Internasional

Pakistan akan Bawa Masalah Kashmir ke Mahkamah Internasional

Rabu, 21 Aug 2019 20:45

Dituduh Hina Salib, ITJ: UAS Korban Pluralisme

Dituduh Hina Salib, ITJ: UAS Korban Pluralisme

Rabu, 21 Aug 2019 20:35

PLTU, Swasta Kemaruk PLN Bisa Terpuruk

PLTU, Swasta Kemaruk PLN Bisa Terpuruk

Rabu, 21 Aug 2019 19:54

Pergeseran Paradigma Politik Keamanan Austria Terhadap Islam

Pergeseran Paradigma Politik Keamanan Austria Terhadap Islam

Rabu, 21 Aug 2019 18:24

Mendagri Turki Sebut AS Bertemu dengan Kelompok Komunis Turki yang Terlarang

Mendagri Turki Sebut AS Bertemu dengan Kelompok Komunis Turki yang Terlarang

Rabu, 21 Aug 2019 18:19


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X